Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2: Susah nya Menghadapi Ke Hamilan Muda


__ADS_3

Acara makan malam selesai, besok Widia, Jerias, dan Via harus ke London. Sementara Via harus balik ke Geneva, Switzerland. Tahun ini dapat kebahagiaan luar biasa. Bagaimana tidak mereka mendapat kabar kalau Claudia hamil.


Pagi-pagi kali ini terdengar keributan macam...


"Duuuuuth, cepet mandiiinyaaa. Gue dah kebelet ini." Teriak Widia dari depan kamar mandi.


"Bentar, Via lagi pake handuk." Balas Via dari arah dalam kamar mandi.


Gerry melihat kejadian kamar mandi, sedikit teringat dengan Weny yang selalu berantem dengan Gerry. Masalah pemakaian kamar mandi saat di kost an dahulu zaman kuliah.


"Ger, gue pinjem kamar mandi di kamar elu." Teriak Widia saat Gerry ada di ruang makan.


"Yah, silahkan." Jawab Gerry dan Widia langsung ke kamar mandi dalam Gerry.


Selesianya perkara sama Widia dan Via, Gerry mengantar mereka ke London. Sepanjang jalan Via hanya tidur karena kecapekan. Widia dan Jerias juga.


Tidak lupa mampir ke restaurant untuk brunch bersama sebelum berpisah.


"Wid, si Via sama Yudha beneran putus?" Tanya Gerry penasaran dan membuat mata Widia sukses melotot.


"Elu lagi gak bikin gara-gara kan, Ge?" Tanya Widia yang mengintimidasi Gerry saat mereka berada di restaurant untuk brunch.


Gerry tersenyum nakal lalu duduk di restaurant menghadap sisi jalanan kota London saat pagi menuju siang.


"Ini pesanan nya, 1 sandwich tanpa daging, 4 sandwich tanpa sayuran." Kata pramusaji di restaurant tersebut membuat Gerry dan yang lain segera menyantapnya.


"Via balik dulu ke Geneva, Switzerland. Mungkin awal - awal September, Via akan dinas ke De Haag sekalian training." Kata Via yang memberi pengumuman.


"Barengan Yudha dong, cieeee." Ledek Gerry ke Via.


Widia merasa heran dengan tingkah Gerry yang meledek terus menerus ke Via mengenai Yudha.


"Oooh, mak comblang yah situ?" Teriak Widia membuat Gerry dan Via ketawa.


"Yah, kalau Via ama Yudha. Gue akan senang, karena ada yang bantuin kerjaan gue." Kata Gerry yang tidak tahu malu.


"Via sudah putus dari Yudha. Via lagi focus ke Den Haag, Ge." Jawab Via yang membuat Gerry kaget.


"Kan bisa di sambung lagi?" Kata Widia ikutan membantu Gerry.


Via keluar dari meja lalu berjalan ke arah meja kasir. Gerry dan Widia langsung berteriak heboh...


"Viaaaaaaaaaa...." Teriak Gerry dan Widia heboh membuat semua orang kaget.

__ADS_1


Gubraaaaaaakkk....


"Bebiiiih... Ayaaankkk... Via jatoh...." Kata Via memelas dan sudah berantakan dengan makanan tumpah.


Gerry dan Widia bukan nya menolong, malah mengabadikan Via jatoh di depan meja kasir restaurant.


"Kami mohon maaf bu, kebetulan pelayan kami baru masuk hari ini." Kata Kepala Restaurant tersebut.


"Well tidak apa-apa. Saya juga kurang hati-hati." Jawab Via yang membersihkan sisa-sisa makanan dari tubuhnya.


Jerias dan Claudia sudah biasa melihat kelakuan 3 anak rusuh ini. Selalu saja ada keributan jika mereka bertemu.


"Jadi salah kan Yudha ajah yah." Ledek Gerry yang masih ketawa melihat Via.


"Yudha ga salah, yang salah mata Via. Tidak hati-hati." Bela Via setelah membersihkan sisa-sisa makanan menempel.


"Yah elah, kalau masih sayang kenapa gak bilang." Kata Widia mencoba menanyakan.


"Via cuma ingin yang terbaik. Yudha pasti dapet lebih baik dari Via. Sama kek kak Dewin yang pasti akan lebih baik." Jawab Via dengan tegas dan Gerry juga Widia cuma terseyum.


