
Sang pangeran dingin pulang ke Los Angeles, California setelah menyelesaikan kuliah nya di Oxford University mengambil Business Management. Jelas saja sang ibunda merindukan sang anak ini. Anak yang mandiri dan tidak banyak bicara. Namun jika sudah ada kemauan hanya Tuhan yang dapat mengubah nya.
Sang adik pun sudah menunggunya dan banyak beberapa wanita menunggu di Los Angeles, California Airport.
Wajah sang adik terlihat bahagia saat melihat pintu kedatangan VIP terbuka dan melihat kakak nya keluar dari pintu tersebut.
Anak - anak Via dan Erick mempunyai kebebasan dalam berekspresi. Bahkan Erick dan Via tidak mau kalah dalam membentuk badan nya. Agar masih bisa jalan dengan mereka.
"Hai Bunda, aku merindukan mu.." Sapa Ben dan memeluk Via dan berlutut memberikan hadiah yang di bawanya sejak dari London.
"Thank you sweetheart, my Rainbow." Jawab Via yang benar - benar kangen terhadap si pangeran ice.
"Hai, Ayah. I miss you a lot!" Sapa Ben yang secara bergantian memeluk Erick dengan santainya di depan banyak orang.
Sontak banyak kamera telephone seluler tertuju pada pemandangan tersebut. Setelah itu, Ben memeluk sang adik yang membuat iri banyak mata.
Setelah adegan pelukan dan temu kangen mereka langsung menuju rumah.
Perjalanan yang hanya 1 jam, di isi perbincangan antara mereka berempat. Shasha pun dengan lancarnya menceritakan bagaimana Shasha sangat kesulitan menyelesaikan kuliah nya di Le Cordon Bleu dengan major Food Engineering.
"Yah, aku sih bilang ajah. Kamu harus bisa mempertanggung jawabkan apa yang kamu ambil." Kata Ben dengan aksen British nya yang kental.
"Ayah, kenapa kak Ben begitu pintar sementara aku hanya pas - pas an?" Tanya Shasha ke Erick saat mendengar penjelasan Ben.
"Tanya ibu mu, kenapa dia mau menikahi ayah yang pintar nya sangat ngepas banget." Jawab Erick yang menggoda Via kali ini.
"Ayah, apakah dengan menggoda ibu kali ini akan ada mobil baru di garasi?" Tanya Ben saat mengetahui niat jahat Erick.
Muka Erick hanya tersenyum dan menatap Via sesekali, sementara Via mengeluarkan kartu Erick dari dompetnya.
"Ayah, tidak menggoda ibu mu. Tapi berbicara kebenaran. Ayah termasuk pria yang mendapat anugerah dari semesta. Sementara ibu mu dapat ayah musibah. Hahahaha" Kata Erick sambil mengenang kembali saat pertama kali bertemu Via.
Sesampainya di rumah mereka semua mengantri untuk cuci tangan dan menaruh barang - barang. Shasha yang penasaran dengan cerita ayah dan ibunya membuat nya mendekat ke Erick.
"Ayo dong, Yah. Cerita kenapa bunda bisa menikah dengan ayah?" Rengek Shasha dan Ben pun berpura - pura tidak mendengar. Walaupun dalam hatinya sangat ingin mengetahui apa yang ayah nya lakukan menaklukan ibunda nya yang terkenal dingin.
Erick pun akhir nya menyerah karena anak gadis nya terus mendesak nya untuk bercerita mengenai pertemuan awal mereka berdua.
"Jadi waktu itu ayah kerumah papah Jerias. Lalu papah Jerias bilang kalau mamah Widia mau ke Disneyland Resort." Kata Erick yang memulai cerita tersebut. Sementara Via pun sedikit menguping cerita Erick ke Shasha.
__ADS_1
"Terus ..." Desak Shasha lagi yang penasaran.
"Lalu mamah Widia membawa papah Gerry dan mamah mu liburan. Di tempat ayah kerja, selama liburan ayah di suruh jagain bunda. Alasan nya karena tamu VIP." Sambung Erick yang menyingkat cerita.
"Lalu?" Tanya Shasha yang sedikit kehilangan antusias ternyata cerita cinta sang ayah biasa saja.
"Lalu sampe akhirnya bul bul ayah di lempar bunda ke kolam. Setelah itu seperti layaknya pasangan lain, akhirnya kami berdua dekat dan menikah." Sambung Erick dengan penjelasan nya.
Via heran dengan kasus bul bul, di dalam hatinya masih mencari siapa itu bul bul yang di lempar.
"Ini bul bul ayah yang sudah di betulkan oleh mamah Widia. Setelah di lempar bunda kalian ke kolam." kata Erick sembari memberikan foto bul - bul kepada Shasha.
"Jadi ini motor Vespa ayah? Ihk kuno banget sih ayah." Teriak Shasha sambil mengejek sekuter kesayangan nya Erick.
Muka Via langsung berubah ngakak setelah mengingat kembali peristiwa tersebut. Karena sang anak masih penasaran dengan cerita, akhirnya Via pun buka suara mengenai awal ketemunya.
"Tapi gara - gara bul bul lah, bunda dan ayah bisa punya kalian. Tapi bunda mau menikah dengan ayah karena ayah mu bilang sama bunda...." Sela Via saat duduk di sebelah Erick dan perkataan Via membuat Erick pun penasaran dengan apa yang akan Via katakan.
