Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Kau Membuat Ku Merasa Hebat


__ADS_3

Setelah mengujungi istana Longchamp yang sangat indah, Gerry mengajak Claudia menuju destinasi selanjutnya yaitu Museum Sejarah Marseille dan Notredam of Marseille.



Bangunan - bangunan kokoh ini memberikan cerita buat Claudia yang lulusan Arsitek di Belanda. Cerita seru ketika masih ber kuliah di jurusan arsitek.



Menikmati bangunan - bangunan tua yang penuh sejarah. Sekaligus menikmati cuaca yang mendukung membuat Gerry memberanikan diri meminta Claudia menjadi kekasihnya.



Dengan mengumpulkan keberanian untuk menyatakan perasaan nya ke Claudia.


"Ger, kita besok mau berangkat jam berapa ke Paris?" Tanya Claudia saat selesai tour di Museum.


"Kamu maunya jam berapa?" Bales Gerry yang menanyakan kembali. Seketika Gerry mulai berfikir kalau hari ini membosankan.


"Besok sore ajah, boleh? Aku masih mau ke Park Borely dan Toulouse." Jawab Claudia dan Gerry dengan cepat menganggukan kepalanya.


Melihat Claudia tersenyum lebar membuat Gerry memantapkan pilihan nya untuk meminta Claudia menjadi kekasihnya.


Sepanjang melihat - lihat museum Claudia menyempatkan diri melihat Gerry yang terus tersenyum.


"Senyum mu, memberikan ku harapan. Ger!" Kata Claudia dalam pikiran nya. Perjalanan hari ini memberikan kepuasan tersendiri. Dengan penuh hati - hati Claudia menyiapkan barang - barang menuju Paris.


"Ahk ini apaan sih Clau?" Tanya Gerry yang bingung dengan persiapan Claudia seolah - olah ke Afrika akan selamanya.


"Wah, ini cookies keju. Via pasti suka, secara Via nggak suka dengan Coklat." Kata Claudia dengan muka gembira.


"Kamu tahu dari mana kalau Via nggak suka sama Coklat, dan kamu kan belum ketemu dia?" Tanya Gerry keheranan saat melihat Claudia menyiapkan cookies keju.


Dengan wajah penuh kemenangan Claudia menunjukan makanan Gerry yang kebanyakan semua berasa keju.


"Lihat dari kamu ajah kok, bahkan ini kan destinasi liburan Via kan?" Kata Claudia dengan penuh senyum dan melanjutkan beresin barang.


"Nggak, ini emang aku yang pengen. Dan aku emang ngga suka coklat." Elak Gerry saat dipojokan oleh Claudia.


"Kalau nggak suka coklat kenapa coklat dari Bernard kamu habisin?" Kata Claudia membuka aib masa lalu.


"Yah, sudah lah jangan dibahas. Ayo cepetan beresin barang nya." Kata Gerry yang menyudahi pembicaraan dengan Claudia.


Ngeberesin barang - barang membuat Claudia kelelahan lumayan. Tak lewat juga Claudia mengganti memory card nya yang sudah penuh dengan photo - photo hasil jepretan nya.


"Masih sisa 5 memory card nya. Semoga di Africa masih bisa ngejepret photo." Pikir Claudia yang membereskan Kamera kesayangan nya.


Tenk tenk tenkk....


Pintu kamar hotel berbunyi dan membuat Claudia kaget. Sementara Gerry masih Mandi di kamar mandi.


"Permisi, ini kamarnya Mr. Gerry?" Kata Bapak - Bapak setengah baya yang membawakan bingkisan ke kamar.


"Benar, ini dari mana?" Jawab Claudia yang kembali menanyakan.

__ADS_1


"Ini dari hotel kami. Tadi Mr. Gerry memesan beberapa keju namun persediaan disini sedang habis. Tapi saat pimpinan kami ke luar dia menemukan Keju yang di maksud sama Mr. Gerry." Kata Bapak tua itu.


"Oh baiklah, saya terima. Nanti saya akan infokan ke Gerry." Kata Claudia yang menerima bingkisan gede keju.


Muka Claudia merasa aneh, dan memasukan bingkisan yang dia terima. Setelah selesai mandi Gerry melihat bingkisan di atas meja.


"Ini dari siapa Clau?" Tanya Gerry yang sudah asik membuka bingkisan.


"Tadi orang hotel." Jawab Claudia yang sambil mengambil handuk dan menuju kamar mandi.


20 menit di kamar mandi, dan melepas penat akhirnya Claudia melihat isi bingkisan tersebut. Sebongkah potongan keju dan beberapa botol wine.


"Ini buat siapa?" Tanya Claudia sambil mengeringkan rambutnya.


"Buat besok ke tempatnya Oliver. Kamu kenal kan?" Jawab Gerry dan membuat Claudia mengkerutkan dahinya.


Setelah memikirkan panjang akhirnya Claudia Baru ngeh dengan Oliver yang dimaksud.


"Baiklah, aku tidur duluan. Besok kan perjalanan masih panjang." Kata Claudia yang langsung menarik selimut dan masih berfikir buat apa ketemu Oliver.


Wake up call dari telephone seluler ternyata tidak sanggup membangunkan 2 orang manusia ini. Setelah 15 menit berdering mereka akhirnya bangun.


