Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : New Year And New Season


__ADS_3

Saat pulang ke apartment nya di bilangan Sudirman, Dickson menyadari semua kata-kata Via. Rasa panas hati dan ego yang tinggi membakar akal sehat.


Emosi yang meledak membuat Dickson memaki dirinya saat ini. Entah harus bagaimana lagi, kekalahan yang didapatnya.


"Aku bisa merelakan mu jika itu bukan Erick." Teriak Dickson di kamar apartment nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


South Korea, 30 December.



"Selamat berbahagia hai kamu pemegang kunci hatiku." Kata Dewin saat melihat Via mengenakan gaun pengantin di akun pinstagram Via.


Dewin berjalan di dalam dingin nya malam dari Gangnam Street menuju Sungai Han. Dewin memandangi sungai tersebut dan kembali mengingat kenangan ketika Via masih bersama nya. Saat pulang kerja dan jalan pulang ke apartment bersama-sama.


Menyusuri sungai Han dan kembali ke apartment dimana Dewin tinggal sekarang. Dimana apartment yang tidak pernah Dewin jual ketika berada di Morocco, hingga saat ini. Apartment yang masih dekorasi yang sama ketika mereka keluar dari apartment tersebut.


"Semua penuh kenangan, andai bisa ku ulang kembali." Tangis Dewin saat mengingat semuanya itu dan memegang foto pernikahan nya yang gagal. Akibat ulah nya sendiri yang tidak bisa memperjuangkan Via.


Namun lain buat yang di London sudah heboh karena mendapat keluarga baru. Claudia dan Gerry melakukan maternity photoshot. Via dan Erick besrerta Widia dan Jerias ikutan bahagia.


"Clauuuu... Elu cakep amat disitu." Teriak Widia saat melihat hasil foto tersebut.


"Hooh, cantik banget..." Kata Via yang mengunyah makanan.


"Bentar lagi kepala Via gue sleding nih. Bini gue ngidam awas yah. Taruh gak tu makanan..." Teriak Gerry sebelum Claudia datang.


Benar saja Claudia menanyakan Via makan apa. Via menjawab asal dengan bilang makan oreo, seketika Claudia berhenti merengek. Namun minta Gerry membelikan biscuit tersebut.


Widia tertawa terbahak-bahak hingga merosot dari sofa. Wah besok sudah tahun baru, dan kali ini Gerry harus mengalah untuk tidak ikutan video call. Biar hormone levels Claudia tetap pada tempatnya.


"Masak apa yah buat acara tahun baru?" Kata Widia setengah menyindir.


"Besok, abis tahun baruan disini. Kita tahun baruan di Manchester." Teriak Via yang sepertinya merencanakan sesuatu.


"Maksud lu?"Tanya Widia yang sedikit heran dengan Via.


"Pesawat United Nations lagi mendarat disini. Besok sore, dan akan pulang ke Geneva, Switzerland. Jadi bisa kita numpang..." Kata Via yang nakal kali ini.


Erick hanya geleng-geleng kepala mengetahui ide sang istri yang sedikit ajaib. Via menanyakan permintaan ini bisa di kabulkan atau tidak?


Tanpa bisa apa-apa lagi, Erick mengabulkan permintaan Via. Lagi pula masa cuti Erick sudah hampir habis. Jadi lebih baik jika ke Manchester lalu balik ke California.

__ADS_1


"Yeees, terima kasih suami tercinta." Kecup Via saat Erick masih duduk makan di meja bersama Jerias.


Via dan Widia mulai berberes buat kepulangan mereka. Via hanya membawa koper yang dia bawa saat ke India. Sisanya Via taruh di apartment ini. Kali ini Widia merasa agak aneh dalam tubuh nya.


Perut nya sering sekali buang-buang gas, seperti masuk angin. Namun Widia orang yang paling malas minum obat. Ngobrol sama Via tiada henti dan sementara suami-suami mereka sudah tepar di kamar tidur.


"Hemmmnnn... Wangiiii...."Puji Jerias dan disusul Erick yang bangun karena makan pagi ala Indonesia kali ini.


Widia akhirnya bangun dan duduk di meja makan. 3 bayi gede duduk manis menunggu ibu-ibu catering menaruh nasi goreng kampung.


"Aku pamitan ama mertua dulu, nanti aku susul kamu di bandara Halim Perdana Kusuma yah beb." Kata Via sedikit memberi perintah


"Iyah, tadi aku dah bilang mama dan papa. Kalau kita gak bisa lama."Kata Erick yang tiba-tiba menyambar.


Dengan rencana sedemikian rupa Via dan Widia merahasiakan dari Gerry untuk memberikan kejutan. Via berberes apartment dan menutup beberapa perabotan dengan kain putih. Karena akan ditinggal lama.


Via juga tidak lupa membungkus rapih kudapan manis buat sang mertua. Jerias dan Widia berberes lalu dengan taksi online mereka menuju bandara Halim Perdana Kusuma.


Sementara Via dan Erick ke rumah orang tua Erick. Mama dan papah Erick langsung menyambut gembira kedatangan Via dan Erick namun disaat itu juga mereka harus melepas kepergian Erick yang harus balik ke California.


"Kamu jaga yah mantu mama. Awas loh." Titah dari sang ibunda.


