Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : Di Doa Ibu Ku Nama Ku Di Sebut


__ADS_3

Hari semakin siang dan pasangan yang baru menikah ini enggan untuk keluar kamar. Mereka masih terlalu asik untuk bersama.


"Baby, aku lapar. Makan siang yuk?"Bujuk mesra Erick ke Via yang masih memeluk Erick.


"Baik lah, kalau begitu." Balas Via yang beranjak dari tempat tidur nya.


Pemandangan dari apartment Via sangat cantik sekali. Erick memandangi Via sambil mengambil gambar secara candid. Makan siang sudah siap dan selesai di buat oleh Via.


"Yuk makan."Panggil Via saat selesai mempersiapkan makanan.


"Wah, terima kasih buat makan siang kali ini." Kata Erick yang memuji masakan Via.


Hari ini adalah terakhir dari masa liburan dari Via juga Erick dan sebentar lagi mereka akan pindah ke California. Pertama kalinya Via harus memperkenalkan diri sebagai istri dari seorang Erick. Muka Via terus memancarkan senyum yang mengembang di mukanya.


"Hmn, sambil nunggu jam boarding. Aku mau kasih foto siang tadi ah."Kata Via dalam hati saat melihat hasil foto saat makan siang.


Sengaja Via dan Erick memilh penerbangan malam agar bisa istirahat. Kali ini Via menuliskan caption yang menurut orang-orang romantis banget. Caption yang di buat: "Good Morning, to the person who owns my life".



Postingan tersebut mendapat banyak ucapan selamat dan banyak yang menyukai. Disamping itu juga banyak orang yang kaget dengan Via sama Erick.


Penerbangan 18 jam Geneva, Switzerland ke Los Angeles, California. Membuat Via lelah sekali, Erick mengajak Via makan siang di Rodeo Drive. Via ingin sekali makan di restaurant Panda, dimana menu nya Chinese food.


Dickson melihat postingan Via saat ini, membuatnya terbakar emosi. Hati nya hancur ketika melihat Via mencium laki-laki lain. Belum bisa meredakan amarah, Dickson memilih untuk melihat Via dan Erick secara langsung.


"Kamu mau kemana lagi Dickson?" Tanya lelaki paruh baya saat melihat Dickson membawa koper.


"Didi mau ke apartment, pah."Jawab Dickson kepada papahnya.


"Coba jelaskan ticket ke Los Angeles hari ini buat siapa?"Tanya sang ayah lagi.


Akhirnya Dickson menjelaskan bahwa kepergian ini untuk menemui sahabatnya Erick. Sang ayah tidak langsung percaya karena mengerti sekali sifat sang anak yang masih suka main-main.


"Kamu jangan merusak rumah tangga orang, biarkan Erick bersama dengan pasangan nya." Kata sang ayah lagi.


"Yah, pah. Tenang aku tidak akan ganggu Erick."Jawab Dickson berusaha meyakinkan sang ayah.


"Kamu mestinya sekarang memikirkan pernikahan, bukan nya pesta sana sini."Oceh sang ayah lagi saat memarahi Dickson.

__ADS_1


Perkataan ayah Dickson membuat hati nya kesal dan tetap saja perjalanan ke California harus di lakukan. Sementara di Jepang, Vika melihat postingan Via dan merasa sesak. Erick sudah tidak single lagi, dan sudah tidak bisa kembali sesuka hati Vika.


"Kemana janji mu, Rick. Yang mengatakan aku bisa kembali kapan pun aku mau?" Sesal Vika saat menatap senyum Erick ketika bersama dengan Via.


"Loh, bu Vika sudah pulang bulan madu sama pak Erick.." Sapa salah seorang manager di kantor Vika


"Pak Erick menikah sama orang lain, bapak tidak up to date nih..." Ledek Vika dan berlalu karena mau menghindar dengan pertanyaan selanjutnya.


...****************...


Restaurant Panda siang ini tidak begitu ramai seperti biasanya. Via dan Erick menikmati dim sum kesukaan, sehabis makan Erick dan Via menuju apartment nya Erick.


Mata Via menyapu seluruh ruangan dan memperhatikan design tropical summer yang melekat kepada apartment Erick. Via berfikir apakah ini kesukaan Vika atau Erick.


"Kalau kamu tidak suka dengan design nya silahkan ganti." Kata Erick tiba-tiba yang merasakan tatapan ketidak nyaman an dari Via.


"Nggak, Via cuma menyesuaikan diri kok."Jawab Via yang mengikuti Erick ke kamar.


