
Perjalanan dari Garden Route menuju tempat berikut nya yaitu ke Night Safari di Taman National Kruger. Perjalanan menuju kesana memakan waktu 3 jam.
"Akuaaaa, derengdenggdeng..." Teriak Via di dalam mini bus.
"Akuaaaaa.... derengdengdenggg... Eh kalian nyanyi kalah lowh." Kata Via sekali lagi, dan semua orangey mobil pada ketawa karena ini pertanda Via sudah bosan.
"Berati saya kalah?" Tanya Akua yang tiba - tiba dan semua mata tertuju pada Akua.
"Vi, stop ahk berisik." Gerry yang terganggu dengan suara Via yang cempreng banget.
"Iyah, Akua kalau kamu nyanyi kalah. Via bosen Geeee." Kata Via yang sudah kebosanan, dan mulai ngambek karena perjalanan belum sampai.
Widia mulai sibuk mencari sesuatu, lalu tidak lama berselang Gerry pun mencari sesuatu. Ini adalah tidakan penyelamatan pertama dikala situasi darurat.
"Ahaaaa... Aku menemukan nya." Teriak Widia.
"Kasih Wid, kalau nggak berisik." Kata Gerry yang lega akhirnya.
"Viiii, ini susu. Tangkep!" Kata Widia yang melempar sekotak besar ke Via.
"Okay! Maamaciwww bebiiih." Kata Via yang sudah sumingrah mukanya.
Tidak lama suasana kembali hening dan 30 menit itu sangat berharga saat ini. Akhirnya sampai juga di taman national Kruger. Begitu masuk gerbang, Claudia dan yang lain semua siap - siap dengan kameranya. Melewati pintu gerbang pertama ada sebuah rumah yang dimana diperuntukan oleh pengunjung untuk mengikuti Night Safari.
Toook.. Toookkk...
"Perkenalkan nama saya Mbita Pili Kowali. Saya guide sekaligus supir kalian nanti." Kata Pili yang memperkenalkan diri ke rombongan.
"Baiklah, ada pertanyaan lain?" Sambung Pili lagi.
Karena tidak ada pertanyaan yang ada, mereka memulai perjalanan. Via yang exited karena ini perjalanan pertama kalinya.
Namun...
Raaaaawwwwkkkk....
Seekor singa betina tiba-tiba melompat ke atas kap mobil. Semua teriak dengan latah yang membuat tertawa.
"Eh mati, kamu goblok" Via mengeluarkan kata - kata.
"Eh Monyet monyet" Widia juga ikutan dengan latah.
"Tenang - tenang, Jangan memancing dengan cahaya lampu." Kata Pili yang menenangkan keadaan.
Setelah 15 menit akhirnya mereka tenang dan singa betina kembali turun. Perjalanan kembali dilanjutkan.
"Arrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrgggggghhhk" Via kembali teriak. Ketika singa Jantan besar disebelahnya dan seperti biasa nangis terlebih dahulu.
"Ohhhh goodness." Teriak Gerry muka pada panik.
"Pi, diem dulu. Elu teriak malah memancing keluar semua." Teriak Widia dari belakang bangku Via.
"Pulaaaang, ayooo pulaaaaaaang." Kata Via sambil sesegukan dan memohon.
__ADS_1
"Ini baru setengah duth." Kata Widia yang memberitahukan Via.
Dengan muka memelas akhirnya Via mengikuti Wiidia jalan. Tidak lama Via teriak histeris karena melihat singa betina lain nya.
Entah kesempatan dalam kesempitan Yudha memeluk Via. Biar tidak teriak lebih lanjut dan mengundang bahaya. Setelah kejadian dengan singa betina dan jantan akhirnya tenang juga. Lalu rombongan pun melanjutkan perjalanan.
