Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : I'm The Real Drama Queen


__ADS_3


Pertama kali Via melihat Princess Mako dan Kako diacara amal yang diselenggarakan oleh pihak kerajaan Japan. Tidak ketinggalan melihat calon Raja Naruhito yang terlihat lebih trendy saat ini.


Malam amal ini kalau mengikuti undangan yang fi kasih Erick mungkin duduknya tidak dekat dengan anggota keluarga kerajaan. Terima kasih buat United Nations yang memberikan kesempatan kepada Erick melihat leluhur ibunya.



Acara amal kali ini diselenggarakan Diamond Wedding Anniversary Emperor Akihito dan Emperor Michiko. Selain ada acara amal Via juga memperkenalkan diri dan suami kepada pimpinan nya.


"Wah ternyata kamu pengantin baru.." Ledek Antonio saat mereka menikmati wine.


"Yah, seperti itulah..." Jawab Via se simple mungkin karena akan mengira akan ada tugas lagi.


Erick yang mendengarkan nya cuma tertawa simpul. Walau dalam hati ingin berteriak belum sempat berbulan madu ini...



Wajah Erick pun sedikit tegang karena acara ini terlalu lama dan membosankan. Berbeda dengan Via yang sangat menikmati suasana seperti ini.


Acara amal selesai Erick dan Via pun bergegas kembali ke hotel untuk bersiap kembali ke California.


Margaret pun tidak mau ketinggalan dengan apa yang terjadi. Karena Erick besok akan check out dan kembali ke California. Akhirnya memutuskan untuk sedikit mencuri perhatian dari Erick.


"Via bisa senyum sedikit ke arah kami?"Teriak pemburu berita.


"Via ke arah sini belum.." Teriak dari arah berlawanan. Yah, seperti biasa Via meladeni teman - teman media yang sudah menunggu Via di area hotel.


Masuk kedalam Erick pun menggandeng tangan nya dan menuju lift yang sudah di jaga oleh Darrell. Namun ada satu anak gadis yang berusaha menerobos barisan pengamanan. Via melihatnya dan buru-buru memberi kode untuk melepaskan wanita tersebut.


Untuk memanfaatkan situasi seperti ini yang akan menjadi santapan empuk para pemburu berita. Akhirnya Via menanyakan kepada perempuan tersebut.


"Apa yang bisa saya bantu?" Tanya Via yang menatapa perempuan tersebut.


Perempuan tersebut menangis dan ternyata dia adalah tuna rungu. Via kaget karena berbicara menggunakan bahasa isyarat. Via mendengar secara sesakma dan merasakan air matanya turun. Jelas banyak tangan dari pada tamu melihat kejadian itu mengabadikan.

__ADS_1


Via meminta Darrell untuk membawanya ke ruangan VIP, sementara Via dan Erick akan berganti baju. Sambil menunggu Via kembali so gadis itu membawa hasil karya nya untuk diberikan kepada Via.


"Aku tidak bisa menerima ini secara gratis, tetapi izin kan aku memberikan sesuatu ke kamu dan teman-teman tuna rungu yang menjadi korban perang." Kata Via yang menggunakan bahasa isyarat.


Management Hotel dan jajaran nya melihat aksi Via ikut memberikan bantuan berupa kamar gratis malam ini dan makan gratis untuk wanita tersebut. Margaret pun menyaksikan betapa elegant dan classy nya Via. Sudah seperti anggota keluarga kerajaan.


Margaret melihat Erick berada di luar sedang menikmati angin malam di Japan. Margaret tidak menyia - nyiakan kesempatan tersebut. Lalu mendekati Erick yang sedang asik bersama dengan mininuman nya.


"Pak, saya boleh manggil nama saja kah?" Tanya Margaret saat beretmu dengan Erick.


"Boleh, kenapa tidak." Jawab Erick yang hanya sekedarnya saja.


"Kalau saya ingin menggoda kamu apa bisa?" Pertanyaan frontal Margaret membuat Erick kaget dan melihat penampilan nya Margaret malam ini membuat Erick muak.


Di lain pihak Via dan team sudah mengurus kejadian seorang wanita tuna rungu yang memberikan hasil karya baju kimono dan yukata kepada Via dan juga Erick. Namun saat melihat Erick sedang berdua dengan Margaret membuat Via tiba-tiba cemburu.


Sebisa mungkin Via mengatur nafas yang memburu di dalam dada. Via memperhatikan langkah gerak dan gerik Margaret.


