Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2: Menua Bersama Mu...


__ADS_3

Untuk pertama kali nya Erick melihat Via se cemburu itu. Bahkan kaget melihat sikap nya bisa berubah. Via mempersiapkan berkas - berkas konfrensi yang akan dia hadiri saat di Jepang nanti.


Bersamaan itu Gerry mengirimkan foto keimutan dari pada anak Gerry yang sudah 3 bulan. Sengaja Gerry menuliskan di WhatsApp group



"Hi onty ankeeelll... Cia sudah 3 bulan loh." Tulis Gerry sedikit menggoda kelompok kembar beda ayah dan ibu.


Via dengan cepat merespond foto tersebut,


Via : Omooo... Kawaaiii nya ponakan onti Via.


Widia : Gue skip.. Muntah-muntah mulu ini.


Gerry : Kan? Nikmati bebih. Drama muntah- muntah nya. Colek @Jerias Gimana bro sudah fase ngidam kah?


Jerias : Sudah bro. Sedap banget broo... Saya tersiksa bro. Gimana bro @Erick apakah sudah ada tanda-tanda?


Erick : Dicopy ganti moka, belum kelihatan tanda-tanda yang nyata. Masih menanam bibitnya


All : Hahahahaha


Via tertawa saat membaca group WhatsApp saat membereskan berkas-berkas hingga larut malam. Erick yang bangun lebih dulu melihat Via masih tertidur pulas di meja kerja nya, membuat Erick keluar pelan-pelan menuju kantor.


Saat di kantor Erick sudah kedatangan tamu special. Siapa lagi kalau bukan General Manager nya yang suka sekali mengusik Erick.


"Pagi, Rick. Gimana program kita di Indonesia?" Tanya General Manager Erick.


"Well semua sih bagus yah. Ditambah bantuan dari United Nations. Jadi semakin meriah juga kan?" Jawab Erick dengan seksama melaporkan kepulangan nya kali ini.


"Minggu depan kamu di Jepang yah? Penjualan kita menurun liburan kali ini. Kamu check kenapa?" Tanya lagi si General Manager.


"Shawn, kamu sudah baca email dari management?" Tanya balik Erick dengan muka sangat serius.


"See ya..." Pamit Shawn si General Manager Erick.


Sementara Via kaget saat bangun tidur sudah menuju sore. Buru-buru Via merapikan berkas-berkas dan menanyakan Erick ingin makan apa untuk dinner nanti malam.


Erick mengajak Via makan diluar dan kali ini keinginan Erick ingin makan-makanan Spanish/ Spanyola. Karena Via tidak bisa makan pedas akhirnya Erick memesan menu yang Via bisa makan.


"Kamu mau Gambbas gak, sayang?"Tanya Erick dengan memperhatikan menu-menu yang ada di depan mata Erick.


"Aku mau, asal tidak pedas." Jawab Via sambil memandang muka Erick.


Tentu saja Via memilih makanan yang tidak pedas akibat trauma makan di touchscreen zaman kuliah. Erick yang merasa mukanya di lihatin lalu menatap balik Via.

__ADS_1


"Thanks yah, tidak mengeluarkan kata terserah." Kata Erick yang mencubit hidung Via.


"Karena lelaki bukan dukun dan ahli nujum jadi Via mengatakan apa yang Via mau dan Via tidak mau." Jawab Via yang terus memperhatikan Erick sambil menopang mukanya dengan tangan nya.



Erick entah mengapa memikirkan kisah nya bersama Vika. Dimana Erick menahan rasa sabarnya saat Vika yang sangat picky eater* memilih makanan.


#throwback


"Kamu jadinya makan apa?" Tanya Erick di taman Jepang saat libur kantor.


"Terserah.." Jawab Vika yang masih mengayun-ngayunkan tas tangan nya.


"Kalau gitu kita makan udon ajah gimana?" Tanya Erick lagi.


"Kemarin dah makan udon, yang lain deh." Jawab Vika lagi sambil terus mengayunkan tas nya.


"Kalau gitu apa?" Tanya Erick yang sudah mulai naik emosinya.


"Yah terserah..." Jawab Vika lagi dan akhirnya mereka tidak makan malam.


Ketika memingingat itu rasa dalam hati bersyukur menikah dengan Via. Walau dia tidak sempurna namun Via belajar untuk sembuh dari luka batin nya. Dimulai dari Via belajar membereskan hatinya terlebih dahulu. Kemajuan demi kemajuan sudah mulai kelihatan. Walau hanya sedikit namun sungguh berarti bagi Via.


Via yang dari kecil kehilangan figur orang tua tumbuh menjadi anak luar biasa. Banyak kerapuhan dalam hati Via namun disitu tekad belajar yang tinggi.


"Belum sih, ternyata dibalik kulit mulus suami ku ada juga jerawat nyempil." Jawab Via yang out of the box banget bikin Erick kesal.


Makanan yang ditunggu akhirnya datang juga. Via yang melihat makanan tersebut lalu mencoba mencicipi rasa makanan tersebut, akhirnya menyetujui kalau makanan tersebut tidak pedas.


