Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
I Will Find The Way....


__ADS_3

Berkutat di dapur untuk baking membuat Via lupa waktu. Dengan cekatan Via menata manis di toples - toples yang sudah Via hias dengan cantik. Begitu juga cake - cake yang akan Via hias sesuai dengan pesanan yang ada.


Drrrrrrrrt... Drrrrrrtttt...


telephone Gerry berbunyi dan menatap layar nya dengan muka bersinar, Gerry menjawab telephone tersebut.


"Halo sayang, kenapa? Kangen?" Tanya Gerry yang sedikit menggombal.


"Tiba - tiba Via mau masuk rumah sakit deh." Kata Via dengan suara khas cempreng nya dia.


"Yah Lord! Segitunya, emang nggak mau Gerry panggil sayang?" Goda Gerry kembali yang membuat Via semakin ngambek.


" Via suka kok di panggil sayang. Cuma kangen nya kagak." Kata Via yang mulai enek dengan Gerry.


"Ya udah ada apa sayang?" Kata Gerry yang menyerah dengan ocehan Via yang panjang.


"Via udah selesai baking nya, alamat mana?"


kata Via yang gemes di godain sama Gerry terus.


"Sebentar yah, aku kirim ke kamu yah sayang." Balas Gerry. Dan tidak lama telephone di tutup oleh Via karena ada suara bel kamar berbunyi.


Ting... toong...


"Yes.. Wait a minute please." Jawab Via yang sambil membuka pintu kamar dormitory nya.


"Viaaaaaaa" Teriak Felly yang membawa kardus kosong.


"Ayoo bantuin dong. Badan Via mau poklek rasanya." Jawab Via yang sambil menggoyang - goyangkan badan nya.


Drrrrrrrttttttt.... BBM Via bergetar heboh...


Gerry: Itu alamat nya.


Via: Oke


Gerry: Oke doang?


Via: I miss you


Gerry: I love you


Via: I need you


Gerry: I Hug you


Via: Semua bohong 😂


Gerry: Beneran juga tak apa.


Via: Udah, jangan ngejar Via. Via masih sayang Willy.


Gerry: Gue jadi muak baca yang terakhir. Lalu apa kabar Yudha?


Via: Kepo


Gerry: Daripada sama Yudha mending sama gue.


Chat terakhir Via hanya read saja dan kembali sibuk dengan pesanan. Karena liburan Winter akan segera di mulai.


Widia yang mendengar cerita Via dari teman sekolah nya. Langsung mengerti kenapa Via sering insecure*.


*Insecure\= tidak merasa aman


"Hei Wid, apa kabar?" Sapa perempuan yang sedang naik daun di media tivi.


"Hei Veve. Mana Raffi?" Sapa balik Widia.


"Lagi syuting, ahk reuni begini amat." Jawab Veve yang duduk di depan Widia.


"Weits maksud Lu apa?" Tanya Widia ke Veve yang sedari dulu emang sudah selengek an.

__ADS_1


"Mestinya sih elu paham Wid. Terus ini meja yah, kering banget." Ledek Veve yang sambil menunjuk buku menu.


"Pesen deh, daripada ribut melulu." Kata Widia yang memberikan buku menu ke Veve.


Pesanan makanan pun mengalir deras, saat Veve menceritakan mengenai Via. Dan sempat sesekali Widia mengelap air matanya.


"Wid, dulu Via tidak terkenal. Tapi paling disegani karena otak nya encer. Namun setelah kematian Thata. Dia berubah murung, bahkan melepaskan jalur PMDK nya ditolak." Kata Veve menjelaskan ketika Via di SMU.


"Lebih parahnya lagi, dulu SBY* mau ketemu untuk memberikan penghargaan. Via malah bikin rusuh disekolah." Sambung Veve lagi dan menyeruput Es Teh manis nya.


"Lalu?" Tanya Widia kembali.


"Via bilang begini, Tuhan ajah saya tolak ketemu apalagi president. Kata Via begitu dan membuat kepala sekolah gue murka cuy." Kata Veve yang menggebu - gebu.


"Serious? Gila apa itu anak?" Tanya Widia


"Seriusan Wid. Parah itu anak emang. Tapi dia anak Akslerasi sih. Mestinya dia lulus tuh 2005 tapi di 2004 udah lulus dengan nilai Ebta / ebtanas tuh tertinggi se Bandung." Lanjut cerita dari Veve.


"Oh no wonder di Kampus dia saingan sama Weny." Kata Widia yang mengangguk - nganggukan kepala mengenai Via.


