
Tiba saat nya hari yang dinantikan oleh Via dan Erick. Setiap undangan diperiksa masuk dan tidak di perkenankan membawa telephone seluler. Via menyiapkan kotak dimana kotak itu menyimpan telephone selulernya. Karena undangan hanya 30 orang jadi sangat mudah.
Prosesi di depan altar sudah ada Erick yang menunggu Via masuk kedalam. Via sudah mulai grogi dan ternyata show must go on.
Dentingan piano yang melantunkan lagu dari Carrie Underwood dimainkan. Via akan bernyanyi dari pintu menuju ke altar dengan di gandeng oleh Reynold sang kakak pengganti sang ayah.
...I would bet my life, like I bet my heart...
...That you were the one, baby...
...I've never been so sure of anything before...
...You're driving my heart crazy...
...I can't hold out...
...I can't hold back now...
...Like I've done before...
...Darling look at me...
...I've fallen like a fool for you...
...Darling can't you see...
...I'd do anything you want me to...
...I tell myself I'm in too deep...
...Then I fall a little farther...
...Every time you look at me...
...How do you do that, babe?...
...Make me feel like I'm the only girl alive for you...
...I don't know what it is that makes me fall like this...
...First time in your arms I knew...
...The way you held me...
...I knew that this could be...
...What I've been waiting to find...
__ADS_1
...Darling look at me...
...I've fallen like a fool for you...
...Darling can't you see...
...I'd do anything you want me to...
...I tell myself I'm in too deep...
...Then I fall a little farther...
...Every time you look at me...
...Every time you look at me...
...- Look at me, Carrie Underwood -...
Prosesi upacara hanya 2 jam sisanya diramaikan oleh pengisi acara. Tampa bahagia Via dan Erick, rona wajah mereka tidak bisa disembunyikan. Selesai acara tersebut seluruh keluarga akhirnya kembali ke hotel. Via dan Erick pun kembali ke hotel untuk beristirahat karena seharian kecapekan dengan pesta pernikahan nya.
Dickson melihat unggahan Via yang menampilkan baju pengantin dalam keadaan hitam putih lalu menuliskan caption : "One Step Closer". Membuat Dickson kecewa karena tidak ada kesempatan untuk mendapatkan Via.
Kali ini Dickson harus menyerah kalah, bersama dengan Willi dan Yudha. Rasa penasaran Dickson yang membuncah, bertanya-tanya siapa pria yang beruntung mendapatkan Via.
Erick melihat postingan Via dan menyukai lalu memberikan kata selamat. Banyak orang memberikan selamat dan menebak kolaborasi baru via. Bahkan Dewin memberinya ucapan selamat. Via mulai mengunggah ketika Via menggunakan Qipao yang sudah dijanjikan Via kepada Ayi penjahit.
Postingan tersebut membuat banyak orang memberikan dukungan dan menanyakann style nya Via. Berbeda dengan netizens dari Indonesia yang menyatakan Via hamil dan segala macam. Buat Via komen-komen negative tidak berpengaruh selama Via melakukan hal benar.
Banyak yang penasaran dengan suami Via yang bakalan di benci sama seluruh laki-laki di dunia. Via menempati apartment Erick setelah acara selesai. Erick pun mulai menata apartment nya yang baru saja di hadiahi oleh orang tua Erick.
Walaupun Erick menolak fasilitas seperti kemewahan buat Erick. Karena Erick dan Via akan lebih banyak di California nantinya.
Drrrrrrrtttt... Drrrrrrrtttt....
Layar telephone seluler Erick berdering kencang, Erick dan Via sedang menata barang-barang hasil kiriman orang tua Erick.
"Halooo... Buka pintu elu. Gue disuruh nyokap nganter barang." Teriak Dickson cempreng yang tidak sengaja Erick pun tidak melihat nama di layar.
"Baby, kamu buka pintu dong." Teriak Erick yang menaruh sembarang telephone selulernya.
Via membuka pintu melihat orang membawa kardus besar sambil marah-marah saat membawa masuk.
"Gorrriiing, aduuh lama yah. Berat nih..."Teriak Dickson dan Erick langsung kaget melihat muka Dickson kali ini.
