Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2: Living In The Castle Like A Princess


__ADS_3

Selesainya live di Pinstagram dari akun Widia, akhirnya Via menepati janjinya untuk membagikan kehidupan pribadi nya untuk khalayak umum. Lagi - lagi yang hanya Via mau bagikan.


"Makan yuuuk, gue laper." Teriak Gerry saat Via selesai ganti baju.


"Kan nunggu princess kodok selesai." Ledek Widia yang masih dengan kebiasaan nya kayak dulu.


"Piduuuth...Udah belum mandi dan dandan nya?" Teriak Gerry yang mulai brutal karena lapar.


"Turun ajah makan, Via dah gak makan malam kok." Sahut Via yang masih memakai krim-krim di wajah nya.


Gerry pun akhirnya keluar buat makan malam, dan menghubungi Claudia karena pasti akan berfikir bahwa Gerry sama Via melakukan macam - macam.


"Vi, serious gak makan?" Tanya Widia hati - hati ke Via. Saat Via masih di kamar mandi memakai make up standard Via.


"Pesen buah ajah bebih, Via takut gendut." Kata Via yang nyantai dan membuat tertawa Widia saat mendengar perkataan Via.


"Eh, kita bisa gak nih ngomong serious dulu?" Bales Widia yang sudah duduk di atas bath up kamar mandi.


"Pasti masalah Gerry?" Tebak Via ke Widia mengenai obrolan serious Widia.


Widia mulai mencari posisi yang enak untuk berbicara dengan Via dari hati ke hati. Kali ini Widia memasrahkan keputusan akhir kepada Gerry dan Via.


"Via gak mau terjadi salah paham, makanya Via berjarak dengan Gerry. Via udah banyak salah sama Gerry dan Claudia. Jadinya Via gak mau memisahkan mereka berdua." Kata Via yang sudah terisak dengan tangisan.


"Lalu, Gue tanya. Gerry sempet tidur sama elu gak Vi?" Tanya Widia hati-hati sekali.


"Sempat, dan setelah itu Via pergi ke Korea karena Via merasa tidak adil mematahkan banyak hati."


"Viaaaaa... Ini bukan masalah adil atau tidak? Kok Gerry pengecut? Via ngomong kalau Via suka sama Gerry?" Cecar Widia yang mulai emosi setelah Via menceritakan kronologi versi Via.


Namun nyata nya Widia merasa sesak di dalam dadanya, bahkan susah di ungkapkan dengan kata-kata. Via hanya nangis menundukan muka nya di tangan Widia sampai semua rasa beban berat hilang.


" Udah lah Vi, semua juga sudah selesai. Berarti sudah tidak ada yang harus di omongin kalau gitu."Bujuk Widia yang melihat Via sudah sesegukan nangisnya.


"Iyah, kita kan liburan bukan bahas yang sudah berlalu." Kata Via yang menghapus air matanya lalu memamerkan senyum nya yang ada lesung pipinya.


Merasa Via dan Widia tidak turun dari kamar, Gerry mulai menelpon Widia menanyakan Via baik-baik saja atau bagaimana? Namun pucuk di cinta ulam pun tiba. Widia dan Via akhirnya turun ke Restaurant yang ada di hotel.


"Selamat malam Pak Gerry, Ibu Via dan Bu Widia. Bagaimana ada yang kurang di kamarnya?" Tanya Erick saat bertemu dengan Via, Gerry dan Widia di Restaurant.


"Well overall, saya sih suka. Nona princess sepertinya suka." Kata Widia yang mencoba menurunkan keabsrud an Via kali ini.

__ADS_1


"Via suka, ada cuma nya nih. Jadi di kamar mandi tuh air panas ngga nyala. Lalu kamar mandi teralu mouldy banget, terus drainage juga ga jalan dengan baik. Jadi Via tadi sempat kepeleset juga karena bath mat nya gak ada." Kata Via yang sudah komen mengenai kamar lalu menunjukan bekas memar di jidatnya lumayan gede dan kebiruan seperti lebam. Erick yang melihat hasil jatuh Via, dengan sigap langsung minta izin ke Via untuk foto sebagai bukti kepada management.


