Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : Switzerland My Winter Wonderland


__ADS_3

Via memperhatikan Erick yang sepertinya kelaparan karena cuaca dingin Geneva. Setelah Erick menghabiskan 3 mangkok soup, Via menyiapjan kudapan manis. Salad buah dengan toping keju susu diatasnya.



Erick menghabiskan makanan yang Via sajikan, sangking heran nya. Akhirnya membuat Via penasaran dengan apa yang Erick lakukan.


"Enak?" Tanya Via yang memandang muka Erick


"Banget, lama-lama aku gendut kayak Jerias." Kata Erick yang mengunyah makanan nya.


"Kirain lapar, jadi nya begini." Goda Via membuat Erick sedikit malu mendengarnya.


Sehabis makan malam Erick dan Via duduk di ruang tamu. Via mulai berceloteh besok akan membawa Erick picnic di danau. Via akan masak, jadi besok pagi Erick harus menemani Via ke pasar sebentar.


Erick menyetujui yang Via buat, karena Erick belum pernah ke Switzerland. Dan ini baru pertama kalinya. Via mulai menyusun itinerary buat besok, Erick bagian approval saja.


Via yang begitu detail selalu menanyakan apa yang Erick mau kunjungi. Bukan berdasarkan apa yang Via mau. Akhirnya Erick menatap Via yang begitu antusias.


"Sekalian susun buat ke Jaipur, India yuk." Tanya Erick harap-harap cemas.


"Serious, jadi?" Kata Via dan langsung mengeluarkan tablet selulernya dan mulai menyusun itinerary ke Jaipur, India.


Kesibukan Via yang mulai mencari tempat wisata yang Erick suka dan Via suka akhirnya membuat rasa kagum yang Erick lihat menjadi rasa cinta ke Via. Namun keberanian Erick belum seutuhnya kumpul.


"Kita mau kemana lagi, Rick kalau ini sudah?" Kata Via yang menanyakan tempat wisata mana lagi yang Erick ingin kunjungi.


"Aku mau kamu nyaman, aku ikut saja." Kata Erick yang entah mengapa meluncur bebas dari mulutnya Erick.


2 jam berkutat pada itinerary yang membuat Via dan Erick saling melengkapi. Erick merasa berbeda dan merasa lebih dihargai ketika bersama Via. Berbeda dengan Vika yang membuat nya terlena karena nyaman dengan kehebatan Vika mengatur jadwal liburan.


Dimana semua destinasi liburan yang hanya Vika suka bukan Erick suka. Berbeda dengan Via yang menanyakan dengan detail apa yang Erick suka, mau pakai transportasi apa, hingga memilih tour guide yang akan akan membawa mereka.


Semua melibatkan Erick dalam mengambil keputusan. Karena hari semakin larut Erick membiarkan Via untuk tetap memilih yang membuatnya nyaman.


"Besok sambil picnic kita lanjutin yah. Kamu istirahat ajah dulu." Kata Via saat selesai memilih hotel di Jaipur, India.


Via ke dapur menyiapkan bahan makanan buat besok pagi, dan Erick masuk ke kamar tidur tamu lalu memberikan pesan ke Jerias.


Drrrrrttttt.... Drrrrrttttt WhatsApp Jerias bergetar dan keluar nama Erickson Hardjanto.


Erick : Kalau gue suka sama Via, apakah elu marah?

__ADS_1


Jerias : Nggak, tapi jangan sakiti Via.


Erick : Gue gak sanggup menyakiti Via.


Jerias : Tapi elu tau kan masa lalu nya Via?


Erick : Tau, gue gak akan se berengsek mantan nya itu. Dan gue tidak sepengecut Gerry ataupun tidak se arogan Willy.


Jerias : Bagus kalau tau, tapi apakah Via suka ama elu?


Erick : Sepertinya tidak. Tapi setidaknya gue akan jujur sama dia.


Jerias : Semangat!


Mendapat dukungan dari Jerias membuat Erick semakin percaya diri. Erick pun meminta oersetujuan dari Widia dan Gerry di group yang tidak ada Via. Gerry dan Widia menyambut baik niatan Erick lalu memberikan dukungan nya untuk mendapatkan Via.


Istirahat kali ini sangat menyenangkan buat Erick yang sedang memulai liburan panjang nya. Pagi-pagi Erick menepagi janjinya dengan bangun lebih dahulu ternyata kalah sama Via yang sudah bersiap di dapur dengan mempersiapkan bahan-bahan.


