Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : California, Ada Apa Dengan Mu?


__ADS_3

Pagi-pagi Via dan Widia juga Gerry sudah berkemas dengan barang - barang belanjaan nya masing - masing. Via duduk manis sambil menunggu Erick yang kali ini akan mengantar Via, Gerry, dan Widia pindah hotel. Dari Disneyland menuju downtown area California.


"Seriusan kali ini kita pisah kamar Wid?" Kata Gerry berusaha mengkonfirmasi apa yang baru saja di terima oleh Gerry.


"Yoiii, lagian nanti ada Erick yang akan nemenin elu kok." Kata Widia menengahi Gerry dan pikiranya saat ini.


Jelas dengan sedih Gerry harus menurut apa kata Widia. Via? hanya duduk manis sambil menunggu. Mereka bertiga tidak tahu akan di bawa ke hotel mana sama Erick. Menurut Widia ini hotel gratis, yah nurut - nurut saja.


"Yuk, udah semua kan?" Sapa Erick tiba - tiba saat bertemu dengan 3 anak bocah yang kelihatan nya hari ini akan diam.


"Thanks ya, Rick. Buat semuanya loh, kita diurusin sampai begini."Jawab Widia dan di ikuti oleh Gerry yang tersenyum.


" Vi, ijin nih kalau kamu boleh. Team Marcomm ku mau ngambil foto kamu dan, please promote boleh kan?" Bujuk Erick ke Via saat Erick mendekat ke Via. Widia melihat muka Via yang berubah dan...


Tidak lama Via sudah berpose dengan Mickey and Minnie Mouse. Tidak lupa juga Via mempromosikan Disneyland Resort sebagai tujuan wisata keluarga yang ramah lingkungan.


"Rick, seperti nya gue kudu berguru sama elu. Via kenapa mau yak?" Ledek Widia yang ternyata membuat Erick hanya tersenyum getir.


Lalu tidak lama Via datang menuju mobil, setelah berpamitan dengan jajaran management Disneyland Resort untuk melanjutkan liburan nya.


"Lain kali, Via gak mau yah Rick. Apalagi kalau kamarnya masih saja ada masalah. Itu pembohongan public lowh." Kata Via yang membuka kartunya ketika bersama Erick.


"Siap, kami akan memperbaiki kinerja management kedepan nya." Jawab Erick diplomatic dan tidak lupa berterima kasih sama Via yang sudah menyampaikan kepada management langsung.


Perjalanan dari Disneyland Resort menuju Beverly Hills Hotel selama 3 jam menggunakan mobil. Tidak lupa 3 orang ini mampir - mampir ke taman Yosemite National Park. Via yang sudah tidak mau keluar karena merasa takut. Lain hal dengan Gerry dan Widia yang kesenangan melihat alam pegunungan. Setelah mampir kesana, gantian Erick mengajak Via ke Disney Concert Hall di Hollywood. Via terpesona dengan design arsitektur nya. Di tambah ada penampilan YO YO Ma seorang Cellist terkenal, jelas saja Via tau. Karena Via pemain music classic, saat dari balita. Jadi sangat mengenal music classic belahan dunia mana pun.


"Suka yah Vi, bagaimana?" Tanya Erick yang sangat hati-hati dengan Via. Jelas ini sesuatu yang tidak mudah. Berbeda dengan Vika wanita super tangguh yang jarang suka music lebih menyukai alam.


"Suka banget Rick. Itu Yo Yo Ma, Via nge fans banget sama beliau. Kira-kira Via bisa tidak yak?" Jawab Via dan belum saja Via melanjutkan kata-kata. Tangan Erick menarik Via untuk kedalam dengan kartu ajaib yang dibawa Erick untuk masuk ke ruangan latihan Yo Yo Ma.


Via lagi-lagi menegang karena langsung berhadapan dengan idolanya sedari Via masih kecil. Jelas juga Via mengingat ini idola nya Dewin saat Via dan Dewin suka bermain piano bersama.


"Halo, Mr. Yo Yo Ma. Ini Via, dia teman saya dan sangat ingin sekali bermain music dengan anda. Apakah boleh?" Tanya Erick saat bertemu dengan Yo Yo Ma dan Widia juga Gerry terkejut.


"Oh, teman mu bisa main alat music apa?" Tanya Yo Yo Ma dan melirik Via yang sudah bergetar karena ketakutan akibat ulah nya Erick.


"Piano, dan dia bisa suara Falsetto." Jawab Erick dengan asal karena mengingat info yang Jerias kasih.


Dengan muka tersenyum Yo-Yo Ma mengajak Via untuk duduk di depan Piano Steinway and Son. Jantung Via pun mulai berdetak tidak karu-karuan dengan ritme debaran yang tidak lazimnya.


"Via, kita akan bermain Bach : Cello Suite No. 1 in G Major Prélude." Kata Yo-yo ma yang mencoba Via dengan mengetes lagu classic.


Via memulai memainkan piano nya, lalu mengikuti alunan music yang di mainland Yo-Yo Ma. Harmonisasi terasa kental sekali sehingga mereka seakan memainkan hanya untuk mereka berdua.


