
Liburan keluarga cemara yang sangat menyenangkan membuat mereka semakin erat. Bahkan Keluarga cemara akan mampir ke Surabaya untuk visit 81 Building. Bahkan Melvin Tenggara menyiapkan semuanya dan kejutan manis untuk Shasha.
"Melv, kamu habis dari Surabaya balik ke London apa tetap stay?" Tanya Shasha saat makan siang sebelum mereka take off ke Surabaya.
"Aku akan stay Sha. Bisnis ku siapa yang urus kalau aku kelamaan liburan. Lagi pula, kuliah ku juga sudah selesai." Jawab Melvin sambil menggoda Shasha untuk melihat reaksinya.
"Oh, okay. Aku bakalan kesepian dong! Selepas dari Surabaya nanti." Balas Shasha yang melihat Melvin sibuk dengan KiPadnya saagmt ini.
Lain hal nya dengan Cia yang sibuk dengan telephone selulernya saat yang lain sibuk dengan keberangkatan menuju Surabaya. Anya pun mendekati Cia yang sedang gelisah.
"Weii.. Kenapa gelisah begini sih?" Tanya Anya yang duduk di bangku sebelah Cia.
"Nggak, gue bingung ajah. Tumben - tumben nya kantor agensi gue diem begini." Jawab Cia yang membohongi Anya.
"Kalau perempuan jatuh cinta, itu terlihat dari gaya berbicaranya." Ledek Anya kepada Cia yang membuat Cia langsung menoleh heran.
Cia tetap menatap telephone seluler hingga keberangkatan menuju Surabaya. Yang akan transit di Makasar lalu ke Surabaya. Sementara genk anak laki - laki berencana akan hiking ke Gunung Himalaya. Jelas rencana ini di dengar oleh Widia, entah mengapa air mata jatuh turun.
"Nih, Tissue. Kan sudah berlalu yah bebih..." Kata Gerry yang tiba - tiba sambil menirukan logat Via.
"Hahaha, iyah. Sudah berlalu yah..." Balas Widia lalu di peluk oleh Jerias.
Hati Widia boleh seakan - akan tegar dan kuat. Namun di lubuk paling dalam Widia adalah orang yanga benar - benar rapuh. Well, bagaimana tidak Gerry pun mengepalkan tangan nya karena teringat Via.
"Mah, kita naik bareng yuk ke Himalaya." Tanya Danny ke Widia yang duduk di depan nya Damien.
"Kalian ajah, Video call yah jika sudah sampai." Jawab Widia yang memberikan senyuman.
#throwback
Tiba - tiba Widia menjadi iseng, rambut ekor kuda Via di mainin saat jalan bersama. Via? tidak akan marah jika itu Widia atau Gerry.
Namun....
"Viii, kalau gue nanti nggak balik dari puncak gunung. Jangan nangis yah? Gue tau elu setronggg banget." Kata Widia iseng sambil melihat reaksi Via. Muka Via mendadak berubah lantaran Widia mengatakan ini.
Wajah manis Via berubah menjadi setengah merah padam karena ketakutan itu datang lagi.
"Kalau gitu Via ikut!" Kata Via yang tiba - tiba bersuara.
__ADS_1
"Nggak, ntar elu nyusahin. Kita ke Disneyland ajah yah?" Kata Widia yang melihat Via menjadi posesif.
"Pokoknya Via ikut!" Via sudah mulai memaksa, dan Widia merasa menyesal ngeledek Via seperti ini.
Widia terdiam dan memikirkan perubahan pembicaraan sebelum Via semakin memaksakan kehendaknya. Yah, seperti biasa Via selalu memaksakan kehendaknya.
"Iyah elu ikut. Ntar gue kasih info perjalanan nya + tiketnya. Janji nggak nyusahin dan jerit - jerit." Kata Widia akhirnya mencoba menenangkan Via.
"Beneran Bebih? Via ikut?" Kata Via dengan mukanya yang mengembang senyuman nya.
"Iyeeeh! Bawel dah." Kata Widia yang sudah mulai kesal.
"Wohoooohooo, akhiiiirrr nyaaa bebih setuju akhirnya bebih setuju..." Kata Via yang diulang - ulang sampai di Guest House KJRI
.........................
^^^Sesaat setelah mengingat itu semua Widia melihat kearah awan. Lalu berbisik dalam hatinya ;^^^
"Hei, kamu penjaga pintu surga. Apa kabar mu? Kamu sudah lama tidak datang di mimpi gue. Erick baik - baik saja kan?" Bisik Widia dalam hati.
