
Vika melihat Erick pulang dengan keadaan kecapekan. Lalu dengan muka datar Vika memberikan handuk untuk Erick mandi. Di dalam hati Vika ada kebimbangan untuk mengatakan suka sama Erick. Namun Vika mengerti kalau Erick tidak bisa di miliki.
Selesai Erick mandi dan memakai baju tidurnya, Vika duduk di pinggir tempat tidur double bed.
"Rick, gue nanya sama elu. Apakah salah gue suka pada kedua orang?" Tanya Vika saat Erick akan bergegas tidur.
"Nggak ada yang salah. Tetapi memiliki keduanya itu salah, kita tidak akan pernah bisa adil untuk kedua orang itu." Jawab Erick setelah merebahkan badan nya dikasur.
"Rick, apakah mungkin gue menghilangkan salah satu perasaan?" Tanya Vika yang membuat Erick bimbang.
"Vik, gue suka elu. Tapi tidak mungkin elu mengabdi pada 2 cinta. Salah satu akan jadi korban." Jawab Erick lalu membalikan badan agar menghindari perasaan yang semakin dalam.
Erick dan Vika menghabiskan liburan selama di Indonesia. Tidak lupa juga Erick mengantar Via ke Airport sekaligus membicarakan Via sebagai perwakilan Disneyland diseluruh Disneyland Resort di dunia. Vika melihat Erick begitu bahagia jika bersama dengan Via.
Hatinya serasa diserang oleh api, Vika harus bersabar. Karena tidak mungkin melakukan kesalahan yang kedua. Dickson melihat postingan Via dan Erick lalu mengcrop bagian Vika. Postingan tersebut mendapatkan tanggapan positive dari teman-teman disocial media.
Drrrrrrttttt.... WhatsApp Via bergetar....
Widia: Woiii, pulang ke Indonesia gak bilang woii.
Via: Aku cuma reunion sama menghadiri hari anak nasional. Bebih bala bala
Claudia: Aku dirumah sakit gara-gara Gerry dong.
Via+Widia: Video Calling.........
"Yah, halo." Muka Claudia yang sudah lebih segar.
"MANA GERRONG!" Teriak Via dan Widia yang sudah panik karena Claudia masuk rumah sakit.
"Apeee..." Bales Gerry yang wajah nya kekurangan tidur.
"Oncom, kenapa Claudia bisa masuk rumah sakit?" Teriak Widia dari kantornya di London.
"Nggak mau makan, persediaan masakan Via abis." Kata Gerry dengan muka setengah ngantuk.
"Kan bisa ke apartment gue Gerrong!" Bales Widia dan percakapan di tutup oleh Via yang akan mampir ke Manchester City selama 3 hari lalu terbang lagi ke Geneva.
Via membatalkan ticket ke Geneva lalu menukarnya ke Manchester City. Sedikit dengan memohon akhirnya di berikan. Well, Via akan selalu ada buat ke dua sohib nya tersebut. Sementara Dickson melihat Erick yang memposting makan siang bersama Via di social medianya.
Membuat Dickson semakin kompetitif mendapatkan Via. Tapi tidak lama...
Drrrrrrrttt WhatsApp Dickson bergetar. Karena melihat nama Erick ada di layar.
__ADS_1
Erick : Send IMG-9227
Dickson: Jangan rangkul-rangkul cewe gue.
Erick : Maaf, Via hanya bisa di peluk jika sama orang yang dia kenal.
Kata-kata Erick sangat menohok, membuat Dickson semakin tidak percaya kalau Erick tidak punya perasaan apapun terhadap Via.
Make comblang yang jatuh hati pada yang di comblaingin nya.
Dickson melihat foto Via zaman sekolah dimana, Via sama Thata sedang duduk menunggu Andrew yang sedang bermain basket bersama Erick.
Tangan Dickson iseng mengunggah foto tersebut ke Pinstagram. Dan saat itu di unggah, Via kaget karena foto tersebut.
Via menyukai postingan tersebut dan memohon ijin untuk di repost. Dickson merasa ini adalah jalan terbaik tanpa harus bersama dengan Erick.
noviaheidy: hi @dicksonwicaksono boleh aku repost foto nya?
dicksonwicaksono reply : eh @noviaheidy, boleh dong di repost.
noviaheidy: @dicksonwicaksono Okidoki nanti aku tag dirimu yah.
dicksonwicaksono: 👍🏼
"Tha, thank you buat ngajarin aku jadi manusia lebih baik." Kata Via dalam hati saat memandang foto tersebut.
