
"Morning, New York. Morning 2010!" Kata Gerry Menatap jendela apartementnya.
2010 akhir nya datang juga dan berada di depan mata. Banyak pencapaian hidup membuat Gerry, Via, dan Widia semakin berlari dengan kecepatan tinggi.
"Morning Love..." Kata Claudia yang membawakan Gerry kopi hitam kesukaan nya.
"Morning clau!" Jawab Gerry sambil menyeruput kopinya yang diberikan Claudia.
"Hari ini jadi berangkat ke Denver?" Tanya Claudia dan menatap Gerry.
"Gak jadi. Mau di apartment ajah, mau lihat - lihat ticket ke Afrika." Kata Gerry yang berjalan menuju meja kerjanya
"Yakin? Via bakalan gak ikut." Kata Claudia yang berusaha mendekati Gerry.
Mendengar nama Via, Gerry tiba - tiba berhenti sepersekian detik. Namun Gerry mengendalikan hatinya belum bisa move on sama Via. Berat banget rasanya untuk membiarkan sosok Via dengan orang lain namun melihat Via yang dibahagia in sama seorang yang mengerti Via.
Berdamai dengan diri sendiri tentu bukan perkara mudah.
"Pasti mau kalau sudah dibeli ticket nya." Jawab Gerry yang memamerkan senyum penuh dengan kejahilan.
"Yakin?" Kata Claudia mencoba meyakinkan.
dengan pedenya Gerry mulai mengesave daftar tempat - tempat yang akan di kunjungi mereka.
Claudia hanya tersenyum melihat Gerry sudah mulai bangkit dan sudah bisa berdamai dengan dirinya sendiri.
Drrrrrrrrtttttt ... Drrrrrrrrrrrrrtttt....
BBM group bergetar.
Via: Apa kita ke Africa??
Gerry + Widia: Iyaaaaaaah!
Via: ðŸ˜
Gerry: Gak usah dramah!
Widia: Lebay dah si piduth.
Via: Kenapa Via jadi piduth?
Widia: Iyah Pia Genduth. Send IMG_2124
Via: Ihk, Bebih mah.
Gerry: Hahaha Via genduth
Via: Gerrrrrrrrrryyyyyyy
Widia: Okeh, Jangan lupa tanggal 5 July 2010 kita kumpul dimana?
Gerry: Di Paris ajah.
Via: Iyaaaaaah.
Chat merencanakan liburan udah sepanjang jalan kenangan. Ujung - ujung nya Via harus mengalah mengikuti 2 suara mutlak.
Perjalanan menuju liburan mulai bergulir sedikit demi sedikit. Widia mulai sibuk mempersiapkan, Gerry pun iyah.
Tiba - tiba Gerry membuat group BBM baru,
__ADS_1
#Request from Triplet07 Goes to Africa
Via yang membacanya pun setengah hati. Entah antara males atau kurang suka dengan kegiatan yang menantang maut.
"Loh, ini kan liburan ber 3 kenapa ada perempuan lain? Terus ini siapa?" Batin Via mulai mempertanyakan semua anggota yang ada di dalam group BBM.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Gerry: Hi semua, ini group yang di pimpin sama Widia. Buat merencanakan ke Africa, meeting point nya di Paris yah.
Yudha: Baiiiiik.
Shite: Okaiii.
Claudia: Okeh.
Widia: Ini alamatnya yah bro and sist.
• 47 Rue Cortambert, 75116 Paris, France
Yudha: Jemput gue dan Via di stasiun dong Wid.
Widia: Situ Boss?
Via: Gak usah beb. Nanti aku sama Yudha naik Metro ajah.
Gerry: Cie, Via leemeees.
Group liburan semakin ramai dengan ada nya Via yang di bully. Via bukan anak manja, hanya belum terbiasa dengan Alam liar.
Waktu semakin cepat berlalu, tak disangka sudah di penghujung Bulan May 2010. Semua semakin giat berusaha bekerja sebaik mungkin.
Gerry yang merencanakan liburan ke Paris terlebih dahulu bersama Claudia. Sementara persiapan menuju Africa semakin mateng, dan Claudia semakin senang bisa bertualang dengan Gerry.
"Clauuuuuuu, cepetan" Teriak Gerry yang sudah siap di bawah dan taxi.
"Ituuuu, oleh-oleh buat Via dan Widia nih." bales Claudia.
"Aduuuh, mereka mah gak usah. Telat nih kita..." Sambung Gerry.
Tak berapa lama Gerry melihat Claudia yang sudah repot dengan banyak bingkisan. Gerry langsung membantunya dengan sigap.
"Ini buat siapa sih? Banyak amat bebungkusan nya." Kata Gerry saat duduk tenang di taksi.
"Buat Via dan Widia, Ger." Kata Claudia yang merapikan isi tas nya.
Melihat hal itu Gerry hanya tersenyum kecut karena bete.