Perjalanan 4 jam akhirnya sampai juga ke Makasar, Melvin langsung membawa keluarga cemara untuk istirahat dahulu di ruangan VVIP.
Sorry girls! He is mine and no debate...
Caption tersebut langsung di serbu oleh banyak orang - orang dan tercipta lah hashtag #haripatahatisedunia akibat Shasha mengumumkan hubungan nya dengan Melvin Tenggara.
Kim Seon Ho yang melihat nya langsung kaget dan tidak menyangka akan seperti ini. Sementara Melvin pun sudah menyiapkan juga kejutan manis untuk Shasha.
Perjalanan Makasar - Surabaya cukup melelahkan. Total perjalanan memakan 10 jam dengan Rute Misool - Jayapura - Makasar - Surabaya. Shasha dan yang lain sudah kelelahan selama liburan.
Sebelum berpisah dengan Shasha di Hotel J.W Warrior - Surabaya. Melvin membawakan hadiah untuk Shasha.
Jelas Muka Shasha tidak bisa dapat di bohongi lagi. Melvin pun merasa jalan untuk memberikan kejutan untuk Shasha semakin mulus.
"Kamu suka sama bunganya?" Tanya Melvin yang dengan serius.
__ADS_1
"Enggak, aku lebih suka kamu daripada bunga." Jawab Shasha yang membuat Melvin tersipu malu. Lalu dibarengi dengan teriakan...
"Uuuuhuuuuuyyy, gombalan nya si anak Dewin Hyung." Ledek Dickson dan lalu dibarengi oleh Jerias.
"Weiiits, benih nya Erick Hardjanto itu." Balas Dewin yang tak mau kalah dengan yang lain.
Sementara Melvin dan Shasha tersipu malu oleh ledekan orang tua mereka. Keluarga cemara mengambil kunci kamar yang telah dibagikan oleh Ben. Tatapan Ben tidak berhenti melihat seorang wanita berpakaian rapih lalu mendekati Ben.
Ben mengamati dengan ramah dan sangat familiar dengan muka - muka perempuan paruh baya yang sepertinya seumuran dengan orang tuanya.
"Benaiah El Gibbor Hardjanto?" Sapa perempuan itu kepada Ben.
"Iyah, saya bu. Bisa saya bantu?" Tanya Ben dengan sopan. Lalu perempuan itu mengeluarkan buku harian Erick yang selama ini di pegang perempuan itu.
"Ini buku harian ayah mu. Maaf, atas kelancangan saya mengambil buku tersebut. Saya bermaksud untuk mengembalikan nya." Lanjut kata perempuan tersebut.
"Buku harian Ayah?" Tanya Ben penuh selidik dan memegang buku harian tersebut.
"Iyah, setelah ayah mu meninggal. Saya mengambil buku ini di dalam ruang kerja bekas ayah mu bekerja. Lalu saya menyimpan nya hingga saat ini, dan sudah hampir 3 tahun kepergian ayah juga ibumu." Jelas perempuan tersebut.
Setelah berbincang dengan perempuan tersebut Ben pamit lalu meminta nomor kontak nya. Sungguh heran dengan sang semesta. Ben pun membuka lembaran buku harian tersebut dan membaca tulisan sang ayah yang sangat rapih. Untuk seorang pria.
*Dear my self in the future,
greetings from me in the old world!
I hope you finds well as the same like me right now. Hari - hari hidup ku mulai berubah sejak pindah ke California. Meninggalkan Vika mantan kekasih ku dan mendapatkan penglaman yang baru. Bahkan aku berterima kasih atas keputusan yang aku buat menemukan wanita terhebat. Walau hatinya banyak terluka.
Aku juga bersyukur mempunyai anak - anak yang luar biasa dan inilah biji mata ku. Tidak menyangka jalan semesta yang memilih jauh lebih baik daripada apa yang ku pikirkan. Aku berharap bisa lebih baik dari hari ini.
pssst. Hari ini aku terakhir bekerja di Disneyland Resort. Aku mengakhiri pertandingan dengan baik dan saat nya aku berkumpul dengan keluarga.
Best Regards
Erick Hardjanto*.
Setelah membaca dan melihat isi dalam buku harian tersebut memBuat Ben merindukan sang Ayah. Ben melihat wajah bunda yang membuat kaget Ben. Didalam foto tersebut ayah nya menuliskan "First time I met you".
Ben melihat wajah bunda nya terlihat bahagia saat berada di Disneyland Resort. Bahkan Ayah nya menulis kan di foto dimana sang ayah mempunyai jam yang sepasang dengan Via. Dengan tulisan " Mrs. Erick Hardjanto soon to be".
__ADS_1