Perbincangan disaat reunion membuat Widia semakin sayang sama Via. Apalagi Via membela nya ketika Romi memperlakukan kasar. Walau tidak menyangka Via bisa seperti itu.


"Coba ajah elu pancing soal Thata, Via masih seperti dulu nggak?" Kata Veve yang memberi clue untuk Widia menggali lebih dalam.


"Nggak perlu Ve. Cukup, itu luka yang tidak mungkin sembuh."Jawab Widia yang memberikan pernyataan yang sedikit tegas.


Makan malam pun terasa seru ketika Widia mengajukan itinerary ke gunung Himalaya bersama anak - anak 7 submitter. Dengan muka cerah Veve langsung mengiyakan ajakan Widia yang mendaki Gunung Himalaya.


Sementara di New York, Gerry termenung dengan foto kue bikinan Via.


"Vii, andai kamu jadi milik ku." Bathin Gerry memikirkan Via dengan bebas.


Drrrrrrtttt... Drrrrrtttt... Group BBM


Widia: Gerooooong...


Via: Aku bantuin panggil yah?


Via: Udah jadi. Mau ke Geneva kapan?


Gerry: Ke Geneva mulu, New York kapan?


Widia: Baca chat gue sekarang!


Gerry: UDAH!! GAK USAH GILA MAU NAIK GUNUNG HIMALAYA.


Via: Ngapain bebiiiiiih....


Gerry: Gak usah pulang Lu sekalian!


Widia: Bangke! ga usah pake caps lock juga.


Gerry: Tuh tau!


Widia: Tahun depan gue kesana abis kita ultah.


Via: No commmet...


Setelah perdebatan panjang akhirnya Widia mendapatkan izin naik ke Gunung Himalaya. Kegirangan ini membuat Widia memposting foto di Friendsbook.com dengan caption;


- See you very soon Himalaya Mountain -


Via pun melihat posting an tersebut dan menyukai. Disela - sela melihat timeline Via melihat photo yang baru saja di posting oleh Willi. Penuh dengan senyuman Via menyukai photo tersebut. Willi yang sedang online pun memberanikan diri untuk mengirimkan pesan.


Drrrrrrt...Drrrrtttt Pesan BBM


Willi: Kamu lagi apa?


Via: Send IMG_5711


Willi: Gak ada yang bantuin?

__ADS_1


Via: Nggak. Terima kasih. Kamu mau?


Willi: Nanti kalau kamu di Indonesia aku mau cobain.


Via: Iyah, nanti yah. Kamu ga istirahat?


Willi: Ini lagi istirahat.


Via: Met istirahat 👍


Willi: Kamu juga ❤


Membaca Chat Via yang terakhir membuat Willi semakin bersemangat. Alwen yang bertugas malam ini melihat mood boss nya baik. Langsung mengajukan cuti untuk pulang kampung.


"Pak, saya mau request pulang kampung." Tanya Alwen yang menyodorkan form request cuti.


"Pesankan saya ticket ke Swiss besok sore, abis itu kamu boleh cuti." Jawab Willi dengan muka masih berbinar Merah.


"Baik pak. Besok saya update kembali." Balas Alwen sekaligus keluar ruangan.


Sementara di Perancis, Widia berusaha menghubungi Via.


Drerrrrrrrtttt.... Drrrrrrrrrtttt... bunyi telephone Via.


"Halo..." Jawab Via dan...


"Lama amat sih jawab telephone ajah. Ada berita penting banget nih." Kata Widia yang terus merepet karena ada berita.


"Apa?" Jawab datar Via.


"Elu lagi sama siapa sih sekarang?" Tanya Widia yang sedikit ambigu.


"Sendiri lah, mau lihat? Niii Niii Niiiii" Jawab Via yang melepas telephone selulernya dan diarahkan ke seluruh ruangan.


"Eh pinter makanya yang standard, biar gak keblinger. Coba mana bisa gue lihat elu sama siapa?" Tanya balik Widia yang menahan ketawa akibat ulah Via yang ajaib dari dulu.


"Lagian tadi nanya!" Jawab Via yang seperti tidak bersalah.


Ketawa Widia baru berhenti setelah Via bilang akan menutup telephone selulernya dan melanjutkan untuk membuat pesanan kue jajanan pasar.


Setelah berbicara Via mencatat pesanan Widia yang akan buka bazaar di Marseille - Perancis. Karena ada pekan Budaya International.


Via bersemangat sekali mengikuti bazaar - bazaar seperti ini. karena lucu dan beda sama di Indonesia.


°


°


°


°


°


°


°


°


°


°


°


°


°


Please Comment dan Like nya 😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2