
Hari ini Ben bertemu dengan Dewin membicarakan kerjasama yang akan dilakukan kedua belah pihak. Dewin setuju dengan konsep business baru yang Ben tawarkan. Jelas saja bukan karena hal impulsive yang di lakukan Dewin dan Ben.
Mereka berdua menggunakan secara rahasia tenaga keuangan mencari tahu apakah sehat perusahaan Dewin dan Ben, dan fakta di lapangan membuat Ben dan Dewin sangat percaya bahwa mereka bisa bekerjasama dalam hal yang bergerak di retail makanan baru.
Setelah janjian dengan Ben, Dewin menyusul ke tempat dimana Ben Janjian. Pria yang masih single berumur 55 tahun yang ditinggal meninggal istri membuat Ben terkagum dengan sosok tersebut.
Dewin lebih dahulu sampai dan memesan makanan keseukaan Via. Lalu tidak lama Ben datang dan menyapa Dewin.
"Halo om, apakabar?" Sapa Ben dan akhirnya ikut memesan makanan.
"Baik, kamu? Ayo pesan makanan mu. Kali ini biar aku yang bayar." Jawab Dewin dan memberikan menu juga.
"Loh, ini makanan enak kalau makan nya pakai cabai." Kata Ben yang mencari bubuk cabai.
"Sejak istri ku pergi. Aku sudah tidak makan cabai lagi. Karena dia alergi dengan cabai dan makanan pedas lain nya." Balas Dewin membuat Ben terkesima oleh jawaban tersebut.
"Om gak menderita ketika melihat orang yang disayang pergi?" Tanya Ben agak hati - hati.
"Lebih menderita lagi kalau orang yang kita sayang mengalami kesusahan." Jawab Dewin dengan memberikan senyuman khas nya.
Ben jadi teringat Bunda dan ayah nya si pasangan paling serasi. Tetapi melihat pengorbanan Dewin membuat Ben membuka mata bahwa cinta itu tidak harus memiliki.
"Intinya kamu harus berjuang mempertahankan apa yang kamu cintai. Jangan membuat nya pergi ketika dia menemukan keraguan dalam hidup mu. Karena itu tidak akan kembali lagi meski kamu memohon kepada sang semesta." Ujar Dewin dalam curahan hati colongan nya.
"Hmn, sepertinya begitu om. Ha ha ha ha" Balas Ben dan diskusi business nya kali ini berjalan lancar.
Dewin memberitahukan ke Ben bahwa dirinya akan kembali ke Seoul, South Korea besok pagi. Karena perusahaan nya tidak bisa ditinggal terlalu lama.
Ben cukup mengerti kenapa Dewin membangun usahanya dengan teliti tanpa terlewatkan, walaupun pernah jatuh bangun.
"Cukup menarik perusahaan om Young-Jae saat ini. Yang besar dengan bisnis kuliner dan layanan antar nya." Kata Ben dalam hati dan berjalan pulang kearah rumah.
Via melihat Ben dan memeluk anak lanang nya tersebut. Walau sering dilakukan oleh Via ternyata membuat Ben sangat tidak biasa. Via menceritakan bahwa Via sudah siap menjalan kan tugas dari United Nations. Makanya Ben akan sendirian nantinya bersama dengan Erick.
"Memang Bunda dinas berapa lama?" Tanya Ben yang mulai manja dengan sang ibunda.
"Bunda akan pergi selama 2 minggu mengunjungi 8 negara untuk kampanye korban penjualan anak di Asia." Tulis Via yang sudah bersemangat dengan tugas barunya tersebut.
"Ayah memang izinin kalau bunda pergi?" Tanya Ben yang seakan tidak mengizinkan Via pergi kerja.
"Ayah mu sudah mengizinkan bunda pergi. Jadinya Bunda titip ayah yah." Tulis Via lagi dan memberikan makanan cemilan kesukaan Ben yaitu cookies keju buatan Via.
Ben kembali ke kamarnya dan melanjutkan pemeriksaan keuangan yang mendalam mengenai bisnis baru nya tersebut. Di sisi lain Shasha kebingungan bagaimana cara bilang ke Seon Ho bahwa Erick kecewa dengan omongan Seon Ho saat malam kemarin.
...----------------...
Lain cerita dengan Gerry dan Claudia yang pusing melihat anak perempuan nya sibuk mengejar karir di dunia entertainment. Wajah Cia kerap kali tampil di majalah - majalah ternama. Bahkan pernah di gosip kan berpacaran dengan Ben anak Via, namun jelas - jelas dibantah sama Cia. Yang bilang bahwa Ben adalah adik nya, walau tanggal ulang tahun nya boleh sama dengan Ben dan Shasha.
"Cia, kamu mau pergi kemana lagi?" Tanya Gerry yang asik makan dengan hasil kiriman Widia yang baru pulang dari Indonesia.
__ADS_1
"Aku ke Paris pah, ada peragaan busana Hermez. See you soon pah." Jawab Cia dan mencium pipi Gerry dan Claudia.
