Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : Penasaran Dengan Kamu


__ADS_3

Sehabis mengantar Via yang naik mini van bareng Vika. Erick bersiap memberesi barang nya dan kembali ke California. Dickson yang masih merasa risih dengan tindakan nya Erick akhirnya...


"Elu pacaran sama Via?" Tanya Dickson tanpa basa - basi dan to the point.


"Nggak, kan gue bilang dulu dia pernah liburan sama gue. Dia tuh tamu VVIP nya kantor gue dan calon brand ambassador nya kantor gue." Kata Erick yang tenang juga biasa ajah.


"Kok peluk-peluk begitu. Wajar yah kalau gue curiga kek begitu." Kata Dickson memojokan Erick yang membuat Erick akhirnya buka suara.


"Gue bilang kan, Via itu gak suka di agresifin. Ditambah anaknya itu suka insecure sama orang baru. Elu tuh boleh percaya boleh nggak, gue kenal sahabat nya 4 orang lagi di London. Yang salah satunya dulu client gue di Dubai." Kata Erick menjelaskan duduk permasalahan nya.


Dickson mendengarkan secara seksama cerita Erick ketika pertama kali ketemu Via. Pertama kali ketemu Via sangat-sangat tidak bersahabat dan sudah memakan korban vespa kesayangan Erick.


Wajah Dickson kembali merenung ternyata strategy dia salah. Malah membuat Via menjauh dan setelah mendengar obrolan Via bersama Erick mengenai menjual nama Thata. Akhirnya sadar kalau Erick bener-bener bantuin Dickson.


"Jadi saat ini Via bener-bener belum bisa buka hati?" Tanya Dickson setelah mendengar cerita Erick.


"Saat makan pagi, Via tuh sebenarnya suka ngobrol tapi karena elu mendominasi dan agresif juga tidak peka sama kode gue. Dia malah pergi kan." Jawab Erick yang sudah pasrah sama kelakuan Dickson.


Selsai berceramah dengan Dickson, Erick pun mengajak Dickson ke receptionist untuk pembayaran kamar hotel untuk check out lalu diteruskan oleh Dickson dengan garansi kartunya Dickson sendiri.


Perjalanan ke California selama 7 jam membuat Erick mengecheck Via sudah sampai mana. Beberapa kali Erick melihat muka Via saat makan malam berdua di gallery telephone selulernya. Erick mulai terbiasa dengan kehadiran Via yang hangat dan ceria. Namun belum bisa melupakan pribadi Vika yang dinamis namun tegas yang mencuri perhatian Erick setiap saat.


Di sisi lain Dickson merasa gelisah karena susah menghubungi Via untuk makan malam hari ini. Lalu beberapa kali mencoba menelephone nya namun tidak tersambung. Dickson mencoba ke bawah menemui receptionist menayakan kamar Novia Heidy. Sayang nya ketika receptionist melihat di system bahwa tamu VIP yang baru check out jadi informasinya tidak bisa di sampaikan kepada Dickson.


"Maaf pak, untuk nama tersebut kami tidak menemukan di dalam system kami. Apakah ada nama lain?" Tanya sang receptionist.


"Erickson Hardjanto. Coba?" Tanya Dickson mulai gelisah dan resah.


"Beliau baru tadi siang check out di gantikan bapak. Pak Erick hanya pesan 1 kamar suite saja pak." Balas reception tersebut lalu tidak lama Vika melihat Dickson di depan meja receptionist, akhirnya menghampiri Dickson.


Vika menanyakan ada masalah apa sehingga Dickson turun kebawah. Ketika Vika menghampiri akhirnya Dickson ingat kalau Vika tadi bersama dengan Via.


"Hi, Vik. Sorry agak personal. Tadi Via kemana yah? Gue berusaha nyari dia sih." Tanya Dickson setelah basa - basi sama Vika.


"Oh, Bu Novia Heidy kita anter ke kantor lalu kita over handle sama team nya. Jadi saya kurang tahu kalau bu Novia Heidy dimana?" Kata Vika mencoba menjelaskan secara professional kerja.


Dickson kaget dan sepertinya pengorbanan dia kali ini sia-sia. Dickson memesan ticket ke California buat besok dan menginfokan bagian Reception kalau besok Dickson akan check out.


Setelah berberesan Erick melihat telephone Selulernya dan melihat 50 panggilan masuk dari Dickson. Dugaan Erick mengatakan bahwa Dickson mencari Via saat ini.


Drrrrrrrrttt Drrrrrrrrttt WhatsApp call bergetar tertulis di layar nama Dickson Wicaksono.

__ADS_1


"Yah, halo." Jawab Erick yang sudah menduga nya.


"Besok gue ke California. Share alamat apartment elu." Kata Dickson tanpa basa - basi lagi.


"Okeh, gue share yah." Kata Erick mengakhiri sambungan telephone dengan Dickson.


Alamat apartment nya Erick sudah di kasih ke Dickson, dan ticket pesawat serta penjemputan pun sudah di persiakan oleh Dickson.