__ADS_1
"Taruh ajah disana..."Kata Erick dan setelah menaruh nya Dickson melihat Via di rumah Erick.
Tatapan heran Dickson sekaligus bingung membuat Via mendekat kepada Erick. Erick pun melihat situasi seperti ini langsung bertindak. Berjalan ke kulkas mengambil air dingin untuk Dikson lalu untuk dirinya.
"Gue butuh penjelasan..." Kata Dickson yang sudah sedikit emosional.
"Gue minta maaf, karena telah melukai elu. Gue dan Via sudah resmi suami dan istri." Kata Erick berusaha mengatur nafas dan menyusun kata-kata yang tepat untuk Dickson.
"Kali ini elu tuh nikung gue Rick. Sampah banget!" Maki Dickson yang kesal karena ulah Erick.
Via berjalan ke dapur mengambil kudapan manis untuk mentralisir keadaan. Namun makian Dickson terhadap Erick membuat Via tidak tahan. Via berjalan ke ruang tamu dan kembali duduk dekat Erick sambil menggenggam tangan Erick.
Kudapan manis yang Via bawa buat Dickson pun tidak di sentuh nya. Dickson terus mengeluarkan kata-kata pedas bahkan seperti dendam dengan mengungkit masa lalu Erick. Sampai akhirnya...
"Sudah memakinya? Sudah lebih baik?" Tanya Via dengan tenang kali ini.
"Elu tuh berengsek Vi. Sama saja kayak Erick!" Maki Dickson yang sekarang gantian memaki Via.
"Bersyukur aku tidak menikah dengan mu, aku bersyukur tidak membuat keputusan yang akan membuat ku menangis seumur hidup."Ujar Via yang membuat Dickson seketika diam dan menyiutkan nyalinya.
Tatapan dingin Via yang seakan menusuk dengan kata-katanya bagaikan duri membuat Dickson menutup mulutnya kali ini. Via membongkar semua kebusukan Dickson bahkan semasa SMU. Muka Erick dan Dickson tidak terbantahkan kaget karena pernyataan Via kali ini.
"Kenapa kaget kalian berdua? Aku diam bukan berati aku tidak tahu." Kata Via yang datar namun menghujam.
"Vii, itu gak sengaja. Jelas saat itu terjadi di luar..." Sanggah Dickson yang meminta Erick membantu untuk menenangkan Via.
"Kejadian di USA, kamu mabuk. Dan besok nya ketemu dengan aku. Apakah bau alcohol mu hilang meski kamu mandi?"Kata Via mulai membombardir.
"Itu kan gara-gara kamu. Jika kamu menjawab rasa suka ku kan..."Sanggahan demi sanghahan Dickson lakukan.
"Dickson, jika aku sekarang menikah dengan mu dan melihat kamu seperti ini. Hari ini juga aku bisa minta cerai. Lalu pintu keluar ada disana silahkan pulang. Dan terima kasih untuk hantaran nya."Balas Via lagi dan Dickson akhirnya pulang dengan kesal akibat perkataan Via.
Erick tidak menyangka Via bisa melakukan hal seperti ini. Selama 35 tahun Dickson tidak pernah bisa di bantah oleh siapa pun. Setelah mengantar Dickson keluar, Via langsung memeluk Erick dan menangis dibahunya.
Bersyukur Via tidak memilih yang salah karena dari muka gantengan Dickson dari pada Erick. Tangan Erick memeluk balik Via yang benar-benar diluar dugaan kali ini.
" Kamu bisa tau kalau Dickson pelaku penyekapan Dyandra?" Tanya Erick setelah Via sedikit lebih tenang.
"Aku dan Thata lah yang membuka penyekapan itu saat setelah pulang bareng main basket." Jawab Via dengan enteng karena tahu kalau Dyandra adalah mantan pacar Dickson.
Erick mencubit hidung mancung Via dan memakan kudapan manis buatan mama nya Erick.
°
°
°
__ADS_1
°
Terima kasiiiihhh... Buat dukungan nya, yuk kawan -kawan terus di like, lalu di komen dan di love novel nya serta di Vote juga. Jika ingin bergabung di chat silahkan yah...