Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : I Love You Daddy!


__ADS_3

Saat malam semakin pekat dan akhirnya membuat para bapack - bapack ini akhirnya kembali ke kamar masing - masing. Rencana mereka akan offroad di salju tidak akan kendor. karena sudah dipersiapkan dengan matang.


Untuk mendapat kan tulisan SNI (Sudah Nanya Istri) dan ISO (Istri Sudah Oke). Genk para suami akhirnya bangun pagi menyiapkan menu makan pagi yang lumayan agak rumit. Beruntung Erick ambil sekolah pariwisata. Setidaknya adalah mata kuliah yang menempel di kepala Erick.


Dengan lincah Erick membuat Souffle Pancakes set up. Di bantu para teman - teman nya akhirnya selesai juga memasak untuk para istri tercinta. Sementara istri - istri sudah bangun dengan muka - muka panda nya.



Akibat kekurangan tidur yang terjadi karena harus memompa susu untuk anak mereka masing - masing. Wajah kagum para istri yang melihat kelakuan para suami. Dengan tindakan luar biasa dan jauh dari ekspetasi.


"Wah, terima kasih sayang. I love you." Kata Claudia yang memberi ucapan ke Gerry sambil mengecup bibirnya.


"Terima kasih sayang.." Kata Dyandra yang memeluk Dickson.


Lalu tidak lama ada Dianne yang masih membersihkan muka nya, lalu menghampiri Dickson yang masih ada Dyandra disebelahnya.


"Terima kasih Daddy, and I love you more!" Kata Dianne yang memeluk Dickson lalu ke meja makan untuk duduk di sebelah Widia. Muka Dickson kaget dan langsung bahagia.


"Genks, lihat gak? Anak gue peluk dan bilang I love you? Yeesss..." Ucap Dickson yang setengah berteriak dan reaksinya mengejutkan semua orang.


Semua yang merekam kejadian ini jadi merasa terharu banget. Air mata Dickson menetes karena akhirnya anak nya bilang I love you. Dyandra juga kaget mendengar pengakuan sang anak. Erick pun mendekat dan memberikan selamat kepada Dickson. Satu persatu akhirnya memberi selamat juga, Dianne merasa aneh saja.


"Papa akan jaga kamu sekuat tenaga papa. Tidak akan papa biar kan orang lain menyakiti mu." Kata Dickson saat memeluk Dianne.


"Makanya ada pepatah bilang; jangan ganggu putri saya atau kamu saya bikin sengsara."Ujar Erick disela-sela momen nya Dickson yang mengandung bawang.


Akhirnya makan pagi terasa seru dan mereka semua tidak menyangka para suami bisa masak. Walau sebenar nya semua kerjasama sih.


"Thank you sayang, kamu dah masakin aku." Kata Via yang mencium Erick.


"Eheem, pagi - pagi bumil (ibu hamil) main nyosor ajah." Teriak Widia yang sedikit iri.


"Iyah nih, ada anak dibawah umur loh." Omel Dickson yang mendukung omongan Widia.

__ADS_1


"Yah, ini bagus buat pelajaran. Kalau saling mendukung suami dan istri."Bela Via saat Dickson dan Widia menyerang.


"Kok ini ada bau - bau tidak sedap yah?" Tanya Widia dan dengan kompak muka para suami langsung pucat.


Raut wajah para suami langsung berubah ketika Widia menanyakan kebenaran soal makan pagi ini. Jerias sebiasa mungkin mencoba menjelaskan bahwa hanya ingin apresiasi kalau para istri kecapekan butuh waktu untuk istirahat.


Lain hal dengan Claudia yang menatap curiga kepada Gerry saat mendengar Widia bilang ada hal yang aneh. Gerry pun mulai menetralkan keadaan dengan bilang ke Claudia ini ide nya Jerias. Untuk membantu para istri biar tetap waras mengurus anak.


"Yah, aku gak mau kamu mengalami baby blues* sayang."Pembelaan dari Gerry saat Claudia mulai mengintimidasi.


"Oh, terima kasih perhatian nya. Tapi ini bukan buat kesalahan kan?" Cecar Claudia sambil terus menatap tajam Gerry.


Sementara Gerry membalas menatap tajam berupaya terus meyakinkan semua kata - katanya kepada Claudia. Gerry bersyukur menerapkan ilmu psychology hukum saat sidang kepada Claudia.