"Sepertinya ada yang ingin melihat permainan drama ku.."Kata Via dalam hati dan berjalan dengan pasti.


Melihat Via yang berjalan kearah Margaret saat ini dengan sengaja Margaret mendekatkan tubuh nya kepada Erick. Ketika Margaret seperti itu Erick berusaha menghindar dan...


"Loh kok buang badan gitu sih pak?"Tuduh Margaret yang membuat drama.


"Nggak, sayang. Aku cuma minum doang."Kata Erick yang terus menjelaskan kalau itu cuma tipuan Margaret.


Via dengan tenang mengikuti permainan Margaret tanpa menyudutkan Erick, akhir nya berhasil membuat Margaret menampar Via karena kesal dengan kata-kata Via dan disaksikan banyak orang. Sekaligus pihak management hotel yang masih ada disitu.


Tangisan pura-pura Via yang memegang mukanya yang panas membuat Erick langsung mengangkat Via dan membawanya ke kamar. Vika melihat kejadian itu berlari mengejar Erick yang membawa Via.


Toookkkk tooookkk...


Suara pintu kamar Via dan Erick di ketuk oleh Vika, saat kedalam Vika melihat ada team dokter United Nation dan protocol kerajaan bersama dengan Via. Vika hanya bisa pasrah melihat kekacauan ini lagi. Mendekati Via yang masih memegang pipinya, Vika mengamati Via yang lagi diobati.


"Bu, apakah kita bisa bicara?" Tanya Vika baik - baik saat sudah melihat Via.

__ADS_1


"Mba Vika, tenang. Saya akan memproses Ibu Margaret saja. Mohon di bantu untuk CCTV saja." Kata Via dengan mantab dan magic nya Via bisa baik dengan Vika.


Mendengar hal tersebut Vika langsung lemas duduk di lantai. Via menyarankan untuk istirahat saja dan dunia maya sudah ramai menyebarkan pemukulan Via di hotel, berserta kronologis ala mereka. Bahkan sangking ramai nya membuat head line diseluruh media dengan tulisan "Salah Satu Staff International Hotel Memukul Anggota United Nations Karena Menggoda Suami Orang".


Berita tersebut sudah sampai di Head Office yang berada di New York, management mengambil sikap tegas terhadap Margaret.


"Ini tidak adil, jelas-jelas saya membela diri." Kata Margaret saat diminta keterangan.


"Itu sudah jelas-jelas kamu yang menggoda. Lagi pula sudah jelas kamu yang memukul tamu VVIP kita."Omel Ryan sang General Manager di International Hotel.


Vika kembali dari kamar Via dan Erick lalu menemui Ryan juga Mike. Wajah Vika sudah lemas karena Via akan melanjutkan proses namun diwakilkan oleh pengacaranya. Begitu laporan Vika kepada atasan nya.


Wajah Margaret tidak ada rasa bersalah sedikit pun akibat ini. Vika hanya bisa menyerahkan keputusan kepada Management.


"Karir elu kelar, Mar." Kata Vika saat duduk di roof top hotel sambil meminum beer.


"Paling gue di SP ajah.." Jawab Margaret yang masih santai dengan keadaan nya saat ini.


Pagi - pagi Margaret di panggil oleh Director of Human Resources. Karena kedudukan mereka sama dan memberitahukan ada pemutusan kontrak kerja karena Margaret melanggar pasal yang ada di atur dalam kontrak kerja tersebut.


Kali ini Margaret terdiam dan bingung yang harus dia lakukan. Karena tindakan nya kali ini sangat bodoh. Lobby International Hotel ramai oleh media sedari pagi - pagi. Untungnya Via dan Erick sudah di kawal keluar duluan dari hotel setelah kejadian dan dibawa ke tempat hotel lain yang dekat dengan airport.


"Sayang, kamu masih marah?" Tanya Erick hati- hati saat duduk di sebelah Via.


"Marah itu pasti, tapi apakah akan menyelesaikan masalah?" Jawab Via yang sudah mulai tenang.


"Well, aku minta maaf banget." Sambung Erick yang benar -benar merasa bersalah akibat ulah Margaret.


Menatap jalanan Tokyo menuju Narita Airport untuk kembali ke California membuat Via beberapa kali menghembuskan nafasnya.


°


°


°

__ADS_1


°


Yah, sudah 120 episodes. Sama sekali tidak menyangka. Tetep di komen dan di Like yah temen-temen online. Lalu di vote juga diajang You Are Writer Volume 4 nya.


__ADS_2