Sementara anak lelakinya sibuk dengan dunia nya di photography persis Claudia. Gerry menatap Claudia dengan nakal.
"Apa kita perlu buat anak lagi, biar kita ada kesibukan?" Goda Gerry saat melihat Claudia di depan meja makan.
"Udah tua, nggak usah nakal. Urusin dulu kolesterol mu." Omel Claudia yang sedikit meledek Gerry yang benar - benar kesepian saat anak nya dewasa.
Gerry pun tersenyum karena obrolan dengan Claudia mengingat kan bahwa sebentar lagi akan memasuki umur 53 tahun. Sementara saat Gerry seumuran Cia, sudah menikah. Gerry pun menghubungi Widia dan Via dengan Video call.
Drrrrrrrttt....
"Apaaaaa..." Teriak Widia menjawab panggilan video call tersebut.
"Yes!" Jawab Via melalui tulisan di KiPadnya.
"Bentar lagi kita mau ulang tahun. Kira - kira enak nya ngerayain dimana?" Tanya Gerry yang tiba - tiba seperti anak kecil.
"Bagaimana kalau kita ke Los Angeles, California ajah?" Saran Widia yang memberikan ide gila.
"Oh iyah, udah lama juga yah kan kita ngga di masakin Via." Jawab Gerry akhirnya di setujui oleh semuanya.
Sekalian juga kan Via mengumumkan kunjungan kerja pertamanya setelah hampir 2 tahun tidak menjalankan tugas nya. Akhirnya Gerry dan Widia bersiap - siap. Mereka memberitahukan di group keluarga besar Triplet 07 kalau akan ke Los Angeles, California merayakan ultah secara barengan.
...----------------...
Seminggu sebelum Via ulang tahun, tangan Via membuka sebuah kenangan yang tidak ingin di buka nya. Via melihat nomor telephone Dewin, sejak sadar dari mati suri nya. Via belum menghubungi Dewin untuk mengucapkan terima kasih.
Dengan kekuatan penuh akhirnya Via menghubungi Dewin melalui WhatsApp.
Via : Hi, how are you?
Dewin : Fine, you?
Via : Fine. Aku mau bilang terima kasih atas darah yang kamu berikan. Semoga semesta membalas mu.
Dewin terhenyak kaget dan menghubungi Melvin untuk menanyakan apakah ada kebocoran rahasia pendonor.
Drrrrrtttt...
"Jawab gue, apakah ada kebocoran info mengenai darah yang gue donasikan?" Amuk Dewin ketika Melvin tidak menjawab pesan nya.
"Jelas - jelas tidak ada. Gue yang ambil darah elu dan gue bawa langsung ke Via. Jadi gak mungkin?" Jawab Melvin yang juga sedikit emosi saat mendengar perkataan Dewin.
Setelah Dewin tenang akhir nya kembali melihat isi pesan Via yang membuat nya kaget. Via pun melihat pesan nya hanya di baca saja oleh Dewin dan cukup mengerti jika dirinya di benci oleh Dewin.
Tepat 1 hari sebelum tanggal 07 Bulan 07, ada kiriman bunga Lilly pink yang sampai ke rumah Via. Entah apa yang di pikiran Dewin mengirim kan bunga tersebut ke rumah Via.
Note di bunga tersebut;
아직 모르고 있죠 그댄
__ADS_1
얼마나 특별한지
당신의 맘에
이런 내가 닿길 바래
조금 더 깊어져가 내가
그대와 함께할수록 나
난 당신을보고 싶어
너를 기다리고있어
내 맘이 그대를 향해 있는 걸요
Translation:
You still don’t know
How special you are
I hope I can reach your heart
It’s getting deeper
The more I am with you
I’m missing you
Waiting for you
My heart is headed toward you
Via yang menerima bunga tersebut langsung mengetahui siapa pengirim nya. Karena pengirim nya mengenal Via lebih lama dari Erick. Senyuman Via saat melihat bunga tersebut dan membaca note tersebut. Membuat Via tersenyum simpul, lalu menaruh note tersebut di buku harian nya.
Meja kerja Via kali ini di hiasi oleh Lilly pink tersebut dan ketika secara diam - diam Ben masuk ke dalam lalu melihat bunga tersebut. Membuat Ben bertanya penasaran.
"Wah, tumben ada bunga. Bunda emang senang sama bunga?" Tanya Ben yang sedikit heran dan penasaran akibat hal tersebut.
"Iyah, tadi bunda beli ini. Ben, jika bunda sudah menghadap semesta. Kirim bunda bunga Lilly pink karena bunda suka." Tulis Via dengan wajah datar nya tersebut.
"Apaan sih bunda ngomong nya!" Sentak Ben yang ternyata menyiratkan kepanikan.
Wajah Ben berubah panik dan Via melihat itu sebagai hal biasa. Via pun akhirnya menuliskan bahwa ada saat nya Via dan Erick akan kembali ke semesta entah kapan waktunya.
°
°
°
__ADS_1
°
Like, comments, share, subscribe dan vote yah sahabat online.