Erick mulai membereskan ruangan dan berbagi dengan Via. Disaat itu juga Via menemukan barang-barang Vika yang Erick bereskan. Muka Via tampak begitu cemburu namun disembunyikan.


Barang-barang Vika Erick bungkus dengan rapih dan siap di kirim ke Jepang. Erick juga meminta dikembalikan kunci Apartment nya Erick sama Vika.


"Rick, kalau aku tidak nyaman sama apartment ini dan boleh tidak kita pindah ke apartment lain?"Tanya Via disela - sela Erick merapikan barang.


"Iyah, mulai besok boleh kita nyari dulu?" Balas Via yang mencoba menegosiasikan.


"Boleh, asal itu membuat mu nyaman." Jawab Erick yang akhirnya memeluk Via.


Pikiran Erick melayang dimana Via sudah membuang semua kenangannya bersama dengan Dewin. Maka Erick pun melakukan hal yang sama, hari ini sangat melelahkan.


Malam ini entah mengapa muka Via sedikit berbeda dan lebih manja dari biasanya. Perasaan Erick berubah kacau, Via mengajak jalan keluar untuk menghirup udara segar.


Dilain pihak Dickson sudah sampai di California, dan menuju hotel dekat apartment Erick. Pikiran Dickson hanya ingin memberi Via dan Erick shock therapy. Dickson membawa mobil sewaan menyapu jalanan dan melihat Via juga Erick sedang berada di pinggir akan memberhentikan taksi.


Ide jahat dalam kepala Dickson menari indah, mobil mulai di lajukan sesuai dengan kecepatan taxi. Dickson memotong arah agar bisa mengagetkan supir taksi namun naas nya taksi itu menabrak mobil truck di depan nya.


"Viiiii..." Teriak Erick yang berhasil keluar dari kecelakaan dan melihat Via terjepit dengan bangku.


"Yah, aku baik-baik saja." Kata Via dengan suara lemah.

__ADS_1


Ambulance datang dan terus Erick menggenggam tangan Via. Erick terus menerus memanggil Via untuk bertahan. Via pun masih meresponse panggilan tersebut. Para petugas medis beberapa kali menggelengkan kepala karena alat vital Via menunjukan mulai melemah.


Ruang emergency terlihat sibuk, Erick mulai menyalahkan dirinya karena menuruti Via, bukan kata hatinya. Saat melihat keadaan Via yang memburuk Dickson berpura-pura tidak tahu kejadian.


Drrrrrrrttttt.... Drrrrrrrttttt... Layar telephone seluler Erick, ada nama Dickson yang keluar.


"Halo, dimana elu? Gue di apartment elu ini." Kata Dickson yang berpura-pura tidak tahu.


"Gue di rumah sakit. Via kecelakaan hebat." Jawab Erick dengan nada bergetar.


"Gue kesana Rick.." Balas Dickson seakan-akan perduli dengan Erick.


Tidak lama setelah Dickson menelpon Erick, dan melihat keadaan Erick yang penuh luka saat menunggu Via di ruang operasi.


"Rick, elu juga perlu di obatin."Kata Dickson saat melihat sahabatnya.


"Nggak, kalau gue belum tahu keadaan Via."Jawab Dickson ngotot.


Beberapa perawat akhirnya membawa keluar Via dari ruang operasi. Dokter mengatakan keadaan nya baik-baik saja. Menunggu response tubuh Via saat ini. Muka Erick langsung lega dan akhirnya ikut di rawat juga.


Keadaan Erick dan Via yang kecelakaan membuat orang tua Erick dan Via langsung menuju California untuk melihat keadaan mereka berdua.


Keluarga Via terlebih panik berat karena Via punya catatan buruk sama dunia medis.


"Thank you Dickson. Gue baik-baik ajah..." Ucap Erick saat menunggu Via dibalik ruang ICU, Via sudah 1 malam berada disana. Dan hanya bisa disaksikan dari luar.


"Gue sohib elu. Masa iyah gue ninggalin elu." Jawab Dickson.


"Lagi pula tadinya gue kesini mau bicara sama elu berdua. Tetapi takdir berkata lain, Rick." Sambung Dickson yang berpura-pura baik.


Erick terus menangisi Via hingga matanya bengkak. Kedua orang tua Via dan Erick masih dalam perjalanan menuju California..


°


°


°


°

__ADS_1


°


Maaaaf Telat upload... tetep yah di commend dan like, terus di love dan vote juga. Terima kasih


__ADS_2