Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Antara Amsterdam Dan Lyon Ternyata Jauh Juga...


__ADS_3

Perjalanan menuju Paris, jelas membuat Via senang. Sementara William memilih tidur di sebelah Via begitu juga Widia yang memilih untuk beristirahat.


Wajah yang ceria sepanjang perjalanan dari Amsterdam Central Station menuju Paris, membuat Via tidak berhenti melihat hamparan rumput yang mulai menguning.


"Ini daerah apa yah?" Kata Via dalam hati dan memperhatikan stasiun mana dia berhenti. Lalu akhirnya terpecahkan kalau saja dia melewati Brussels, Belgium.



Antwerp - Brussels, Belgium begitu luar biasa dengan bangunan - bangunan tua yang penuh sejarah.


"Kamu nggak istirahat Via?" Tiba - tiba William bangun lalu melihat Via masih melihat - lihat pemandangan di Brussels.


"Ini aku sudah istirahat. Kamu bobo ajah, maaf kalau mengganggu." Kata Via dan mata nya masih menatap lekat di pintu jendela.


Segera William mengambil camera slr mengabadikan muka Via di jendela.



Selang berapa lama sudah masuk jam makan brunch. Penumpang kereta dibagikan roti, mentega dan sayur khas eropa. Tidak lupa juga ada rangkaian teh manis.


"Kamu suka?" Tanya William saat melihat Via senang banget. Lalu mengabadikan makanan nya dengan kamera digitalnya.


"Aku suka sekali. Ini enak, aku suka sayurnya Will." Jawab Via.


"Ini ambilah sayur ku." Kata William yang menyerahkan sayuran nya.


Perjalanan 3,5 jam terasa cepat sekali padahal melintasi 3 negara. Akhirnya mereka sampai di stasiun Paris Gare Du Nord sekitar pukul 2.30 waktu setempat. Ada perbedaan waktu yang cukup antara Amsterdam dan Paris. Stasiun Paris Gara Du Nord mempunyai design arsitektur tua namun bersih. Langsung Via mengabadikan arsitektur stasiun tersebut. Dan....


"Maaf Nona, boleh kami lihat kamera nya?" Tanya petugas stasiun.

__ADS_1


"Oui, pak." Jawab Via yang lancar berbahasa Perancis.


Setelah di periksa akhirnya dikembalikan. Ternyata untuk photo - photo di stasiun harus menggunakan izin. Dan foto - foto di kamera Via harus di hapus. Karena Via memelas akhirnya diperbolehkan.


William merasa terbakar cemburu karena perlakuan Via ke petugas stasiun.


"Piii, ayooo cepet ke dormitory." Teriak Widia yang capek nungguin Via foto - foto arsitektur Paris kuno.


"Baiiiiik." Teriak Via yang bergegas cepat mengejar Widia.


"Wid, kita makan apa abis ini?" Tanya William


"Masak, tuh nyonya elu yang masak. Inget Will, Via ada disini." Kata Widia yang mengingatkan.


Perjalanan menuju dormitory sungguh cepet menggunakan taksi menuju University of Essex. Sesampainya di dormitory Widia langsung melaporkan diri ke bagian administrasi. Via merasakan deg - deg an karena ini pertama kalinya dia berada diluar negri untuk belajar.


"Wid, kita beneran bisa jalan kan besok sore?" Tanya Via. Karena Via pengin melihat menara eiffel disore hari dengan gemerlapnya lampu - lampu yang menyala.


"Wid, nanti gue tinggal dimana kalau Via di dorm elu?" Tanya William memberi kode.


"Di dorm gue bisa oncom buat bertiga. Udah deh elu nanti pas di Lyon baru bisa bebas sama Via." Ledek Widia sambil jalan menggeret koper - koper menuju lift.


Setelah sampai di kamar dormitory Widia langsung menunjukan bangku yang bisa di rubah menjadi tempat tidur untuk William hingga 2 hari kedepan. Koper - koper sudah ditaruh, dan sekarang perut mereka sudah bergejolak untuk minta makan.


"Aku masak ikan ini, trus sayur kangkung dan oseng daging." Teriak Via sambil merapikan meja makan untuk 2 orang yang sudah kelaparan.


"Oseng daging punya gue yak!" teriak Widia karena dia benci makan ikan dan sayur.


"Iyah, Via dah tau kan yak."Jawab Via dan langsung menyendokan nasi untuk Widia.

__ADS_1


"Aku ngga ditanyain Vi?" tanya William dan sengaja memasang muka sedih.


"Kamu sama aku makan nya sayur biar sehat." Kata Via yang sedikit mengerjai William.


Sekejap saja muka William langsung berubah karena disuruh makan sayur. Sementara William paling benci makan sayur, dan apa boleh buat kalau mereka harus makan sayur yang dimasakin oleh Via.


Malam ini di tutup hal yang ajaib dari Via, ternyata dia bisa juga masak. Merasa tidak salah dalam memilih pasangan yang akan mendampinginya kelak. Karena pasti mama dan papa nya akan setuju melihat calon mantu nya tersebut.


"Morniiiiiing." Suara Via sudah membahana ruangan dormitory sehingga Widia dan William langsung bangun mendengar suara tersebut.


"Morning Vi.." Bales William dan duduk di kursi makan.


"Gile, Ibu rumah tangga..." Ledek Widia, melihat meja makan sudah ada sarapan sehat ala Via.


"Hush, ini demi irit tauuuu. Kan aku numpang di dorm kamu." Kata Via yang menyiapkan sarapan pagi ini.


Tanpa komando lagi William dan Widia menghabiskan makanan yang sudah dimasak Via, dan mereka bersiap menuju tempat - tempat tourist. Deretan list yang sudah dipersiapkan membuat Via sangat senang. Tidak lupa dengan Disneyland yang sangat dia tunggu - tunggu untuk mengunjunginya.



wajah via tidak dapat menyembunyikan betapa dia senang sekali karena impian nya tercapai. Sebagai penggemar princess dan Tinker Bell nya Disney. Disneyland adalah tempat yang wajib untuk di kunjungi.


"Via, aku mau ngomong sama kamu." Tanya William dengan mantap.


"Apa?" Jawab Via yang matanya masih mencari - cari kamera digitalnya.


sembari mengeluarkan kotak cincin William mengatakan.


"Veux-tu m'epouser?" Ucm sambil membungkukan kakinya seperti berlutut.

__ADS_1



hal ini membuat Via shock karena diluar dugaan kalau William melamarnya di Disneyland Paris. Sungguh luar biasa banget dan menitikan air mata.


__ADS_2