Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 3 : Karma Tidak Pernah Bohong


__ADS_3

Pada hari shunbun no hi orang Japan merayakan datang nya musim semi. Begitu juga dengan keluarga Erick di Indonesia dan di Japan.


Di Los Angeles, California saat musim semi datang sungguh indah. Erick mengajak Via untuk jalan - jalan bersama Via ke taman. Namun di tolak halus Via yang ingin beristirahat saja di rumah.


"Kamu tidak mau keluar?" Tanya Erick sedikit banyak nya bingung dengan tingkah Via.


"Tidak, aku mau di taman ku saja. Sudah lama tidak duduk bersama mu." Tulis Via di KiPad dan Erick pun menyanggupinya.


Via dan Erick seperti biasa bercengkrama, tertawa Via yang tidak ada suaranya namun ekspresi tertawa hingga mengeluar kan air mata sangatlah berharga untuk Erick.


"Kamu tahu, sebentar lagi anak mu akan membawa saingan mu." Ledek Via lewat KiPad yang sengaja di tulis oleh Via untuk menggoda Erick.


"Enak ajah. Maksud mu Seon-Ho? Kasih aku alasan dia bisa bawa anak ku!" Teriak Erick saat selesai membaca tulisan tersebut.


Sementara Shasha mendengar nya ketika ingin membuat kaget kedua orang tua nya. Namun diurungkan oleh Shasha saat mendengar pernyataan Erick mengenai Seon Ho.



Sebagai anak Shasha sangat mendengar perkataan orang tuanya. Via melihat Shasha mendekat memberikan aba - aba memanggilnya untuk mendekat. Erick pun berusaha tenang menjelaskan kepada Shasha.


"Jadi kalian tidak setuju aku sama Seon Ho? Atau bagaimana?" Tanya Shasha yang sangat hati - hati.


"Ayah bukan tidak setuju. Tapi ayah mau lihat dia seberapa besar sebagai lelaki memperjuangkan cinta nya." Jawab Erick dengan penuh hati - hati.


Via akhirnya menengahi untuk mengajak Seon Ho untuk makan malam bersama dengan keluarga. Wajah Shasha berubah total menjadi ceria ketika sang ibu memberikan lampu hijau.


Lain hal nya dengan Ben yang semakin asik dalam pekerjaan. Ditambah perusahaan semakin besar ditangan nya. Selain mengembangkan usaha Via, Ben mempunyai bisnis di bidang Teknologi, dan Food and Beverage yang sudah mulai merangkak ke arah top charts.


Via mengetuk kamar Ben saat sang anak baru saja pulang dari perjalanan bisnis. Kali ini Ben merambah pasar Asia yang sangat menjanjikan.


"Masuuuk" Jawab Ben yang membuka tas nya dan mulai merapikan baju kotor untuk di taruh pada tempat cucian. Lalu menggantinya dengan yang baru.


Ben melihat orang yang sangat dia rindukan suaranya. Via pun duduk di dekat jendela kamar Ben dan memperhatikan sekitar nya.


"Bunda ... Aku mau cerita" Kata Ben yang sedikit manja. Via pun menganggukan kepalanya dan mendengarkan cerita Ben mengenai perkembangan business nya.


"Lalu?" Tulis Via dan memandang muka Ben yang sangat seru menceritakan mengenai kerajaan bisnis nya.

__ADS_1


"Aku sepertinya akan mulai memasuki area entertainment deh bun. Tapi lebih banyak ke arah membuat advertising gitu. Bunda kan selebgram, aku di kasih harga anak gak?" Goda Ben saat selesai bercerita ke Via.


"Boleh, harga anak. Asal bunda punya permintaan dikabulkan." Tulis Via di KiPad nya.


Ben pun menyetujui permintaan Via yang meminta Ben untuk menjadi model di next series baju yang akan di release. Well, Via pun mempersiapkan diri untuk menerima tamu yang akan di bawa Shasha malam ini. Karena Ben tergolong cuek jadi makan malam kali ini dianggap makan malam biasa.


Via sudah lama tidak memasak makan malam buat keluarga kecilnya. Erick, Ben dan Shasha sangat merindukan masakan Via. Kepintaran Via dalam memasak menurun kepada Shasha. Tangan Shasha sangat pintar meniru rasa masakan Via.


"Wah banyak sekali makanan nya tante, terima kasih telah mengundang saya." Sapa Seon Ho ketika ketemu Via dan menyerahkan wine sebagai hadiah.


"Ayo duduk" Kata Erick membuka pembicaraan dan agar Via tidak terbebanin dengan keadaan harus berbicara.


Canda dan tawa menghiasi makan malam dan sepertinya Seon Ho dengan mudah mengakrabkan diri dengan Via dan Erick. Kelihatan juga Erick mulai nyaman dengan cara Seon Ho memperlakukan Shasha hampir mirip dengan dirinya menjaga Shasha.


