
Semenjak sebulan di Jakarta akhirnya 3 anak ini kembali ke negara orang. Sebagai pejuang devisa negara, alias TKI.
*Tenaga Kerja Indonesia.
Dan di negara - negara tersebut yang beriklim 4 musim. Membuat mereka mempersiapkan musim dingin yang suhu nya menusuk tulang.
"Via, akhir nya kamu kembali juga!" Teriak Rusel yang dari jauh dengan suara aneh nya.
"Apaan sik! Tumben kesini, emang department mu nggak ada kerjaan?" Jawab Via sedikit kesal dengan kata - kata Rusel.
"Kue gue mana?" Tanya Rusel tanpa basa basi lagi.
Dengan muka cemberut Via mengeluarkan kue - kue kering yang menjadi pesanan Rusel dan beberapa orang.
"Ini, tapi sekarang sedikit lebih mahal karena bahan pangan nya langka." Kata Via menyerahkan kue - kue kering ke Rusel.
"Nggak masalah, selama kue gue ada. By the way ada gossip loh." Balas Rusel yang sedikit berbisik karena ada cerita seru.
"Udah, nanti siang kita ke taman sekalian makan siang. Yeh!" Kata Via sedikit mengusir Rusel dari ruangan nya.
"Nyesel gue nurut pindah department. Nggak bisa bergosip sama elu." Kata Rusel yang sambil berjalan keluar dari ruangan Via menuju meja nya.
Via hanya tersenyum sederhana dan kembali fokus menganalisa kasus - kasus yang masuk. Sehingga waktu terus berjalan cepat bak pakai remote control.
Bulan December di Swiss dan negara - negara eropa lainya sering mengadakan Christmas Market untuk menjalin tali silahturahmi.
Begitu juga di Perancis yang akan mengadakan pekan budaya international.
Via, Gerry, Widia langsung menuju Kota Marseille dan merapat KJRI* disana.
*Konsulat Jendral Republik Indonesia
"Penumpang pesawat atas nama Widia Oktaviana. Silahkan menuju pintu boarding." Suara pengumuman yang memanggil nama Widia hingga 3x, sementara Widia berlari sekencang mungkin untuk mengejar pintu boarding.
"Gue bilang apa Wid. Elu sih parah banget di kasih tau nya." Kata seorang pria yang tersengal - sengal lari.
"Thank GOD, akhirnya di bangku penumpang." kata Widia yang nafas nya masih setengah tersengal - sengal akibat lari - lari.
Penerbangan Paris ke Marseille di tempuh waktu hanya 1 jam. Widia yang masih menarik nafas dan merapikan tempat duduk nya.
"Wid, agenda kita habis ini kemana? Gue makan dulu yak." Kata pria yang ada di sebelahnya.
"Oke Pong. Nanti kita keluar trus nyari makan pinggiran ajah yak." Kata Widia kepada lelaki tersebut.
"Nama gue Panji. Bukan Pong, Widia!" Bales pria tersebut.
__ADS_1
Widia yang mendengar itu hanya tersenyum biasa dan mendorong kopernya yang sudah ada di tangan nya. Ditempat lain Gerry sudah sampai di Guest House KJRI. Menunggu Pak Agus Sjarif datang. Sementara Via yang sudah tiba pagi hari menyusun kue - kue yang ada di kotak yang masih di bubble wrap.
Via pun mengechek barang - barang dengan teliti satu per satu. Maklum Ms. Perfectionist gak boleh salah atur. Muka Via bisa cemberut seharian. Seharian full Via, Gerry dan Widia tidak berkomunikasi. Biasanya mereka sudah ngalahin orang pacaran komunikasinya.
Bosan? Pasti ada rasa bosan yang menghinggapi mereka. Akan tetapi mereka selalu ajah ada jalan keluar mengusir kebosanan dengan bahan untuk bergosip di group BBM. Mulai dari Hubungan pribadi hingga masalah international.
Drrrrrrrrrttttttt.... Group BBM masuk.
Widia+Gerry: Heh! Piduht dimana kao?
Via: Di tempat bazaar nih. Kalian dimana?
Widia: Kita meluncur kesana.
Tepat jam makan malam, Widia, Gerry dan Via sudah mulai kelaparan maksimal. Akhirnya melipir ke restaurant yang kelihatan ramai dan kata Widia dijamin pasti enak kalau nggak murah.
"Wid, serious lu kesini?" Tanya Panji yang merasa tidak yakin dengan pilihan Widia.
"Tuh, Via sama Gerry dah nyampe. Gue info, kalau sama Via ati-ati yah." Kata Widia memberikan informasi.