Widia shock karena tadi merasa tidak ada apa-apa. Lalu kenapa bisa timbul bekas jatuh, Gerry yang menatap Widia heran lalu melihat Via yang sudah merubah mukanya menjadi sedikit ketus.


"Rick, gue sama Widia dan Via balik ke kamar yah. By the way, thank you yah for your kind action." Kata Gerry yang sudah paham Via mulai tidak nyaman sama sekali dengan kehadiran Erick saat makan malam di hotel. Erick merasa tidak enak hati lalu membiarkan mereka bertiga jalan kembali ke kamar.


"Thank you Ger. Via gak mau ada keributan yah. Lalu gak mau ribet harus kesana kemari. Kasihan juga sama pekerja hotel." Kata Via saat di dalam lift menuju kamar. Gerry hanya tersenyum dan memahami apa yang Via katakan.


Saat di kamar Via menyiapkan diri untuk besok explore Disneyland. Semua perlengkapan Disney characters sudah menjadi incaran Via saat ini. Perburuan kali ini akan seru, karena Via tinggal di Apartment sendiri. Karena merasa tidak enak hati sama Prof. Bjorn dan Prof. Cho yang mengizinkan Via tinggal bersama mereka. Ketika Via kembali ke Switzerland, Via pun mencari apartment untuk dirinya tinggal namun juga Via berjanji setiap Jumat akan pulang ke rumah Prof. Bjorn dan Prof. Cho sebagai tanda baktinya. Lalu semetara Erick langsung menelusuri complain Via ajukan kepada management di WhatsApp group kantor.


GM* : House Keeping monitor? FOM* Monitor? Marcomm* Monitor? Engineering Monitor?


All : Yes pak.


GM : Terkait info dari pak Erick. Mohon ditindak lanjuti. Saya tidak mau jika masalah ini tidak selesai!


All : Kami akan follow up dan infokan lebih lanjut.


Erick : Terima kasih kawan - kawan.


GM : Pak Erick, tolong tawarkan tindakan medis buat Bu Via.


GM : Info saya secepatnya.


GM: General Manager, FOM: Front Office Manager, Marcomm : Marketing Communications Manager.


Kali ini Via harus menepati janjinya dengan followersnya. Via pun sudah duduk manis dan sebentar lagi akan live di Pinstagram lewat akun pribadi Via.


"Halo Selamat malam, pagi, dan siang untuk setiap orang yang ada di belahan dunia mana pun." Sapa Via kepada followersnya.


Followers Via banyak menanyakan jidat Via yang memar dan terkesan lebam karena Via lupa menutupi dengan poni lemparnya.


Via mulai sesi tanya jawab dan terakhir ditutup dengan room tour kamar Via tempati. Tidak lupa Via menautkan akun Disneyland Resort untuk followers nya Via yang menanyakan dimana Via menginap.


"Buat kalian yang nanya apakah ini endorsement atau bukan. Via jawab yah kalau ini truly saya dibayarin ke dua sahabat saya, bukan endorsement dari mana pun. Jadi jika ingin bertanya - tanya tentang kamar yang Via nginep selama 3 hari. Please contact Disneyland Resort, mereka akan follow up." Kata Via menutup acara live di Pinstagram.


"Via, nyanyi dong sebelum berpisah." Teriak Widia yang mengkompori Follower Via yang akhirnya terkontaminasi oleh profokasi Widia.


"Maaf, nanti yah jika ada kesempatan saya nyanyi buat kalian." Balas Via dan benar - benar di akhiri oleh Via acara live di Pinstagram. Lalu menutup aplikasi Pinstagram, dan dengan sigap nya sprang admin, maka langsung admin nya akun Pinstagram Disneyland Resort merepost ulang mentioned an dari akun Via.


Erick melihat itu sebagai exposure gratis untuk perusahaan nya. Sehingga membuat diri nya semakin tidak enak dengan Via akibat kamar nya Via tidak maksimal. Jerias yang melihat live Pinstagram Via membuat Jerias menghubungi Erick yang masih duduk di kantor nya.

