
Dari airport ke airport itulah hidup Via saat ini, tiba di JFK Airport dengan 2 tas besar membuat Via cukup kelelahan membawa barang tersebut. Kali ini Via memilih untuk sedikit bersantai sebelum pelantikan.
"Selamat datang Putri Kodok" Sapa Erick yang dengan muka ceria menemui Via.
"Loh, kok disini. Kan Via mau ke Disney nanti." Kata Via yang heran dengan kedatangan Erick yang menjemputnya.
Via sudah tidak sungkan memeluk badan Erick yang tegap namun gempal. Karena menganggapnya sahabat baru yang bisa diajak seharian melihat Disney kesukaan Via.
"Nginep di hotel mana, Rick?" Tanya Via yang masih heran dengan Erick yang ada di depan matanya.
"Aku tahu kamu nginep di International Hotel kan?" Tebak Erick saat Via menanyakan Erick nginep dimana.
"Kok tahu, ihk curang banget.." Ambek Via yang duduk di sebelah Erick.
Laju kendaraan sore itu di kota New York membuat Erick terbawa perasaan. Sampai di hotel, Via melakukan check in dan mengajak Erick buat ngasih oleh-oleh dari Switzerland.
Erick pun menyiapkan oleh-oleh dari Bali buat Via, sampai di kamar Via merapikan koper lalu mencuci tangan dan kakinya. Erick pun sudah mengetahui kebiasaan ini ketika mereka liburan bareng.
"Nih, Rick. Oleh-oleh nya buat kamu dan semoga kamu suka yah." Kata Via yang memberikan oleh-oleh nya.
"Ini juga buat kamu, semoga kamu suka yah." Kata Erick yang memberikan oleh-oleh dari Bali.
Muka Erick terkejut karena hadiah yang diberikan Via, jauh harganya dari yang Erick kasih. Tetapi Via malah menjerit kegirangan dan tanpa sengaja memeluk Erick.
"How do you know, Rick*?" Teriak Via yang langsung memakai aksesoris dari Bali.
*How do you know? \= Kok kamu bisa tahu."
"Insting ajah, kirain kamu gak suka." Kata Erick yang masih gemetar ketika membuka oleh-oleh dari Via.
"Erick gak suka yah?" Tanya Via yang melihat Erick hanya memegang kotak oleh-oleh dari Via.
"Kok ini dua?" Tanya Erick balik yang berusaha menghilangkan kegugupan.
__ADS_1
"Satunya buat ceweknya Erick." Kata Via dengan dengan muka serious menatap Erick.
Erick membuka kotak tersebut dan mengeluarkan jam tangan tersebut dengan sangat hati-hati. Via senang banget Erick menyukai oleh-oleh Via.
"Ini harus Via pake, biar makin cantik dan serasi sama gelang yang Via dah pake." Kata Erick yang memakaikan jam tangan tersebut.
"Kan ini buat pacar Erick, bukan buat Via." Oceh Via yang bingung dengan Erick.
"Via emang bukan pacar Erick, tapi sahabat nya Erick. Kalau kasih pacar Erick, bisa-bisa Erick sakit hati kalau putus eh di jual murah ini kan jam mahal." Balas Erick yang sambil memandangi jam tersebut emang lebih cocok sama Via ketimbang Vika.
Via pun memakaikan jam tersebut buat Erick biar cakep. Selera Via memang beda dengan yang lain, lebih menonjolkan sisi classy dan elegant. Erick mengajak Via buat makan malam di restaurant karena perut Erick sudah kelaparan.
Saat menuju restaurant Erick dan Via membahas persyaratan dan keuntungan apa ajah yang harus disepakati ke dua belah pihak.
"Jadi Vi, kalau menurut Erick loh. Via promoin batik nya sekali an photoshot yah." Jelas Erick saat memberikan arahan kepada Via.
"Riiiick..." Sapa Pria yang tidak sengaja ketemu Erick dan Via saat mereka menuju restaurant.
"Hai Mike, Hi Vik." Sapa balik dari Erick saat bertemu mereka.
"Hi, Bu Novia Heidy." Sapa Mike yang tentunya berbasa - basi.
