
Pertengkaran kali ini Widia mengalah karena menurut nya, hubungan ini akan berhasil jika salah satu pasangan menurunkan ego. Namun tidak bagi Romi yang masih ada ganjalan dengan apa yang Widia pilih. Karena menurut Romi, hanya buang - buang waktu saja jika bersama Gerry dan Via.
"Kamu sudah memikirkan semuanya dek?" Tanya Romi saat di Hotel Fairmont - Dubai.
"Aku sudah memikirkan semuanya, nanti aku beritahu kan abang." Jawab Widia membuka koper nya dan mengecheck semua keperluan nya selama di Dubai.
Entah apalagi yang Widia pikirkan saat ini. Ketika Widia memikirkan betapa tertekan nya dia saat bersama dengan Romi sehingga melupakan 2 teman nya. Sedikit gusar dan sedikit malu. Akhirnya Widia berjalan keluar menuju coffee shop dan mengetik chat di group #triplet07.
*Drrrrrrttttttttttt* group BBM bergema
Widia: Kalian dimana?
Via: Di Dorm
Gerry: Di Dorm nya Via.
Widia: Gue nyusul! Besok sampai habis itu kita perlu bicara.
Via+ Gerry: Okay!
Widia akhirnya mulai menguatkan hati untuk berbicara dengan Romi. Mengenai keputusan nya untuk mundur dari hubungan ini. Karena semakin tidak sehat.
Setelah 1 jam merenung diluar akhirnya Widia kembali ke Hotel. Disana ada Romi dengan muka yang panik dan sekaligus marah. Tanpa basa - basi lagi, Romi yang melihat Widia yang sedang berjalan. Langsung menarik kasar dengan sedikit menyeret.
"Aaaaaaww bang, sakit! Bisa abang pelan - pelan?" Teriak Widia sambil menahan kesakitan di lengan nya.
"Kamu tuh, bikin orang panik. Apa kamu sadar dengan perbuatan mu itu merugikan orang?" Bales Romi sedikit memaki Widia.
Dengan menahan sedikit malu Widia berjalan menuju lift mengikuti Romi. Dengan tatapan penuh benci Widia mengingat apa yang Via katankan.
"Masuk!" Teriak Romi yang mulai tidak terkontrol emosinya dan mendorong Widia masuk ke dalam kamar.
Dengan muka semakin meradang dan menguatkan hatinya untuk memutuskan hubungan yang sudah tidak sehat in. Secepat mungkin Widia akhirnya membereskan pakaian nya dan masuk kedalam koper.
"Kamu mau pergi? Apa - apaan ini!" Teriak Romi dan tanpa habis nya tangan Romi sudah ada di pipi Widia hingga membuat Widia sedikit terpelanting akibat pukulan Romi.
"Ternyata benar apa yang di omongin Via, saat abang pura- pura menyenggol Via." Teriak Widia yang sudah tidak tahan.
"Apa maksud mu! Kamu lebih percaya Via?" Kata Romi yang meremas muka Widia dengan tangan nya.
Dengan sekuat tenaga Widia meraih batang telephone dan memencat angka 0 agar bisa di sambungkan ke operator.
"Hellppppppp... Heeeeelllllpppp!" Teriak Widia
"Yes, madam. May I assist you?" Kata orang di seberang sana.
Melihat seperti itu Romi langsung menutup telephone dan membanting Widia ke arah yang berlainan. Sementara pihak hotel mendatangkan security untuk membuka kamar dan melihat apa yang terjadi.
Toookk Tooookkk Tooookkk
"Front Office!" Teriak orang yang ada di depan pintu kamar.
"Tunggu!" Bales Romi kalah cepat dengan petugas hotel.
__ADS_1
Melihat kesempatan ini dan melihat pintu dibuka Widia langsung berlari menuju security. Pihak hotel sedikit terkejut melihat Widia sudah ada bekas benturan.
"Ibu, apakah anda baik - baik saja?" Tanya petugas hotel tersebut.
"Kawal saya untuk ambil barang - barang dan bawa saya ke airport sekarang juga." Kata Widis tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.
"Baik bu, saat ini ibu bersedia untuk ke klinik?" tanya Petugas hotel.
Setelah membereskan barang - barang Widia. Lalu Widia langsung memesan ticket dari Dubai ke Swiss. Dimana Via dan Gerry berada, karena banyak cerita akan di ceritakan.
Melihat Widia pergi dari kamar dengan di kawal oleh petugas hotel dan security membuat Romi semakin emosional.
"Ibu Widia, apakah anda tidak ke klinik saja?" Tanya Welfed, Hotel Manager. Ketika di dalam mobil menuju bandara.
