Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : Bapack - Bapack Tak Mau Kalah


__ADS_3

Muka Jerias ikutan tersenyum dengan wajar walau sebenar nya wajah garang Widia lebih menakutkan. Widia mendekat ke arah Jerias dan memperhatikan muka nya.


"Daddddyyyyy..." Triak Dianne dari dalam membuat para penghuni berhamburan ke dalam melihat keadaan yang teriak.


"Yes, anak kesayangan Daddy." Jawab Dickson dengan cepat melihat Dianne.


"Daddy, ini ada adik - adik lucu..." Balas Dianne mengganggu anak Widia dan Claudia.


"Tidaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkk" Jerit Widia dan Claudia membuat semua terhenyak dengan jeritan tersebut.



Anak Claudia dan Gerry sedang naik di atas kuda - kudaan. Akibat bangun dari tidur mereka, begitu juga dengan anak nya Widia yang sudah main - main sendiri.



Widia melihat anak nya bangun langsung berubah lemas. Muka - muka para bapack - bapack langsung lega dan bahagia. Merasa keadaan aman terkendali membuat bapack - bapack ini langsung bergosip di group.


Drrrrrrttttt... Drrrrrrttttt group WhatsApp bergetar..


Jerias : Thank you Dianne, menyelamatkan kita semua.


Gerry : Fyuuuhhh... Mata Via sih gahar banget.


Erick : Elu yah Ger, yang temenan ama Via lebih lama ajah ngeri. Apalagi gue?


Gerry : Welcome to the world, Broh!


Dickson : Kalian gak cerita ama istri?


Jerias + Gerry + Erick : Jangan cari mati sama istri - istri kami.


Erick : Dicky, elu udah lupa. Bini gue bisa ngalahin intel nya CIA nyari bukti.


Dickson : Okeh, gue tutup kasus.


Keheningan di dalam ruang tamu yang dinyalakan pemanas nya. Walau mereka semua sedang berdiskusi di group yang dibuat.

__ADS_1



Makan malam pun sudah tersedia dengan menu khas Indonesia. Siapa lagi kalau bukan Via yang masak. Menu nya pun semua hafal banget dan kali ini banyak daging.


"Ger, kali ini elu harus ngalah ama gue. Daging sop buntut bakar punya gue." Kata Jerias yang sudah memberi aba-aba ke Gerry.


"No no no no. Soup buntut bakar punya gue, elu makan yang lain ajah." Bales Gerry yang tidak mau kalah.


"Yuuk, makan.." Teriak Via dan secepat kilat semua duduk manis di meja makan dengan muka bar - bar mereka.


Sementara Via berdiri dan memperhatikan semua, hanya Dyandra, Dickson, dan Dianne melihat semua dengan tampang tidak percaya. Keadaan meja makan semua sibuk dengan makanan nya masing - masing. Semua hening tanpa bicara hanya menikmati makanan saja.


"Well, udah semua. Biar Via siapin makanan penutup nya." Teriak Via dan disaksikan senyum manis semua orang yang menunggu makanan selanjutnya.


Dickson mengerti kalau Erick menjadi gemuk ketika pacaran sama Via. Jadi ini adalah alasan kenapa Erick bilang perbaikan gizi sama Via.


Mata Dickson memperhatikan kalau Via hanya makan - makanan sayur saja.


"Vi, ayoo ini empal nya. Kasian kamu nggak kebagian."Ujar Dyandra yang memberikan empal sapi yang masih ada ke Via.


"Sayang, daripada kamu kasih Via. Mending buat aku ajah." Tiba - tiba Dickson menyela Via dan mengambil empal tersebut.


"Justru karena ini kamu yang kasih ke Via. Aku jadi cemburu, sementara istri ku ngasih keorang." Jawab Dickson lagi, karena masih ingat dalam benak nya kalau Via tidak bisa makan daging sapi.


Via pun berterima kasih sama Dickson karena mengurangi beban itu. Sambil yang lain nya mulai menghabiskan makanan. Via menaruh makanan penutup yaitu es boku pandan versi Via. Entah mengapa Via merasa senang melihat semua makan kenyang.