Yo-yo Ma segera mengganti lagu tanpa Via diberi kode atau aba-aba terlebih dahulu. Via sedikit kaget dan berusaha mengikuti lagu tersebut lalu...


"Ahaaa... Ini lagu You couldn't be cuter yang biasa aku mainin buat Ka Dewin.." Pikir Via dan tidak lama Via bernyanyi juga dengan suara falsetto hingga habis dan semua orang berdecak kagum. Widia dan Gerry tidak lupa mengabadikan lewat video dan siaran langsung di Pinstagram.


Erick dan team tidak mau ketinggalan dengan moment ini. Dengan sigap mereka mengeluarkan peralatan tempur mereka. Wajah maestro Yo-Yo Ma terlihat puas sekali. Bahkan melihat Via yang dengan lentik nya memainkan Piano tersebut.


Prooook... Prooook... Proookkk suara tepuk tangan dari banyak orang yang melihat pertunjukan dadakan tersebut.


"Kamu yakin tidak bisa memainkan music classic?" Tanya sang maestro Yo-Yo Ma saat beliau menaruh cello nya dan menghampiri Via.

__ADS_1


"Aku tidak pandai pak, bahkan sudah lama tidak main piano." Kata Via menjelaskan kalau Via sudah lama tidak bermain piano sejak kejadian kehilangan Renatha.


Sembari tersenyum sang maestro duduk dan memberikan kaset cd lagu terbaru buat Via beserta tanda tangan nya.


"Via, jika kamu ingin berkarir di music classic. Hubungi saya langsung, saya sangat terhormat jika kamu mau bergabung." Kata Yo-Yo Ma mengakhiri pembicaraan nya lalu pergi meninggalkan ruangan karena masih ada gladi resik untuk pertunjukan lain.


Via setelah melihat sang maestro pergi meninggalkan ruangan. Muka dan badan Via menegang, tak terasa bulir-bulir air mata nya jatoh dan memeluk Gerry yang saat mendekat ke arah Via. Tidak lama menyusul Widia yang mendekat membuat Via beralih pelukan lalu nangis semakin deras air matanya.


"Udah, keren banget tadi mini concertnya. Orang-orang semua suka banget loh." Kata Widia menenangkan Via saat memeluknya. Terdengar dengan jelas Via sesegukan.


"Tadi Via banyak salah lagunya. Via merasa gagal bebih." Bales Via yang sesegukan. Mata Widia memancarkan ketenangan buat Via. Lalu melirik Erick memberi tanda bahwa mereka sudah selesai.


Setelah selesai Erick membawa mereka untuk beristirahat di Beverly Hills Hotel. Muka Via senang sekali, dan menyusuri hotel tersebut. Erick melakukan proses check in lalu membagikan kunci kamar ke Widia dan Gerry.


"Oke, kalau gitu kita akan ketemu lagi saat makan malam. Kalian mau makan di Rodeo Drive apa mau di hotel saja?" Kata Erick yang menanyakan acara makan malam.


"Via mau salad buah ajah." Jawab Via yang terlihat lemas karena efek bertemu banyak orang.


"Jelas di Rodeo Drive dong." Kata Gerry dan Widia pun mengangguk setuju.


Erick mengikuti saran mereka berdua dan Via akan tinggal di hotel dengan segelas susu hangat dan salad buah. Gerry dan Widia berkemas secepatnya agar bisa menikmati makan malam di Restaurant Michelin nya Gordon Ramsay.


Saat di lobby hotel...


"Rick, besok kita kemana? Universal Studio yuk." Ajak Gerry penyuka Harry Potter.


"Iyah Rick, gue mau olahraga extreme nih." Kata Widia yang mulai ikutan.


"Justru karena Via nggak suka dengan Universal Studios. Makanya coba besok elu yang nanya." Jawab Widia yang berusaha meyakin kan Erick.


Ekspresi muka Erick langsung berubah dikala Gerry dan Widia meminta Erick untuk mengajak Via. Makan malam terseru karena Erick dan Widia ternyata 1 frekuensi. Erick mulai nyaman berteman dengan Widia dan Gerry. Kalau sama Via, Erick masih berusaha adaptasi.


Malam terasa memburu ke pagi. Via sudah bangun dan lari pagi. Yah, Via hobby jogging karena merasa itulah yang Via lakukan untuk olahraga. Via bertemu dengan Erick yang mengendarai scooter tua di taman.


Erick tidak menyia - nyia kan kesempatan emas ini untuk mengajak Via ke Universal Studios Hollywood. Dengan sedikit kepercayaan diri karena pasti tidak akan menolak pesona nya Erick kali ini...


"Morning Via" Sapa Erick yang berusaha mensejajarkan langkah kaki nya dengan Via.


"Hei, morniiiing. Jogging juga?" Balas Via dan menanyakan juga ke Erick.


"Iyah, biar sehat. Kerja di hotel harus selalu fit dengan jadwal jumping dan jumping." Kata Erick yang menjelaskan.


