
Mendengar cerita verse Dewin dan menarik kesimpulan nya. Gerry mengambil keputusan buat untuk tidak ikut campur, namun merasa ada hak nya Dewin untuk menjelaskan kenapa semua begini.
Perjalanan pulang dan menenteng cereal anak - anak, seperti yang di perintahkan Claudia.
"Aku pulang." Teriak Gerry dan di hadiahi tatapan penuh amarah oleh Claudia karena menurut Claudia sangat aneh Gerry berbelanja sangat lama.
Namun diurungkan ketika melihat Gerry menaruh Cereal lalu mencuci tangan nya. Claudia mengambil cereal dan menaruh di laci - laci penyimpanan seperti biasa.
"Tumben lama, kamu nggak nyasar kan?" Tanya Claudia saat mengeluarkan roti panggang.
"Aku ketemu Dewin, ingin rasanya ku hajar. Entah mengapa kepalan tangan ku menahan emosi dan ego ku." Jawab Gerry seperti keran bocor saat ditanya sama Claudia.
"Terima kasih, kamu menahan emosi dan ego mu. Aku percaya itu sulit bagimu dan aku percaya kamu pasti bisa." Balas Claudia dan memeluk Gerry karena dia tahu ini perasaan tersulit.
Sejak Gerry melepaskan Via, Claudia berangsur - angsur pulih juga rasa trauma. Semua orang - orang sedang berjalan memulihkan diri sendiri. Gerry pun bersyukur Via dan Erick akan pindah ke Paris. Sehingga tidak perlu bertemu dengan Dewin yang saat ini bekerja di Bank of England.
Data tersebut dalam hitungan menit masuk ke tangan Gerry yang punya akses ke pemerintahan England, United Kingdom. Sehingga dengan mudah nya Gerry mendapatkan informasi yang sangat akurat. Mengenai sesuatu yang sangat rahasia di negara Inggris.
...----------------...
Waktu terus berjalan cepat tidak terasa anak - anak bertumbuh pesat. Bahkan Gerry menambah jagoan untuk menemani dirinya di rumah. Widia menambah putri cantik atas permintaan Jerias. Sementara Dickson menambah 2 jagoan yang luar biasa.
"Cia, Anya, Ben, Shasha, Bianca, Gerrard, Damien, Danny sini cepet mau foto kita." Teriak Gerry saat meminta photograper mengambil moment mereka.
Setelah duduk berbaris bagaikan keluarga besar dan sang primadona Dianne duduk ditengah. Iyah, hari ini kita merayakan kelulusan Dianne dari Harvard University dengan jurusan Hukum International seperti keinginan nya.
Dickson menitikan airmata saat duduk di bangku untuk di foto. Begitu juga Dyandra yang tidak lepas dari tissue mengelap airmatanya.
"Pokoknya aku akan ambil Hukum International tidak boleh tidak, suka tidak suka aku pasti ambil jurusan itu." Teriak Dianne saat menjawab Dyandra ketika memilih jurusan.
"Dianne, jangan gitu sama mamah!" Oceh Dickson udah nada tinggi.
"Dengar yah Daddy, aku akan kuliah itu tanpa bantuan Daddy. Pokoknya akan ku buktikan aku bisa!" Ancam Dianne yang membuat Dickson semakin shock.
Dickson melihat Dianne persis seperti dirinya saat muda. Begitu berambisi nya namun Dianne seperti Dyandra yang terus memegang teguh janjinya, Dianne mulai mengikuti proses pembukaan universitas. Di Harvard University slot sebagai mahasiswa sangat terbatas, dan apalagi untuk beasiswa. Dianne belajar terus tak kunjung lelah, bahkan mengalami penolakan sampai 5x masuk.
__ADS_1
Tapi tidak menyurutkan niat nya masuk ke jurusan tersebut, apalagi jalur beasiswa. Setelah 5x gagal dan 5 tahun terbuang. Akhirnya lulus juga dengan predikat summa cumlaude.
Lulus bersama dengan adik - adiknya yang menyelesaikan SMU di Elton College London.
"Ya, elaaah aki - aki pakai nangis segala. Malu woooiii..." Oceh Jerias sambil memberikan tissue kepada Dickson saat selesai photo bersama.
"Kagak, ini kelilipan." Sergah Dickson yang tidak mau harga diri sebagai bapack - bapack luntur.
Sementara seperti biasa Via menyiapkan makanan kesukaan mereka semua tanpa di bantu. Dan mereka pun langsung mengambil posisi jika sudah siap semua.
