Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 3: Definitely Yours


__ADS_3

Hati Aiden mulai tidak karuan setelah mendengar perkataan Gerrad. Siang dan malam Aiden mempelajari Gerry sebelum menemui nya. Kegelisahan Aiden tampak nyata dan terlihat oleh Anya yang sedang mempersiapkan peluncuran menu makanan baru dan menyiapkan strategy marketing yang baik.


“Aiden, kalau kamu gelisah ketemu papah Gerry. Kamu salah banget. Kamu datang ajah, papah Gerry nggak galak kok.” Kata Anya saat memberikan semangat terhadap Aiden.


“Iyah bu. Saya usahakan, dan saya berharap tidak mengecewakan.”Jawab Aiden dan membuat nya semakin gelisah dengan perkataan Anya.


Saat malam tiba Gerry sengaja mendatangi restaurant Triplet 07 di London. Karena tidak sabar melihat calon mantu nya.


“Lelaki kok lama banget bergerak nya.”Ujar Gerry dalam hati.


Selayang pandang mata Gerry mencari sosok Aiden yang ada di restaurant tersebut. Membuat Gerry semakin bersemangat bertemu dengan Aiden. Lain hal nya dengan Aiden, saat mata Aiden menangkap sosok Gerry yang duduk di meja VIP. Membuat badan Aiden gemeteran di ruangan nya, apa lagi saat waitress menyambanginya.


“Pak, owner mau ketemu dengan bapak.” Ujar Waitress tersebut.


“Pesankan minuman dan makanan seperti biasa beliau pesan yah.”Jawab Aiden dan memberikan perintah baru untuk menjamu Gerry.


Dengan persiapan matang dan langkah sedikit gemetaran. Aiden pun mendatangi Gerry yang sudah menunggu nya.


“Malam pak, ada yang bisa saya bantu?” Tanya Aiden dengan penuh keramahan serta sedikit gemetar.


“Sudah lah, tidak usah basa basi lagi. Jangan panggil saya pak. Saya kan mertua mu!” Jawab Gerry dengan texas. Sembari menguji sikap Aiden kepada dirinya dan keputusan terhadap putri kesayangan nya.


“Maaf pak, bukan saya tidak menghargai. Ijinkan saya yang datang ke rumah untuk meminta putri bapak. Saya tidak sopan jika berlaku seperti ini di tempat kerja saya.” Tolak Aiden secara langsung kepada Gerry.


“Kapan kamu bisa datang?” Tantang Gerry saat dikasih pernyataan oleh Aiden.


“Besok malam pak. Saya akan bersama dengan kedua orang tua saya.” Jawab Aiden dengan mantap.


Gerry pun tersenyum lebar dan menatap Aiden dengan penuh harapan. Setelah bertemu dengan Gerry. Aiden pun menyesali perkataan nya terhadap Gerry yang dirasanya sedikit lancang. Di dalam pikiran nya berkecamuk hebat dengan pikiran - pikiran yang akan terjadi.


Setelah pulang dari restaurant, Gerry menyuruh Shasha untuk masak hidangan yang terbaik. Dan dikumpulkan semua anggota keluarga untuk menyambut keluarga Aiden. Berbeda dengan Cia yang sibuk dengan kegiatan nya sebagai fashion icon industry, membuat nya lupa dengan kehidupan pribadinya.


“Nak, ibuk kok takut yah jika kita nanti di tolak sama keluarga bos mu.” Kata Ibuk Aiden yang masih tidak percaya dengan kelakuan anak nya.


“Nak, kamu mimpi jangan ketinggian. Kita ini orang susah. Mimpi jadi orang kaya ajah terlalu tinggi, apalagi menikahi anak orang kaya.” Sambung bapak nya Aiden yang membuat hatinya semakin ciut.


“Benar nak. Bisa makan 3 kali sehari saja sudah bagus. Bok, gak usah ikutan cerita di sinetron maupun buku - buku. Sadar diri kita wong susah, nanti kita di injak - injak sama mereka”Sahut ibuk Aiden yang masih memikirkan kedepan nya.


“Kalau kita tidak mencoba, kita tidak tahu buk.” Jawab Aiden yang merapikan kemeja nya yang nanti akan di pakai.

__ADS_1


Sementara di keluarga cemara sudah heboh persiapan menyambut Aiden. Claudia senang sekali Gerry memberikan restunya ke Aiden. Widia dan Dyandra pun sibuk memilihkan baju seragam untuk keluarga Cemara. Dewin yang melihat anak - anak berjalan mempersiapkan segala sesuatu untuk hari ini. Mengingatkan dirinya ketika melihat persiapan pernikahan Erick dan Via.


--------------------------------------------------


Pukul 19.00 waktu London, Aiden dan keluarga sudah sampai di depan rumah Gerry. Rumah yang menyambung dengan kanan - kiri dan depan - belakang. Yah, nggak lain nggak bukan dengan keluarga Cemara.


Bel rumah pun berbunyi, semua orang berada di kebun yang sangat luas. Aiden melihat Claudia dan Gerry menyambut hangat. Kedua orang tua Aiden melihat dan langsung minder dengan pakaian sederhana mereka. Tidak lupa Aiden memberikan Wine yang menguras dompet nya.


“Halo pak, ibu. Saya Gerry Putra Al-Rasyid.” Sapa Gerry yang membuka pembicaraan.


“Halo pak, Saya Reza Rahardjo, ini istri saya Dewi Sartika. Orang tua daripada Aiden Rahardjo.” Balas Ayah Aiden.


“Halo, Saya Claudia istri dari Gerry dan ibunda Gelaudy Putri Al Rasyid. Ayo silahkan dicicipi kue nya”Sapa Claudia sekaligus memperkenalkan diri.


