
Prof. Bjorn dan Prof. Cho sepertinya akrab dengan Erick. Sesekali Via mendengar Prof. Bjorn melempar pertanyaan mematikan dan di jawab mulus oleh Erick. Selesai acara makan malam Via dan Erick pamit pulang karena sudah malam.
Drrrrrrrtttt... Drrrrrrrtttt di layar telephone seluler Via tertulis nama Prof. Bjorn.
Prof. Bjorn : Erick lolos jadi mantu ku. Tidak seperti Dewin.
Via : Daddy apaan sih. Aku cuma temanan sama dia.
Prof. Bjorn : Sayang yah, coba dia jadi mantu. Masa tua ku pasti bahagia.
Via : Daddy doa kan saja.
Itu tulisan terakhir Prof. Bjorn saat memberikan nasihat kepada Via melalui aplikasi pesan. Via tersenyum manja karena sudah ada lampu hijau dari kedua orang tua Via dan Erick.
Persiapan menuju Jaipur sudah selesai dan Via pun sudah menitipkan apartment nya kepada orang tua angkatnya. Semua procedure sudah dibereskan.
Pagi-pagi Via sudah berkutat di dapur untuk membuat sarapan dan makan siang. Erick ikut terbangun karena wangi makanan yang sedang dimasak.
"Pagii..."Sapa Erick yang sudah bangun dan menuju meja makan.
"Pagi, cuci tangan mu. Rick." Perintah Via selesai memasak dan menata makanan.
Sesuai anjuran Via dan Erick pun menuruti Via yang menyuruhnya cuci tangan. Lalu duduk dimeja makan dan menikmati sarapan ala Indonesia yaitu nasi kuning yang lengkap dengan ornament nya.
Erick mengakui Via lebih jago masak ketimbang Vika dan Erick yang lulusan hotel management. Mulut Erick tidak bersuara sama sekali selama sarapan, biasanya Erick akan berkomentar karbo ketemu karbo.
"Wah, kalau begini terus aku bakalan naik berapa kilo ya?" Ledek Erick yang terus mengunyah makanan nya yang sudah habis 2 piring.
"Haha, ayo cepet makan. Kita sudah harus berangkat." Kata Via yang membuyarkan pertanyaan nya.
__ADS_1
Persiapan berangkat sudah beres dan memberikan info kepada management Apartments Via, kalau akan pergi cukup lama jadi mohon di pantau. Sesekali orang tua Via akan datang mengunjungi apartment nya. Via segera bergegas untuk ke bandara Geneva. Perjalanan kali ini sangat panjang hampir 30 jam akan ada di udara. Via sudah mendownload lagu- lagu kesukaan Via yang akan menemani nya selama perjalanan.
Pukul 11 waktu Geneva, Switzerland, Via tiba di airport dan akan menuju boarding room. Tapi karena haus Erick membelikan susu hangat dengan temperature kids lalu juga Erick membeli espresso. Karena mata Erick sudah 5 watt gara-gara makan nasi kebanyakan.
Setelah menunggu 30 menit Via dan Erick masuk dan duduk di business class KLM airline yang menurut Erick paling nyaman.
"Rick, kenapa duduk disini?" Tanya Via yang perasaan kemarin pesan nya kelas economic.
"Karena aku mau princess duduk nyaman selama 30 jam kedepan." Balas Erick yang memakaikan safety belt nya.
Kapten Pilot sudah memberi arahan sebentar lagi akan terbang, ada 2x transit di Amsterdam, lalu Dubai dan berakhir di New Delhi, India. Via menatap tv yang ada di depan. Kemudian mulai memutar Film favourite kesayangan Disney nya.
Perjalanan selama 2 jam menuju Amsterdam membuat Via semakin exiting dengan pengalaman baru, jalan-jalan tanpa Widia dan Gerry. Bahkan perjalanan kali ini sama Erick untuk seminggu kedepan.
Turun di bandara Amsterdam lalu menuju pesawat yang membawa Via dan Erick ke New Delhi, India. Via turun menggunakan masker agar tidak ada media yang mengambil gambarnya. Karena sudah ijin Via, tangan Via di gandeng Erick lalu dimasukan kedalam jacket. Mengingat Via suka salah jalan dan nyasar.
"Siap dong. Via selama di Jaipur akan mengenakan baju Rajasthani lowh." Kata Via yang sudah mempersiapkan semuanya.
