Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Perjalanan Ke Afrika Selatan...


__ADS_3

"Pagiiii semuanya. Jangan lupa untuk sarapan." Teriak Widia diruangan makan.


"Hari ini kita berangkat sore ke Afrika Selatan, please jangan sampe ketinggalan." Sambung Widia sambil memberi aba - aba untuk mengechek barang bawaan.


Semua nya sudah berkumpul dan menaruh tas di lobby apartment. Widia dan Gerry sibuk mengabsen koper dan tas kabin yang di bawa. Mereka sudah tidak kaget lagi dengan tas berwana pink berjumlah 2 koper dan 1 koper kabin juga berwarna pink.


"Okeh, perjalanan kali ini jauh dari kata nyaman yah bro and sist." Kata Gerry yang memberitahukan perjalanan kali ini.


"Kita ke Cape Town itu kurang lebih 11 jam." kata Gerry menyambung yang sebelumnya.


"Tenang ajah kita nginep ke hotel kok, karena gue ngga bisa tidur sembarangan." Kata Widia yang meyakinkan para peserta.


Setelah berkumpul mini bus yang disewa dateng juga. Dengan bergaya seperti tour leader Widia mengambil mic untuk melakukan pengumuman.


"Temen- temen, itinerary kita kali ini akan turun cape town. Lalu kita ke kota Soweto, terus Garden Route, lalu ke Taman National Kruger. Puas disana kita akan mampir ke Johannesburg, Table Mountain, Robben Island. Setelah itu kita juga mampir ke The Cradle Of Humankind. Lalu ke Desa budaya Lesedi dan akhirnya kita kembali ke negara masing - masing." Kata Widia menjelaskan rangkaian acara yang disiapkan selama di Afrika Selatan.


"Via nggak mau yang aneh - aneh yah tempatnya."Celetuk Via yang sedikit rusuh kalau tempatnya tidak sesuai.


" Tenang, ada aku Vi." Kata Yudha dan tak lupa Yudha mengajak Via selfie di taman depan apartemen yang sedang menghijau.



Setelah mengajak Via selfie dan mengupload ke friendbook.com dengan caption paling romantis.


If life is so sort why won't you let me love you


before we run out of time. If love is so strong why won't you take a chance before our time has gone.


Banyak comment yang membanjiri di kolom komentar tersebut.


"Bangkeeee, ternyata dugaan gue benar. Via wanita yang gampang." Oceh Willi dalam hati saat melihat foto yang di posting sama Yudha..


Melihat Willi membanting barang saat setelah melihat notif di telephone selulernya, Kinzy merasa heran. Padahal sebelumnya Willi baik - baik saja.


Drrrrrrttttt.... Drrrrrttt...


Pesan singkat dari BBM Willi yang tidak ingin dilihat.


Yudha: Send IMG_908



Willi: Maksud elu apa?


Yudha: Kasih tau ajah. Biar elu nggak salah sangka.

__ADS_1


Willi: Elu kan pacar nya?


Yudha: Nggak. Dia masih sayang sama elu.


Willi: Nggak, ada bukti otentik.


Yudha: Send IMG_909



Yudha: Gue emang bukan pacarnya tapi setidak nya gue gak bohong. Dengan status gue!


Willi: PING!!


Willi:PING!!


Perjalanan 11 jam menuju Bandara International South Africa membuat para peserta kelelahan dan kelaparan.


"Dengan ibu Widia?" Tanya laki - laki hitam khas orang Afrika.


"Saya. Siapa and?" Jawab Widia dan menanyakan kembali.


"Nama saya Akua Akinwole Brihii, saya diutus oleh Akintunde Chaga Abrihet konsulat Afrika Selatan di Jakarta." Kata Akua memperkenalkan diri.


"Oalaah, kamu bisa berbahasa Indonesia?" Kata Widia yang kagum dengan kejadian hari ini.


Perjalanan ke guest house memakan waktu 1 jam 30 menit. Semua dibawa oleh bus yang dikawal oleh kepolisian setempat.


"Akua, apakah ini terlalu berlebihan?" Kata Widia yang melihat fasilitas.


"Tidak ibu. Disini kalau malam hari kurang aman." Jawab Akua yang memegang selongsong senapan di bawah bangku.


