
Kali ini Vika benar-benar benci dengan Erick yang terpengaruh oleh Via. Membuat Vika pulang lebih dahulu lalu di susul oleh Mike.
Triiiing... Surat Elektronik masuk ke telephone seluler Vika dan Mike dari Headquarter di America. Rupanya panggilan untuk Vika dan Mike ke kantor sekarang akibat Vika melakukan pemukulan terhadap tamu yang menjadi korban insiden di kantor cabang Tokyo, Japan. Lalu Mike diberikan Surat Peringatan 2 karena terlibat kasus tersebut.
Via sudah memberikan bukti-bukti kepada kepolisian dengan video cctv juga hasil visum dokter. Sangat jelas membuat Erick juga memohon kepada Via agar nama kantor nya tidak disebut. Via janji sama Erick hanya memberi gertakan kepada Vika agar tidak sembarangan memukul orang.
"Via janji Rick. Kalau kantor mu tidak akan terlibat masalah sama sekali." Kata Via yang berjanji kalau masalah kemarin tidak akan mengganggu Erick.
"Baik lah kalau begitu. Kita jadi main?" Ajak Erick yang mempercayai Via dan team kepolisian International.
Via bermain dengan muka yang happy, lalu kesana dan kemari seperti nya tenaga Via tidak ada habis-habisnya. Erick yang menenmani Via kali ini merasa kewalahan secara fisik, dan akhirnya di penghujung hari...
"Kita makan malam di restaurant, abis itu kita liat kembang api." Kata Erick yang membawa Via ke Horizon Bay Restaurant yang banyak menampilkan character daripada tokoh-tokoh Disney.
Malam terasa indah karena Via senang sekali dengan liburnya kali ini menikmati Disney tanpa ada ocehan dari Gerry dan Widia.
Lain dengan Via, Gerry yang baru saja balik dari California dan German. Membuat Claudia terasa deg-deg an dengan keputusan Gerry. Hampir 14 hari Claudia tidak bertemu dengan Gerry.
"Halo sayang, thank you yah buat nungguin aku." Kata Gerry saat menaruh koper nya di apartment.
"Mandi dulu. Aku sudah siapkan air hangat untuk mu." Kata Claudia yang memberikan handuk bersih ke Gerry. Karena perintah akhirnya Gerry menuruti perkataan Claudia.
Hampir 45 menit Gerry mandi dan akhirnya selesai juga. Mengenakan celana pendek kesukaan, Gerry mendekat ke meja makan lalu duduk manis.
"Makan yang banyak, pasti kamu capek banget." Kata Claudia yang berusaha menutupi rasa cemburu nya terhadap kelakuan Via.
"Aku pasti makan banyak, kamu tenang lah." Jawab Gerry yang terus mengunyah makanan yang di masak oleh Claudia.
Tentu saja melihat Gerry yang lahap makan masakan Claudia membuat perasaan di dalam dada seorang Claudia membuncah. Selesai makan bersama Gerry, Claudia membersihkan makanan dan peralatan makan tadi. Beridiri di dekat jendela memandang kota Manchester dari ketinggian apartment Gerry dan Claudia memberikan ketenangan tersendiri buat Claudia yang saat ini sedang menunggu kepastian.
Gerry melihat Claudia berdiri di dekat jendela dan memandang kerlap -kelip lampu dimalam hari.
"Clau, sini duduk sebelah ku." Panggil Gerry ke Claudia saat memasuki kamarnya.
"Gimana liburan mu bertiga?" Tanya Claudia yang berpura-pura baik..
"Aku akhirnya kembali ke kamu, cerita cinta Via dan aku sudah selesai. Aku bahagia akhirnya bisa jujur." Kata-kata Gerry yang sambil memegang tangan Claudia.
"Maksud mu?" Tanya Claudia yang berhati-hati sama perkataan Gerry.
"Aku dan Via hanya sekedar sahabatan. Tidak akan lebih dari apapun." Jawab Gerry kepada Claudia.
__ADS_1
Air mata Claudia turun karena bahagia melihat Gerry sudah memilih nya. Gerry melihat Claudia yang sudah cukup menderita, berjanji akan membahagiakan hingga akhir maut memisahkan.
Kegembiraan juga menyelimuti Widia dan Jerias yang akan melakukan Honey Moon ke Bhutan, karena permintaan Widia yang suka sekali dengan suasana Extreme.
"Ini tickets nya, yuk siap-siap." Kata Jerias saat makan malam bersama dengan Widia.
"Bhutan? Seriusan?" Kata Widia yang tidak percaya impian nya ke Bhutan akan segera terpenuhi.
"Thank you sayang, kamu emang terdebest lah." Puji Widia dan memeluk Jerias dengan mesra.
Jakarta.....
Yudha melihat halaman akun Pinstagram Via yang mengunggah kembang api di Disney Sea. Membuat Yudha memberanikan diri untuk menanyakan kabar kepada Via.
Yudha: Hai nona manis?
Via: Hi Yudha.
Yudha: Aku kangen kamu.
Via: Jangan kangen sama Via.
Yudha: Jelas berat, biar aku ajah kamu gak usah.
Via: Ihk kek Dylan cap Bogor.