Memang bukan makan malam romantis ala-ala Korea yang pakai gula nya bikin hangat. Tapi melihat Erick yang terus memandangi Via saat makan Gambbas di restaurant Spanyol yang Erick pesan.


Selesai makan Erick dan Via berjalan bergandengan tangan, seperti kebanyakan orang. Namun Erick melakukan kebiasaan yang semua perempuan iri. Tangan Via masuk ke dalam kantung jacket Erick.


"Vii, kalau nanti tua. Aku mau yang meninggal dulu. Aku bakalan gak sanggup kalau kamu duluan." Kata Erick berusaha merubah keadaan menjadi romantis.


"Kita lihat saja, jika aku yang terlebih dahulu pergi. Aku minta di kubur sebelah Thata, disana sudah tersedia 3 liang lahat untuk 3 orang lagi." Jawab Via sekarang dengan muka serius.


Setelah mendengar cerita Via yang membangun 3 liang lahat lagi untuk rumah nya masa depan bersama Gerry, Widia dan pasangan membuat Erick sedikit terkejut.


Sampai dirumah Erick dan Via langsung melakukan ritual setelah selesai keluar rumah. Malam semakin larut dan semakin pekat, Via dan Erick memperhatikan berkas-berkas yang akan di bawa mereka ke Japan.


"1 time check it's okay, 2 time check it's good, 3 time check will perfect." Kata Via dalam hati saat memperhatikan berkas-berkas yang dibawa.


Kepala Erick hanya bisa mengeleng-gelengkan saat melihat Via membereskan berkas lalu dengan iseng nya Erick melingkarkan tangan nya ke pinggang Via.

__ADS_1


"Kamu tidak check keadaan suami mu?" Tanya Erick dengan nada manja.


"Oh iyah, suami ku yang ceroboh minta di check berapa kali?"Balas Via yang mulai iseng menggoda Erick.


Dengan keras Erick tertawa mendengar Via menggodanya. Yah, akhirnya perjalanan ke Japan tiba juga. Selain ada konfrensi dengan United Nation, Via di jadwalkan akan menghadiri makan malam bersama keluarga kerajaan.


Tiba di Narita International Airport Erick dan Via di jemput oleh tim protocoler kerajaan Jepang. Menuju ke International Hotel. Seperti biasa Via yang selalu terakhir datangnya. Jajaran management hotel sudah mengerti Via tidak suka disambut. Jadi hanya Vika yang akan menemani Via dan Erick langsung ke kamarnya.


"Malam bu Novia, kita langsung ke kamar. Saya sudah menjamin tidak ada kelalaian lagi." Kata Vika saat menjamu Via di lobby hotel.


"Terima kasih, Mba Vika." Balas Via yang mendorong koper nya menuju kamar.


Lalu disusul oleh Erick yang sempat menebar senyum khasnya ala orang-orang hotel yang menyapanya. Karyawan International hotel khususnya perempuan yang melihat Erick. Langsung merapikan diri agar bisa menebar pesonanya.


Makan malam bersama keluarga kerajaan ternyata di hadiri oleh pangeran William dari kerajaan Inggris. Via yang dari dulu penasaran dengan pangeran William, yang dahulu sangat dipuja oleh Thata. Karena kegantengan nya yang maximal namun sekarang botak maximal.



Via pun sedikit berbincang-bincang usai makan malam. Lalu bersama dengan pimpinan nya menghadap pangeran William yang sedang menikmati red wine.


Senyum sang pangeran memang bagus sempat membuat Via sedikit terpesona. Namun melihat kepala nya yang botak di tengah langsung hilang lah semua pesona itu. Selesai berbincang - bincang dengan keluarga kerajaan. Via pamit undur diri bersama Erick.


"Kamu tadi nahan ketawa yah?" Tanya Erick yang penasaran.


"Iyah, ternyata kata Thata kali ini salah. Lihat ini muka pangeran William, persis kayak pangeran Charles dan botak lagi..." Ujar Via yang menunjukan foto ke Erick.


"Lalu kalau nanti aku tua, gendut, dan botak apakah kamu masih naksir?" Tanya Erick penasaran.


"Masih dong. Kan aku akan tua bersama mu." Jawab Via yang memeluk Erick lalu mencium bibir nya Erick dengan berjinjit karena tubuh Via pendek.


Erick yang merasa kasihan dengan Via akhirnya membungkukan bandan nya agar Via bisa leluasa mendapatkan bibir Erick.


"Aku suka idung pesek ini.." Kata Erick yang mencium hidung Via.


"Lalu mata ini" Sambung Erick yang mencium mata kiri Via.


"Lalu sebelah nya juga" Kata Erick lagi dengan masih mencium nya juga.


Sontak muka Via kelihatan memerah akibat ulah manja Erick..


°


°


°

__ADS_1


°


Like dan komen terus yah teman-teman. Lalu love novelnya, terus vote juga di event you are writer 4. Terima Kasih kawan-kawan online....


__ADS_2