
Mendengar cerita Widia mengenai bagaimana Romi memperlakukan Widia dan informasi dari Fifi. Gerry pun mulai melakukan penyelidikan siapa Romi ini.
Sementara Romi yang ada di perancis sedikit kewalahan mencari Widia. Karena Widia masih status on vacation. Sementara sudah dicari kemana - mana.
"Kemungkinan Ini perempuan ada di tempat wanita kurang ajar itu." Bathin Romi.
Sepertinya batin Romi terhubung dengan Gerry yang menelepon nya.
Drrrrrrrrtttttt telephone Romi berdering. Dan muncul nama Gerry Putra. Tanpa basa basi, Romi....
"Widia dimana Ger?" Tanya Romi yang tidak ada basa basinya.
"Justru gue mau tanya, dimana Widia sekarang?" Tanya Gerry sedikit mengancam
"Ini juga gue lagi nyariin dia." Jawab Romi mengatur nada bicara agar bisa menjebak Gerry.
"Gue dapet informasi dari temen gue, kalau temen gue ketemu Widia di Bandara Dubai." Jawab Gerry yang mulai memancing Romi.
"Mana buktinya?" Tanya Romi yang menjebak Gerry kembali.
1 menit kemudian....
Gerry: Send IMG_1237
Romi: Mereka dimana sekarang?
Gerry: Justru itu gue nanya sama elu! Jangan sampai gue yang cari. KELAR HIDUP LU!
Romi: Maksud elu, gue diancam sekarang?
Gerry: Enggak, cuma di nasehatin.
Romi termenung membaca pesan BBM terakhir dari Gerry. Sedikit banyak nya mulai bingung dimana Widia.
Sementara di Geneva, Switzerland Widia, Gerry, Via, Yudha sibuk ngeberesin ruangan baru dormitory Via.
"Ciee kamar baru lebih gedean, kayaknya ada yang dapet naik jabatan nih." Ledek Gerry yang mengangkat barang - barang.
"Ooooh pantesan, kemarin sok sibuk." Ledek Widia yang menimpali Gerry.
Yudha melihat kelakuan Gerry dan Widia membuat nya tersenyum karena seperti anak SMU.
"Bebiiih... Ayaaaaangggg.... Jangan dimakanin. Kan, abis buat makan malam nya!" Teriak suara cempreng yang menggema ke seluruh area.
"Iyaaaah" Teriak balik Gerry dan Widia yang ketahuan ngemil makan malam.
Via yang sibuk merapikan ruangan dan merapikan meja makan. Via adalah orang yang perfectionist setiap millimetre nya harus sama. Via rela bangun tidur untuk membereskan bajunya, jika baju dalam lemarinya berantakan dan tidak sesuai warna nya.
"Selesaiiii.. Kalian semua mandi! kita makan malam yah." Kata Via sambil jalan menuju kamar nya.
Yah, kamar dormitory Via kali ini lebih besar dengan 2 kamar tidur terpisah. Dan ada ruang tamu dan dapur yang lebih besar. Setelah semua beres, Via keluar kamar dengan baju dress nya. Semua mata terkejut,
"Mau kondangan dimana neng?" Ledek Widia yang ketawa melihat Via yang dress up.
"Kita kan ulang tahun belum dirayain, Via dah bawa loh hadiah nya." Kata Via memelas dan seketika menyesal karena sudah dress up.
"Ucuuk Ucuuuuk kasian nya." Bales Gerry yang ikut ngeledek Via.
Ting toooooong tingggg tooooong
"Siapa pi? Elu ngundang segambreng?" Tanya Gerry yang bingung.
"Cuma Felly, Rusel sama Krishna ajah kok." Bales Via yang sambil jalan membuka pintu.
Dan keluar lah jeritan maut...
"Fiiiiiiifiiiiiiiii" Teriak 3 orang bikin ruangan heboh. Tidak lama Khrisna, Felly dan Russel datang sambil menutup kuping mereka.
Jelas teriakan cempreng mereka membuat gaduh seluruh dormitory.
"Temen - Temen, perkenalkan ini Felly, Rusel dan Krishna. Nah, genks ini kenalkan Yudhà, Claudia, Gerry, Widia dan Fifi. Lalu Via yang cantik.." Kata Via membuka pembicaraan. Semua terkejut lagi karena Via bisa ngomong lancar didepan orang banyak.