Via: Yudh. Maaf yah, Via belum bisa membalas cintanya Yudha.
Yudha: Tapi masih bisa temenan kan?
Via: Masih kok. Thank you yah.
Kata-kata percakapan dengan Via membuat Yudha kesal. Kenapa Via belum bisa menerimanya lagi. Via sibuk dengan berkas-berkas laporan penganiayaan dan penyusup di kamar Via.
"Uhk banyak dan ribet yah urusan ini." kata Via kepada berkas - berkas yang Via harus baca. Juga tidak lupa Via memantau kerjaan yang ada di Geneva. Disaat yang sama Via mendapat 3 surat panggilan yang bersamaan dan topic yang berbeda dari kejadian tersebut. Namun ketika seorang mama melakukan panggilan terhadap putrinya membuat Via tidak berbuat banyak.
"Halo, yah mom." Sapa Via yang telephone nya berisik oleh ocean seorang ibu.
"Kamu belanja segini banyak buat apa?" Kata Prof Cho. yang melihat belanjaan Via yang ada di apartment nya Via.
"Lucu kan mom?" Balas Via sedang menyusun berkas-berkas laporan.
"Tidak, lalu kamu kapan pulang?" Tanya Prof. Cho
"Kemungkinan lusa karena aku masih harus memberi keterangan." Jawab Via yang tangan nya masih sibuk dengan berkas-berkas nya.
"Perlu bantuan kah kamu?" Tanya Prof. Cho lagi yang terdengar khawatir sekali akan Via.
__ADS_1
"I'm okay with that mom. Tenang, aku bisa selesai kan dengan baik." Jawab Via lalu mengakhiri pembicaraan nya dengan prof. Cho.
Via berfikir kenapa hanya Prof.Cho yang mengkhawatirkan keadaan Via. Pikiran nya terbang dengan perlakuan mama kandung nya. Lagi-lagi Via menghadapkan diri nya ke kaca dan bilang pada dirinya, semua sudah berakhir.
Drrrrrrrrttttt... Vika menelepon Erick....
"Halo Vik, kenapa?" Tanya Erick yang sudah to the point karena sudah malas bertele-tele sama Vika.
"Rick, cewek elu itu masih waras gak sih?" Tanya Vika blak - blak an.
"Elu yang mukul dia. Pasti lah di bawa ke ranah hukum. Salah dia apa Vik? Coba gue tanya dimana salah dia?" Cecar Erick yang masih bingung sama kelakuan Vika tadi malam.
"Gue belum siap Rick. Kalau elu sama cewek lain dan gue belum siap kehilangan elu."Isak Vika di telephone.
Erick terdiam karena Vika akhirnya jujur pada dirinya yang mencintai 2 orang disaat bersama.
Sementara Erick tidak bisa menerima jika Vika menjadikan Erick hanya pelampiasan ketika Mike kembali ke America.
" Vik, emang berat memilih. Tapi gue rasa elu akan bijak memilih yang baik. Gue sekarang sudah lebih baik, perkara elu sama Via. Gue angkat tangan yah." Kata Erick yang kembali memberitahukan kalau dia tidak akan ikut campur.
"Apa gue gak bisa memiliki elu Rick?" Tanya Vika yang memohon sama Erick.
"Bisa, lepasin Mike. Elu memiliki gue seutuhnya. Elu milih Mike lepasin gue sama yang lain." Jawab an yang membuat Vika menjerit di young telephone.
Kasus Via sudah di salesaikan sama kepolisian setempat. Pihak hotel mengakui ada human error ketika pembuatan kunci. Lalu mengenai kasus Vika yang menampar Via, pihak management melakukan sanksi berat dan membiarkan proses hukum berjalan. Vika di minta mengundurkan diri dari jabatan nya karena kasus hukum tersebut.
Vika mengutuki dirinya karena bisa lepas kendali. Via merasa kasihan kepada Vika, dengan di temani Erick. Via menemui management Hotel International, Tokyo untuk mempertimbangkan Vika sebagai karyawan yang baik dengan masa kerja yang panjang.
"Terima kasih Pak Ryan. Saya menghargai keputusan anda. Menurut saya ini karena masalah pribadi tidak ada sangkut paut dengan kerjaan." Kata Via saat menemui GM dan disaksikan oleh team management hotel dan Vika juga.
"Kami yang harus berterima kasih kepada Bu Novia yang tidak memperpanjang 2 kasus ini. Kita malah terbantu dengan perkataan yang Bu Novia katakan." Balas Ryan sang GM yang senang Via mencabut tuntutan kepada hotel International - Tokyo.
"Semoga ini pelajaran hebat buat management mengenai masalah komunikasi, dan begitu juga buat Bu Vika. Yang semestinya bijak memisahkan ranah pekerjaan dan pribadi." Kata Via yang mengakhiri pertemuan dengan team hotel dan Vika.
Via dan Erick melanjutkan pekerjaan masing-masing dan Erick senang karena Via menepati janji nya. Dengan tidak melibatkan kantor nya Erick ke ranah public juga menolong Vika dari pengangguran.
•
•
•
•
Like, Vote, Love dan comment yaaah...
Terima kasih buat dukungan nya ke Author
__ADS_1