Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 3 : Fate Love


__ADS_3

Pandangan Ben menyapu ke seluruh ruangan dimana Ben duduk, menunggu untuk makan malam bersama dengan keluarga cemara.


Ben mendekati Dewin yang sedang asik bercengkrama dengan seseorang yang tampak asing baginya. Namun seperti sangat mengenal wajah orang tersebut.


"Paaah, ayo kita makan. Papa sudah di tunggu sama yang lain." Ajak Ben yang mendekati Dewin saat melewati lobby hote.


"Ben, ayo sini. Kenalin, ini om ..." Kata Dewin namun belum selesai berucap. Orang yang ingin di kenalkan sudah mengulurkan tangan dan memperkenalkan dirinya.


"Halo, keponakan yang terhilang akhirnya bertemu lagi. Kenal kan saya Richie, kakak nya almarhum mamah mu. Kata orang yang memperkenalkan diri nya tadi.


" Halo om, aku panggil Shasha dulu." Jawab Ben lalu mengeluarkan telephonee seluler nya dan memencet nomor adik nya itu.


10 menit kemudian Shasha keluar dan membawa Melvin Tenggara juga. Shasha langsung memeluk Dewin dan


menggandeng nya. Sontak membuat kaget Richie yang melihat Shasha seakan Via kembali hidup.


"Sha, kenalin ini Richie Heidi." Kata Dewin memperkenalkan Richie dan berlanjut ke Melvin Tenggara memperkenalkan diri kepada Richie.


"Om, kakak nya Bunda?" Tanya Shasha karena selama ini Shasha tidak pernah tahu kalau Bunda nya mempunyai kakak.


Setelah berbincang dengan om yang terhilang dan Shasha penasaran hubungan dengan keluarga nya Bunda. Selama ini Bunda nya tidak pernah bercerita dengan Ben atau pun Shasha mengenai keluarga nya.


"Om Richie, apakah kamu dekat dengan Bunda? Apa rumah Grand Ma dan Grand Pa masih ada?" Tanya Shasha saat selesai makan.


"Jelas ajah masih ada, tapi om tidak akan membawa kamu kesana. Karena Bunda mu melarang. Bunda dan Om tidak begitu dekat, namun om sangat mendukung apapun yang Bunda mu lakukan." Jawab Richie diplomatis.

__ADS_1


"Tau kah kamu. Tanpa papah Dewin mungkin Bunda mu tidak akan melahirkan kamu." Celetuk Dickson saat bergabung di meja snack setelah selesai makan malam.


Sementara yang lain sibuk dengan kelelahan dan langsung balik ke kamar.


" Richie Heidy ... Bintang Idola nya Bandung yah.." Ledek Dickson dan membuat mata Richie terbelalak karena panggilan Dickson yang dikenalnya adik nya Dhyta Wicaksono.


"Well, semesta memilih..." Jawab Dewin yang sudah bisa di tebak sama Richie. Muka aneh Richie tidak bisa di sembunykan bahkan setelah pamit kepada Dewin dan seluruh keluarga cemara untuk kembali ke rumah.


Ben duduk termenung dan memikirkan kata - kata Shasha yang bisa di bilang tidak di jawab oleh Richie, entah mengapa Dewin juga tidak menjelaskan nya. Istirahat di kamar membuat semua orang lupa dan langsung beristirahat, namun Ben langsung menuju kamar Dewin dan dengan muka tampak terlihat kelelahan Dewin duduk di sofa dekat lampu sambil memandangi jalanan kota Jakarta yang sangat padat. Pertanyaan - pertanyaan liar sudah tersusun dengan rapih, bahkan Dewin melihat muka Ben yang ingin sekali bertanya. Tangan Dewin mengambil segelas kopi yang baru saja Dewin seduh dan memberikan kepada Ben yang duduk menghadap Dewin.


"Sekarang papah cerita semua sisi bunda mu, yang kamu tidak ketahui selama ini." Kata Dewin yang memulai membuka suaranya.


"Pah, apakah tidak apa - apa dengan hati papah?" Tanya Ben dengan sangat hati - hati sekali dengan pertanyaan nya.


"Ben, Bunda mu itu anak special. Ketika bunda mu berumur 8 tahun. Bunda mu sangat - sangat pintar, permainan musik pun bunda mu kuasai. Namun satuhal yang orang lain tidak ketahui, bunda mu sering kesepian akibat dia terlalu pintar." Kata Dewin mulai menceritakan sejarah Via yang Dewin ketahui dari Richie.