Makan malam pun habis tidak bersisa, Via melihat Gerry, Jerias dan Erick lalu memberi kode untuk membersihkan meja. Tampang ke 3 lelaki itu langsung menurut sebelum ada keributan besar.


Jelas membuat Dickson sangat bingung dengan tingkah laku teman - teman baru nya ini.


"Udah, biar assistant gue ajah yang cuci in." Kata Dickson saat melihat ke 3 laki - laki macho mencuci piring dan membereskan meja.


"Ini lah realnya Novia Heidy. Bar-bar cuy!"Ledek Gerry sambil berbisik.


"Elu kagak akan ketemu besok kalau dia ngomel." Timpal Jerias yang ikutan meledek Via.


"Biar gimana pun Via itu sahabat kalian dan istri gue." Sela Erick yang mendengar obrolan ketiga temen - temen nya itu.

__ADS_1


Dickson pun hanya mengangguk - ngangguk kepala saja. Tanda kalau sudah mengerti apa yang di bicarakan oleh Erick, Jerias dan Gerry mengenai Via. Sementara para istri sibuk dengan anak - anak mereka yang sedang full energy untuk mengganggu para mama nya.


Mulai lah para ibu - ibu ini bertukar pengalaman ketika melahirkan anak. Yang dimulai dari Dyandra saat melahirkan Dianne. Wajah serius Widia dan Claudia memandang muka Dyandra.


"Aduh, gue ajah udah gak mau melahirkan lagi. Sakit nya ampun - ampun." Oceh Claudia yang mengalami stress ketika melahirkan.


"Iyah, Clau. Gue juga nggak mauuu lagi." Kata Widia saat mendengar penjelasan Claudia.


"Untung, Via nanti ngelahirin nya."Kata Via sambil mengelus - elus perutnya.


Ketika genk ibu - ibu menceritakan pengalaman melahirkan. Bapack - bapack juga tidak mau kalah dengan cerita ibu - ibu. Setelah membereskan bekas makan dan menyusun nya dengan rapih. Para pria ini kembali ke ruang tengah dimana tidak terlalu dekat dengan ibu - ibu.


Mereka menceritakan pengalaman ketika menangani istri mereka melahirkan hingga mengurusi anak. Sungguh sangat sentimentil ketika mendengar pengakuan Gerry dan Jerias.


"Gue heran kenapa kalau wanita hamil selalu di kasih selamat, terus perut mereka di elus - elu. Lalu diucapin hebat yah dan selamat."Oceh Jerias yang merasa tidak adil.


"Iyah sih.. Apalagi gue? Waktu Claudia hamil yah. Semua selamatin Claudia dari A - Z. Sementara gue?" Sungut Gerry saat mendengar perkataan Jerias yang merasa para pria harus di apresiasi.


"Yah elah, gak lucu kali. Masa orang-orang elus barang pusaka kita. Terus bilang good job!" Ledek Dickson yang mulai mencuri perhatian.


Suara tertawa bapack - bapack ini membuat heran para ibu - ibu. Ke kepoan para istri membuat mereka mendekat untuk menguping pembicaraan para suami yang seperti nya seru.


"Yah kan. Wih, Erick keren. Sekali nya nyoblos 2 dapet nya. Good job, sambil elus - elus pusakanya Erick. Yah kali kan?" Sambung Dickson sambil memperagakan.


"Dodol! Gak usah dipegang juga sik?" Amuk Erick yang kesal dengan Dickson menepuk barang pusakanya.


"***, geli juga sih kalau di pegang orang." Sahut Jerias yang bergedik karena mendengar alasan Dickson tadi.


Sementara para istri menahan ketawa saat mendengar para suami membicarakan mengenai kehamilan. Hari semakin larut, besok adalah hari dimana ujung nya tahun. Semua pun akhirnya kembali ke kamar masing masing.


Tampak sekilas semua tersenyum karena tidak terasa tahun ini adalah tahun terbaik. Walaupun belum sangat baik.


°


°


°

__ADS_1


°


Teruuus ikuti cerita ini yang sebentar lagi akan masuk ke Season 3. Like, comment, love novelnya bagi yang belum love. Terus jangan lupa buat vote author yah.


__ADS_2