Suasana di ruang keluarga sedikit canggung dan karena manusia di belakang pada punya rasa keinginan tahu secara maksimal. Akhirnya mengutus Dewin yang lebih tua untuk mencairkan suasana.


“Malam, maaf mengganggu. Saya Dewin, keluarga dari Gerry. Kalian tidak lapar? Yuk, mari makan.” Ajak Dewin yang sedikit mencairkan suasana.


Mendengar tersebut akhirnya Gerry merasa lega. Dan mengajak keluarga Aiden untuk menuju taman belakang menikmati jamuan makan malam. Muka kedua orang tua Aiden pun terkejut melihat banyak nya orang dan makanan yang dihidangkan.


“Nggak usah sungkan bu. Kami ini keluarga besar dan pemakan kelas berat. Jadinya harus disediakan juga banyak. Ayo silahkan di cicipi.” Sapa Widia melunturkan ketegangan yang ada.


“Jadi bagaimana Aiden? Apakah kamu siap meminta putri keluarga cemara.” Tanya Dewin dengan muka serius dan membuat hening suasana.


“Jika saya di ijinkan oleh bapak dan ibu sekalian. Saya Aiden Rahardjo meminta dengan hormat putri dari keluarga Cemara Gelaudy Putri Al Rasyid.” Jawab Aiden dengan sekali tarikan nafasnya.


“Bagaimana Ger? Apakah sah?” Tanya Dewin dengan mimik wajah semakin serius.


“Sah, saya minta perlakukan dengan baik biji mata saya. Jika tidak, kembalikan dia kepada saya!” Jawab Gerry dengan mantap.


“Bagaimana Jerias dan Dickson? Apakah sah?” Tanya Dewin yang dengan muka datar nya namun serius.


“SAH!” Jawab mereka berdua dengan mantab.


“Kami selaku orang tua Aiden, juga meminta untuk perlakuan yang baik terhadap anak ke 2 kami Aiden yang menjadi tulang punggung keluarga.” Kata Pak Reza setelah mendengar jawaban dari Dickson dan Jerias.


“Kami keluarga Cemara memperlakukan secara adil dan seperti keluarga kami terhadap Aiden” kata serempak bapak - bapak tanpa ada latihan.


“Kalau begitu, kami tunggu undangan resmi dari Aiden membawa Cia.” Balas Dewin dengan penuh senyum kemenangan. Seketika suasana kembali normal dan penuh canda tawa.

__ADS_1


Aiden mendengar tersebut menjadi keringat dingin dan tidak bisa berbuat apa - apa. Sekembalinya menuju rumah. Ibuk dan bapak Aiden hanya bisa terbengong - bengong dengan kejadian yang baru terjadi.


“Nak, keluarga pacar mu seperti itu? Wong sugih*. banget loh.” Kata Ibuk saat di mobil dalam perjalanan pulang.


“Iyah buk. Aku yang terlalu bermimpi.” Jawab Aiden yang kepercayaan nya goyah saat ada di perjalanan.


“Yah, kadung basah. Sekalian saja kita nyebur dan sudah kepalang tanggung kan?” Kata bapak yang mengambil sikap.


“Iyah pak. Aiden akan bertanggung jawab atas semuanya.” Kata Aiden dan memarkir kan mobil nya saat kembali ke rumah.


Aiden kembali gelisah dan tidak bisa tidur memikirkan bagaimana berbicara dengan Cia. Sementara dia belum punya nomornya. Namun di lain tempat Cia shock mendengar kabar dari rumah.


“Sorry baby, papah pikir Aiden sudah bicarakan dengan dirimu.” Kata Gerry tanpa bersalah dan memelas.


“Pahhhh, aduuuuh mau taruh dimana muka ini. Papah tuh kepo maksimal ahk.” Jerit Cia setelah mendengar cerita dari Claudia dan Gerry prihal kedatangan Aiden.


Muka Cia memerah karena emosi dengan kelakuan 2 orang tua ini. Gerrad yang mendengar teriakan tersebut yang akhir nya mendatangi suara tersebut.


“Jika emang dia jodoh mu tidak akan lari kak. Lagian tidak akan ada salah nya kan?” Kata Gerrad yang menenangkan hati sang kakak.


3 hari telah berlalu dari hari dimana Aiden datang ke rumah Cia. Aiden mendapat nomor Cia dari Gerrad saat bercerita kejadian kakak nya berteriak.


Drrrrrrtttt drrrrrrrttttt


Suara Veteran telephone cellular Cia berbunyi dan membuat Cia membuka pesan masuk.


Aiden: Halo, selamat pagi. Perkenalkan nama saya Aiden. Apakah saya bisa bicara dengan ibu Cia.


Cia yang melihat isi pesan Aiden masuk, membuat nya tertawa. Sementara Cia menyimpan nomor Aiden dengan tanda 💜❤️.


Cia : Jelas bisa lah. Ada yang bisa saya bantu? Jika urusan perkerjaan bisa hubungi manager saya.


Aiden : Bukan masalah pekerjaan, tapi apakah saya bisa mengajak makan ibu Cia?


Cia : Bisa. Apakah saya akan di bawa ke hadapan orang tua mu? Jika jawaban nya benar, kamu bisa nelphone aku. Jika tidak, abaikan pesan ini.


Aiden yang membaca isi pesan tersebut langsung menghubungi Cia. Dengan gemetaran Aiden mengajak Cia untuk bertemu dengan orang tua nya.


Cia pun bersiap mencari baju yang pas untuk bertemu dengan kedua orang tua Aiden.

__ADS_1


*Wong sugih \= orang kaya atau orang berada dan kasta tertinggi.


__ADS_2