Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : Bukan Salah Jodoh


__ADS_3


Oma Via sudah menyiapkan breakfast dan ternyata kedatangan tamu special dari London juga. Siapa lagi kalau bukan Widia dan Jerias untuk makan bersama.


Via yang masih belum bangun tidur, membuat Widia datang ke kamar nya.


"Duuut, banguuuun." Teriak Widia yang membuat Via menggeliat ajah.


Via seperti mimpi mendengar suara Widia yang begitu di kenal nya. Mata Via membuka tipis-tipis dan benar saja, Widia ada di depan mata Via.


"Bebiiiiiiihhh..." Teriak Via menggema keseluruh ruangan. Sementara yang di bawah sudah pasrah dengan suara tersebut.


"Woooi, udah tua mestinya tahu diri. Bangun kesiangan." Suara Gerry dari WhatsApp Call Video.


"Haiii, Ayang." Sapa Via dan melihat Claudia sudah nangis karena baru melihat Via lagi.


"Kamu gak chat aku Vii." Tangis Claudia yang sudah di percaya itu karena hormone.


"Lupaaa... Nanti kita chat yak."Balas Via dan akhirnya Via menggosok giginya lalu turun ke bawah.


Di bawah sudah ada Erick, Jerias, Bunda dan Oma yang sedang makan pagi. Jerias dan Erick mengetahui kalau Via jago masak dari oma nya.


Widia dan Via akhirnya duduk dan menikmati makanan yang tersedia.


Erick menatap Via berkali-kali dan saat oma Via mengatakan kalau Erick akan berbicara serius. Membuat Via tersentak kaget karena omongan oma tersebut.


"Pagi ini, terima kasih semuanya sudah ngumpul dan senang sekali jika Jodoh saya sudah ketemu." Pembukaan kata dari Erick yang membuat Via bingung.


"Novia Heidy. Jujur saya tidak menyangka jika seorang Novia Heidy mampu merubuhkan masa lalu saya. Maka di depan orang tua mu, ijin kan saya melamar mu untuk menjadi ibu dari anak-anak kita nantinya."Kata Erick membuat Via nangis dan tidak bisa berkata apa-apa.


Erick mengeluarkan cincin yang sudah dipesan khusus dan dibawa khusus oleh Widia dari Paris, France ke Indonesia..


__ADS_1


"Harus di jawab sekarang nih?" Tanya Via yang sedikit bingung dan mengurangi rasa gugup.


"Iyah dong. Kalau kagak percuma gue berkorban ngambil tuh cincin kiki mos." Oceh Widia yang akhirnya Via mengulurkan tangan nya ke Erick untuk di pakaikan cincin.


Erick senang banget dan teriak - teriak "Via jawab Yes." Suasana rumah Via akhirnya ramai karena Via sudah menemukan tempat sebagai tulang rusuk yang hilang.


Erick mengupload cincin pertunangan dan menutup nama Via dengan tulisan "She Said Yes" dalam caption nya. Banyak orang memberikan ucapan selamat kepada Erick yang telah menemukan tulang rusuk yang hilang.



Erick juga mengupload tangan Via yang menggunakan cincin nya. Dengan caption "Bukan Salah Jodoh. Di penantian panjang pengharapan". Tidak terkecuali Dickson yang memberikan selamat kepada Erick yang telah menemukan tambatan hati.


"Thank you yah semua, yang di London thank you berat. Buat Jerias dan Widia, kalian awesome." Kata Erick saat berpidato. Erick mencium tangan Bunda nya Via dan oma nya Via sebagai tanda bakti.


Direct Message Erick penuh dari orang - orang International Hotel. Dimana memberikan selamat kepada Erick yang akhirnya menikah dengan Vika. Dimana diketahui kalau Vika menyukai Mickey Mouse. Berbeda dengan Vika yang terkaget melihat postingan Erick saat berlibur di Korea Selatan.


Drrrrrrrrrrrrrrrttttt... Drrrrrrrrrrrrrrrttttt whatsApp call dengan nama Navika Geraldine muncul. Dengan sedikit ceria. Erick pun menjawab pertanyaan Vika yang penasaran siapa cewek tersebut.