"Wih, sekarang bisa speech dia." Ledek Gerry kembali.
__ADS_1
"Gerry, ini kalau dia speech berarti deket semua." Timpal Widia yang ikutan ngeledek Via.
"Biar gitu juga Via lah yang paling cantik, sodara - sodara sekalian." Bela Yudha yang dibarengi teriakan Huuuu dari yang lain.
Makan malam kali ini luar biasa, semua ngumpul tidak terkecuali. Sebelum mengakhiri mereka semua berfoto bersama.
"Guys, bro and sist. Foto - foto sekarang jangan di posting di friendsbook.com yah." Pinta Gerry. Semua mengangguk setuju dengan permintaan Gerry.
"Viiii" Panggil Krishna dan Fifi serta Via menengok kearah panggilan tersebut.
"Yang mana?" Kata Widia yang ikut mendengarnya jadi ketawa.
"Via" Kata Krishna yang memberikan senyuman lebar.
Krishna menghampiri Via yang sedang sibuk membereskan meja agar terlihat rapih.
"Vi, ini pesanan nya si Becca yah." Kata Krishna yang memberikan list pesanan kue ke Via.
"Duuuuh, kayak nya laris manis tanjung kimpul nih." Teriak Fifi yang duduk di ruang tamu dengan Yudha dan lain nya.
"Yah, lumayan buat menggantikan biaya liburan kemarin. Yang di rendem ke kolam hiu." Bales Via.
Semua yang di ruang tamu ketawa karena mendengar Via curhat ke Fifi.
"Tapi, gue juga mau yah duthie pesen kue kering elu." Kata Fifi yang melanjutkan pembicaraan nya.
"Fi, harga nya Euro loh." Kata Gerry yang menyambung.
"Yaelah, Ger. Tenang dibayar lohhhh." Kata Fifi yang melempar bantal sofa ke muka Gerry.
"Maafin temen - temen Via yah, Krish, Fell, Sel. Mereka emang barbar dari dulu." Kata Via yang membungkusi pesanan Felly, dan Rusel.
Via mengeluarkan 2 Strawberry Short Cake dari Kulkas. Lalu mengeluarkan risoles untuk di goreng.
"Eh, gak usah di goreng Vi. Biar di goreng saat gue nyampe di rumah." Kata Rusel yang mencegah Via.
"Okay, Via bungkusin yah." Jawab Via yang mulai membungkusi makanan tersebut.
Setelah membungkusi pesanan kue dan risoles. Via pun menaruh potongan Strawberry Short Cake nya di ruang tamu.
Yah, tidak sampai 5 menit cake di meja sudah habis.
"Vi, si Mia mau pesen tuh kue. Cheese cake buat ulang tahun nya Pablo." Kata Rusel yang memberikan list pesanan dessert table ke Via.
"Wokeeh, nanti aku bikinin." Jawab Via ke Rusel sambil memberikan pesanan.
"Vi, congrats on your new job yak. Bakalan susah ngegosip sama elu lagi." Kata Rusel yang memberi selamat ke Via.
"Apaan sih, orang kita masih satu divisi juga. Beda meja doang..." Teriak Via ke Rusel yang sedikit menggoda Via.
Setelah mengemasi dan berberesan di dapur, serta melihat daftar pesanan yang ada. Via duduk disebelah Fifi yang memegang kue kering di tangan nya.
"Jadi sampingan nya tukang kue? hahaha" Ledek Fifi yang tidak berhenti makan kue kering speculas buatan Via.
"Iseng - iseng berhadiah." Jawab Via yang tiba - tiba menatap heran Fifi.
"Apa sih elu liatin gue begini?" Tanya Fifi menatap balik ke Via dengan mata kepo.
"Aku gak nyangka kamu makan nya banyak. By the way kok tumben kesini?" Kata Via sekaligus menanyakan balik ke Fifi.
Akhirnya Fifi bercerita kenapa dia dateng, dan bukan karena kepo juga. Merasa Widia butuh perlindungan hukum. Yudha yang mendengar nya ikut angkat suaranya.
" Wid, tuntut saja itu si Romi. Biar tahu diri dia, dia tuh lelaki apa banci?" Kata Yudha sedikit emosi.
