
Via berdoa kepada Tuhan agar menyelamatkan dari kepungan warga. Belum lagi Via harus beradu nyawa siapa wanita ini. Atas dasar kemanusiaan Via menolong nya.
"Buuuu Viaaaaaa...." Teriak Warga membuat jantung Via kembang kempis.
"Mati kali ini Via." Sesal nya saat di tawari oleh Gaynor untuk membantu program United Nation di pulau We.
Via mengamati warga sekitar, dengan keberanian yang entah dari mana dan sedikit nekat. Via keluar dari rumah besar dengan kegagapan maksimal.
Via melihat ada kepala desa dan beberapa warga lain nya. Yang membawa obor, walau sebenarnya penerangan di pulau Weh lumayan terang, namun kalau sudah jam 9 malam akan mati. Lalu dinyalakan lagi pukul 6 pagi.
"Pak, ada apa ini?" Tanya Via yang tergagap-gagap menghadapi kepala desa di pulau We.
"Kami mau mengucapkan...." kata kepala Desa dan tiba - tiba keluar lah tumpeng besar yang membuat Via pingsan karena ketakutan.
Sekarang giliran para orang-orang di buat panic sama pingsan nya Via. Sudah 3 jam Via pingsan karena melihat tumpeng yang bertuliskan Terima Kasih Ibu Novia Heidy.
"Dimana ini? Tadi banyak warga, ada apa?" Tanya Via kepada dokter Thyna dan suster Novita yang sedang memberi infus kepada Via.
"Di kamar bu. Iyah, mereka mau mengucapkan terima kasih sama ibu." Kata Mas Asep supir ambulance yang merangkap perawat juga bersama mas opick.
Pecah tangisan Via membuat para team dokter bingung sama Via. Akhirnya acara perpisahan tidak berjalan mulus seperti yang di bayangkan. Kecapekan nangis dan menguras tenaga akhirnya Via pules tertidur.
Keesokan harinya Via duduk manis dan tumpeng dari warga setempat berhasil Via abadikan di camera kesayangan Via . Team dokter bersiap untuk kembali ke Banda Aceh lalu ke Jakarta.
"Aku seneng banget dapet ini." Kata Via memamerkan tumpeng yang sudah di buat.
"Iyah bu, warga juga mau foto bareng sama ibu." Kata Mas Opick yang mencari celah untuk tripod nya.
Tidak lupa juga dimasukan lah tumpeng tersebut di dalam potret keluarga baru. Via menyadari dengan tinggal di pulau We, suka dan duka selama 5 hari di pulau We. 2 hari extend dikarena kan air laut sedang pasang jadi tidak boleh keluar dari pualu tersebut.
Menempuh 7 jam untuk balik menggunakan speeds boats. Ke sabang lalu perjalanan ke Banda Aceh, lalu Via terbang ke Jakarta. Di hati Via hanya ada 1 kalimat kepada Team yang ikut.
"Terima Kasih Team!" Ujar Via saat berpisah di Jakarta bersama dengan team nya.
"Kami akan rindu saat- saat itu, Bu." Kata mas Asep.
"Saya juga bu. Rindu mendengar ibu teriak-teriak karena ke bingung an. Lalu rindu minta makan sama mas Asep dengan bahan seadanya." Kata mas Opick yang membuat suasana semakin terasa menyedihkan.
__ADS_1
Setelah berpisah dengan team Ikatan Dokter Indonesia. Via sibuk berkemas karena akan kembali ke Geneva. Sebelum balik ke Geneva dan bertugas kembali Via akan ke Bandung untuk menemui sang Bunda.
Ke 3 kakak nya masih ada di Bandung hingga malam 40 harian sang ayah. Sementara Via memilih untuk kembali ke Geneva dengan alasan masih butuh proses untuk menerima.
Drrrrrrrrrrtttttttt... 1 pesan WhatsApp masuk..
Willi : Kali ini aku tidak mau basa basi. Will you marry me?