Setelah melewati kawanan buas, sekarang memasuki kawasan gajah Afrika. Keadaan tenang tiba - tiba mencekam dikala mobil digoyang oleh gajah dari arah belakang.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaarghkkk" teriak semua orang yang ada di mobil.
"Adoooohhh..." Teriak Gerry yang terbentur sama bangku depan.
"Wasalam ini mah kita." Kata Yudha yang juga sudah panik dengan situasi yang ada.
"Pili kita gas kencang ajah mobil." Teriak Widia member komando.
Tanpa berfikir panjang Pili memacu mobil dengan kencang. Namun dibelakang segerombolan gajah mengikuti mobil mereka.
Dengan terbirit - birit mobil di pacu dengan kencang.
Akhirnya mereka sampai di gerbang keluar dan gajah - gajah pun sudah tidak mengejar.
"Jantung Via seakan berolahraga banget." Kata Via yang memegang dada sebelah kiri.
"Tenang kita sudah aman di cottage ini. Sekarang saya pamit undur diri." Kata Pili yang menyudahi pekerjaan nya lalu mengajak rombongan untuk mandi, dan makan pagi.
Suasana makan pagi di Afrika seru, bisa berinteraksi dengan alam dan juga hewan liar. Udara saat ini hanya 18° membuat yang lain terasa sejuk.
"Gimana Via, masih hidup?" Ledek Romi yang berusaha mengakrabkan diri.
"Yah, sabar bro! Via emang begitu kok." Kata Gerry yang memberi pengertian ke Romi. Yang mendengar obrolan Via dan Romi saat di meja makan.
"Iyah bang. Kan aku bilang, Via itu unik dan sensitive." Kata Widia yang menimpali dan menepuk pundak Romi ketika mendekat kearah Romi.
Romi yang tadi nya shock, merasa Via kurang sopan dan cenderung kurang ajar. Romi menghampiri Widia yang sedang membereskan baju bekas mandi dan bersiap menuju tempat selanjutnya Johannesburg, Table Mountain.
"Wid, temen kau kurang sopan banget. Masa kata - katanya kasar." Kata Romi membuka pembicaraan dengan logat bataknya yang kental.
"Well, Via nggak akan berkata seperti itu kalau abang gak mulai." Kata Widia yang membela Via.
"Abang cuma bertanya dek. Masa dijawab kasar sama dia." Kata Romi membela diri.
"Abang, adek kan sudah bilang yah. Kalau abang tuh harus sabar dulu sama Via. Jangan main ngobrol sama Via, nah sekarang jadi nya begini." Kata Widia menjelaskan keadaan.
"Se special apa sih dia, dek. Dia kan lebih muda dek dari abang?" Oceh Romi yang sudah mulai meninggi.
"Bang, Via itu kepekaan nya dalem banget. Adek belum siap bang kalau nanti dia tiba - tiba bilang, sesuatu yang buruk." Kata Widia yang menutup pintu kamar dan duduk disebelah nya Romi.
"Ahk, abang tak percaya dengan hal-hal mistik dek." Kata Romi yang masih bingung dan berusaha mencerna kata - kata yang Widia omongin.
Widia lebih melanjutkan persiapan ke Table Mountain yang perjalanan nya menantang jiwa petualang. Gerry yang memejamkan mata karena kelelahan dan sementara Via yang duduk di teras memandang keluar melihat alam bebas.
"Seandainya Willi disini pasti seru. Via dengerin cerita - cerita konyol nya." Kata Via yang mulai membatin karena teringat Willi.
__ADS_1
Sementara saat masuk ke kamar Yudha melihat Via yang memegang hadiah dari Willi sedikit cemburu. Namun diurungkan niat untuk berulah saat ini.
"Viii, udah makan?" Tanya Yudha saat medekati Via dan berpura- pura tidak melihat apa yang Via pegang.
"Udah! Kenyang banget." Jawab Via yang kaget ada suara Yudha.