Via dan Erick akhirnya bertukar cerita seputar pekerjaan. Hingga masalah pribadinya Erick dengan Vika. Via hanya tersenyum mendengar cerita Erick dan Vika.


"Rick, cinta mu dan Vika tidak dosa loh. Coba kamu utarakan, siapa tahu Vika punya feeling yang sama." Kata Via lagi yang berusaha tidak menggurui Erick.


"Iyah, tapi takut malah merusak persahabatan." Kata Erick yang akhirnya duduk di pinggiran taman dekat dengan Erick memarkir scooter tua nya dan mengambil botol air minum.


"Rusak atau tidaknya hanya sebuah perasaan. Kalau tidak di coba mana kamu tahu, jika Vika sama orang yang salah bagaimana?" Kata Via lagi dan menatap muka Erick.


Jujur di hati Erick banyak pertanyaan sama Via, dan Erick masih laki-laki biasa juga normal. Melihat bibir Via yang menggoda sekali membuat Erick menelan saliva nya se sering mungkin.


"Hmm, yuk pulang. Kita kan mau ke Universal Studio." Ajak Erick dan diluar dugaan Via malah diam. Erick yang terus membereskan barang - barangnya dan.....

__ADS_1


Braaaakkk....


"Via tuh nggak suka ke Universal Studios. Kenapa harus kesana?" Jerit Via yang sudah membanting scooter Erick hingga tercebur ke kolam teratai.


"Yaaah si bul bul gueeeeeeeee..." Teriak Erick yang mendapati Scooter nya sudah masuk ke kolam.


Via melihat Erick lebih memperdulikan Scooter nya akhirnya pergi meninggalkan Erick yang minta tolong ke petugas taman. Tanpa menyadari Via sudah pergi. Karena merasa kesal dengan perkataan Erick, Via mulai jalan dan berakhir salah jalan.


"Aduuuh, ini telephone malah abis batre lagi." Gerutu Via yang menyesal ngambek. Via akhirnya berusaha mencari jalan menuju Beverly Hills hotel.


Setelah 30 menit akhirnya scooter Erick di tarik dan di bawa ke hotel. Erick yang kesal dengan perbuatan Via. Bersumpah akan memaki Via jika nanti bertemu dengan Via.


Namun saat di restaurant untuk breakfast...


"Rick, darimana?" Tanya Gerry yang mengolesi selai kacang di roti nya.


"Abis jogging, tadi juga ketemu Via." Bales Erick dengan nada suara yang datar namun menahan emosi.


"Trus si Via mana?" Tanya Widia dan Erick kaget karena semestinya Via sudah sampai terlebih dahulu. Pikir Erick saat di hujanin pertanyaan oleh 2 orang sahabatnya.


"Wah runyam ini... Kek nya Via nyasar deh." Kata Widia yang langsung ke kamar untuk mengambil telephone selulernya.


Benar saja yang menjadi kecemasan Widia. Via tidak bisa di hubungi sama sekali.


"Rick, gue nanya yah. Via tadi sama siapa?" Cecar Widia yang panik. Erick merasa tersudut dengan pandangan Gerry yang menghakimi.


"Tadi Via Marah sama gue, lalu dia banting Vespa gue sampe nyebur. Terus pergi deh dia.." Kata Erick menjelaskan kronologi kejadian Via belum pulang.


"Duuh, elu bahas apa sampe dia ngamuk?" Tanya Gerry penasaran dan mulai lebih sedikit tenang.


"Ngajak ke Universal Studios, eh dia ngambek." Kata Erick yang kesal karena inget scooternya harus di bengkel.


"Yah udah, scooter elu gue yang tanggung biayanya. Biar Gerry yang cari si Via." Kata Widia yang menahan ketawa karena ulah nya Erick.


Selama 8 jam Via belum balik, hingga akhirnya seorang polisi datang menanyakan keluarga Via.


"Saya pak. Kenapa dengan saudara saya?" Kata Widia saat ditanya sama polisi dan disuruh ikut mengidentifikasi. Wajah dan perasaan Widia menjadi kacau. Gerry dan Erick jadi tidak karuan, terlebih Erick yang merasa bersalah.


Sudah 45 menit Widia nunggu polisi tersebut dan akhirnya Via keluar dengan banyak orang-orang kantor kepolisian minta foto bersama Via. Fans Via ternyata ada guna nya yah disaat seperti ini.


"Yuk pulang" Kata Widia yang merasa lega melihat Via masih sehat dan ternyata batre telephone seluler nya dia habis. Via panik dan tidak bisa mikir akhirnya Via datang ke kantor polisi.


Via marah akan dirinya kenapa tidak hafal dengan nomor-nomor teman nya. Yang Via hafal nomor telephone seluler Dewin. Karena merasa gengsi Via akhirnya menyuruh polisi untuk datang ke hotel dimana Via nginep.






Yuk like ceritanya, trus love novelnya lalu di vote untuk dukung an nya. ;)

__ADS_1


__ADS_2