Via melihat Erick yang sudah bangun mengajak Erick untuk ke pasar membeli daging salem. Yes, daging salem untuk sandwich yang Via buat dan Via masih memerlukan bahan makanan lain nya.


Seketika Erick merasa seperti sepasang suami dan istri. Membuatnya teringat dengan mama dan papanya yang kemana-mana selalu berdua.


"Jadi kangen sama mama dan papa di Indonesia." Kata Erick dalam hati.


Selesai masak Via mengajak Erick untuk bersiap-siap. Erick pun menuruti Via yang sudah bersusah payah menyiapkan makanan untuk Erick.



Sepanjang jalan menuju gunung Alpen Via dan Erick menceritakan diri masing - masing. Seolah mereka sudah resmi pacaran. Via teryata lebih terbuka lagi ketika memang sudah dekat.


1 jam perjalanan ke atas gunung Alpen tidak terasa karena diajak ngobrol oleh Via.


Saat sampai di tengah - tengah gunung, Via mendatangi 1 restaurant yang sangat terkenal untuk Erick mencoba makanan dan hot chocolate yang dibuat disini.



Dengan pemandangan indah yang memanjakan mata, membuat Erick tidak salah memilih datang ke Switzerland saat ini.


"Bagaimana? Kamu suka?" Tanya Via yang sambil memegang hot chocolate nya.


"Banget, kamu happy gak?" Tanya Balik Erick yang ingin tahu jawaban Via.

__ADS_1


"Happy, karena ini bucket list Via liburan. Terima kasih yah." Ucap Via yang membuat Erick kaget ketika mendengarnya.



Switzerland sangat begitu indah bagaikan dunia dongeng. Begitu masuk serasa dunia Alice in Wonderland. Pantas Via suka tempat ini karena negara nya lebih stabil dan sangat aman.


Beberapa kali Erick memeperhatikan wajah Via yang lucu ketika menyesap coklat panas nya. Ketika hari sudah sore Via mengajak Erick untuk turun dan ke lodge yang akan mereka sewa. Karena diperkirakan ada sedikit hujan lebat salju malam ini.


"Kita nginep disini yah, bahaya kalau hujan salju kita pulang." Kata Via saat proses check in.


"Okeh, lakukan senyaman kamu saja." Balas Erick ketika menunggu bell boy datang menunjukan kamar mereka.


Via mengeluarkan makan malam yang sudah dia persiapkan. Erick dan Via makan lalu akhirnya di tutup dengan kudapan manis.



Benar-benar program penggemukan badan bagi Erick. Berkali-kali Erick melihat Via yang asik mengunyah buah sambil membaca buku di depan perapian. Selama itulah Erick memperhatikan wajah Via yang penuh pesona.


Erick mengecheck Pinstagram Via dan termyata Via tidak membukanya sama sekali. Erick pun akhirnya berlaku sama dengan Via. Beberapa kali Erick mengambil gambar candid wajah cantik Via.


"Kamu masih lapar apa sudah ngantuk?" Tanya Via yang sedikit manja.


"Aku belum ngantuk, sini bawa bantal mu dan tidur di paha ku." Ajak Erick dan tidak membutuhkan waktu lama Via membaca buku di paha Erick.



Erick membaca buku yang di baca Via yang bertulisan Switzerland - German. Yang sedikit memusingkan Erick.


"Vi, kamu baca apa?" Tanya Erick sambil mengelus rambut Via.


"Ini tentang nazi di German. Cuma ini bahasa Switzerland - German. Via hanya separuh bisa karena Prof. Bjorn ngajarin Via." Kata Via menjelaskan.


"Berat yah bacaan mu." Kata Erick yang melihat wajah Via secara dekat.


Erick adalah lelaki normal yang masih mempunyai hasrat ketika melihat wanita. Ada debaran dalam hati yang ingin mencium bibir Via. Ketika Erick berperang batin, Via sudah terlelap di paha Erick dengan bukunya masih di pegang sama Via.


°


°


°

__ADS_1


°


Yuuum comment ceritanya dan Like ceritanya, Terus vote dan love buat novelnya yah biar semakin semangat Author nya mengejsr ketinggalan cerita. Jangan lupa mampir di cerita Hotelier karena nyambung sama disini. Terima kasih.


__ADS_2