Istirahat telah usai, sekarang waktunya perjalanan menuju Table Mountain yang terkenal indah tiada duanya. Rombongan kembali menaiki mini bus yang sudah disediakan oleh Akua.
Perjalanan panjang ini semua sudah mempersiapkan diri. Apalagi Via yang punya segudang masalah dengan perut dan makanan. Jadi tidak boleh sembarangan Via makan.
"Baiklah, sekarang kita akan menuju Table Mountain lalu di lanjutkan ke Robben Island." Kata Akua memberitahukan itinerary selanjutnya.
Tampaknya rombongan sudah kehilangan suara akibat dikejar oleh gajah Afrika. Widia dan Gerry dari tadi ribut dengan pemandangan indah yang disuguhkan oleh Afrika selatan tiada duanya.
Selama perjalanan dikawal oleh polisi dengan alasan keamanan. Yah, kota Johannesburg, South Africa adalah kota nomor 2 yang tingkat criminalitas nya tinggi.
Via yang asik mendengar mp3 nya, sehingga asik dengan dunia nya sendiri. Perjalanan 5 jam tidak terasa akhirnya sampai di Villa Oddesy dan segera rombongan masuk ke Villa dan berburu foto sebelum matahari pergi.
Yudha asik mengabadikan Via yang sedang mengambil foto untuk dia tulis dalam blog post nya. Dan seperti Via, yang lain sibuk dengan kegiatan mereka masing - masing.
Makan malam sudah siap, dengan makanan khas Afrika selatan. Via melihat dengan kegirangan karena terlihat lezat.
"Ehhhhhhh... VIA VIA." Teriak Gerry dan Widia berbarengan saat melihat Via sudah manis di kursi makan nya dia.
"Via mau coba!" Rengek Via yang ingin banget mencicipi masakan tersebut.
"Lebih baik menurut, Via emang gak boleh makan apa saja?" Kata Ibu yang menyiapkan makan malam.
"Bumbu pedas dan yang menyengat." Kata Widia yang memberitahukan makanan yang Via boleh makan.
"Tunggu sebentar yah, saya masakan. Pasti Via suka." Kata Ibu tadi dan kembali ke dapur menyiapkan makanan untuk Via.
Sementara Gerry dan Widia menikmati makanan yang tersedia. Lalu tidak lama Romi pun ikut bergabung. Yudha melihat meja makan sudah penuh memilih kursi pinggir dan Ibu tadi menghampiri Via yang berada disebelah Yudha.
"Perkenalkan nama saya Yosepelina Cadhala Brihii."Kata Ibu tadi memperkenalkan diri ke Via tanpa basa basi.
"Nama saya Novia Heidy" Kata Via dengan muka tersenyum dan mengambil makanan yang di sediakan.
"Anak manis, yang keras kepala dan special. Akhirnya kamu datang juga." Kata Cadhala saat duduk disamping Via.
Via yang merasa aneh dengan tatapan Cadhala akhirnya memutuskan untuk mengahbiskan nasi having yang enaaak sekali. Dan setelah makan malam Akua menjemput semua orang yang habis makan malam. Akua melihat Ibunya memandangi Via sampai ingin memilikinya.
"Via, selain kamu ada siapa lagi yang tanggal lahirnya sama?" Tanya Cadhala bertanya.
"Gerry dan Widia" Jawab Via yang sudah disorot oleh Cadhala saat melihat Via, di rumah Cadhala.
Muka Via yang lucu membuat gemes Cadhala, lalu Via melihat muka Cadhala yang gemes.
"Tangan kanan Via mana?" Kata Cadhala yang penasaran dengan Via.
"Inih, jawab Via yang memberikan tangan kanan nya yang bergaris lurus.
Cadhala langsung memanggil Via ke dalam dan melihat tangan kirinya. Semakin heran lah muka Cadhala yang sudah kebingungan menjelaskan semua yang terjadi.
__ADS_1
*Please Comment and Like yah. Vote juga dong."