Erick tersenyum dan membawa Via duduk di lounge KLM sambil menunggu pesawat nya boarding menuju Dubai. Perjalanan kali ini Erick sangat senang karena seperti sepasang kekasih. Berbeda dengan liburan bersama Vika.
Wajah manja Via sungguh menggemaskan, entah mengapa saat duduk bersama Via menyenderkan kepalanya ke bahu Erick. Ritme jantung Erick kembali berdebar-debar karena ulah Via.
"Rick, nanti pas di Jaipur jagain Via yah. Kata temen Via. Banyak tukang copet disana dengan barang-barang." Kata Via secara tiba-tiba.
"Tenang, kita akan aman kok. Kan tour guide kita jadi orang lokal teman mu?" Kata Erick menenangkan sekaligus memastikan semuanya.
"Iyah, aman. Nanti kalau Via di colek gimana?" Via mulai insecure dan dengan cepat Erick menatap Via lalu meyakin kan kalau Erick akan menjaga nya.
__ADS_1
Boarding pesawat sudah mendekati jam nya. Via dan Erick kembali mengantri di belakang. Kali ini perjalanan memakan waktu 18 jam dan Via lebih banyak tidur karena kecapekan. Sementara Erick lebih banyak menonton karena akan ada 10 jam lagi dari Dubai ke New Delhi, India. Selama perjalanan Erick dan Via lebih memilih istirahat, terlebih Via yang suka ngambek gak jelas kalau kurang tidur.
Erick meminta pramugari hot milk ketika Via bangun. Di baju Via ada striker bulat hijau menandakan Via belum makan malam. 3x balik akhirnya Via bangun di tengah malam. Dan segera pramugari menyiapkan makanan buat Via.
"Ibu Novia, berikut ini pasta alfredo dengan seafood. Lalu ini air mineral, sebentar kami sedang panas kan juga susu panas buat ibu." Kata pramugari yang sangat ramah.
"Baik terima kasih." Kata Via dengan muka tersenyum namun mata nya bengkak karena tidurnya terlalu lama.
20 menit makan lalu Via, menarik selimut untuk melanjutkan tidur. Namun ternyata kebelet untuk ke toilet, ketika selesai di toilet seorang pramugari menanyakan untuk berswa foto saat landing di Dubai. Via mengangguk setuju dan karena sangat ramah pelayanan nya.
18 jam di udara akhirnya sampai di Dubai, kota tidak ada tax and service. Dimana barang-barang branded terasa lebih murah. Via bersiap turun, Via mulai menggunakan masker lagi karena alasan keamaanan.
Via menepati janji memenuhi foto bareng dengan sang pramugari, gara-gara tersebut kapten pilot pun ikutan ber foto bersama. Tiba di Dubai International airport Via langsung menuju lounge KLM dan sedikit berbelanja di Dubai.
"Aku berasa jalan sama artis, harus hati-hati banget." Kata Erick saat duduk di sebelah Via. Muka Via terlihat kucel karena kebanyakan tidur selama penerbangan.
"Namanya princess kodok, jadi wajar orang mengenal ku." Balas Via dengan ejekan lagi.
Kali ini tidak menunggu lama Erick dan Via menuju New Delhi, India. Via sedikit gemetar karena beberapa teman nya mengingatkan akan berhati-hati. Via sudah menghubungi Quaresh untik membereskan nya. Lalu Darrel sebagai assistant Via memastikan tidak ada tipu muslihat dari Quaresh.
10 jam di udara begitu sampai di New Delhi, India. Erick dan Via sudah di sambut sama Manoj Chopra. Erick dan Via langsung menuju lorong transit menuju Jaipur, India.
Via benar- benar dimanjakan layak nya seorang putri dalam kerajaan oleh Erick. Kalau dulu sama Willi, dimanjakan bak Ratu namun penuh rasa takut. Sesampai Jaipur Via dimanjakan dengan interior hotel seperti istana, lobby hotel yang menyambut Via juga Erick selama menginap seminggu disana.
°
°
__ADS_1
°
Yuuuuuhuuu comment ceritanya dan Like ceritanya, Terus vote dan love buat novelnya yah biar semakin semangat Author nya mengejsr ketinggalan cerita. Jangan lupa mampir di cerita Hotelier karena nyambung sama disini. Terima kasih.