"Baiklah. Bilang terima kasih ke Chaga." Bales Widia.


Sampai di Guesthouse konsulat Indonesia yang berada di cape town. Rombongan langsung masuk ke dalam.


"Selamat datang di Cape Town, South!" Teriak pria separuh baya dengan istri nya berbusana batik modern.


"Terima kasih pak Buchori. Kami sangat tersanjung dengan penerimaan anda." Jawab Widia yang mengenal Konsulat Jendral disana.


"Oh ini, Novia Heidy." Kata pak Buchori yang melihat Via sama Yudha ngangkat - ngangkat koper.


"Iyah, ini Novia Heidy yang berada di United Nations. Bagian General Affairs, Department of Law. " Kata Widia memperkenalkan Via. Via yang sibuk dengan kopernya langsung mengulurkan tangan nya untuk berkenalan.


"Buchori, ini istri saya Siti Maemunah." Kata pak Buchori yang memperkenalkan diri dan istrinya.

__ADS_1


"Saya Novia Heidy. Petunjuk arahan nya pak." Kata Via sambil senyum dan sedikit canggung.


Setelah beramah tamah, rombongan dipersilahkan menempati kamar yang sudah di persiapkan. Kamar terbagi 2, jadi kamar hanya ada kamar cewek dan cowok.


Perjalanan yang membuat Widia, Gerry, Via, Yudha, Claudia, dan Romi langsung tepar atau tiarap di tempat tidur. Hingga alarm Gerry membuat Romi dan Yudha terbangun karena berisik.


Krrrrrrriiiiiiingggg....


"Woooy alarm siapaaaa?" Tanya Romi yang berada di extra bed.


"Gerryyyyy... Berisik!" Teriak Yudha yang ada di kasur sebelah kasur Gerry.


Dengan cepat Gerry bangun mematikan alarm di telephone selularnya dan membaca pesan di BBM nya. Langsung membuat mata Gerry terperanjat.


"Bang, bangun!" Kata Gerry membangunkan Romi yang masih tertutup selimut.


"Yudha, bangun. Kita sudah ditunggu sarapan sama pak Buchori." Kata Gerry membangunkan Yudha.


2 orang itu langsung membangunkan diri dan berebut ke kamar mandi.


"Matiii, Widia bakalan ngomel panjang ini. Terus Via ngambek." Oceh Gerry ke diri sendiri dan di dengar sama Yudha dan Romi.


"Terus anak manja gitu ngapain diajak?" Kata Romi yang sedikit emosi. Semua bela banget ke Via dengan sifat manja nya begitu.


"Bang, kalau belum kenal Via jangan bicara sembarangan." Gerry memberi peringatan ke Romi.


1 jam menunggu 3 laki - laki berdandan membuat Widia melakukan perhitungan ngomel. Perjalanan harus tertunda 2 jam, dan otomatis mengganggu yang lain.


"Bebih sorry, gue telat bangun nya." Gerry berlaku seperti anak kecil. Lalu melihat Via sudah memanyunkan Bibir.


"Ber 3 traktir kita makan siang mewah. Inget janji adalah hutang." Kata Widia yang males untuk ngomel.


"Beres bos!" Kata Gerry yang bersikap siap dan berjalan menuju bis yang disediakan menuju pemberhentian pertama.


Kota Soweto yang sangat indah dengan mural nya membuat semua betah melihat nya. Terlebih Via yang suka menggambar, dan sepertinya Via yang paling banyak mengambil gambar mengenai mural sekaligus bertanya mengenai sejarahnya. Sementara yang lain sibuk foto - foto selfie dan lain nya.



Sehabis Kota Soweto rombongan bergerak menuju Garden Route. Tempat yang sangat indah untuk di lihat.


"Ger, kamu bahagia liburan seperti ini?" Tanya Claudia yang mengambil foto mukanya Gerry.


"Suka, karena pergi dengan mu." Gombal an Gerry keluar.


"Gak usah di rayu begini. Aku kan sudah jadi pacar mu." Kata Claudia yang membuat Gerry senang bukan main. Akhirnya dia memenangkan hati Claudia tanpa beban.

__ADS_1



*Please Like and Comment also vote buat lomba.* Thank you!


__ADS_2