Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : Saling Terbuka Dengan Keluarga


__ADS_3

Menginap di lodge karena hujan lebat adalah pilihan tepat. Erick bisa memperhatkan Via secara seksama. Sesekali Erick meminta maaf kepada Dickson telah menyukai Via terlalu dalam.


Via dan Erick akhirnya tertidur karena kecapekan hari ini. Ketika sinar matahari menyilaukan mereka membuat mereka berdua menggeliat.


"Duuuhhh Duuuuh... " Rintih Erick yang kakinya sepertinya keram.


"Kamu kenapa, Rick?" Tanya Via yang sedikit panik saat melihat Erick merintih kakinya keram.


"Kaki ku kayak nya keram." Jawab Erick yang memegang paha nya.


Via buru-buru mengambil obat di tas nya untuk kaki keram. Muka Via sedikit bersalah karena tidur semalaman di paha nya Erick. Obat keram akhirnya dipakaikan ke paha Erick ketika di kamar mandi.


Sambil menunggu Erick selesai memakaikan obat Via melihat menu untuk makan pagi disini. Matanya menjelajahi makanan apa yang harus Erick coba dan yang disuka juga. Akhirnya Via memilih vegetables sandwich dan hot milk untuk Via lalu untuk Erick beef sandwich juga kopi.


"Kamu sudah selesai?" Tanya Via yang melihat Erick keluar dengan kaki nya lebih baik.


"Sudah, yuk kita breakfast." Kata Erick yang mengajak Via untuk makan pagi.


"Di kamar ajah makan nya, kaki mu istirahat dulu. Kalau sudah enakan kita pulang." Jawab Via lalu membuka kursi untuk Erick duduk.


Erick melihat muka Via yang hanya beberapa centi dari matanya lalu mengutuki dirinya kalau saat ini ingin mengecup bibir Via yang menggoda.


"Vii, kayak nya di depan ada orang yang bawa makanan."Ucap Erick yang mengatur nafas dan detak jantung nya jika berada di dekat Via.



Via membuka pintu dan benar saja sandwich serta minuman nya sudah diantar. Via menata di meja lalu Erick mulai memakan nya. Seketika juga kaki Erick sembuh karena ketegangan tadi.


"Kita mau berangkat ke Jaipur kapan? Hmn, aku boleh request gak?" Tanya Via sambil makan dan menatap muka Erick.


"Kamu mau nya kapan? Besok? Boleh request asal bukan hal aneh-aneh kayak di Disneyland." Kata Erick yang memperingati.


"Via mau ini beneran liburan, bukan bikin jantung Via copot dengan olahraga extreme dan lain nya. Terus Via mau no social media yah. Just both of us." Balas Via dengan muka yang sangat lucu membuat Erick tertawa simpul.


Setelah makan pagi Erick dan Via melanjutkan pulang ke apartment Via. Seperti biasa masuk ke apartment Via selalu cuci tangan dan cuci kaki. Di lanjutkan Erick, Via menuju gudang belakang mengambil koper untuk liburan nya ke Jaipur.

__ADS_1


"Vii, bagaimana jika besok malam kita ke Jaipur? Jadi sampai di Jaipur nya siang." Teriak Erick saat melihat ticket penerbangan.


"Rick, cari yang sore ajah. Biar kita gak terlalu siang banget di India, kita kan harus transit New Delhi dan pakai pesawat lokal." Balas Via yang setengah teriak akibat sedang memberesi pakaian -pakaian Via.


Akhirnya Via bisa memakai hadiah dari Quaresh delegasi dari India saat menjadi salah satu kontingen di konfrensi hak asasi manusia se Asia.


Erick akhirnya menuruti Via karena menurut Erick Via pasti sudah pernah ke India jadi mungkin lebih paham.


Via pun meminta bantuan teman nya Quaresh untuk menjemput Via. Karena bandara New Delhi, India tidak seaman yang di pikir. Apalagi sebagai orang yang baru travelling ke India. Via pun meminta Quaresh memberikan tour guide yang bisa berbahasa inggris agar bisa berkomunikasi dengan baik.


Quaresh mengirimkan orang United Nations yang akan mendampingi sebagai tour guide dan tukang foto Via juga Erick selama seminggu di India.


