Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : Keributan Di Bandung Part 2


__ADS_3

Dewin berpamitan sama Richie langsung menuju ke kantor polisi. 2x balik ke pihak yang berwajib membuat Dewin sebagai saksi.Via melihat Dewin pergi, sudah tidak heran dengan apa yang Dewin ambil sebagai tindakan.


"Vii, besok aku kesini lagi. Besok akan ku siapkan berkas-berkas buat ke kantor polisi." Kata Yudha mengagetkan Via yang sedang melihat kepergian Dewin.


"Oh okay, aku nunggu besok ajah." Kata Via sedikit kaget dengan suara Yudha.


Yudha akhirnya pamitan sama Richie dan keluarga Via. Reynold dan Ryan menanyakan Richie prihal kejadian tersebut. Karena mereka sedang mengajak keluarga untuk liburan ke Bali.


"Tenang kak, adek sudah ada yang bela. Besok gue update ke lu pada." Kata Richie menutup telephone nya dengan ke dua kakaknya.


Richie melihat Via duduk di gazebo taman belakang terlihat penuh dengan kesedihan. Richie mendekati adik perempuan satu-satunya tersebut.


"Dek, kamu masih cinta gak sama Dewin?" Tanya Richie saat duduk disamping Via.


"Banyak hal yang aku sadar kalau aku naif kak sama kak Dewin." Kata Via saat Richie menanyakan hal tersebut.


"Sisca dulu naksir ama Dewin, selalu memakai alasan bunuh diri ketika Dewin meninggalkan Sisca" Kata Richie yang menceritakan kondisi Sisca dan juga Dewin.


"Aku sudah tidak perduli dengan cerita itu, yang aku tanya adalah dimana keberanian kak Dewin?" Dengus Via saat mendengar penjelasan mengenai keadaan Sisca dan Dewin.


Via menatap langit Bandung yang begitu indah, Richie memahami perasaan adik nya, memilih untuk berdiri di luar masalah mereka.


"Dek, jika kamu butuh kakak. I'll go get your back and will support you no matter what." Kata Richie yang membuat Via melirik ke arah kakak nya.


Setelah mendengar kata-kata tersebut, Via mendapati kakak-kakak angkat nya mengirimkan pesan menanyakan apakah Via butuh bantuan. Tidak ketinggalan dengan Prof Bjorn dan Prof Cho yang kaget mendengar berita tersebut.


Via meyakin kan kedua orang tua angkatnya kalau dirinya baik-baik saja. Via beristirahat karena kejadian drama ala film India menguras tenaga. Hingga membuatnya tertidur pulas seperti tanpa beban hingga alarm telephone selulernya membangunkan nya di pagi hari.


"Morning..." Teriak dengan serempak Yudha, Richie, Bunda dan Oma dari arah meja makan saat Via turun dari kamarnya.


"Batik nya bagus dek. Beli dimana?" Puji Dea saat melihat Via menggunakan stelan batik tersebut.


"Junior ku di campus kak." Jawab Via ke kakak iparnya yang jago masak.


Makan pagi kali ini seru sekali karena ada tanda - tanda kehidupan saat makan bersama. Usai makan pagi Yudha dan Via pamit untuk menuju ke kantor polisi terdekat.


"Yudh, kan janjian sama polisi habis makan siang. Aku mau ke salon dulu boleh?" Kata Via saat berusaha nego dengan Yudha.


"Baik nona cantik, apapun yang kamu minta aku kasih." Balas Yudha saat di mobil lalu menginfokan kepada supir nya untuk ke mall terdekat di Cihampelas.


Yudha membukan pintu buat Via dan menggandengnya seperti layaknya pasangan yang dimabuk asmara. Via hanya menganggap ini pertemanan tidak ada yang lebih.


"Yudh, kita kesitu yah." Kata Via menunjuk arah salon dan membuat Yudha tidak bisa mengelak.


"Baik lah Tuan Putri." Balas Yudha, dengan santainya Via dan Yudha masuk ke Salon.

__ADS_1


Via memilih model rambut yang baru dan yang cocok dengan bentukan wajah nya saat ini. Rambut Via yang panjangnya sepinggang, digunting hingga sedada dengan bentuk oval segi.



Yudha ingin marah melihat rambut iklan shampoo harus di potong segitu banyak nya. Via merasa fresh dan ringan.


"Bagus nggak? Nanti di depan fotoin yah." Pinta Via yang lagi-lagi Yudha tidak bisa mengelaknya lagi.


"Apapun yang kamu kenakan pasti bagus" Jawab Yudha yang sedikit bete karena rambut Via di potong hingga pendek.


Via dan Yudha akhirnya jalan ke kantor polisi untuk memenuhi panggilan sebagai korban. Dewin melihat perubahan gaya rambut Via membuatnya kecewa. Sisca yang melihat Via semakin bahagia...


"Matiiii ajah! Dasar perempuan gak tahu di untung." Tiba-tiba Sisca menyerang Via saat di pertemukan dengan Via.


"Auuuuuuh" Rintih Via dan ini membuat Via menjadi drama queen.


Suara tangisan Via membuat Dewin semakin pilu, polisi dan Yudha berusaha melepaskan Via dari jambakan Sisca. Dewin pun ikut membela Via dan menarik Via dengan paksa. Membuat Sisca kaget dan mematung.