"Tenang, Erick kan bisa menjaga dengan baik. Jodoh orang ajah Erick jagain baik. Masa jodoh sendiri kagak di jagain."Canda Erick membuat Via sedikit cemberut.


"Aduuuh maaah, sakit. Pah, jodoh mu memperlakukan aku begini nih. Kan aku jagain juga jodoh mu..." Kata Erick yang meminta pembelaan sama papanya.


Namun sang papa hanya mengangkat bahu melihat sang istri melepas jeweran nya dari kuping Erick. Tangan Erick mulai mengusap-ngusap telinga nya karena sakit akibat ulah sang ibu.


Sekarang gantian Via yang menyalami orang tua Erick. Mama Erick memeluk Via lama sekali dan sedikit membisikan sesuatu.


"Semoga tahun depan aku nimang cucu dari kalian. Punya anak yang banyak yah biar kami tidak kesepian." Bisik mamanya Erick yang sedikit menyeringai senyum nya.


"Siap mah, doain yah."Kata Via sambil mencium tangan mama nya Erick dan bergantian mencium tangan papanya Erick.


Pamitan kali ini sungguh berbeda dengan sebelum nya. Erick menggenggam tangan Via dan masuk ke mobil taksi online menuju bandara Halim Perdana Kusuma. Via menemui Russel yang hendak pulang ke Geneva.


Seperti biasa pria ini selalu menjadi teman gossip Via di kantor. Erick, Widia, dan Jerias ketawa melihat Via duduk dekat Russel sambil membicarakan keadaan kantor saat ini.


"Jadi si Alejandro dipindah department lain. Di ganti sama Gianny. Gue sekarang menderita di general affairs."Curhat Russel yang terus mengeluh mengenai perlakuan Gianny.


"Itu no comment. Untung department ku di pimpin mentri yang beneran kerja. Hahaha"Ledek Via yang sambil meminum jus buah.


Erick yang memilih untuk beristirahat dan Widia juga Jerias memilih untuk menghabiskan buat tidur. Membiarkan Via terus ngobrol bersama teman nya. Perjalanan 22 jam dari Jakarta lalu transit di Amsterdam, Netherlands. Dilanjutkan Naik kereta cepat menuju London, England.

__ADS_1


Via dan kawan-kawan akhir nya mengucapkan selamat berpisah dengan Russel. Pasangan ini buru-buru menuju stadiun agar tidak ketinggalan. Dari Amsterdam ke London hanya 3 jam, lalu di lanjutkan lagi naik kereta cepat menuju Manchester selama 2 jam.



"Hmn, akhirnya sampe juga di Manchester. Coba Vi kamu telp si gerong."Suruh Widia yang sedang meregangkan otot-otot. Akhirnya bisa pulang ke rumah.


Drrrrrttttt..... Drrrrrttttt


Dering telephone Gerry terus menggema sementara yang punya masih tidur karena ulah Claudia yang terus mengganggunya karena tidak bisa tidur. Claudia pun melihat nama yang tertera di layar. Piduth duthi


"Halo" Sapa Claudia yang sudah mulai curiga dengan nama tersebut.


"Gerooong dimana elu. Lama beud dah ngangkat telpon nya." Teriak Via dan Claudia menang is mendengar suara Via.


"Viaaaaa, kirain aku siapa kamu. Hampir aku mau menelpon kalian jika Gerry selingkuh."Cerocos Claudia yang membuat Via kaget.


"Mana si gerong. Kepalanya minta di jambak ajah, cepet buka pintu apartment. Dingin nih..." Perintah Widia saat mendengar melalui loud speaker.


Keceriaan Claudia benar-benar kelihatan saat melihat Via yang sudah di depan apartment nya. Pelukan yang lama dan bergantian dengan Widia lalu berakhir berisik karena wanita - wanita ini membangunkan Gerry.


"Wid, seriusan gue baru juga tidur. Si Claudia muntah-muntah terus itu. Bulan depan kan dia melahirkan. Duuh, please. Gue butuh istirahat.." Pinta Gerry yang memohon karena di bangunin Widia dan Via.


Lain hal nya Via yang mengecheck nama di telephone seluler nya Gerry. Via meminjam telephone seluler nya Widia untuk mengechek nama-nama. Dimulai dari Erick yang tetap sama dengan layar Erickson Hardjanto, Jerias dengan Ahmed Jerias, ketika Widia yang keluar Widongdong, dan terakhir Via dengan nama Piduth duthi.


Via menaruh telephone Gerry dan keluar ruangan sambil memanyunkan bibir.


"Well, kenapa nama Via jadi Piduth duthi di hengpong nya Gerry."Oceh Via dan Widia mendengar itu bersama dengan Claudia merasa aneh.


"Gue apa di telephone nya si Gerry?" Tanya Widia yang penasaran juga.


"Widongdong" Ucap Via yang merasa kesal membacanya.


Widia dan Claudia malah tertawa dengan panggilan tersebut dan seperti biasa Via mulai memasak makanan untuk malam tahun baru. Perayaan tahun baru kali ini sungguh berbeda dari biasanya. 3 anak kembar beda bapak dan ibu merayakan dengan pasangan hidup masing-masing.


°


°


°


°


Holaaaa... Terima kasih retro terus like ceritanya comment juga, dan love novelnya lalu vote juga yah. Terima kasih kawan-kawan online...

__ADS_1


__ADS_2