"Aku selesai ngeberesin baju, kamu mau bawa apa?" Tanya Via yang melihat Erick duduk manis.


"Nggak, habis dari Jaipur kamu balik ke Switzerland atau ke Indonesia?" jawab Erick sekaligus membalikan pertanyaan.


"Ke Indonesia sih. Kamu?" Balas Via dan Erick langsung bahagia bisa pulang bareng sama Via.


"Aku mau beli oleh-oleh buat papa dan mama ku. Kamu mau anterin gak?" Kata Erick yang menanyakan kesiapan Via. Tanpa basa basi Via akhirnya mengikuti Erick dari belakang.



Erick mencari paket yang cepat agar segera sampai ketika Erick berangkat ke Jaipur. Beberapa kali Erick memfoto oleh-oleh nya dan mengirim ke keluarga nya, hingga akhirnya sang ibunda menelephone Erick menggunakan WhatsApp video call.


Drrrrrrrrrrttttt... Drrrrrrrrrrttttt "Ibu Negara" memanggil yang tertulis di layar telephone seluler Erick saat berada di taxi.


"Halo, mah. Kenapa?" Jawab Erick yang menyapa mamahnya dengan lembut.


"Sebelah kamu siapa?" Tanya mama nya dan Erick memperkenalkan Via teman dekat Erick. Dengan nada lucu sehingga sang mamah ikut bercanda.


Bahkan sang papah pun ikut menggoda Erick dengan Via di sambungan video call.


"Ahk, papah kecewa. Kirain calon mantu papah diajak pulang." Canda sang papah saat menyapa Via juga Erick.


"Yah, doain ajah lah. Jodoh gak akan kemana-mana." Kata Erick yang ikut bercandain sang papah.

__ADS_1


"Semoga beneran terjadi. Biar mamah punya temen masak di rumah." Doa sang mamah nya Erick yang membuat Via memerah muka nya.


Dua insan ini tersenyum malu dan muka nya terasa panas setelah ngobrol dengan orang tua nya Erick. Di dalam hati Erick pun senang karena sang mama menerima Via, berbeda ketika pertama kali memperkenalkan Vika ketika zaman kuliah.


Erick pun akan pelan-pelan memberitahukan pekerjaan Via kepada orang tua Erick. Karena orang tua Erick tidak suka dengan kehidupan sebagai artis. Cukup 2 kakak Erick ajah yang mendapat public figure Indonesia yang berakhir di meja pengadilan agama.


Jadi trauma yang mendalam buat keluarga Erick. Lain hal dengan Via yang merasa jalan terbuka sedikit demi sedikit untuk memperkenalkan Erick kepada orang tua Via nanti di Bandung.


"Yuk, dah sampai. Kita turun yuuk" Ajak Erick yang ternyata sudah sampai di rumah Prof. Bjorn dan Prof. Cho.


Malam ini Erick akan berkenalan dengan prof. Bjorn dan Prof. Cho, Via mengajak Erick untuk makan malam bersama dan memberitahukan ke Erick jangan bilang kalau mau ke Jaipur.


Prof. Bjorn tidak akan mengizin kan, apalagi Prof. Cho. Erick pun menyanggupi permintaan Via, yang setelah memasuki rumah tersebut Erick baru merasakan apa itu posesif.


"Halo Darling, kamu akhirnya kesini juga." Teriak prof. Cho yang menyambut Via.


"Mom, ini Erick. Temen dekat aku, kita mau makan disini." Kata Via dengan muka manja.


"Bukan pacar kan? Kalau pacar harus daddy test." Oceh Prof. Bjorn tiba-tiba dari arah lantai atas.


"Ihk, Daddy. Apaan sih..."Rajuk Via yang memanyunkan bibirnya.



Makan malam pun terasa hangat dan Erick merasa betah sekali. Via pun menikmati makan malamnya juga dan ketika sampai di Apartment Via, Erick menatap muka Via yang penuh senyuman merekah hari ini.


°


°


°


°


Yuuuuuhuuu comment ceritanya dan Like ceritanya, Terus vote dan love buat novelnya yah biar semakin semangat Author nya mengejsr ketinggalan cerita. Jangan lupa mampir di cerita Hotelier karena nyambung sama disini. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2