Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 3 : Love so Fine


__ADS_3

Acara besar untuk orang tua sudah selesai, sudah saat nya mereka semua kembali ke habitat nya semua. Termasuk Via yang akan menjalankan kunjungan resmi ke berbagai negara. Hati Erick tiba - tiba gusar melihat Via harus berangkat bersama Darrel. Yah, Darrell adalah assistant Via yang sudah lama mengikuti Via. Erick pun mewanti - wanti Darrel untuk selalu di dekat Via. Baik dalam keadaan apapun. Mengingat kejadian penyerangan berawal dari hati nya yang gusar.


Via hanya tertawa melihat Erick semakin protective terhadap dirinya. Perjalanan Via berawal dari lawatan nya ke Singapore, lalu ke Indonesia, di lanjutkan ke Thailand, Philippines, Taiwan, Hong Kong, Japan, dan terakhir di South Korea.


"Tenang, aku kan dikawal oleh anggota United Nations, kamu tidak perlu khawatir. Lagi pula ada Darrel dan istri di samping ku." Jawab Via melalui KiPadnya yang sekarang adalah Kepala Deputy Director of General Affairs Committee di United Nations.


"Aku hanya khawatir saja, apalagi sekarang kamu sudah mahir berbahasa isyarat. Hati - hati di jalan. Pulang dengan sehat yah.." Kata Erick yang membuat Via tenang.


Kali ini Via bersama dengan Team menuju Singapore dan mulai melihat negara - negara Asia sudah mulai berkembang. Apalagi mereka sudah mulai aware dengan masalah Mental Health Services. Di depan kepala negara Via menyerukan untuk setiap negara memberikan awareness terhadap masalah mental. Kunjungan ke Singapore membuahkan hasil penandatangan kesepakatan penanganan depresi anak muda.


Setelah ke Singapore, Via melanjutkan penerbangan ke Indonesia yang termyata mengalami peningkatan jumlah anak muda yang mengalami depresi.


"Hai nona cantik eh ibu negara cantik" Sapa seseorang ketika berpapasan dengan Via di Bandara.


"Hai, Yudha. Apa kabar?" Jawab Via yang menggunakan bahasa isyarat dan Yudha pun akhrinya terbantu oleh Darrel yang mengartikan nya.


"Aku menyesal atas kejadian yang menimpa mu, bagaimana keadaan mu?" Tanya Yudha lagi saat mengikuti Via dari belakang.


Via melihat kelucuan hari ini, Via melihat Fifi sang pramugari. Jelas, Via ingat kalau Fifi menikah dengan Yudha setelah Ben dan Shasha berusia 1 tahun. Mereka berdua merencanakan tidak ingin punya anak karena mengikuti program Childfree.


"Ahk, ketemu pramugari cantik." Sapa Via ke Fifi dan tanpa di duga Fifi bisa menggunakan bahasa Isyarat.


"Aduh, kamu lah yang cantik. Lihat tuh kagak ada kisut - kisutnya tu muka." Jawab Fifi yang menggunakan bahasa isyrat.


Fifi mengajak Via untuk makan malam bersama dan sekalian bernostalgia. Video call pun terjadi membuat 2 teman yang lain tertawa.


"Wooooiii si Gerroong, Widong apa kabar nya kalian?" Tanya Yudha dan menyapa yang lain nya juga.


"Baiik, Crazy Rich Bogor!" Bales serentak semuanya. Malam itu via dan yang lain saling bercerita tidak lupa juga melakukan potret bersama.


Via kembali ke hotel dan besok akan menemui President of Indonesia untuk membicarakan masalah mental health di Indonesia. Setelah itu Via mengunjungi makam papah nya dan omanya. Lali bertemu dengan mamah nya dan mamah mertuanya.


Kegiatan Via lumayan cukup padat ketika berada di Indonesia, sehingga Via tidak bisa mengunjungi terlalu lama. Via tidak lupa mengunjungi orang tua Thata dan ke makam Thata.


"Tha, see you very soon." Kata Via dalam hati dan meninggalkan Indonesia setelah rangkaian acara selesai.


