
Setelah meregristrasi keberadaan nya Via, langsung menghubungi Gerry karena sudah selamat.
Drrrrrt BBM Gerry bergetar...
Via: Sudah sampai nih. Titip yah William buat aku.
Gerry: Iyah, apalagi? Gue nggak?
(Di dalam hatinya sungguh sesak)
Via: Iyah, Gerry juga. Thank you yah udah bantuin Via.
Gerry: Nah gitu dong. Pulang cuma sidang doang?
Via: Iyah, kan Wisuda nunggu 5bulan lagi.
Gerry: Oh oke..
Setelah menjawab terakhir Gerry mengirimkan photo dirinya dengan boneka beruang kesayangan Via.
Otaknya mulai memutar kembali kenangan Di Bandung. Begitu indah bagaikan sepasang kekasih hati. Yang sedang dimabuk asmara.
"Via, tumben ngajak pergi? Tanya Gerry saat itu.
"Iyah, Via lagi engap sama skripsi." Kata Via mencoba mengalihkan.
"Emang Willi ngga mau anterin?" Bales Gerry langsung membuat Via pucat pasi dan berusaha menghindar.
"Mau kok Willi nganter. Tapi Willi lagi sibuk banget." Bela Via menutupi semua yang terjadi.
Entah mengapa tangan Gerry terasa lancang langsung memeluk Via dan juga langsung menghadapkan mukanya ke Via.
"Bohong! Itu William nyariin." Kata Gerry yang sudah memojokan Via.
"Iyah, maaf. Via bohong soal Willi. Willi juga bohong kok." Kata Via berusaha membela dirinya dengan pembenaran.
"Bohong apaan si Willi?" Tanya Gerry dengan menahan emosi.
"Dia bohong soal dirinya yang bukan penerus Putraland Group." Kata Via sambil menundukan kepalanya.
"So? Apa masalah nya Novia Heidy?" Tanya Gerry mulai emosi sama Via.
"Jujur ajah, kalau dia orang dari Putraland Group. Kalau begini Via berasa orang bodoh tau!" Kata Via mulai emosi dan menangis.
Dipeluk nya Via, karena Gerry tahu bahwa nggak mudah bagi seorang Willi dan Via untuk berkata jujur. Malam terasa makin dingin dan menusuk relung mimpi Gerry.
Drrrrrrrrrrttttttt....
Bunyi panjang telephone seluler Gerry yang membangunkan tuan nya dari mimpi.
"Gerr, gue mau ngomong sama elu." Kata orang seberang sana.
"Okay, ngomong ajah." Kata Gerry setengah sadar.
"Gue dah di depan kost an elu, cepet turun." Kata orang di seberang sana lagi.
"Tunggu 5 menit, gue turun ke bawah." Kata Gerry yang mengganti bajunya.
Setelah mengganti bajunya Gerry, dia akhirnya bergegas ke bawah menemui orang yang tadi menelephone nya.
"Hei Gerr, yuk!" Kata orang itu dan masuk ke mobil.
Gerry menuruti orang tersebut membelah malam di laju mobilnya.
"Ger, gue tanya sama elu. Via dimana?" Tanya Willi saat disebelah Gerry.
"Di Bandung katanya." Jawab Gerry disebelah Willi sambil melihat kerlap kerlip lampu kota Jakarta.
"Gue dah cari dia ke Bandung, gue nanya sama orang rumahnya. Bahkan gue sudah susul orang tua nya di Hong Kong. Hasilnya gak ada." Kata Willi yang mulai frustasi.
"Gue gak tau Will. Via kemana, gue juga bingung. Mana bentar lagi sidang skripsi." Jawab Gerry masih melayangkan matanya keluar sana.
Sementara Willi makin bingung dengan semua ini. Akhirnya menumpahkan semua kegundahan nya dan rasa rindunya terhadap Via. Gerry merasakan sesak yang sangat menusuk, disatu sisi dia ingin Via bahagia dan disatu sisi kasian jika bersama Willi.
Karena tidak ingin mencampuri urusan pribadi. Gerry menyarankan Willi untuk berkata jujur walaupun resiko tersebut tidak bisa di hindari.
Waktu terus berjalan musim panas pun berlalu dan tibalah musim gugur. Membuat Via menikmati sore hari di Danau Jenewa atau dalam bahasa Prancis juga dikenal dengan nama Lac Leman adalah sebuah danau besar yang terbentuk dari lelehan glasier es dan terletak di perbatasan antara Swiss dan Perancis.
