Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : Bandung Here We Go!


__ADS_3

Pagi-pagi alarm telephone seluler Via berdering dan yang punya masih menggeliat. Setelah 3 menit menggeliat, Via langsung menuju kamar mandi dan mandi terlebih dahulu. Hari ini adalah hari terakhir berada di India.


Erick mendengar Via mandi, mata nya tertuju pada air mineral. Erick mulai mengumpulkan nyawa dan menanyakan 2 sahabat Via untuk menjadi saksi mereka.


Drrrrrrrrttt.... Drrrrrrtttt.... WhatsApp Group bergetar dari group Gerry dan Widia.


Gerry : Rick, gue sama Claudia nonton by Video call ajah.


Widia : Gue dah di Bandung nih. Elu dimana Rick?


Erick : Masih Transit pokoknya.


Widia dan Gerry : Okeh, Safe flight. Calon ipar beneran.


Senyuman Erick semakin mengembang ketika restu di tangan. Via sudah selesai mandi dan mulai berdandan. Erick pun segera mandi dan bersiap.


Setelah bersiap Erick dan Via menuju lobby yang sudah ada Satish dan keluarga nya. Satish menyediakan mobil limousine tua dan bersejarah.


Erick dan Via diantar ke Bandara Jaipur bersama dengan mereka. Satish sangat bercampur aduk hati nya ketika melepas Erick.



Begitu juga keluarga nya. Via baru kali ini melihat orang India sebaik mereka. Erick menggandeng Via karena takut hilang. Via berjalan dengan masker dan topi menuju boarding room. Dimana 20 menit lagi mereka akan lepas landas ke New Delhi, India.



"Pulang ke Bandung."Ucap Via kegirangan dan Erick hanya menarik topinya Via.


"Iyah bawel dah."Kata Erick menanggapi ucapan Via.


Pesawat yang mereka tumpangi akhirnya lepas landas dan menuju New Delhi. Disana sudah ada Quaresh yang akan menjemput mereka dan mengajak makan siang bersama.


Begitu sampai di New Delhi Airport, Via dan Erick di sambut oleh Loges Chandra dan Quaresh. Via memeluk Loges karena sudah lama tidak bertemu. Setelah memperkenalkan Erick, kami semua menuju restaurant. Lengkap dengan atribut United Nations, seperti kebiasaan Quaresh.


"Via, Traffic jam disini lebih gila daripada Jakarta." Kata Quaresh saat di restaurant India yang sangat terkenal sekali.


"Bagaimana Jaipur?" Tanya Loges yang sangat penasaran dengan Via.


"Cantik seperti mu Loges. Via suka sekali."Kata Via dan mulai menyantap makanan khas India ini.


"Kamu harus ke Kashmir, itu hampir sama seperti Switzerland." Kata Quaresh yang membuat Via penasaran.


Perbincangan orang-orang United Nations ternyata berat. Erick sesekali menimbrung dan ikut tercerahkan saat mendengar langsung. Ternyata tidak semua masalah dilihat dengan mudah, namun banyak factor harus di pertimbangkan.


Sehabis makan Via dan Erick melakukan foto-foto dan sedikit berbelanja.

__ADS_1



Perburuan oleh-oleh kali ini buat Gerry, Claudia, Widia dan Jerias. Sudah pasti mulut mereka lebih bawel daripada netizens Pinstagram Via.



Kali ini pilihan Via jatuh pada baju-baju Rajasthan yang ada di toko dekat restaurant. Via dan Gerry memberi banyak untuk teman-teman nya. Puas bebelanja kali ini. Via diantar langsung oleh Quarehs juga Loges ke Bandara


Indira Gandhi International Airport. Via berterima kasih sekali karena sudah di jamu dengan baik.


Erick pun berkata sama dan menuju pintu pesawat Thai Airways. Via disambut ramah karena penerbangan malam, akan ada 1 kali transit di Thailand dan baru ke Jakarta. Duduk di kursi business memang nyaman, tapi untuk sekelas Thai airways yang Via pilih karena selera makanan nya sama.



Via dan Erick dilayani dengan baik sama pramugari. Via memesan menu breakfast kali ini dengan makanan khas Thailand dan tidak lupa dengan Mango Sticky Rice. Perjalanan ke Bangkok memakan waktu 9 jam dan ke Jakarta 4 jam. Total perjalanan 13 jam. Menghabiskan waktu 9 jam penerbangan.


Via memilih tidur dan istirahat dengan baik sebelum tiba di Bangkok Suvarnabhumi Airport. Perasaan Via yang kaget saat Erick membetulkan selimut Via.


"Ahk, Thank you. Udah jam berapa?" Tanya Via yang tiba-tiba.


"Udah pagi. 1 jam lagi kita tiba di Bangkok. Kan transit nya lama, kamu mau makan apa?" Kata Erick.


"Sssst... Thai Airways punya menu enak-enak. Nanti di Bangkok kita jajan ajah Thai Tea."Kata Via yang mata nya berbinar ketika bilang Thai Tea dan Mango Sticky Rice.


Benar saja Via punya selera makan, kali ini memang tidak ada mango sticky rice. Via sangat bahagia. Karena makanan Thailand sangat mendekati Indonesia.


