Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 3: Somebody Does Love


__ADS_3

Selesai nya Melvin menerima rentetan kata - kata Shasha. Dengan tenang Melvin memberikan jawaban bahwa airport Jakarta susah signal. Lain cerita dengan keluarga Cemara lain nya.


Setelah perjalanan di Pulau Jawa yang sangat melelahkan. Akhirnya di akhiri dengan pertemuan keluarga Cemara yang berada di Jakarta. Dewin yang menunggu keluarga Cemara berkumpul setelah menempuh perjalanan jauh.


Shasha sibuk dengan buku nya yang baru saja dia lihat saat berada di ruang VIP. Sambil menunggu keluarga yang lain Shasha dan Dewin menikmati pemandangan indah dari lantai 57 Hotel International Jakarta.


“WIN..”Suara khas nan berat dari Gerry membuat Dewin menoleh kearah suara tersebut.


“Papaaaah” Suara cempreng para anak perempuanyang sangat hafal di telinga Dewin.


Setelah saling bertegur sapa mereka semua langsung menuju meja prasmanan yang sudah di siapkan team hotel. Seperti biasa cerita panjang dari mereka membuat Dewin bahagia.


Dickson, Gerry dan Jerias melihat tatapan Dewin yang sangat antusias mendengar cerita Ben dan Damien. Sementara Dianne duduk bersama dengan Cia yang sibuk membuka tutup telephone genggam nya.


“Kalau suka bilang, jangan dipendam. Nanti ada mamah Via jilid 2 loh.” Ledek Dianne yang melihat Cia terus memperhatikan telephone genggam nya.


“Nggak, ini lagi lihat kerjaan untuk rumah mode YSL dan Diore” Elak Cia saat di tembak oleh Dianne.


“Ku kasih tahu yah. Sekarang sudah tidak ada lagi pembatas. Nama nya suka sama seseorang tidak lah dosa, akan menjadi dosa ketika yang di sukai punya orang lain.” Kata Dianne dan membuat Cia pergi karena tidak mau rahasia nya terbongkar.


Anya pun melihat Cia yang pergi begitu saja dan langsung mendekati Dianne yang tersenyum karena keinginan tahu Anya sayang besar. Setelah memberitahu bahwa Cia menyukai Aiden dan begitu juga sebaliknya. Maka niat percomblangan pun dilaksanakan oleh mereka berdua. Namun ternyata Gerrad, Danny dan Damien juga Bianca yang sering berbuat onar pun mendengarkan nya.


“Aku setuju dengan rencana Kak Dii. Lagi pula biar tidak galau terus.” Celetuk Gerrad yang memberitahukan photoshot mereka saat kemarin.


“Baiklah, mari kita berdoa agar Cia luluh sama Aiden.” Kata Damien menyetujui percomblangan ini.


Rencana percomblangan disusun dengan rapih dan mantap. Bahkan dengan sengaja Anya menaruh jadwal Aiden dan Cia secara bersamaan untuk melakukan pemotretan selanjutnya. Melihat kelakuan anak - anak ini yang mencurigakan. Jerias pun terpancing rasa keingintahuan rencana para manusia jahil ini.

__ADS_1


“Gerr... Sini gue mau bicara.”Panggil Jerias sambil memegang botol coco-cola kesukaan nya.


“Kenape? “Jawab Gerry yang setengah santai saat mebawa piring yang berisi makanan penutup.


“Anak - Anak kita lagi merencanakan sesuatu deh?” Bisik Jerias ke Gerry dan membuat Gerry ketawa mendengar nya.


Gerry mengambil roti manis dan memberikan selai strawberry kesukaan nya, lalu dengan wajah iseng nya memberitahukan rencana anak - anak mereka.


“Serius lu?” Kata Jerias yang sedikit terkejut dengan ucapan Gerry.


“Serius, biarin deh. Gue juga mau punya mantu, anak gue turunan siapa sih? Pemalu banget.”Kata Gerry yang menjelaskan semua nya.


“Kalau bukan turunan elu, lalu turunan siapa?” Ejek Jerias.


“Yah, kali ada tanjakan.” Goda Gerry dan membuat Dickson ikutan obrolan singkat.


“Tanjakan berat bro. Udah, nanti biar diurus anak gue yah. Jadi secepatnya Gerry punya mantu lelaki.”Goda Dickson yang memainkan alisnya.


“Resek ahk. Ini emang lebat dari sana nya, jadi jangan bilang ulet keket dong” Protes Dickson saat Dewin meledek alisnya Dickson.