"Arrrrrrrghk telaaaat...."Teriak Claudia yang sudah panik melanda.


" Yah, udah. Kita undur ajah."Kata Gerry yang masih ribet di kasur nya.


Dengan kekuatan full Claudia menarik tangan Gerry untuk segera bersiap- siap.


"Geeer, cepetan." Teriak Claudia yang menarik tangan nya Gerry.


"Lamaaaa deh!" Kata Claudia yang mulai merapikan diri dan mulai makan pagi dengan roti yang dia pesan melalui room service.


Perjuangan Claudia tampak nya sedikit kemajuan. Gerry mulai ngambil handuk dan mandi juga. 15 menit dibutuhkan untuk bersiap diri dan merapikan diri.


Drrrrrrrrttttt.... Drrrrrrrrrtttttt...


Telephone seluler Gerry mulai bergetar tak nyantai.


"Yes, halo Oliver. Kamu sudah sampai?" Kata Gerry menjawab orang yang ada di telephone.


"Aku sudah di lobby nih. Kamu masih di kamar? Jawab Oliver yang memperhatikan sesekali pintu lift terbuka.


"5 menit lagi aku turun kebawah. Sebentar yah." Kata Gerry yang memberitahukan Oliver.


Setelah membawa barang - barang untuk check out dan berangkat ke Paris. Gerry langsung menuju Lobby untuk menemui Oliver.


"Hei Hei brother from another father and mother." Teriak Oliver yang sambil berjoget ala rapper.


"Well, howdy brother?" Bales Gerry yang memeluk Oliver.


"Good dong. Gimana elu?" Jawab Oliver dan terjadilah conversation yang lumayan lama.


Setelah melihat Gerry yang masih asik ngobrol dengan Oliver. Claudia langsung menghampiri 2 pria yang ngobrol nya seputar isu kerjaan.

__ADS_1


"Gerrr." Panggil Claudia dengan lembutnya.


"Hei, Clau. Kamu masih ingetkan saman Oliver Smith?" Bales Gerry yang menjawab Claudia.


"Hi, apakabar?" Tanya Claudia yang memberikan uluran tangan ke Oliver.


"Hai, Clauu Clauu. Baik, elu?" Bales Oliver yang mengulang nama kecil Claudia.


"Baik" Jawab Claudia yang hanya pendek.


Melihat Claudia sudah tidak nyaman karena keterlambatan. Akhirnya Gerry bersama Oliver memasukan barang - barang ke mobil Oliver dan melakukan perjalanan ke Borely Park.


Sepanjang perjalanan Claudia hanya membuat bibir semakin maju. Karena dia bosan melihat 2 pria ini saling berdiskusi masalah pekerjaaan.


"Bro, cewek elu sepertinya bosen deghk." Kata Oliver saat melihat muka Claudia di kaca spion tengah.


"Clau, maaaf yah. Nyuekin kamu, aku udah lama banget nggak ketemu Oliver." Kata Gerry yang melihat muka kusut Claudia.


"Aku maafin, aku cuma bosen ajah ngga ada yang ngobrol sama aku." Kata Claudia yang terlampau jujur sekali.


Mendengar pengakuan Claudia akhirnya Gerry bilang ke Oliver untuk ngajak ngobrol juga Claudia.


Akhirnya sampai juga dengan secepat kilat Claudia menghilang bersama kameranya. Anggle foto - foto mulai bergelimangan, tak heran juga Claudia membawa banyak memory card.




Gerry yang sudah hafal benar kelakuan Claudia. Memilih duduk bersama Oliver menikmati wine dan keju.



Menikmati sunset dan segelas wine ditemani keju. Bener - bener perfect banget sehingga banyak obrolan berfaedah. Setelah puas Gerry janjian dengan Claudia di tengah - tengah taman yang ada air mancur terkenal.


Claudia tampak sumringah dengan senyum yang terbentang lebar. Dia mengahmpiri Gerry yang memandang Claudia dari kejauhan.



"Ayo. Kita harus Toulouse, sebelum ke bandara dan pergi ke Paris." Ajak Gerry ke Claudia yang masih sibuk melihat hasil foto - fotonya.


Sembari melihat foto - foto di mobil yang mengarah ke Toulouse. Gerry dan Oliver masih membicarakan seputar issue yang lagi panas saat ini.


"Clau, gue parkir disini. Trus kalau udah, ketemu di coffee shop sebelah kiri." Kata Oliver yang memberhentikan mobilnya.


"Baiklah" Kata Claudia tanpa basa - basi yang langsung keluar.


Tidak berapa lama Claudia mendapatkan moment - moment priceless saat mengabadikan lewat kameranya.


2 jam berlalu, akhirnya Gerry dan Claudia melanjutkan perjalanan ke Paris. Perjalanan yang membuat memory card tinggal 2.


Melihat wajah Claudia yang sudah kelelahan namun bahagia. Akhirnya memberanikan diri lah Gerry untuk mengungkapkan perasaan nya.


"Clau, kita jalanin hubungan yang serious yuk?" Tanya Gerry ke Claudia saat ingin memasukan headset di pesawat.

__ADS_1


"Kemarin belum serious?" Jawab Claudia memberikan lirikan nakalnya.


*Please Like and Comment buat ceritanya"


__ADS_2