" Novia Heidy, saya penggemar kamu dari India. Boleh kah saya berfoto?" Tanya si cewek mengaku fans.


"Boleh, tapi saya masih makan?" Tolak Via halus tapi muka sang fans sudah sedih.


Via menyingkirkan makanan nya lalu mendekatkan muka nya agar bisa berfoto dengan sang penggemar.


"1x lagi Novia. Ini saya terlalu gemuk." Kata nya lalu Via pun mengikuti.


"Sudah yah, saya mau melanjutkan makan. Karena sebentar lagi kita akan landing." Kata Via dengan hati-hati.


Makan pagi Via pun langsung dihabiskan sehabis mungkin. Sang pramugari merasa kasihan melihat Via yang baru saja bangun dan di serbu penggemar nya.


Mendarat di Bangkok Suvarnabhumi Airport, sang pramugari menolong Via dan Eric untuk keluar terlebih dahulu dan diantar oleh mobil kecil. Menuju terminal 3 untuk pesawat transit ke Indonesia.



Via menatap masih ada waktu 3 jam untuk berburu Thai Tea dan Mango Sticky Rice. Diantar oleh Erick akhirnya Via mendapatkan si makanan hits tersebut dan memfoto nya. Namun sebelum itu terjadi. Via kaget karena banyak pesan masuk ke Direct Message Via..


"Sepertinya kamu Viral ada di Thailand. Nih si cewek tadi posting dan tag ke kamu." Kata Erick yang memberitahukan.

__ADS_1


"Hmn, aku kan bukan artis. Tapi mau gimana lagi?" Balas Via yang setidak nya berusaha baik.


Puas makan dan minum yang hits, Via duduk di lounge dan seperti biasa menunggu untuk terbang lagi. Karena 4 jam lagi menuju Jakarta dan 3 jam menuju Bandung yang akan di jemput sama supir oma.


Oma Via merasa senang karena sang cucu mau merayakan natal di rumah. Bahkan memperkenalkan teman nya. Perjalanan jalan-jalan kali ini Via banyak belajar dan moment yang tidak terlupakan.


"Kamu bahagia gak?" Tanya Erick saat melihat Via di bangku pesawat.


"Bahagia banget, bisa gak kita liburan bareng lagi yah." Kata Via yang menatap mata Erick dan senyuman khas Erick pun mengiyahkan.


"Kita mau liburan kemana lagi?" Tanya Erick yang menantang Via kali ini.


"Aku mau ke Mesir dan Yordania." Kata Via yang di angguki oleh Erick buat destinasi liburan ke depan.


Perjalanan 4 jam membuat Via dan Erick cukup kelelahan dari Bangkok menuju Jakarta. Sampai di Jakarta sudah malam dan Via mulai menyesuaikan body time di Jakarta. Erick pun memberitahukan Jerias kalau Via dan Erick sedang dalam perjalanan ke Bandung.


Jerias dan Widia sangat senang karena sebentar lagi akan ada pesta pernikahan. Antara Via dan Erick yang membuat Widia dan Gerry bebas tugas menenmani Via kalau ke Disneyland.


"Rick, bentar lagi kita sampai. Kata oma kamu tidur di kamar tamu. Tapi kita makan bareng dulu sama oma dan bunda." Kata Via memberitahukan nanti bagaimana.


"Siap. Nanti kita makan bareng yah."Balas Erick yang mencubit pipi Via.


Sesampainya di rumah Via dan terlihat wanita paruh baya yang masih cantik. Menyambut Via dan Erick.


"Ayo, kalian cuci tangan dan kaki. Lalu kita makan bersama." Ujar oma nya Via yang sekarang Erick mengerti darimana Via begitu juga.


"Oke omah." Jawab Via dan si wanita cantik itu mulai mencuci tangan dan kakinya dan duduk di meja.


Makan malam bersama keluarga Via tidak semenegangkan kata orang-orang. Oma dan bunda Via sangat Welcome dengan keberadaan Erick. Setelah Via naik ke atas untuk mandi, saat nya Erick berbicara serious dengan oma Via juga bunda nya Via.


"Jadi maksud kamu, ingin melamar si adek?" Kata oma yang mengulang kata-kata Erick tadi.


"Benar oma. Apakah berkenan?" Jawab Erick dan Erick pun merasakan gemetar hebat.


"Boleh dari kami berdua. Asal adek setuju, kita berdua merestui kalian." Jawab oma yang membuat Erick lega.


Erick menuju kamar tamu yang sudah dipersiapkan lalu mandi dan istirahat. Wajah Erick tidak bisa menyembunyikan rona kebahagiaan setelah mendapat rest dari orang tua Via.


"One step closers, calon Ny. Erickson Hardjanto." Kata Erick dalam hati dan terlelap karena kecapekan penerbangan yang panjang.


°


°


°

__ADS_1


°


Waaaah... Terima kasih atas dukungan nya, yuk tetap like buat ceritanya. Lalu di comment ceritanya, terus di love novel nya juga di vote author nya. Jangan bosen- bosen buat nunggu up nya. Cerita ini ada hubungan nya sama cerita novel Hotelier. Yuk dibaca juga...


__ADS_2