"Viii, udah-udah." Kata Dewin yang memeluk Via, lagi-lagi Via memainkan drama nya.


Tangisan Via yang berpura-pura semakin jadi, Dewin semakin erat memeluk Via. Merasa menang 1 langkah akhirnya Via duduk dan menenangkan diri.


Sisca semakin emosi karena Dewin lebih memilih Via. Proses tanya jawab Via dan polisi akhirnya di Mulai hingga selesai. 3 jam Via meladeni tanya jawab kepolisian akhirnya selesai juga.


Namun saat Via di pertemukan Sisca kembali, Via berpura-pura memandang kasihan. Lalu membisikan kata-kata yang membuat Sisca...


Tanpa sadar kata- kata tersebut membuat Sisca merasa tidak berharga. Via dan Yudha keluar dari kantor polisi menuju restaurant untuk makan malam.


Drrrrrrrrrrrtttt.... Telephone Seluler via berdering..


"Halo, this is Novia Heidy speaking May I assist you?" Kata Via yang ada di ujung telephone.


"Aku mau ketemu, kamu dimana?" Kata Dewin yang menggunakan nomor telephone baru.


"Aku lagi makan malam, kamu ke rumah saja. Sepertinya kamu akan menjelas kan sesuatu." Kata Via dengan nada datar dan dingin.


"Aku kerumah. Aku tunggu kamu." Jawab Dewin yang sama sekali tidak menawar.


Yudha mendengar itu hatinya sakit, setelah apa yang tadi Yudha lihat saat di kantor polisi dan sekarang dia dengar.


"Vi, ayo makan. Nanti makanan nya dingin loh." Kata Yudha setelah Via menutup telephone selulernya.


"Yah, Thank you yah." Jawab Via dan melihat muka Yudha berubah menjadi lain, Via pun merasa tidak enak hati.


"Yudh, maaf yah. Karena ulah Via kita harus begini." Kata Via tiba-tiba di saat makanan kudapan manis sebagai penutup.

__ADS_1


Yudha mengangguk saja lalu menghabiskan makanan tersebut. Selesai acara makan malam Via diantar pulang Yudha.


"Seandainya kamu tidak pergi, saat ini kamu sudah jadi Nyonya Ardrian Yudha." Kata Yudha saat Via mau turun dari mobil Yudha di pintu gerbang rumah Via.


"Maaf, Via tidak bisa memilih saat itu dan lebih memilih menghilang dari pada menyelesaikan nya." Balas Via dan turun dari mobil lalu masuk ke rumah Via.


Saat dirumah Via melihat Dewin duduk bersama dengan Richie dan Dea. Muka mereka semakin menatap serious ketika melihat Via pulang.


"Kenapa ngeliat muka adek seperti itu?" Tanya Via yang merasa heran melihat muka Richie dan Dea.


"Hmn, Win. Gue tinggal dulu sama Dea. Selesaikan yang harus di selesaikan yah Win." Kata Richie yang menarik Dea pergi dari ruang tamu rumah Via, meninggalkan Via dan membiarkan Dewin berbicara dari hati ke hati.


Via mengajak Dewin ke ruang kerja papah dimana mereka berdua menceritakan yang selama ini terjadi dan alasan nya. Dewin mengikuti Via dari belakang.


"Kamu yakin akan membawa kasus ini lebih lanjut?" Tanya Dewin penasaran dengan maksud Via.


"Iyah, ini sudah melanggar hukum." Kata Via dengan tenang.


"Terserah kamu, jika itu membuat mu bahagia." Balas Dewin duduk di sofa dekat jendela.


Via memperhatikan Dewin dengan seksama bahkan merasa aneh.


"Aku dan Sisca temenan. Sisca sudah lama naksir sama aku." Tiba - Tiba dewin menjelaskan sesuatu yang selama ini menghimpit dadanya.


"Lalu buat apa diceritain." Balas Via yang duduk di bangku kerja papah nya.


"Sisca tahu kalau aku suka kamu, berkali-kali Sisca bunuh diri. Hingga dibawa ke Singapore seperti kamu." Lanjut Dewin membuat mata Via sedikit membulat.


"Sisca bunuh diri karena aku lah yang dia cintai, walaupun aku muak dengan tingkah nya." Kata Dewin lagi.


"Hingga akhirnya aku ke Korea Selatan bertemu diri mu. Aku menanyakan sama Richie, prihal kamu. Hingga om Andy datang waktu kita pemberkatan nikah." Kata Dewin membuat Via mendekat.


"Maksud kamu apa?" Teriak parau Via dan membuat Dewin menenggelamkan mukanya pada bantal di sofa.


Via mendengarkan semua cerita Dewin dan janjinya kepada papah. Via menjadi histeris karena selama ini Via salah sangka.


"Akibat aku tidak bisa memperjuangkan mu, harus berakhir di meja pengadilan. Namun kali ini semua terserah kepada mu." Kata Dewin di ujung cerita membuat Via menatap foto papahnya di ruangan kerja papahnya.


Dewin keluar dari ruangan membiarkan Via berfikir dengan apa yang akan dilakukan sekarang.


°


°


°

__ADS_1


°


Like lalu Comments ceritanya trus di love novel nya juga di vote untuk mendukung author.


__ADS_2