"Banciiiiii" Via dan Fifi barengan menjawab.
"Ihk, kita flip flop loh Fi." Kata Via berbarengan.
Fifi yang mendengarnya geleng- geleng kepala dengan kelakuan Via.
"Dasar Bocah!" Kata Fifi yang di ikuti sama gelak tawa yang lain.
"Udah sakit perut gue. Udah ahk, besok si Yudha kan balik ke Indonesia. Ayo cepet tidur!" Perintah Gerry yang masih ketawa mengingat kelakuan Via.
__ADS_1
Setelah bercerita dengan lain, akhirnya mereka langsung menuju kamar. Untuk beristirahat karena besok Yudha akan balik ke Indonesia.
Via merasa bahagia bisa kembali ke rumah sendiri. Menatap langit - langit dan melayang pikiran ketika mengingat apa yang dipersiapkan untuk besok.
Pagi - pagi Via kembali berkutat dengan dapur untuk membuat sarapan. Dan satu per satu teman - teman mulai membuka mata karena mereka mencium sesuatu yang wangi. Dari arah dapur. Mereka melihat Via sedang berkutat dengan masakan lalu dengan cepat mereka merapikan barang - barang serta sarapan.
"Woooooh, giliran makan ajah pada cepet bangun nya." Oceh Via yang merapikan meja makan untuk sarapan pagi.
"Iyah lah. Kapan lagi dimasakin sama nyonya Ardrian Yudha." Teriak Fifi dari arah kamar dan mata Gerry juga Widia langsung mendelik.
"Sepertinya ada yang salah ngomong." Kata Claudia mencoba melerai tatapan Gerry dan Widia ke arah Via.
Fifi yang berjalan santai menuju meja makan lalu menarik bangku dan bergabung sama yang lain.
"Ini ada bau - bau perang nih." Kata Fifi dengan tanpa rasa bersalah. Lalu melihat sekeliling mulai menegang juga kepo.
"Kan Yudha pacar nya Weny." Kata Via yang juga tidak di sensor kalau ngomong.
Bruaaaaakkk
Yudha menyemprotkan makanan yang masuk kedalam mulut nya. Gerry dan Widia memasang muka makin kepo karena berita ini sudah hampir setahun menjadi misteri ilahi.
"Mana ada gue pacaran sama Weny, wah elu bikin pasaran gue turun." Kata Yudha memberikan klarifikasi mengenai goal Weny.
Yang berujung Via meledeknya dengan Fake boyfriend.
"Yah kali Via, gue sama Weny. Buset dah. Dia kemarin ngerjain gue punya skripsi, eh itu juga gue bayar yah." Lanjut Yudha yang meneruskan makan paginya.
"Lah siapa tau Yudh. Elu ganti selera setelah sama artis siapa tuh?" Kata Widia ke Yudha dengan sedikit menyindir.
Setelah makan pagi, mereka melepas Yudha ke airport. Lalu di lanjutkan jalan - jalan di Kota Bern, dan membeli beberapa keperluan untuk Via masak.
"Besok kan gue balik ke Amsterdam, bikinin yang banyak yah piduth ku." Kata Fifi yang mencubit pipi Via yang masih gembil.
"Iyah Fiiii." Kata Via yang melepas tangan Fifi yang mencubit pipinya. Tidak lupa Fifi meminta Via untuk memotret Fifi saat di Bern.
Setelah berjalan - jalan di Kota Bern, Widia melihat pesan dari Romi yang mengajak nya bertemu. Romi yang akhirnya mendapat kabar dari Widia.
Drrrrrt.... Pesan di BBM muncul...
Romi: Kamu dimana?
Widia: Aku? Masih berani kamu bertanya bang.
Romi: Ayo selesaikan masalah kita.
Widia: Sudah selesai saat di Dubai
Romi: Belum lah, mana ada begitu?
Widia: Jangan memancing diair keruh!
Tidak lama Widia memblock pin BBM Romi yang membuat Romi semakin emosi. Karena merasa harga dirinya di injak - injak.
Via yang melihat Widia yang murung langsung menariknya untuk bantuin memilih kulkas penyimpan kue - kue yang besok akan Via buat.
°
°
°
°
°
°
°
°
°
Please untuk di Like dan di comment yah 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1