Mengantar Via ke airport, lalu mengantar Widia pulang ke apartment nya. Gerry melanjutkan perjalanan ke Manchester. Claudia sepanjang jalan ketawa mengingat kejadian tadi.


"Ge, kamu benar mau menjodohkan Via sama Yudha?" Tanya Claudia dengan muka menahan ketawa.


"Temen buat mabok yah?" Sindir Claudia yang sedikit sensitive sama kebiasaan Gerry ini.


Gerry tersenyum dan membalikan badan nya menatap Claudia yang sedang hamil muda.


"Aku janji, di depan kamu, Tuhan dan anak kita. Aku berhenti buat minum-minuman alcohol lagi." Janji Gerry membuat Claudia merasa lega karena hal tersebut.


2 jam perjalanan dan Claudia di serang sama muntah-muntah, rata-rata orang hamil mengalami morning sickness tapi kalau Claudia Afternoon sickness. Gerry bingung, karena Claudia tidak mau makan, bahkan selalu muntah.


"Aku mau nya makan an yang Via buat kemarin." Teriak Claudia menjadi super sensitive.


"Yah, Ampun. Via udah balik sayang, dia cuma bikin ayam kuning buat di goreng ajah." Balas Gerry sedikit kesal.


Gerry menggoreng ayam kuning lalu memasak nasi buat Claudia. 1 jam berkutat sama dapur membuat Gerry stress dan selesai juga masak buat Claudia.


"Sayang, aku mau nambah." Teriak Claudia yang menghabiskan ayam goreng + nasi tanpa cabe. Hanya pake kecap manis, persis seperti Via.


"Nambah kata mu?" Tanya Gerry yang heran berasa di kerjain sama Claudia.


"Iyah, aku mau nambah." Kata Claudia dengan jelas.

__ADS_1


Kali ini seperti di luar nalar Gerry, melihat bule macam Claudia makan nasi 2 piring. Gerry pun melakukan panggilan Video kepada 2 teman nya tersebut.


Drrrrrrrttttt.... Drrrrrrrrrrtttt....


"Yah Halooo.." Jawab Widia dan Via secara bersamaan di panggilan Video tersebut.


"Claudia makan kek apa ajah ini." Teriak Gerry kebingungan.


"Ngidam dodol." Kata Widia yang melihat Claudia menghabiskan 2 piring dan 2 paha ayam.


"Viaa, aku mau yang kamu makan." Teriak Claudia dari arah belakang Gerry.


Widia dan Via bingung melihat tingkah Claudia saat ini. Hamil yang benar-benar merepotkan semua orang-orang disekitarnya.


"Pokoknya aku mau makanan yang Via makan, Ger. " Kata Claudia yang sudah menitikan air matanya.


"Well, jauh Clau. Mau kirim pake apa?" Kata Via yang bingung.


"Aku mau Via, pokoknya aku mau."Rengek Claudia yang sudah sesegukan.


Melihat sang istri menangis akhirnya Gerry mencari keluar sandwich yang persist seperti Via makan. Kepala Gerry keriting di buat Claudia yang ngidam apa yang Via makan.


"Sayang, kenapa muka mu?" Tanya Jerias saat melihat Widia menatap layar telephone selulernya dengan serius.


"Gak, hanya heran kelakuan wanita hamil." Jawab Widia yang merasa heran dengan kelakuan Claudia.


"Nanti kamu juga begitu kalau hamil." Balas Jerias dan bergegas membersihkan badan nya.


Widia yang mendengar omongan Jerias mengenai fase kehamilan nya Claudia, membuat Widia akhirnya mendekat ke suaminya.


"Jadi kamu mau punya anak juga?" Tanya Widia tanpa basa basi.


"Yah, sebagai pria dewasa dan sudah menikah. Aku sangat mau, cuma jadwal kerjaan kita kan sangat padat. Apalagi aku yang harus pindah-pindah?" Jawab Jerias sambil memeluk Widia dengan hangat.


"Kalau begitu aku akan mengurangi kepadatan pekerjaan ku. Biar Jerias Junior hadir disini" Kata Widia yang sudah mencium suaminya itu.


Sedangkan di Geneva, Switzerland Via sibuk dengan membuat presentasi yang akan Via pakai di Den Haag. Via mempelajari kasus demi kasus yang ada. Via merasa kali ini akan lebih semangat karena akan berkumpul bersama teman-teman dari United Nations.


°


°


°

__ADS_1


Like ceritanya, comment, dan love novelnya juga vote untuk mendukung author menulis.


__ADS_2