Via : Sorry, aku masih ingin sendiri.
Willi : Kamu masih normal kan?
Via : Masih. Aku masih belum bisa buka hati ku.
Willi tertegun membaca chat Via yang terakhir. Chat yang singkat namun menyakitkan hatinya Willi. Bagaimana bisa Willi ikutan tidak membuka hati dengan pilihan lain.
"Sayang, ini cobain baju nya dulu. Sebentar lagi kita akan ke rapat pemegang saham." Teriak wanita separuh baya saat membawakan setelan jas dan kemeja untuk Willi.
"Baik mah, terima kasih yah." Balas Willi memberikan senyuman.
Ini kesekian kali nya Via menolak balikan sama Willi. Teman-teman nya sampai menjulukinya dengan Jomblo seumur hidup, saat pesta di rumah Devano.
"Yah ampun Will. Ganteng iyah, tajir iyah, lalu pinter iyah. Masa ngejar cewek ajah gak ada yang dapet sih?" Ejek Devano saat menuangkan minuman Bacardi ke gelas Willi.
"Hmm, elu belum kena karma. Jika udah elu baru hubungi gue." Balas Willi dengan enteng nya dan meneguk minuman tersebut.
"Ahk, gue nggak percaya itu. Elu nya ajah yang terlalu memuja cinta." Kata Devano lagi.
"Yah, mungkin karena gue penasaran sama cewek ini. Yang selama pacaran bikin gue selalu mandi air dingin karena gak bisa gue sentuh." Sela Willi sambil memainkan batu es yang ada gelas itu.
Mata Devano terbelak karena kaget mendengar pengakuan tersebut. William Tanriady menurunkan kesombongan nya demi seorang cewek.
"Serious lu? Belum elu tidurin?" Tanya Devano sekali lagi karena tidak percaya.
"Belum, karena gue sayang sama dia." Keluh Willi yang mengingat selama pacaran sama Via dia hanya memeluk Via dan mencium pipinya, itu pun muka Via bete.
Devano mendengar penjelasan Willi menjadi kasihan karena Willi menjadi budak yang mengatas namakan cinta.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hotel JW Marriott...
"Vi, dekil amat sih elu.." Kata Gerry saat melihat Via tanning keren nya dari kata hitam.
"Nggak pa-pah. Ini tanda mutlak Via pernah terjun ke alam bebas." Kata Via bangga dan penuh kesombongan.
"Kalau begitu kita bisa dong liburan ke Kenya." Teriak Widia saat Video Conference Call.
"Nooooooo..." Teriak Via dengan mata melotot seperti orang kesurupan.
Claudia, Jerias yang ada disana ikut tertawa dengan apa yang Via katakan. Widia yang sudah menduga hal itu, akhirnya menjadi bahan ledekan.
"Lah, kan udah bisa. Kenapa teriak No?" Ledek Widia yang suka gemesh sama Via.
"Wid, bentar lagi ada yang nangis loh." Teriak Gerry menahan ketawa saat Via di ledek sama Widia.
"Nangis ajah. Tuh Susanna ngikut..." Kata Widia yang semakin menjadi.
Bluuuppp...
Via mematikan Video conference call nya dan ngoceh pada dirinya.
"Woooh, mentang-mentang hobby. Suka banget sih bikin orang emosi. Lama-lama Via cepet tua!" Oceh nya di depan kaca kamar mandi sambil gosok gigi.
Gerry dan Widia tertawa penuh kemenangan karena berhasil menggodai Via. Claudia dan Jerias ku ikut tertawa karena Via ngambek sama Gerry dan Widia. Via menatap wajah nya dan melihat kulit yang belang membuat nya sedikit kesal.
"Huh, belang banget ini kulit, apa aku ke dokter ajah biar tidak keliatan banget belangnya." Kata Via mendapati dirinya seperti habis berjemur di pantai dengan bikini.
°
°
°
°
__ADS_1
Like, love, comment and vote novel ini...