Tidak heran banyak warga negara Swiss bisa berbahasa Jerman, Italia, Romania dan bahasa Swiss itu sendiri. Setelah memandang danau Jenewa Via merasakan kedamaian. Tidak lupa mengirimkan foto kepada Gerry.
1 Bulan kepergian Via dari Tanah air membuat William berubah dingin.
Banyak Wanita mendekat namun dihempaskan semua. Bahkan William mulai memasang foto Via di halaman social media nya.
Drrrrrrrt BBM Via bergetar...
Ternyata dari teman nya semasa SMU dahulu.
Poppy: Via, kamu putus sama Dewin yah?
Via: Putus? Pacaran ajah enggak.
__ADS_1
Poppy: Ohh, kenapa begitu?
Via: Dia kan temen nya kakak ku. Yah, jadi kuanggap saudara.
Poppy: Iyahlah. Mending milih William lah, penerus Putraland Group.
Via: Hah? Kenapa?
Poppy: Kamu sekarang liat friends request mu so friends book. Pasti banyak yang nge add.
Setelah membaca BBM dari Poppy, Via membuka aplikasi friendsbook.com. Begitu banyak request pertemanan lalu banyak nya pesan yang masuk membuat Via terkejut.
Akhirnya Via membuka BBM dari William setelah sekian purnama berlalu. Ketika melihat tanda sudah di read. William langsung mengechat Via.
Drrrrrrrrrt....
Willi : Viaaa
Via: Yes, Will.
Willi: Aku butuh kita bicara dan akan ku akui semua.
Via: Apaan tuh?
Tiba - tiba hati Via mendadak serangan kebingungan. Dan mengutuki dirinya terlalu ego is.
Willi: Ketemu yah?
Via: 2bulan lagi ajah, setelah Via sidang?
(Mulai terjadi tawar menawar antara mereka berdua)
Willi: Boleh, tapi janji Via akan bisa Willi hubungi. Jika tidak Willi akan Marah besar banget.
Via: Siap, laksanakan perintah.
Pembicaraan kali membuat Via harap - harap cemas. Entah gelombang percintaan apah lagi yang akan dilalui. Via pun sudah mulai mengontrol emosinya dan mulai membuka pembicaraan dengan Willi melalui chat BBM.
Via mulai mendengarkan Willi secara seksama dan mulai mengerti sikap nya kedepan. Perubahan sikap Via mulai terjadi yang sangat significant.
Yeay, sudah 2 Bulan bekerja di General Affairs nya United Nations membuat Via semakin luwes dalam melakukan hal apapun. Dan tidak terasa 1 Bulan lagi Via akan mengahdapi sidang skripsi.
"Viaaaaaaa" Suara cempreng membangunkan Via yang duduk di dekat monumen kursi patah.
"iiihk, berisik." Kata Via mengenali suara cempreng berasal.
"Makan di resto makan yuk. Kata Via yang mulai melirik makanan yang bisa dia makan.
Jalan kaki ke arah warung yang dituju dengan muka yang berbinar - binar.
"Aghk Gado - Gado pake nasi." Kata Via merasa kesenangan pakai banget.
"Yoi! akhirnya yah?" Tanya orang tersebut.
"Iyah ini pas banquet restaurant." Kata Via mulai menghabiskan makanan nya.
sehabis makan malam Via pun mengambil bill untuk bayar secara patungan.
"Apaaaaa 150ribu?" Kata Via yang sudah mulai emotional.
"Kenapa Via?" Kata orang tersebut.
"Ini mending Via yang masak hehehe" Kata Via mulai mencairkan suasana.
"Yawhlord" kata perempuan tersebut
"Huhuhu mahalnya ini Felly." Kata Via kepada cewek itu yang bernama Felly.
"Gado-gado + nasi IDR 150,000. Terus aku Nasi Rames IDR 100,000. Minum IDR 50,000 x2 IDR 100,000." Kata Felly yang tidak real mengeluarkan uang tersebut untuk makanan yang dimakan. Namun apa mau dikata nasi sudah jadi bubur yah kata Via kita tambah sambel sama kecap ajah biar enak.
Setelah membayar makanan Via dan Felly keluar dari restaurant dan pulang menuju dormitory mereka. Sejak Via tinggal di dormitory, Via belum banyak mengenal orang - orang disana. Jadilah Via beradaptasi dengan sendirinya dan memaksa dia untuk bergaul membuka diri.
Felly anak Indonesia yang bekerja di bagian Military nya UN. Yang sudah duluan tinggal di Jenewa atau Geneva, Switzerland 2 tahun. Ketika melihat Via anak Indonesia langsung bersemangat menemui dan mengajaknya berbicara. Padahal baru on board Via di Jenewa 3 hari. Rasa kangen berbahasa Indonesia membuat Felly memeluk Via sanagt erat.