"Seon Ho,ssi. Menurut mu apakah Shasha wanita yang pas mendampingi mu?" Tanya Erick tiba - tiba.


"Jelas bisa om, Shasha tipe idaman saya, dimana Shasha bisa diajak susah, dan benar - benar mau berjuang dari bawah." Jawab Seon Ho dengan tegas dan Shasha sangat terharu dengan perkataan Seon Ho tadi.


"Oh, gitu. Berarti anak saya di matamu seperti itu?" Tanya balik Erick dengan muka sedih dan menahan kecewa.


Via yang melihat muka Erick yang kecewa, langsung membawakan makanan penutup untuk makan malam kali ini. Shasha pun melihat wajah ayah nys berubah saat mendengar ucapan Seon Ho. Sementara Seon Ho mengikuti saran dari Shasha untuk mengatakan dengan baik dan secara terstruktur. Agar sang ayah bisa menerima Seon Ho, namun ternyata gagal karena muka sang ayah berubah saat mendengar ucapan Seon Ho.


"Ayah, Seon Ho tidak lulus yah?" Tanya Shasha yang tidak ada basa basinya.


"Ayah, sedih nak. Kenapa orang yang akan menemani mu menginginkan kamu hidup susah, sementara ayah berjuang dalam memberikan kehidupan yang layak dan tidak kekurangan satu pun." Jawab Erick yang masih menyiratkan betapa kecewanya dia saat mendengarnya itu. Padahal Dia sangat hati-hati menjaga anak nya tersebut.


"Kenapa ayah berkata seperti itu?" Tanya Shasha sambil memeluk ayah nya.


"Kamu tahu nak, Nenna mu. Sebelum ayah menikahi bunda mu berkata kepada ayah. Jangan pernah kasih bunda mu untuk di ajak susah. Karena tidak ada orang tua yang menginginkan anak nya susah. Dan ternyata ini rasa nya yang Nenna mu katakan." Jawab Erick lagi dan menatap Via yang membawakan buah potong kesukaan Erick.


Shasha masih tidak mengerti dengan apa yang ayah nya katakan. Via memberi kode ke Shasha untuk membiarkan Erick merenung sebentar dan nanti dikabarkan.


#Throwback


Ketika sang ibu negara melihat Erick menyuruh Via datang dengan taxi online. Sang mama hanya bisa menasehati Erick yang kurang perhatian.


"Mah, Via itu senang nya begitu. Dia ajak mewah bisa, diajak susah bisa." Kata Erick sambil mengunyah makanan di depan nya.

__ADS_1


"Rick, jangan buat papa dan mama mu malu dengan kata-kata seperti itu. Karena sewajarnya tidak ada orang tua mana pun yang menginginkan anak nya susah. Apalagi mau diajak susah, itu harga diri loh." Tegur mama nya Erick membuat Erick memeluk mama nya saat itu.


"Jadi hormat in pasangan mu. Tawarkan bantuan bukan nya menyuruh naik taxi online. Berarti kamu melepas tanggung jawab."Sambung sang mama yang terus menasehati anak nya tersebut.


Erick pun menghubungi mamah nya yang sedang melakukan pekerjaan sosial di Indonesia.


Drrrrrrrtttt.... Drrrrrtttt....


"Halooo.... " Jawab orang yang diseberang sana yanh sangat Erick kenal suaranya.


"Halo mah, mamah sibuk?" Tanya Erick di telephone saat ini.


"Enggak, kenapa?" Jawab mamah nya Erick dan di tanya kembali dengan sedikit nada gusar.


"Ternyata yang mamah bilang semua benar. Sakit rasanya mah ini." Balas Erick yang sedikit nya hampir menangis.


Entah mengapa akhir - akhir ini Erick lebih gampang tersinggung daripada dulu nya.


"Kamu kenapa?"Tanya sang mamah dengan lembut dan membuat Erick tenang.


"Anak perempuan ku dipacari karena bisa diajak susah." Kata Erick yang sepertinya mengadu membuat sang mamah sedikit nya tersenyum.


Setelah berbicara dengan sang mamah, Erick pun memeluk Via dengan erat. Jelas Erick akhirnya memberitahukan masalah ke kecewaan Erick terhadap Seon Ho.


"Aku mengajarkan Ben dan Shasha untuk menghormati pasangan. Tetapi kenapa jawaban itu persis ketika aku menjawab ke mamah ku." Kata Erick saat berupaya menjelaskan keadaan.


Via menghela nafas yang panjang dan menuliskan di KiPad nya dengan muka tersenyum.


"Terima kasih telah menjaga ku, dan tidak membiarkan ku hidup susah selama 28 tahun." Tulis Via membuat Erick tersenyum dan makin memeluk Via dengan erat.


°


°


°


°

__ADS_1


Like, comments, subcribe dan Vote yah sahabat online. Terima kasih


__ADS_2