*Baby blues syndrome dan depresi pasca melahirkan merupakan gangguan psikologis yang bisa dialami ibu setelah melahirkan. Keduanya saling terkait. Namun, ada perbedaan antara baby blues syndrome dan depresi pasca melahirkan yang perlu untuk diketahui.*


Tidak bagi Via yang mendapatkan satu clue dari semua teman-teman nya. Via langsung menembak kepada lawan yang tepat.


"Dickson, ini bukan lagi meminta sesuatu kan? Erick mau beli apa?" Tanya Via kepada Dickson yang membuat gelagapan Dickson.


"Nggak ada, emang Erick kalau mau minta sesuatu harus begini?" Tanya balik Dickson yang meyakinkan Via.


"Nggak, sih. Cuma kok aku curigesyong yak." Jawab Via sambil terus mengunyah makanan nya.


Malam tahun baru tinggal menghitung hari, Via ingat jelas 1 tahun lalu anak nya Gerry akan lahir.


Via dan para istri yang lain sedang mempersiapkan malam tahun baru, sementara para lelaki sibuk mematang kan rencana offroad mereka.


Keperluan offroad mereka sudah disiapkan dengan baik. Jalur - jalur yang akan di lalui pun sudah didapatkan oleh mereka.


"Hari ini menu nya Barbeque yah genks.." Teriak Via saat memarinate daging untuk acara nanti malam. Widia dan Claudia sedang membereskan meja untuk acara nanti malam.


"Vi, ini mau dimasak apa?" Tanya Dyandra mengangkat daging bulgogi.

__ADS_1


"Dibuat bulgogi ajah Dy." Kata Via yang merapikan daging lalu mengambil kimchi untuk di simpan.


Suasana terus terlihat seperti ada di dunia masing - masing dengan kegiatan nya. Via yang hampir selesai dengan pekerjaan nya akhirnya bisa beristirahat. Sementara tangisan Anya memekakan telinga.


Via pun berjalan menghampiri kamar Widia yang sepertinya ribet dengan tangisan Anya.


"Sini aku bantuin, biar gak repot." Ujar Via yang menawarkan bantuan.


"Boleh, thank you yah duth. Nanti kalau si Jerias pulang, gue lempar dia pake diaper yang ada kotoran nya." Jawab Widia yang menahan amarah karna kesal Jerias menghilang.


"Sudah, gak pa-pa. Mereka mungkin sibuk sama kegiatan nanti malam kali." Bela Via saat mendengar omelan Widia.


Memang benar ada nya kalau ibu - ibu yang sedang menyusui itu lebih sensitif. Via pun berusaha mengerti, karena nanti akan melewati fase - fase ini.


Sekembali nya para suami langsung membuat para istri menatap dengan penuh emosi. Terlebih Widia dan Claudia yang kesal tidak ada bantuan dari para suami.


"Dy, kita mundur yah. Nanti perang dunia bisa menyerempet." Bisik Via yang memperhatikan Widia dan Claudia yang akan memuntahkan amarah nya kali ini.


Dyandra pun menurut dengan perkataan Via. Keadaan tiba - tiba hening dan berubah menjadi menyeramkan. Namun ide pintar dari Erick membuat suasana semakin menegang seperti konflik perbatasan Palestina dan Israel.


"Bebih, sorry yah. Tadi gue bawa Jerias dan Gerry buat bantuin gue..." Kata Erick namun terputus saat Widia mengangkat alis kiri nya dan menatap tajam.


"Kalian emang kemana?" Tanya Claudia mencoba untuk tenang dan berusaha untuk tetap fokus.


"Tadi gue nanya - nanya buat persiapan melahirkan, cuy. Anak gue kan kembar, jadi harus persiapan dengan matang." Jawab Erick sebisa mungkin buat tenang dan fokus agar tidak terjadi blunder.


Muka Jerias pun langsung berganti mode full serius. Agar tidak bisa dibaca sama sang istri kalau dia menyembunyikan sesuatu. Jelas akan jadi tragedi jika Jerias dan Gerry apalagi Erick berbohong kepada istri - istri mereka.


°


°


°

__ADS_1


°


Genk bapack - bapack ini akan semakin seru, ayooo di like, love, comment, dan vote yah teman - teman online.


__ADS_2