
Bunga - Bunga cinta bertebaran dimana - mana dengan berbagai warna. Muka Aiden tidak dapat menyembunyikan kebahagiaan. Penantian selama 4 tahun ini berbuah manis.
^^^"Being with you and not being with you is the only way I have to measure time."^^^
^^^Aiden Rahardjo^^^
Aiden memberitahukan kepada kedua orang tua nya, bahwa hari ini akan ada Cia akan datang. Dan meminta untuk persiapkan diri. Disaat mempersiapkan kedatangan Cia. Kakak perempuan Aiden menanyakan kepada orang tua nya.
“Ibuk. Ini bukan mimpikan?” Tanya kakak Aiden saat membantu ibu nya menyiangi sayur.
“Ibuk tadi juga nggak percaya. Namun apa boleh buat, adik mu terjebak dengan perkataan nya.” Jawab ibu nya Aiden.
“Lalu bagaimana jika anak orang kaya itu mengetahui keadaan kita? Dan di tambah Aiden punya beban kakak perempuan yang cacat.” Kata Kakaknya Aiden yang memberikan kenyataan hebat.
Sang ibu tidak berani menjawab untuk semua yang dikatakan anak pertamanya. Semua makanan sudah jadi, segera ayah dan ibu Aiden bersiap - siap menyambut Aiden dan Cia. Tidak ketinggalan juga kakak Aiden yang mengenakan pakaian terbaik nya.
Karena sudah bertahun - tahun tidak mengenakan pakaian terbaik. Setelah insiden penembakan di America 4 tahun lalu. Suara mobil Aiden terdengar di garasi, Cia pun bersiap dengan bingkisan tangan yang sudah di persiapkan untuk keluarga Aiden. Dengan memakai baju berwarna cream dan rok rample yang menjuntai diatas mata kaki.
Membuat Cia semakin cantik dan bersinar pada malam ini. Aiden membawa nya masuk untuk bertemu dengan kedua orang tua nya dan kakak perempuan satu - satunya.
“Ibuk, ayah dan mba Adis. Perkenalkan ini Gelaudy Vieriasia Putri Al - Rasyid. Dan biasa di panggil Cia” Sapa Aiden sekaligus memperkenalkan Cia kepada orang tua nya.
“Halo, pak dan ibu juga mba Adis. Salam kenal dan salam hormat dari kedua orang tua saya.” Balas Cia dengan senyum nya membuat orang tersihir.
Sejenak keheningan terjadi karena melihat Dewi yang turun dari langit. Lalu dengan sigap Cia memberikan bungkusan yang sudah di persiapkan nya saat di rumah.
Langsung mereka semua membawa nya untuk makan malam. Tanpa basa basi, ibu Aiden menanyakan kesiapan Cia menjadi ibu rumah tangga.
“Nak Cia, apa yang kamu suka dari Aiden setelah melihat keadaan nya sekarang?” Pertanyaan yang sedikit menohok bagi Cia di awal pertemuan.
“Saya melihat Aiden sebagai sosok yang pekerja keras dan bertanggung jawab kepada keluarga.” Jawab Cia dengan lugas dan clear.
__ADS_1
“Lalu apakah kamu biasa dengan hidup seperti kami?” Tanya ibu Aiden yang sedikit nya mempermasalahkan hal financially.
“Buat saya financial nomor 2 setelah tanggung jawab. Saya rasa dengan sifat Aiden yang bisa mengkomunikasikan dan tanggung jawab, bukan suatu hal tidak mungkin yang akan membawa Aiden akan sukses.” Jawab Cia membuat hati seorang ibu sedikit lega.
“Lalu bagaimana jika Aiden harus membiayai kami? Apakah akan menjadi masalah bagi mu di kemudian hari?” Tanya Ayah Aiden yang mulai menyerang Cia dengan hal serupa.
“Bagi saya tidak masalah, jika selama Aiden mengkomunikasikan dengan baik, transparent serta membagi nya dengan adil dalam melakukan tanggung jawab.” Jawab Cia lagi dan membuat sang ayah sedikit lega.
“Buat saya yang dibesarkan keluarga besar dan di ajar untuk mandiri, serta banyak pertimbangan yang saya lalui bersama Aiden. Saya rasa itu adalah pondasi kuat menuju hubungan rumah tangga yang sehat.” Lanjut Cia saat mengakhiri perdebatan kecil mengenai financial.
Aiden tidak salah memilih wanita saat ini untuk dijadikan ibu dari anak - anak nya. Selesai bertemu dengan keluarga Aiden, Cia diantar oleh Aiden pulang ke rumah. Sepanjang jalan Cia terdiam dan menatap sekeliling jalan.
“Kamu kenapa? Apakah terpaksa?”Tanya Aiden saat perjalanan pulang.