3 Bulan berlalu tepatnya bulan September yang sudah mulai memasuki musim dingin. Perjalanan Via menuju ibu kota dari Jenewa ke Bern, yang memakan waktu hampir 2 jam menggunakan mobil yang diberikan oleh UN. Menuju bandar udara International Zurich, melewati tempat - tempat membuat Via terkagum - kagum. Dalam hatinya langsung berkata;
"Tunggu aku bulan depan. Aku pulang kesini, akan ku jelajahi semua daerah ini." Gumam Via dalam hati.
Perjalanan yang memakan waktu hampir 2 jam akhirnya harus berhenti di pintu keberangkatan International. Setelah mengucapkan terima kasih kepada Mareschi warga keturunan Perancis, Italia dan Swiss yang bekerja di UN. Via melangkah kan kaki untuk langsung menuju ruangan boarding.
Perjalanan kali ini lebih cepat 3 jam daripada waktu Via datang ke Jenewa. Walau harus menempuh 17 jam juga. Perjalanan kali ini membuat Via rindu akan masakan Indonesia, tas nya yang kosong yang hanya di isi dokumen penting ini akan membawa bumbu - bumbu Indonesia berserta makanan nya.
17 Jam perjalanan sampai juga di Bandara International Soekarno Hatta, disambut macet. Namun seorang pria yang 3 bulan sudah merindukan Via, ketika dia melihat Via langsung berlari memeluk Via. Tidak perduli orang - orang disebelah mereka melihat mereka berdua.
"Ayo, kita pulang. Kamar gue dah siap menanmpung elu selama 2 minggu." Kata Gerry yang menjemput Via di Bandara.
"Baik Pak boss." Jawab Via yang cuma tertawa melihat Gerry mendorong koper Via.
Kost an White House yang Via, Gerry, dan Widia tempati selama 3 tahun menyisakan kenangan - kenangan manis membuat Via tertawa.
Perjalanan 2 jam ke Kost an dari Bandara Soekarno Hatta. Membuat Via dan Gerry kelaparan, namun sebelum mereka berdua mengisi perut mereka;
__ADS_1
"Vi, abis taruh koper. Kita ketemu sama Willi yah?" Tanya Gerry ke Via untuk meminta persetujuan dahulu.
"Jangan Ger, besok aku kan sidang. Mending besok ajah setelah sidang." Kata Via. Ketika mendengar itu Gerry pun menyanggupi nya dan membiarkan Via menyiapkan sidang skripsi.
Sidang skripsi Via semua angkatannya paling dinanti karena mahasiswa kampus Tritunggal ingin melihat cewek yang berhasil menaklukan William si pangeran Putralan Group yang terkenal dingin.
Tak ayal Willi pun menyiapkan bunga kesukaan Via dan Teddy bear untuk mengucapkan kelulusan nya. Jelas, kelulusan Via sudah sangat dinanti sama William. Willi akan membawa Via kedalam kerajaan nya.
Sementara Via yang masih gugup masuk ruangan sidang. Akhirnya masuk dan mencoba tenang. Willi pun berada di depan siap dengan boneka teddy bear nya juga buket bunga Lily kesukaan Via.
"Lama amat sih sidang nya, berhasil nggak tuh?" Celetuk cewek - cewek yang ada di belakang Willi.
"Pasti berhasil kok, Via itu pinter." Kata Willi yang membela Via dihadapan para wanita tersebut. Seketika membuat para wanita tersebut diam karena Willi didepan mereka tanpa sadar.
2,5 jam untuk sidang skripsi itu waktu Keranjang dalam sejarah. Pokok pembahasan Via dalam skripsi sangatlah menarik untuk dikupas dan di jatuhkan. Namun, Via lolos dengan predikat cumlaude.
Wajah Via mengembang kan senyum keluar dari ruangan sidang. Willi melihat Via langsung memeluknya dan semakin erat. Tidak perduli sebelahnya melihat dia dan Via, bahkan Willi tidak perduli dengan predikat nya pangeran Putraland Group.
Gerry dan Widia yang ada disana pun harus menunggu Willi melepaskan pelukan nya. Tidak bertemu selama 5 bulan membuat Willi enggan melepaskan Via dari pelukannya.
"Selamat yah sayang, kamu hebat. Hebat banget calon istri ku." Kata Willi yang mengulang kata - kata itu.
"Terima kasih, maaf bikin kamu khawatir selama ini. Soalnya beban banget kalau aku cuma lulusan biasa." Kata Via yang membalas omongan Willi.