"Novia Heidi di depan orang tua mu, aku melamar mu untuk menjadi istri ku dan ibu dari anak - anak ku." Ujar Via saat memberikan senyum andalan nya
"Lalu apa special nya bunda?"Kata Shasha yang heran dengan jawaban bunda tersebut.
" Jelas special dong, karena ayah mu punya tanggung jawab. Laki - laki dilihat dari tanggung jawab nya ketika sang laki - laki serius dalam sebuah hubungan."Penjelasan Via yang membuat Erick tersenyum inget kejadian itu penuh perjuangan.
"Yah, kirain kayak di film - film gitu. Ternyata biasa ajah." Pungkas Shasha yang sedikit kecewa dengan ceritanya Erick dan Via.
"Jadi wanita yang bisa diandalkan, bunda mu contoh nya. Jadi wanita yang bisa menerima segala kekurangan dan kelebihan tanpa ada rasa ingin dirubah. Kecuali malas!" Kata Erick yang menambahkan perkataan Via.
Erick duduk di meja kerja nya dan melihat sebuah foto dimana Erick dan Via melaksanakan lamaran. Ternyata waktu terus berjalan dan tidak terasa cepat sekali. Kehidupan rumah tangga sangat unik sekali dan tidak bisa di tebak kemana arah berjalan.
Dalam bayangan Erick jadi ingat pesan ibunya saat Erick membawa Via ke dalam kehidupan Erick dan keluarga.
#Throwback
"Rick, dalam pernikahan atau sebuah hubungan serius itu komunikasi nya dua arah yang saling terhubung. Bukan komunikasi 1 arah dan merasa lebih tinggi." Kata sang mama yang menatap Erick serius.
"Vika ama Erick saling kerja keras loh mah. Vika seperti itu bukan anak orang kaya seperti Via." Kata Erick mencoba menjelaskan.
"Rick, kerja keras atau bukan coba kamu koreksi. Seberapa sering Vika mengkomunikasikan ke kamu dalam hal apapun? Apakah dia menghargai kamu? Apakah Vika memberi ruang buat kamu berkembang?" Pertanyaan sang mama yang sudah membredel Erick yang membuat pikiran Erick buntu.
Mengingat itu Erick bersyukur sekali tidak ada kata perceraian saat pernikahan diambang batas kata sabar. Komunikasi dua (2) arah membuat Erick dan Via saling memahami.
...----------------...
__ADS_1
Pagi - pagi Ben dan Erick juga Shasha sudah berolahraga dengan lari pagi bersama. Lain dengan Via yang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk mereka di hari sabtu seperti ini. Setelah sarapan pagi, semua nya. Mereka melakukan Dating...
"Shasha hari ini kita mau makan malam apa? Tanya Erick saat melihat anak gadisnya selesai membantu Via mencuci piring.
"Aku mau makan.... Seafood ajah ayah." Jawab Shasha yang terkenal pemilih makanan sama kayak Via dimana sangat pemilih sekali dalam hal makanan.
Berbeda dengan Ben yang mempersiapkan makan malam di dalam pikiran nya. Bahkan sedang mempersiapkan kejutan untuk Via.
Dandanan khas seorang pangeran Ben. Kebiasaan Dating bersama anak sudah Erick lakukan dan terapkan sedari mereka kecil. Sehingga ada keakraban untuk mereka.
Hari ini Ben berdandan layak nya anak muda ingin berkencan, sedikit keisengan nya membantu sang ibunda. Cuitan Ben di akun pinstagram nya;
Siang semuanya, sore nanti saya akan bertemu dengan pacar saya. Baju hasil pilihan pacar saya yang beli nya di tempat @noviaheidi.
Hasil cuitan tersebut membuat traffic penjualan naik hingga 30% untuk baju laki-laki. Comment pun banyak bertebaran mendukung dan patah hati.
Berlaga menjemput sang kekasih Ben keluar rumah dan diam sebentar sambil membawa sebuket bunga.
*Ting Tong Ting Tong Ting Tong*
Via membuka pintunya dan melihat kelakuan anak nya ini persis seperti Erick ketika merayu.
"Halo bunda cantik, kita nge date yuk?" Ajak Ben setelah menyerahkan sebuket bunga mawar pink.
"Baiklah, anak bunda yang paling tampan sedunia." Jawab Via.
Perjalanan menuju restoran ternyata tidak lama, Via pun turun dari mobil setelah Ben membukakan pintu. Jelas saja Ben melihat itu dari sang ayah, tangan Via di genggam oleh Ben. Layaknya sepasang kekasih.
#throwback
"Ketika kamu bisa memperlakukan ibu mu dengan baik, berarti kamu bisa memperlakukan wanita mu dengan baik juga. Karena wanita itu dibesarkan oleh keluarga nya dengan pengorbanan. Jadi hormatilah dia sebagai wanita mu. Karena tidak satupun orang tua menginginkan anak nya susah, termasuk ayah mu ini." Kata Erick yang selalu terngiang - ngiang di pikiran Ben ketika bersama Via ataupun dekat dengan perempuan yang Ben sukai.
°
°
°
°
Terima kasih telah membaca edisi special ini...
__ADS_1
see you di season 3 yah, yuk di comment, like, vote dan share yah teman - teman.