"Hmm, dia gak tau repot nya mulut Via kalau soal makanan." Batin Gerry. Sesampainya di Bandara John Kennedy. Gerry dan Claudia langsung memasukan ke counter airlines.
Dengan sigap Gerry dan Claudia masuk area tunggu yang disediakan oleh pihak airlines. Selang 1 jam Delta Air memanggil nama Gerry dan Claudia untuk memasuki pesawat.
Drrrrrtttttttt.... Drrrrrrrrttttt....
"Halo, Ger...." Teriak perempuan yang ada di telephone seberang sana.
"Iyah, Nor. Ada apa?" Jawab Gerry dengan suara datar.
"Tolong akuuu Gerrrrr..." Bales Nori, dan Tanpa basa - basi lagi Gerry mematikan telephone selulernya karena sudah mau take off, pesawat.
Dalam hati Gerry, sudah berkecamuk hebat. Ini akan ada drama sitkom lagi dan tidak ada ujung nya.
10 jam perjalanan New York ke Marseille, France. Membuat Gerry sedikit kelelahan dan lebih banyak menguap.
__ADS_1
"Huh, umur ajah kamu muda Ger. Tapi isi onderdil sudah jompo." Sindir Claudia yang mebawa barang - barang nya saat mereka tiba di hotel. Setelah berberesan di hotel dan istirahat yang cukup. Gerry mulai melihat catatan yang akan dia kunjungi di Marseille. Gerry memulai perjalanan nya menuju Vieux - Port De Marseille atau yang sering disebut Old Port of Marseille.
Cuaca sangat mendukung Gerry dan Claudia mulai mengexplore tempat - tempat yang layak di kunjungi. Tak banyak Gerry mengabadikan tempat tersebut begitu juga Claudia. Dan tak jarang Claudia menghilang hanya untuk memfoto obyek yang membuat matanya tertarik.
"Beda sama Via yang hobby dengan sejarah, Claudia lebih memilih aktifitas yang berhubungan dengan lingkungan." Batin Gerry berbicara.
Setelah mengunjungi semua area yang ada di Old Port, Gerry melihat Claudia yang menikmati semilir angin yang menerbangkan anak - anak rambut nya.
"Clau, mau pindah apa masih mau disini?" Panggil Gerry saat Claudia masih duduk di pinggir pantai.
"Sebentar lagi boleh?" Kata Claudia yang masih menikmati angin yang berhembus.
Tak jauh dari sana Gerry melihat ada coffee shop. Karena tanggung mau makan malam, jadi akhirnya Gerry mengajak Claudia untuk ngopi disana.
Sesampainya di coffee shop, Claudia dengan jemari - jemarinya mulai memilih.
" Aku coffee latte yah" Pesen Claudia saat melihat Gerry bangkit berdiri. Gerry pun tersenyum mendengar pesanan Claudia.
Hari ini hanya ditutup dengan ngobrol santai dan bermanfaat di coffee shop.
Hari kedua Gerry pun mengajak Claudia menuju Longchamp Palace. Dengan harap - harap cemas, Gerry memperhatikan muka Claudia. Seperti kemarin Claudia menikmati Longchamp Palace dan aktivitasnya.
"Aku suka tempatnya, tapi aku lebih suka lagi akrivitas nya." Kata Claudia saat berada di dekat air mancur.
Gerry pun senang mengetahui kalau Claudia menikmati liburan yang sudah Gerry rancang sedemikian rupa. Seharian dan menghabiskan tenaga jalan kaki membuat Gerry dan Claudia menghabiskan duduk di taman dekat patung air mancur.
Drrrrrrrrrrttttt.... Drrrrrrtttt.....
"Gerrrrryyyyyyy...." Teriak perempuan dari seberang sana yang sangat Gerry hafal suaranya.
"Yah! Ada apa Nori?" Jawab Gerry dengan penuh ketidak sukaan.
"Tolongin aku, aku dipukul sama pacar ku." Bales Nori yang memelas dengan kata - katanya.
"Kamu bisa hubungi kantor polisi. Aku lagi nggak di tempat." Bales Gerry, walau dalam hati masih menyimpan dendam.
"Gerry, aku bisa mati kalau aku sekarang tidak ditolong." Nori memohon bantuan saat di telephone dan mulai Gerry bimbang.
"Polisi bisa membantu mu. Aku sedang bersama orang lain." Kata Gerry yang menutup sambungan telephone nya.
Claudia yang melihat muka Gerry berubah, dengan cepat memperbaiki mood nya dengan mengajak Gerry kembali ke Hotel dan memberikan pelukan hangat.
*Please Like and Comment*
Note: Maaf lama banget UP nya karena ada kendala dengan Handphone Author yang mendadak ngambek.
Next:
Liburan Triplet 07 ke Afrika Selatan sudah didepan mata. Via mulai mengalami mual - mual hebat, Widia mulai exited karena akan berdekatan dengan alam.
Apakah traveling couple an akan lebih seru atau akan ada yang sakit hati?
__ADS_1