"Udah bisa gantian Wil?" Kata Widia yang disamping mereka.
"Woh, udah kayak di pelem- pelem ajah. Lama bener meluknya." Kata Gerry.
"Belum ngerasain kan di tinggal 5 bulan tanpa kabar, dan bicara. Coba rasain dah Gerr, gurih bener." Kata Willi yang memberitahukan penderitaan nya.
Setelah memberikan Via selamat, Gerry dan Widia mengajak Via untuk makan. Willi pun ikut dengan mereka dan terus menggandeng tangan Via kemanapun berada. Membuat puluhan pasang mata melihat merasakan iri karena kemesraan mereka.
Kemesraan mereka benar - benar jadi bahan headline kampus Tritunggal. Akhirnya terkuak juga kalau Willi mempunyai kekasih dari kampus mereka, para wanita di kampus tersebut ingin melihat siapa Via itu.
"Ndun, jus alpukat Coklat 1." Teriak Widia
"Aku jus melon, ndun." Kata Via yang mengikuti.
"Gue jus semangka ndun." Gerry ikut memesan minuman.
"Pak Willi biasakan?" Teriak Indun ke Willi. Tak banyak komando Willi mengiyakan perkataan indun.
Di meja itu mereka sudah memesan makanan masing- masing dan seperti biasa Via selalu tanpa cabai.
"Jadi kemarin diumpetin Gerry dimana Via?" Kata Widia yang membuat Willi dan Gerry tersentak.
"Nggak, Via kabur ke tempat para pangeran dan putri tinggal." Ledek Via ke Widia.
"Jadi dah siap jadi putri beneran?" Tanya Widia lagi.
"Enggak, aku tak suka menjadi putri. Maunya jadi Via ajah." Kata Via dibawa bercanda obrolan mereka.
"Habis ini kita pergi berdua yah?"Tanya Willi ke Via. Dan diangguki oleh Via karena sudah saatnya Via memberikan keputusan akan sikapnya dia selama ini.
"Duh, dateng- dateng jadwalnya padat merayap yah." Sindir Gerry yang mendengar obrolan Via dan Willi.
Via dan Willi hanya tersenyum ke Gerry saat mendengar percakapan mereka berdua. Makanan sudah habis, Via sepertinya menikmati makanan nya. Seolah besok tidak akan bertemu kembali.
Willi pun mengajak Via untuk pergi sesuai dengan obrolan nya. Jantung nya Via berdenyut lebih cepat dari biasa membuat rasa khawatir yang berlebihan.
"Vi, kemarin ini kamu dimana?" Tanya William setelah berada didalam mobil.
"Aku di Geneva, Switzerland Will. Aku kerja disana, di UN." Jawab Via dengan berusaha tenang.
"Kamu nggak info siapapun?" Tanya William dengan muka heran.
"Iyah, sampai kemarin aku minta tolong Gerry jemput di Bandara." Kata Via menatap dalam muka William yang mulai mengeras karena Gerry lebih dahulu mengetahui keberadaan Via daripada dia sebagai pacarnya.
"Kenapa kamu tidak minta aku?" Tanya William masih berusaha tenang.
"Aku nggak mau ganggu kamu yang sibuk dengan project nya Putraland Group." Jawab Via yang sistematis membuat Wili kaget Via tau dari mana.
"Vi, aku bisa jelasin semua." Kata Willi sambil meminggirkan mobil di pintu gerbang kampus Uniter dan memarkirkan dikampus tersebut.
Mata Willi pun menunjukan betapa dia menyesal membohongi Via. Rasanya sakit banget.
"Will, aku tahu ini dari aku pulang ke Indonesia setelah student exchange di Lyon." Kata Via mulai membeberkan kesalahan.
"Namun, aku belum punya bukti kuat. Hingga satu ketika bukti- bukti itu menhampiri diriku." Kata Via melanjuti perkataan nya yang tadi.
"Via, aku bisa jelasin semuanya." Kata Willi sudah tersudutkan oleh omongan Via.
"Seandainya Willi jujur sama Via, mungkin Via cuma marah dan mulai memperbaiki diri. Tapi Willi milih malah membuat bola liar ini semakin membesar akhirnya Via merasa seperti orang bodoh." Kata Via yang menatap Willi penuh air mata.
"Via, Willi untuk kehilangan Via belum sanggup. Please, kasih aku waktu menjelaskan." Kata Willi yang meminta waktu untuk menjelaskan semua yang ada.
15 menit Willi menjelaskan perkara dengan Via. Membuat Via merenung keputusan yang dia buat kali ini.
*please like and comment yah gaess*
ditunggu....
__ADS_1