Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Shark Cage Diving?


__ADS_3

Setelah hiking di Table Mountain, Akua membawa rombongan untuk menikmati pinggir pantai melihat para Pinguin yang sedang memperbanyak keturunan.



Semua menjerit kalau sangat unik pinguin ada di dataran south Afrika. Tak ayal Via pun mengabadikan semua proses yang terjadi.


"Halo, semuanya. Kita bersiap menuju Robbe Island dan kita akan melihat pertunjukan di laut." Kata Akua memberitahukan itinerary yang akan di lewati.


Setelah bersiap dan dengan peralatan, muka Via sudah pucat. Karena dia bakal ketahuan kalau dia tidak bisa berenang.


"Baiik, semua sudah siap yah!" Kata Akua yang memberi aba - aba untuk rombongan masuk ke dalam keranjang besi.


"Bebiiih, ini apa-apaan?" Via panik dan memegang tangan Widia dengan sangat erat.


"Tenang, kita akan diving." Kata Widia menenangkan Via.


"Sabar, abis ini kita jalan-jalan ke USA dan mampir ke Disneyland." Kata Gerry yang memberikan janji kepada Via. Ketika mendengar dari Gerry yang menjanjikan ke Disneyland, rasa takut pun berubah menjadi senyum lebar. Akhirnya Via melihat cage dan mengikuti petunjuk. Gerry dan Widia mengetahui kalau Via mempunyai phobia terhadap kedalaman.


Gerry dan Widia sangat menikmati begitu juga yang lain.



Via tidak bisa kabur dan seru ternyata, tanpa sengaja daging yang masih masuk ke dalam keranjang rombongan saat melempar daging ikan yang masih ada darah segar dan sehingga membuat keadaan Hiu semakin liar dan diluar kendali yang ada.

__ADS_1



"More-More! Hei Sharky Sharky..." Teriak Gerry dan sengaja membuang darah ikan sekitar sangkar.


"Come on! Show me the wildness of you!" Teriak Widia dan Via memeluk Yudha semakin kencang.


Karena semakin mengganas, keranjang diangkat ke atas.



Via orang yang pertama keluar dan menangis tidak berhenti. Sementara Widia dan Gerry turun kembali untuk melihat lebih jelas si King of predator.


Puas dengan perjalanan di Robben Island, rombongan bersiap menuju hotel. Dan esoknya ke The Cradle of Humankind dan Desa Lesedi.



Dengan sigap Claudia mengeluarkan Kamera nya dan mulai memburu tempat ini. Dengan foto - foto ekspresi muka - muka manusia.



Tampak Martin Luther King berjalan bersama Istri yang Mengawali long march to freedom. Sorenya bus bergerak ke arah Desa Lesedi.


__ADS_1


Pertunjukan tarian - tarian khas mereka. Yang sedikit nya hampir sama dengan budaya di Indonesia.



Claudia dengan kelihaian memotret ekspresi wajah. Dengan kecepatan kilat mengambil foto - foto yang hasil nya tidak dapat diragukan. Oleh karena Claudia kenyang dengan gambar yang diambil. Semua rombongan kembali ke Hotel untuk kembali ke negara masing - masing ke esokan harinya.


Pengalaman selama 2 minggu di Afrika Selatan sangat membekas untuk setiap peserta.


"Tahun depan lebih baik kita liburan her 3 ajah. Kata Gerry sedikit berbisik ke Widia yang membereskan perlengkapan kembali ke Perancis.


" Iyah, jadi aneh banget kalau ramean begini. Malah nggak ada gregetnya sama sekali." Bales Widia yang masih kurang gregetnya.


Pintu Gerbang Sun City - South Afrika membuat mata tercengang bagaikan surga ini.



Pemandangan alam liar langsung membuat Via terbelalak matanya.



Claudia pun tidak membuang kesempatan untuk membidik kameranya ke sayangannya dan membuat sidikit kelimpungan para penjaga.


"Ini terakhir rutenya?" Tanya Via saat dikamar dan mulai ribet dengan koper - koper sedikit kosong.

__ADS_1


"Iyah, setelah ini kita akan berpisah di airport dan melanjutkan ke negara masing - masing." Jawab Widia yang melihat kamar Via udah sedikit kayak kapal pecah. Akibat mencari barang - barang yang akan jadi barang - barang utama saat dikabin pesawat.


Please Comment & Like yah 😍


__ADS_2