"Do you want red wine or white wine?" Tanya petugas lounge business di bandara Amsterdam.
"Red Wine, please." Jawab Via dan mengambil gelas yang sudah di sodorkan petugas tersebut.
Via memandang hilir mudik nya pesawat yang akan terbang. Lalu menatap pesawat yang akan mendarat. Lalu Via mulai dengan ke isengan nya memfoto keberadaan nya. Lalu mengunggah nya ke media social.
Sontak followers Via langsung kepo Via berada dimana. Dan menanyakan gagal focus dengan baju batik yang Via pakai. Via memention product adik kelasnya yang sudah menjadi langganan Via. Lalu Via akan meluncurkan product yang akan kerjasama dengan Disney.
"Halooo, nantikan product kolaborasi saya dengan salah satu brand ternama dan salah satu usaha kecil menengah di Jakarta." Kata Via saat menstory kan kegiatan nya.
"Karena setengah dari penjualan tersebut akan saya sumbangkan ke anak-anak korban perang di Afghanistan."Kata Via lagi dan dengan cepat banyak pesan yang masuk.
Via tidak menyangka akan seheboh itu untuk program yang berbau kemanusiaan. Bahkan product adek junior nya kini diserbu oleh teman-teman online yang ingin baju seperti Via.
Cukup kewalahan mandata pesanan dari teman-teman online Via yang memesan baju, junior Via sungguh beruntung dan terbantu dengan apa yang Via kerjakan saat ini. Pastinya akan ada yang iri dengan kesuksesan tersebut.
Vika melihat story gram tersebut merasa biasa ajah muka Via. Lalu kembali menutup telephone selulernya dan menemani Erick yang sedang berjemur di pantai Uluwatu-Bali.
__ADS_1
Erick menghabiskan masa liburan nya di Bali berdua dengan Vika. Lalu melihat aksesoris merasa ini akan cocok dengan Via, Erick membelinya sebagai oleh-oleh nanti jika bertemu dengan Via.
Sungguh kaget Vika melihat Erick memilih aksesoris dan membungkusnya dengan rapih. Di dalam pikiran nya pasti nanti akan dikasih ke Vika. Sebagai tanda permintaan maaf telah menelantarkan Vika selama liburan kali ini.
Namun saat sampai di Koral Restaurant, yang menyajikan sensasi makan dibawah laut. Makan Siang serasa special karena Erick akan memberikan hadiah yang tadi di pilih.
" Rick, fotoin yah disini." Pinta Vika saat melihat Erick sibuk dengan kameranya di telephone selulernya.
"Oke" Jawab Erick sambil mengarahkan camera di telephone selulernya menuju Vika
Vika senang dengan hasilnya, lalu duduk manis di meja yang sudah persiapkan. Lalu memesan makanan yang akan disantap siang ini.
"Pasti lagi siap-siap mau kasih yang tadi di beli, gue harus pura-pura cool." Kata Vika dalam hati saat melihat Erick yang sibuk dengan kameranya.
Vika menunggu moment tersebut namun sampai akhir makan siang. Tidak ada pergerakan apapun yang mengindikasikan kalau Vika akan di berikan hadiah sama Erick.
"Mungkin di kamar, biasanya kan suka begitu." Hibur Vika yang jalan membuntuti Erick menuju kamar.
Lagi-lagi Vika merasakan hanya di berikan harapan palsu oleh Erick. Dan akhirnya Vika sudah tidak tahan karena ulah Erick...
"Jadinya ngasih gak sih tu kado?" Tanya Vika tanpa basa-basi lagi. Saat Erick keluar dengan celananya yang pendek dan bertelanjang dada.
"Kasih kado apaan?" Kata Erick yang tidak mengerti apa yang Vika maksud.
"Itu kado?" Kata Vika yang menunjuk ke arah bungkusan yang ada di sudut koper.
"Ini mah oleh-oleh buat boss gue. Elu mau?" Kata Erick yang menjelaskan lalu kesal akibat Vika. Terpaksa Erick berbohong supaya tidak ada drama yang akan tecipta.
Vika menahan rasa malu akibat ulahnya sendiri, dan berjalan ke kamar mandi. Kenapa bisa se over ini kepercayaan dirinya.
°
°
°
°
Like, love, comment lalu vote buat author...
Terima kasih atas membaca cerita ini...
__ADS_1