"Hi." Sapa Via yang cuma sekedar nya lalu langsung memegang baju Erick tanda Via tidak nyaman oleh Mike.
Sepanjang makan malam, Vika memperhatikan gelang, dan cincin Via yang sangat Vika tahu.
Pikiran Vika melayang lalu kembali saat Mike menawarkan segelas red wine buatan tahun 1987.
"Wah, selera nya Erick bagus yah. Ini kan jam limited edition nya Philip Patek Geneve." Ledek Mike saat melihat jam nya Erick lebih mahal dari pada punya Mike.
"Sejak kapan, Rick berubah haluan jam mu?" Tanya Vika mencoba untuk mengintimidasi Via.
"Sejak kapan yah? Tapi bagus loh ini." Jawab Erick dan Via yang sedikit gerah akhirnya menaikan tangan kirinya agar Vika bisa melihat jam Via yang couple an sama Erick.
Mike melihat jam tersebut yang ternyata couple dan lucunya itu di grafir Mr & Mrs Erickson Hardjanto di jam tersebut saat diperbolehkan Erick melihat detail jam nya.
"Wah, selamat yah Rick. Couple an emang harus begini. Classy dan Elegant, yah bagus lah kalau bisa mengeluarkan 1,2 M."Kata Mike yang membuat Erick hampir menyemburkan makanan nya.
__ADS_1
"Yah, ini mah gak ada apa-apanya buat Erick. Apalagi buat orang yang disayang yah, Rick." Kompor Via mulai meleduk.
"Setidaknya, 1,2 M itu nyata ketimbang obral janji tapi nggak dipenuhi." Sambung Via kali ini membuat Mike skak mati.
Karena makan malam sudah selesai, Erick mengajak Via buat ke kamar. Daripada akan ada peperangan kata-kata antara Mike dan Via. Bisa berakibat buruk.
Ke esokan harinya Via mendapati hasil batik yang akan di photoshot. Erick melihat Via sangat cantik memakai batik yang di padu padan kan dengan aksesoris Bali.
"Wah cantik yah model kita, nggak nyangka." Puji orang-orang yang melihat Via jalan ke arah Erick.
Senyum Erick terus mengembang hingga salah satu unit artist memberitahukan kalau model laki-lakinya masih dalam perjalanan. Sementara Via harus mengejar waktu untuk pelantikan.
"Gimana ini, pak Erick sudah ngomel-ngomel. Kali ini kita habis loh."Cerita salah satu kru yang tidak sengaja di dengar Via.
Via mendatangi Erick yang sedang kebingungan dan menyuruhnya memakai kemeja batik tersebut. Via menarik Erick untuk sedikit di bedakin lalu menuju photographer yang sudah standby.
" Vi, ini bakalan rusak pasaran loh." Kata Erick memperingati Via.
"Karena kamu bisa magic, Via juga bisa." Balas Via yang meyakinkan Erick.
Hasil jepretan sang photographer akhir nya membuat Via senang. Via membujuk photographer untuk memberikan 1 hasil foto untuk Via jadikan teaser di Pinstagram.
Via memilih foto berdua dengan Erick dan menampilkan sosok yang manis, untuk caption nya adalah "What the next?" Dengan kekuatan Media social akhirnya Erick sukses membuat para pria seluruh dunia menghujat Erick seketika juga.
Vika yang melihat unggahan Via, langsung menutup telephone selulernya.
"Daripada panas karena Via, mending fokus sama yang ada." Kata Vika yang menyemangati diri sendiri.
Karena Via sudah buru-buru, akhirnya baju yang dipakai photoshot dipakai Via untuk pelantikan, bahkan Erick ikut mengantar Via. Banyak mata tertuju sama Erick karena baru kali ini Via membawa pria selain Dewin.
Dickson terkejut melihat Via dengan Erick saat pelantikan melalui unggahan story gram nya Erick di Pinstagram. Tikungan Erick lumayan tajam membuat Dickson harus menguras tenaga buat menaklukan Via.
°
°
°
__ADS_1
°
Like yah buat ceritanya, comment terus di Vote dan love novel nya. Terima kasih buat kongribusinya. Semoga makin banyak pembaca yang suka.