"Yah Vik, kenapa?"Sapa Erick yang termyata membuat Vika makin penasaran.


"Novia Heidy orang nya, akhirnya perjuangan gue dapet juga. Setelah di mentahin sama Via." Jawa. Erick yang membuat Vika terdiam.


Vika menutup telephone selulernya dan menuju kamar mandi. Membuka keran shower dan berdiri dibawah shower yang seakan hujan. Membuat Vika menangis mengeluarkan unek-uneknya saat ini. Kali ini Vika kalah telak dari seorang Novia Heidy si anak manja.


Menangis di bawah shower selama 2 jam akhirnya membuat Vika kelelahan dan berganti pakaian lalu tidur. Bunyi telephone selulernya hingga puluhan kali tidak membuat Vika bergeming untuk mengangkatnya.


"Tolong buka pintu kamar 20071." Kata Mike kepada staff nya.


"Baik pak. Akan kami bantu." Jawab Staff nya Mike yang bersama nya.


Mike sedikit panic yang sedari tadi menelphone Vika namun tidak ada jawaban. Selesai di buka, Mike menemukan Vika tertidur pulas lalu meminta staff untuk membuatkan Mike dan Vika makanan.


"Sepertinya ada yang habis nangis karena ada ingin menikah." Gumam Mike saat melihat Vika tertidur pulas.

__ADS_1


Makanan sudah diantarkan lalu Mike menaruh nya di meja kerja yang ada di kamar. Hampir setengah hari Vika tertidur dan perutnya terasa lapar. Beruntung ada Mike yang memberikan dirinya perhatian kepada Vika.


"Thank you Mike" Kata Vika yang membisiki Mike di tempat tidurnya.


Vika memakan nya dengan pikiran-pikiran melayang yang tadi siang Vika lihat di Pinstagram nya Erick. Vika merasa bodoh ketika mengetahui semuanya terlambat karena ke egoisan Vika.


Di Bandung suasana kegembiraan terpancar dari seisi keluarga. Erick pun sudah di perkenankan untuk memanggil oma dan bunda kepada orang tua Via. Setelah melamar Via, Erick meminta izin mengajak Via ke Jakarta untuk bertemu dengan orang tua Erick.


"Boleh saja, yuk sekali an ke karawang. Biar papahnya Via tahu calon mantunya." Kata oma yang menginfokan kepada Erick.


Erick pun menyetujui jika nanti mampir dulu untuk bertemu papah nya Via. Erick pun menanyakan kesukaan bunga papah nya Via. Jadi Erick tidak dengan tangan losing datang.


Via pun menjawab tidak ada yang special dari papahnya. Papah tidak suka dengan bunga lebih suka membaca. Sekali lagi Erick mengetahui hobi baca Via dari sang ayah.


"Iyaaaaahhhh... Ayoo bangun, kita harus ke papah dulu baru ke Jakarta." Teriak oma yang tidak terbantahkan kali ini.


"Siap oma, aku mandi dulu kalau begitu." Kata Via yang sedikit menggeliat dan akhirnya menggumpulkan nyawa nya menjadi 70%.


Perjalanan ke Karawang dari rumah Via 1,5 jam karena masih pagi. Erick dan Via menghadap sang ayah untuk meminta restu.


"Papah pasti senang kamu memperksnalkan mantunya." Puji Erick pada dirii sendiri.


Via hanya tersenyum dan membalas perkataan Erick dengan sebuah pelukan. Hangat dan membawa mereka berdua meneruskan perjalanan ke Jakarta membawa calon mantu kepada orang tua Erick yang sudah menanti kedatangan Via saat ini.


°


°


°


°


°

__ADS_1


Hayoooo terus comment, lalu like ceritanya dan Love novel nya juga Vote juga authornya. Cerita di Novel Hotelier adalah sambungan part-part kehidupan dari pada Erickson Hardjanto. Dukung juga yah ceritanya.


__ADS_2