Sementara Jerias dan Gerry tertawa melihat kelakuan Dewin dan Dickson. Di lain hal ibu - ibu sedang asik me review pekerjaan mereka sambil membicarakan expand perusahaan mereka. Ibu - ibu ini emang kalau lihat peluang dan uang. Langsung saja mereka berdiskusi.


“Wid, minta tolong dong buat bacain kontrak nya si Hemmingtire yang terbaru.” Ujar Claudia yang merasa da yang janggal.


“Udah, gue kirim balik ke Hemmingtire jawaban gue. By the way Dy, gimana persiapan buat musim depan?” Jawab Widia lalu menanyakan progress ke Dyandra.


“Sudah selesai, tinggal masuk sample kain ajah. Oh yah. Kita mau test food setelah liburan ini yah.” Jawab Dyandra sekaligus memberikan informasi kepada 2 tersebut.

__ADS_1


Dyandra membagi tugas - tugas kepada anak - anak nya lalu memberikan tenggat waktu kepada mereka untuk menyelesaikan. Di lain kesempatan Dianne pun melancarkan aksinya yang cukup sedikit berbahaya namun bisa membuat orang tersebut berbahagia.


Si kembar Danny dan Damien akhirnya memilih Oxford University dengan jurusan Management Business. Walau sedikit nya kesal selalu di bandingkan dengan Ben, namun lama - lama mereka berdua menikmati privilege yang di dapatkan oleh nama Ben.


Sekembalinya keluarga cemara ini ke London dan menjalankan aktivitas mereka sehari - hari. Tidak terkecuali sang anak - anak mengejar target yang sudah di tetapkan.


“Oke, siap yah Aiden. Gerrard akan mengambil beberapa pose untuk baju tersebut.” Teriak Dianne dan Aiden pun menuruti perkataan boss nya.


“Byyy. Siapin set berikutnya sama Cia yah. Si Cia sudah beres dandan belum?”Teriak Dianne yang mengisyratkan Cia akan ada pemotretan selanjutnya.


Selang 10 menit setelah teriakan tersebut Cia keluar dengan pakaian yang akan di photo oleh Gerrad. Tidak membutuhkan waktu lama Cia menyelesaikan bagian nya. Lalu di lanjutkan Aiden masuk dalam set photo bersama dengan Cia. Dengan muka sedikit tegang Aiden melangkah masuk dan menyelesaikan pekerjaan nya. Tak luput juga Cia mengucapkan terima kasih kepada semua kru yang beetugas saat itu.


“Thank you semuanya. Thank you buat kerjasama nya” Ucap Cia yanh sambil jalan menuju ruang ganti dan menemui manager nya untuk bergegas ke Paris. Perjalanan ke Paris yang sedikit terburu - buru untuk pemotretan selanjut nya dan penobatan brand ambassador global rumah mode Luis Pitong dan Tiffany and Corporation.


Cia pun membaca naskah secara detail untuk next pidato di depan para wartawan. Jadwal Cia yang mulai padat dan tidak ada jeda membuat Cia melupakan sejenak mengenai Aiden. Sementara Bianca dan Anya pun sibuk dengan product makanan yang akan di keluarkan Shasha.


“Halo. Perkenalkan saya Gerrad.” Sapa Gerrad saat bertemu dengan Aiden.


“Aiden, senang bertemu dengan bapak.” Jawab Aiden dengan sopan. Well, Gerrad pun langsung akrab dengan Aiden setelah berkenalan.


Sungguh aneh namun nyata untuk anak se introvert Gerrad bisa akrab dengan Aiden. Ternyata mereka mempunyai hobi yang sama. Mereka berdua suka dengan photography, videography dan kawan - kawan.


“Jadi, saya tunggu kakak ipar kamu bergabung dengan keluarga cemara kami.” Kata Gerrad saat itu dan membuat Aiden langsung memberikan ...


“Apakah keluarga kalian tidak masalah dengan status keluarga saya yang yatim piatu? Apalagi saya karyawan anda?” Tanya Aiden saat menyambut tangan Gerrad.


“Kak, asal kamu tahu yah. Kita semua juga sudah tahu siapa kamu. Cuma kita gemes sama kamu dan kak Cia yang main petak umpet” Balas Gerrad yang tertawa melihat kelakuan Aiden.

__ADS_1


“Aduh, lalu tanggapan nya gimana? Tidak setuju yah?” Jawab Aiden yang kembali melontarkan pertanyaan konyol.


“Kalau kamu gentleman. Temui ayah ku dan minta lah Cia sebagai pasangan mu.” Kata Gerrad mengakhiri perbincangan dengan Aiden.


__ADS_2