"Bunda mu, dahulu adalah anak yang tidak di inginkan oleh kakek dan juga nenek mu. Namun buyut mu sangat menginginkan nya."Penjelasan Dewin membuat Ben terhenyak hingga tidak percaya dengan kebenaran yang saat ini di dengar.


Di dalam kepala Ben ingin rasanya menolak kebenaran tersebut karena tidak percaya saja. Setelah Dewin memberitahukan semua juga menasehati Ben untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga nya. Sama seperti Via memberikan yang terbaik. Ben berbalik memeluk Dewin lalu mengucapkan terima kasih banyak telah menjaga Ben saat ini.


"Pah, Ben nggak habis pikir Bunda menciptakan keluarga se sempurna itu hanya karena tidak ingin Ben dan Shasha terluka" Kata Ben yang duduk lalu menyesap kopi yang sudah mulai dingin.


"Ben, kamu dan Shasha adalah biji mata nya papah. Kalau kamu terluka, ataupun di lukai. Papah tidak akan tinggal diam, untuk merobek jantung orang tersebut." Balas Dewin dan tersenyum mengingat saat Via hamil Ben kekurangan Darah dan Dewin lah yang memberikan darah tersebut.


Tidak lain juga, Ben dan Shasha juga mengalir darah Dewin di dalam nya. Mata Ben menatap Dewin saat berkata tadi dan seperti melihat bukan Dewin yan berbicara. Perasaan dingin dan membuatnya bergedik ketakutan.

__ADS_1


****************


Pagi - pagi restaurant hotel dimana keluarga cemara menginap sudah ribut di bagian section VIP, jelas sekali dimana pun mereka. Kali ini mata Cia terus tertuju kepada telephone seluler nya. Bahkan berkali - kali membuka tutup aplikasi Pinstagram 2nd account nya, agar bisa memantau dengan baik.


"Ciiaaa... Sini kenalin ada temen ku..." Teriak Dianne membuat mata Cia terbelalak kaget.


"Aiden!" Sapa cowok yang sedari tadi membuat Cia emosi karena memikirkan nya.


"Gelaudy Vieriasia Putri Al - Rasyid." Jawab Cia yang menjabat tangan Aiden.


"Ini adik ku yang luar biasa. Super model kelas dunia, jangan coba - coba ngelirik Cia lebih lama. Atau aku colok mata mu." Kata Dianne yang memperingati Aiden karena tertangkap mata oleh Dianne yang sering melirik Cia.


Aiden merasakan dunia mau runtuh akibat apa yang di lihat nya pagi ini. Seorang Gelaudy Vieriasia Putri Al - Rasyid. Cewek yang sering dilihat nya saat jaga di coffee shop. Sementara Cia ingin sekali berteriak ke girangan. Namun wajah nya penuh gengsi yang luar biasa, akibat melihat pria yang selama ini Cia taksir.


"Sayang itu siapa? Tiba - tiba ada orang asing disini." Tanya Dickson yang kebingungan akibat Dianne membawa pria lain.


"Daddy, itu manager di Restaurant Triplet 07 nanti. Penempatan nya di New York City." Jawab Dianne yang mengambil buah potong.


"Boleh juga pilihan mu, Kak." Ledek Bianca saat melintasi Dianne yang mengambil buah potong.


"Hush, Managernya kek nya suka sama Cia deh.." Timbrung Anya yang akhirnya memberikan senyuman kepada Dianne.


Langkah demi langkah akhirnya Cia menguasai diri nya untuk tidak bersikap terlalu cuek. Sementara Bianca dan Anya melihat Cia sepertinya tidak nyaman akan tatapan Aiden saat ini.


"Butuh penyelamat?" Tanya Dianne saat melihat Cia tidak nyaman akibat melihat Aiden dan Cia memilih untuk pergi dan meninggalkan Dianne yang sudah tidak heran dengan sifat Cia ini.

__ADS_1


Cia tersenyum melihat 2nd account nya di Pinstagram story nya dengan kata - kata " I Wonder What is Love". Banyak yang menyukai. Tidak jarang juga real account Cia menyukai postingan tersebut sehingga banyak diantaranya dari fans Cia mengikuti 2nd Cia. Di dalam 2nd account Cia banyak mengira ini adalah fans base nya Cia, dan di dalam nya terkadang membagikan kehidupan Cia saat berada di pekerjaan.


__ADS_2