"Ayook makan..." Panggil Via dan memberikan code untuk makan semua.
Tanpa pikir panjang semua pada menyerbu meja makan tidak terkecuali sang photograper yang sudah menemani keluarga ini sejak lama. Jadi sudah mengerti tingkah dan kemauan mereka.
"Papah Jer, besok aku kerumah Anya yah?" Tanya Cia yang memohon kepada Jerias.
"Papah Jer akan kasih kalau papah Gerry ijinin." Jawab Jerias saat Cia meminta ijin.
"Aku dah bilang ayah dan bunda mau nginep di rumah nya Anya. Papah Jer.." Shasha pun tidak mau kalah..
"Ayah, belum info papah Jer. Suruh ayah ngomong sama papah Jer." Sambung Jerias ke Shasha.
"Yah, ampun. Gak nyangka yah ternyata anak - anak kita sudah SMU dan sebentar lagi kuliah."Kata Gerry saat duduk di balkon melihat musim panas datang.
"Iyah, gue belum siap anak gue di jemput sama lelaki." Curhat Erick yang pernah melihat Shasha mengidolakan band korea.
"Tapi yah, Rick. Si Ben kok makin kesini makin mirip Via." Ledek Gerry saat menunjukan Ben yang asik dengan buku.
Erick memandang wajah Ben yang sangat syahdu dengan buku nya. Memang benar sih Ben dengan kebiasaan nya selalu juara kelas dan berapa kali lompat kelas. Sehingga saat ini dia mengambil Business Management di Oxford University. Berbeda dengan Shasha lebih mengambil Food Engineering di Le Cordon Bleu College.
"By the way, gimana kita liburan? Udah lama nih kita nggak ngumpul." Usul Dickson mengajak touring mobil lagi.
"Boleh, tapi jalan biasa ajah. Udah nggak sanggup sama offroad." Timpal Jerias yang menunjukan mainan mobil baru nya.
"Wiiidiiiih, sexy banget itu Minni Roadster Cabriolet nya." Teriak Gerry yang seneng liat pantat demplon nya mainan Jerias.
__ADS_1
"Gass lah beli Cabriolet apa kita beli yang lain? Ini kan cocok buat musim panas ajah. Beli mobil listrik ajah yuk?" Kompor meleduk nya Gerry saat mencoba browsing mobil - mobil untuk touring.
Di sisi lain geng emak - emak pun tidak mau kalah dengan para bapack - bapack. Via mengeluarkan makanan cemilan untuk para emak - emak ini.
"Jadi kita mau arisan apa kita liburan?" Tanya Claudia saat mulai dengan pulpen dan kertas nya.
"Charity ajah, kita buat donasi ajah yuk." Ajak Widia ke para emak - emak.
"Bebiiih, please. Itu kantor aku juga dah sering yah..." Oceh Via saat mendengar usul Widia.
"Gimana kalau kita buat baju batik dan diberi label kita dan 20% penjualan kita sumbangin. 20% lagi untuk membina para wanita. Sisanya untuk operational si baju batik tersebut." Usul Dyandra dan semua pun mengangguk setuju.
Seperti biasa Via kebagian untuk pemasaran, dan penjualan karena mengingat artis nya geng emak - emak. Widia bagian legal dan administration, Claudia bagian keuangan, Dyandra bagian design dan produksi.
Keseruan mereka pun terus berlanjut hingga akhirnya mengorban kan Via untuk jadi modelnya. Lalu para anak perempuan mereka. Dianne, Cia, Anya, Bianca, Shasha menjadi sasaran Dyandra untuk jadi model.
Anya dan Bianca perpaduan Egyptian dan Batak Karo. Membuat para penggemar langsung membanjiri komen dan like saat baru beberapa detik di posting. Tidak disangka - sangka permintaan meledak saat di posting Via di akun Pinstagram nya. Dengan model anak - anak. Jelas saja, Ben dan Shasha jadi ikutan selebriti saat mereka punya akun media sosial. Terlebih Ben, yang ternyata fans cewek - cewek nya pada hardcore.
s
Rasanya puas begitu melihat antusias daripada para penggemar. Via pun akhirnya mengundang fans nya Ben saat Via mengunggah foto masa kecil Ben yang sangat imut.
Sontak membuat para fans Ben berkerumun di Pinstagram Via, sementara yang punya akun @Bentheravkids tidak mengeluarkan statetment apapun.
°
°
°
__ADS_1
°
Terima kasih telah menunggu cerita ini, like yah, comment, share, terus vote juga. 😍😍😍