"Lah, kenapa? Via kan normal!" Kata Panji yang sedikit ngeyel.
"Via, orangnya sensitive. Kalau tidak suka langsung ngomong." Kata Widia yang membuka alasan nya.
Setelah mengikuti Widia dari belakang akhirnya menemui Gerry dan Via yang sedan asik bercanda.
"Hei Piduth... Gerong!" Sapa Widia yang merangkul Via dari belakang.
"Heiiii Bebih!" Bales Via dan muka nya berubah ketika melihat Panji.
"Kenalin ini Panji. Panji, kenalin ini kembaran gue. Novia dan Gerry." Kata Widia yang memperkenalkan mereka berdua.
"Gerry" Kata Gerry yang mengulurkan tangan nya.
"Novia" Kata Via yang juga mengulurkan tangan nya namun mukanya sedikit berubah.
Akhir nya mereka berempat berbincang - bincang. Seperti biasa Via duduk terdiam, dan sesekali menjawab pertanyaaan dari Panji. Melihat Via, Panji terpesona dengan senyuman khas Via yang ada lesung pipinya.
Beberapa kali Panji terpergok Via menatap wajah nya. Beberapa kali juga Panji mengalihkan pandangan nya. Di tempat restaurant tersebut ada arena bermain bowling.
Widia yang jago dalam bermain bowling mengajak bermain untuk seru - seruan.
Gerry pun menyanggupi, seperti biasa Via pun tiba - tiba ikut nimbrung mau coba main bowling. Akhirnya mereka ber empat bermain untuk 2 jam kedepan.
"Pilih duth bola nya. Abis itu taroh di mesin situ." Kata Widia ke Via yang lagi milih - milih bola bowling.
__ADS_1
"Via mau nya yang Pink bebih. Nggak suka hijau ahk." Kata Via sedikit merajuk ala princess.
Dengan sabar Widia meladeni princess kodok ini. Dan memilih bola bowling yang berwarna pink. Namun setelah di lihat beratnya 12 kg, Via tidak akan sanggup membawa nya.
"Biru ajah yah duth. Klo pink elu keberatan, takut gak kuat jarinya." Kata Widia memberikan bola bowling yang berwarna biru muda.
"Okeh, thank you bebih." Kata Via yang menuruti aturan dari Widia.
Sesekali Panji mengajak Via ngobrol dan lagi - lagi Via hanya sekedar menjawab nya. Panji pun merasa tertantang untuk dekat dengan Via. Sementara Gerry sibuk mengajari Via cara bermain bowling yang benar.
"Begini yah Viii ini lemparnya." Kata Gerry memberi instruksi cara bermain dengan benar. Putaran pertama aman terkendali, begitu masuk putaran kedua Via merasakan pembantaian dari 3 orang yang mahir bermain bowling.
Karena mulai gengsi, Via tidak melihat bola bowling yang diambil. Warna nya sama biru, namun lubang nya tidak muat untuk jari Via yang unyil-unyil namun gemuk bak bakpao.
Daaaaannnnnn....
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh...." Teriak Via yang bersamaan dengan bola bowling masuk ke lubangnya. Sontak semua kaget dan ikut berteriak akibat Via sudah nyangkut di gerbang bola bowling.
Ingin rasanya tertawa, namun kasihan melihat anak orang tersangkut dengan gerbang bola bowling. Langsung pihak keamanan yang dibantu oleh orang - orang disekitar, mengeluarkan Via yang tersangkut di gorong - gorong. Karena agak sedikit rumit, pihak arena bowling memanggil pemadam kebakaran. Untuk membantu Via keluar dari gorong - gorong tersebut.
Sementara Via? Jangan ditanya anak nya sudah nangis terseduh - seduh akibat malu. Berteriak - teriak dalam bahasa Indonesia ke Widia dan Gerry, karena tersangkut.
Misi penyelamatan akhirnya selesai juga setelah evakuasi memakan 1 jam. Pihak arena bowling meminta maaf kepada Via, karena ada kesalahan teknis pada bola bowling Via.
Widia dan Gerry menahan tertawa karena kerusuhan yang di buat Via saat bermain bowling. Panji pun ikut tertawa melihat Via yang tersangkut di gorong - gorong arena bowling.
°
°
°
°
°
°
°
Dikomen yah dan di like juga 😃🙏
Next: Christmas Market yang membawa berkah, Gerry menemukan tambatan hatinya, Widia mulai menyiapkan kejutan untuk ulang tahun 2011.
__ADS_1