“Apa yang kamu suka dari aku dan lihat dari aku?” Tanya Cia dengan muka serius.
“Aku melihat mu sebagai sosok yang membuat ku melengkapi ke kurangan ku dan mengekploitasi kelebihan ku.” Jawab Aiden dengan pasti.
“Lalu apa yang kamu harapkan dalam hubungan kita ini?” Pertanyaan Cia kali ini membuat Aiden memberhentikan mobil di pinggir jalan.
Sekilas Cia mengingat perkataan Erick yang sangat menempel di otak nya. Begitupun perkataan Gerry yang membuat nya melamun jauh.
Senyuman Cia memberikan kelegaan untuk Aiden yang sedari tadi gemeteran akibat akan di tolak oleh Cia. Seketika Aiden menceritakan keadaan orang tua nya juga kakak nya. Lalu sedikit tergelitik dengan cerita mengenai kakak perempuan Aiden.
“Besok, ajak aku kerumah mu lagi. Dan perlakukan aku sebagai anak bukan tamu.” Kata Cia yang mengakhiri percakapan nya dengan Aiden setelah sampai di rumah Cia.
Sekembalinya Aiden ke rumah, bapak dan ibu membicarakan hasil makan malam tadi. Lalu Aiden bilang kalau besok Cia akan datang lagi. Mendengar hal positive tersebut Aiden dan keluarga nya merasa lega.
...----------------...
Malam ini Cia tidak bisa tidur dengan cerita Aiden mengenai kakak nya yang lumpuh 4 tahun lalu dan mengalami depresi berat. Cia berfikir sepertinya cerita itu ada di dekat nya 4 tahun lalu. Ya, kejadian penembakan mamah Via hampir 4 tahun berlalu dan kejadian nya sama persis dengan mamah Via.
__ADS_1
Otak Cia semakin penasaran dan tidak sabar menunggu pagi. Namun karena kelelahan berfikir akhirnya Cia tertidur pulas.
“Morning anak cantik nya mamah.” Sapaan Claudia saat membangunkan Cia.
Sontak Cia langsung melihat jam dan bergegas menuju kamar mandi. Claudia yang melihat anak nya seperti itu terheran - heran.
‘Mah, aku hari ini akan kerumah Aiden. Aku juga gak ikut makan malam yah.” Kata Cia yang masih terburu - buru ber benah.
“Baik lah tuan putri yang sedang jatuh cinta” Ledek Claudia yang berhasil membuat Cia memajukan bibir nya.
Cia pun memesan taxi online yang mengantar nya ke rumah Aiden. Sementara Aiden bersiap untuk berangkat kerja. Tidak sampai setengah jam Cia sudah sampai di depan pintu rumah Aiden.
Dengan muka aneh dan terkaget nya Aiden melihat Cia yang sudah berada di depan rumah Aiden dan keluarga.
“Kamu pagi amat ke rumah ku? Aku baru mau kerja.” Kata Aiden yang tidak percaya Cia sudah berada di depan nya.
“Kamu kerja ajah. Aku mau ketemu kakak mu kok.” Jawab Cia yang menonjolkan mukanya saat melihat kakak nya Aiden.
“Ketemu aku? Buat apa?” Tanya Adisty saat Cia menggunakan namanya untuk alasan.
”Aku mau ngobrol sama kakak banyak hal. Boleh kah?” Kata Cia dan akhirnya Adisty menyerah dengan sikap nya Cia yang pantang menyerah.
Cia duduk di belakang rumah Aiden yang Asri di musim panas. Dan menikmati buah - buahan beserta dengan minuman dingin yang sehat. Adisty menjawab pertanyaan - pertanyaan Cia dengan sangat hati - hati. Hingga .....
“Kak, terima kasih kamu telah berjuang. Mamah Via pasti bangga sama kamu.” Kata-kata Cia yang menyemangati Adisty namun membuat nya terperanjat kaget.
”Kamu siapa nya Novia Heidy?” Tanya Adisty dengan muka memerah. Di balik pintu Aiden mendengar percakapan mereka berdua.
”Aku anaknya yang paling sulung.” Jawab Cia dengan wajah tersenyum.
“Bohong kamu? Novia Heidy anak nya kembar.” Teriak Adisty dan membuat Cia menelpon supir nya untuk menjemput Cia.
__ADS_1
”Aku minta ijin untuk membawa mu ke rumah ku, akan ku buktikan bahwa aku anak Novia Heidy.” Jawab Cia yang mendorong Adisty masuk kedalam rumah.
Perasaan Adisty bercampur aduk hingga kesal. Takut dia di tipu seperti dulu oleh seseorang yang mengaku dekat dengan Novia Heidy.