Pagi- pagi Dickson bersiap untuk check out menuju bandara dan siap terbang ke California. 7 jam perjalanan membuat Dickson kecapekan dan jetlag semakin parah. Namun tidak separah hatinya yang sedang bimbang.


Dickson sampai di Los Angeles, California sore hari. Langsung menuju ke apartment nya Erick yang dekat dengan kantornya Erick. Sampai disana Dickson menghubungi Erick yang baru saja sampai dari kantor.


Drrrrrtttt Drrrrrtttt WhatsApp call berbunyi dan nama Dickson Wicaksono keluar.


"Gue dah di depan Apartments elu nih." Kata Dickson yang ada di luar.


"Bentar gue turun." Jawab Erick dan bergegas ke bawah menemui Dickson yang sudah ada di lobby apartment nya.


Karena kecapekan Dickson merebahkan diri di sofa Erick. Kamar apartment Erick seperti rumah pasangan muda. Sepertinya Erick sangat siap untuk membina rumah tangga.


"Cewek elu dimana Rick. Kenalan kali sama sohib elu nih." Ledek Dickson saat Erick mempersiapkan makan malam.


"Nanti kalau cewek gue gak sibuk yah di kantornya." Jawab Erick sekedarnya karena malas meladeni rasa cemburu Dickson.


"Halooo my broo..." Teriak Jerias saat di video call dan terlihat seperti nya subuh di London.


"Yes broo." Jawab Erick yang tangan nya masih memasak.


"Eh, calon ipar. Gue dan istri gue mau ngejutin cewek elu nih." Ledek Jerias yang membuat Erick bingung.


"Weiits.. Elu di US?" Tanya Erick kebingungan dan...


"Bebiiiih and Jeriasssssss.." Suara cempreng Via menggema kemana-mana.


Erick masih melotot kearah television dan menunggu mereka selesai ngobrol. Dickson kaget melihat Via masih lengkap pakai baju tidurnya dan tanpa make up.


"Wooy ma broo. Nih, muka cewek elu yang abis baru bangun tidur." Ledek Jerias ngasal dan Erick tidak bisa berkata apa-apa.


"Hi, Rick. Mulut nya Jerias minta di sekolahin." Kata-kata Via yang khas cempreng baru bangun tidur.


"Udah, putusin Vika. Sama sodara gue ajah nih. Gue, Gerry, Claudia juga bini gue setuju kalau elu nikah ama Via."Kata Jerias yang tidak ada saringan nya.

__ADS_1


" Hahaha. Sumpah lu? Nanti kepala gue di sleding lagi sama Gerry." Ledek Erick karena sudah tahu kalau Jerias suka bercanda.


"Via, disini ada Dickson nih. Say hello dong." Teriak Erick lagi dan di say hello sama Via.


Tetapi Via malah sibuk berbicara dengan Widia. Diskon yang mendengar percakapan tersebut dan di kenalin sama Jerias dan Widia. Perjalanan kisah cinta Dickson dan Via tidak lah gampang. Tidak berarti kisah mereka tidak bisa di perjuangkan.


Selesai memasak Erick merapikan meja makan dan mulai mengajak makan Dickson. Muka Dickson sedikit kusut yang membuat Erick sedikit bersalah karena gaya bercanda nya Jerias.


"Gue pacaran sama Vika, Jerias client gue ketika di Dubai." Kata Erick membohongi Dickson walau sebenarnya hati Erick mengalami dilemma.


"Itu tadi temen-temen nya Via?" Tanya Dickson secara seksama.


Entah apa yang ada di kepala Dickson membuat nya ingin segera menarik Via menjadi kekasihnya. Keinginan Dickson semakin menggebu-gebu karena merasa hanya Via yang susah Dickson dapatkan.


Selama seminggu ini Dickson berusaha menghubungi Via melalui WhatsApp message dan hasilnya. Via hanya membalas seperti orang yang ogah-ogahan.


Dickson : Aku boleh ke Geneva mengunjungi kamu gak?


Via : Tidak


Dickson : Kamu sibuk banget?


Via : Iyah.


Jawaban demi jawaban yang praktis membuat Dickson semakin penasaran dengan Via. Tapi dilain pihak Widia sedikit kepo dengan Via.


Seperti makan siang di hari minggu saat berada di apartment Via. Apartment yang tidak terlalu besar namun menghadap kearah danau Geneva.



Widia duduk manis selama Via mempersiapkan makan siang. Sesuai dengan tatanan yang Via ingin kan. Sesekali Widia menggoda Via dengan nama Nyonya Erickson membuat pipi Via yang tembam itu sedikit memerah.


"Sepertinya ada yang kasmaran nih."Kata Widia ke Jerias yang mengiyakan perkataan sang istri.


Makan siang dengan masakan Via yang sudah pasti enak. Membuat Jerias menambah makanan nya terus. Tidak terkecuali dengan Widia, dan gara-gara itu yang berada di Manchester City pun ikutan marah karena mereka hanya bisa lihat di Video call saja.


°


°


°

__ADS_1


°


Haloooo, Yuk kita like ceritanya. Terus love novel nya, dan comment ceritanya juga vote buat author nya. Terima kasih!


__ADS_2