__ADS_1


Drrrrrrrrrttttttt Drrrrrrt... Telephone selulernya berdering namun enggan Erick mengangkatnya kali ini. Lagi-lagi dering telephone seluler Erick terus menggema. Mau tidak mau akhirnya Erick mengangkatnya...


"Rick, hebat lu. Bisa bikin Via komen bagus di live nya." Kata Jerias membuat Erick sedikit sumingrah mendengar pujian dari sahabatnya tersebut.


"Duh, kalau anak nya manja begitu gue nyerah ahk Jer."Jawab Erick yang menceritakan bahwa seorang Via susah sekali di tebak keinginan nya.


" Rick, gue pertama kali juga gitu. Via amat sangat pendiam. Setelah itu Via lah yang meyakin kan gue sama Widia. Makanya siapa tau elu sama Vika bisa bersatu." Sambung Jerias dan Erick hanya tersenyum ketika mendengar nama Vika disebut oleh Jerias, Vika adalah wanita yang Erick suka dari pertama kali bertemu saat di kampus Kesaktian Hotel Management Jakarta. Perkataan Jerias kali ini membuat Erick bernostalgia dengan Vika yang menganggapnya hanya teman sekaligus rekan kerja di hotel.


----------------------


Di lain pihak, 3 anak manusia berkutat pada kegiatan masing - masing acara.


Widia dan Gerry menghubungi pasangan masing-masing. Namun Via berhasil menyelinap keluar kamar untuk jalan-jalan disekitar hotel. Gerry menyadari Via tidak ada di kamar, akhirnya keluar untuk mencari Via. Lalu Gerry menemukan Via duduk manis di pinggiran kolam Dan menatap langit yang penuh dengan cahaya bintang.


"Vi, kamu gak tidur?" Tanya Gerry yang menghampiri Via saat duduk di pinggir kolam renang dan sambil menatap langit.


"Ini mau tidur." Balas Via yang akan beranjak pergi dari tempat duduknya.


"Well, Gerry minta maaf buat semua hal ini. Apakah kita bisa kembali ke awal?" Kata Gerry dengan mudah nya meluncur bebas dari mulut nya. Tanpa bersalah atas perbuatanya saat itu...


"Aku tidak bisa kembali ke awal Ger. Kita sudah ada pasangan masing-masing. Bukan begitu?" Kata Via yang memberikan penegasan dalam kata - kata lalu menanyakan kembali sebuah pertanyaan sehingga Gerry bingung untuk menjawab nya dan mengalihkan pembicaraan.


"Lalu kenapa kamu sama Dewin?" Tanya Gerry yang enggan menjawab pertanyaan Via sebelumnya.


"Setidaknya Dewin punya keberanian untuk memperjuangkan cintanya walau harus tragis berakhir." Jawab Via lalu pergi meninggalkan Gerry di pinggir kolam dan membuat Gerry mengingat masa dimana Gerry ribut besar sama Via.


Entah kekuatan dari mana Gerry meneriaki Via dengan kata-kata seolah Gerry adalah korban akibat ulah Via;


"Vii, karena masalah ini harus selesai. Gue suka sama elu dulu. Dan bener kata elu, bahwa itu bukan dosa. Tapi sekarang gue ada Claudia, ini dosa buat gue kalau gue terus membohongi Claudia dengan mengatakan kalau gue bisa menyukai dan mencintai Claudia..." Jerit Gerry hingga nafas nya tersengal - sengal.


"Lebih dosa lagi, jika kamu terus bersama Via lalu meninggalkan Claudia saat ini. Dengan alasan atau mengatas namakan ini cinta." Bala Via yang sudah mulai terpancing emosi.


"Tahukah kamu Ger! Via harus mengafirmasikan diri Via, bahwa Via akan baik - baik saja namun disaat yang sama juga Via membuat orang lain terluka. Bukan kah itu hanya memuaskan ego Via?" Sambung Via yang sudah meluapkan emosinya hingga Via tidak bisa mengontrol dirinya sendiri. Lalu memilih pergi meninggalkan Gerry seorang diri.


°


°


°


Like yah ceritanya, Love bukunya, lalu komen nya sebagai peninggalan jejaknya....

__ADS_1


__ADS_2