"Tidak usah, bawa saya ke bandara secepatnya." Kata Widia sambil terus menatap kaca.
"Baik bu, jika ada hal lain. Ibu bisa hubungi saya, dengan Welfed- Hotel Manager." Kata Welfed yang menemani Widia.
Romi yang masih emosional, melihat layar laptop nya untuk memesan secara online ticket ke perancis.
"Aku tidak akan biarkan seperti ini." Kata Romi memaki laptop nya.
Sesampainya di Bandara Dubai, Widia langsung menuju gate yang dituju. Muka bekas pukulan membuat orang disekitar melihat nya.
"Widiaaaa" Teriak perempuan berbaju seragam pramugari airlines.
"Fifi!" Sambut Widia yang kaget melihat teman kuliah dulu.
"Panjang deh Fi, ceritanya." Kata Widia yang duduk di ruang tunggu.
"Elu mau kemana?" Tanya Fifi dengan muka heran.
"Gue mau ke Geneva, Switzerland ke tempat nya Via." Kata Widia secukupnya.
"Okeh, gue dapet tugas ke Amsterdam. Gue susul kalian di Geneva." Kata Fifi mengakhiri pembicaraan nya dengan Widia. Setelah berbincang Fifi pun mengikuti rombongan yang memanggilnya untuk bergabung.
Dan tidak lama dari itu juga Widia pun masuk kedalam pesawat yang membawanya ke Geneva, Switzerland.
Perjalanan memakan waktu 8 Jam di udara membuat Widia sukses tidur pules. Hingga pesawat landing pun tidak terasa. Setelah nyampe di Swiss, Widia melanjutkan perjalanan 2 jam ke Geneva, Switzerland menggunakan mobil sewaan.
Via dan Gerry sibuk menanyakan Widia sudah sampai mana. Karena mereka dapat kabar dari Fifi mengenai muka Widia yang sembab seperti di pukul.
Drrrrrrrrrrrrrttttttttt... telephone seluler Widia bergetar hebat.
"Halo..." Jawab Widia dan...
"Kamu dimana bebiiiiiiihhh, Via cariiin kenapa menghilang begini." Triak perempuan dari telephone membuat supir mobil sewaan ikut mendengarnya.
"Udah mau sampai ke dormitory elu. Cepet Jemput yak." Kata Widia yang menggeleng - gelengkan kepala.
Melihat Widia yang menurunkan koper dan membayar uang jasa sewa mobil. Via langsung berlari dan memeluknya.
"Duuuuuuth, sakit duuuuth." Teriak Widia yang sakit di peluk sama Via.
__ADS_1
"Maaffff..." Kata Via yang melonggarkan pelukan nya.
Tidak lama Gerry pun memeluk Widia dan sambil berbisik.
"Gue akan buat perhitungan sama Romi, kalau ketemu. Ternyata feeling Via 100% bener tentang orang itu." Bisik Gerry kepada Widia.
"Sudahlah, gue males bahasnya." Kata Widia sambil meninggalkan koper untuk Gerry bawa.
"Heii Yud, Clau. Nice to see you again." Sapa Widia.
"Hai Wid..." Sapa balik Yudha.
"Hai Widia" Sapa Claudia.
Setelah berkumpul, Widia asik ngemil kue yang ada di meja bar perbatasan antara ruang tamu dan meja makan juga dapur.
"Duuuthiee, elu jualan kue?" Kata Widia yang masih ngemil kue yang ada di toples.
"Iyah, kenapa?" Jawab Via yang mengeluarkan strawberries, blueberries dan blackberries yang sudah di rendam dengan Absolute Vodka selama sepuluh hari.
"Enak banget ini. Itu apaan?" Tanya Widia yang penasaran.
"Yuk, kalian cobain ini. Ini mantab jiwa deh." Kata Via yang menuangkan vodka ke gelas yang sudah di sediain sama Via.
Semua mata terperanjat menikmati minuman hasil fermentation dan langsung bilang enak.
Tidak lupa juga Via menaruh keju yang menjadi teman minum infused vodka.
"Ini da best duthiiieee..." Teriak Widia yang habis mencoba Infused Vodka.
"Woooh, ini enaaak Via." Kata Claudia menimpali.
"Huh, ngga salah emang Via pinter." Kata Yudha sambil mengacak - ngacak rambut Via.
Di meja bar terjadilah perbincangan sengit antara Gerry dan Widia. Setelah mendengar cerita dari Widia mengenai perlakuan Romi terhadap Widia.
Please like and comments yah!
•
•
•
•
•
salam dati pasangan yang sedang dimabuk cinta - Yudha dan Via -
__ADS_1