Dilanjutkan ke Thailand, Philippines, Taiwan, Hong Kong, Japan dan sekarang berada di South Korea. Via serasa pulang kampung dan tidak lupa Via memebritahukan kepada keluarga nya dan akan kembali setelah rangkaian acara selesai. Tidak terasa 2 minggu Via pergi melakukan kunjungan kerja. Ben pun mengingatkan bahwa Via harus banyak istirahat.


Ketika Ben sudah berbicara dengan Via, gantian Ben meeting bersama dengan Dewin. Ben merasa nyaman bercerita dengan Dewin masalah pribadinya karena melihat obyek dari luar.


"Iyah, pak. Bunda ku sekarang ada di Seoul, dan sedang menjalankan tugas." Cerita Ben dan ternyata membuat Dewin tersenyum.

__ADS_1


"Oh, selamat." Jawab Dewin seperti biasa pura - pura tidak kenal.


Kali ini Via keluar sendiri dengan cara menyelinap dari Darrel. Via berjalan sepanjang Sungai Han, entah mengapa kaki nya masih mengingat tempat ini. Dewin pun berjalan keluar setelah meeting dengan Ben. Duduk di taman dekat apartment nya, dimana apartment nya masih seperti yang dahulu.


Tidak ada yang Dewin rubah setelah Via meninggalkan Dewin sendiri. Disaat yang sama pula Via berjalan kaki nya berjalan menuju apartment nya dahulu. Ternyata semesta mengabulkan doa nya untuk bertemu dengan Dewin.


"Haiii.." Tepuk Via ke Dewin dan menyapanya dalam bahasa Isyarat.


"Hai, juga" Jawab Dewin yang menggunakan bahasa isyarat juga.


Dewin mengajak Via masuk ke apartment nya, Via pun mengikutinya dari belakang. Masih sama persist dengan dahulu. Via melihat ruangan di apartment tersebut dan melihat masih sama dengan dekorasi yang Via tinggalkan.


"Ini handuk mu, kalau kamu mau cuci tangan." Kata Dewin yang memberikan handuk kesayangan nya Via.


Via pun mencuci tangan nya dan kembali ke ruangan tamu. Dewin pun yang duduk di tempat masih terasa gugup melihat Via Da di depan nya.


"Boleh kah aku melihat semua ini?" Tanya Via saat menggunakan bahasa isyarat kepada Dewin.


"Boleh, silahkan kalau kamu ingin melihat - lihat nya." Jawab Dewin yang memberikan kebebasan Via untuk melihat - lihat.


Air mata Via jatuh ketika semua penataan masih sama dengan apa yang Via dekorasi dahulu kala.


Sedikit iseng Via menaruh buku harian selama bersama dengan Dewin di lemari belakang baju, dan ketika tangan nya menyentuh buku tersebut Via kaget, Dewin tidak menemukan buku tersebut.


"Apa ini?" Tanya Dewin yang sedikit kaget dengan buku tersebut.


"Buka nya nanti jika aku pulang ke Los Angeles, California." Jawab Via yang penuh dengan rahasia.


"Aku kesini ingin berterima kasih untuk semuanya, aku minta maaf atas segala keliruan ku selama ini" Kata Via lagi yang membuka percakapan dengan Dewin.


"Well, itu sudah berlalu. Kita sudah punya kehidupan masing - masing." Jawab Dewin yang berusaha menahan rasa ingin memeluk Via.


"Iyah, semoga semesta memberikan kamu kebahagiaan kak." Kata Via lagi lalu meminta izin untuk kembali ke Hotel.


Dewin menawarkan besok pagi saja untuk kembali ke hotel. Karena cukup rawan penyerangan ketika jam malam hari. Via pun menuruti lalu ke kamar sebelah dan Dewin memberikan kaos yang biasa Via pakai dahulu. Muka Dewin terasa hangat karena sungguh lucu semesta ini.


Pagi - pagi Via sudah bangun dan memasak nasi goreng kesukaan Dewin. Kali ini Dewin memperhatikan Via seperti ada yang lain dari biasanya.


"Kak, kalau nanti semesta memanggil ku. Aku titip anak - anak ku dan Erick." Kata Via membuka pembicaraan pagi ini.


"Apaan sih Vi, kamu lagi ngelantur yah?" Tanya balik Dewin dan sedikit khawatir dengan omongan Via.

__ADS_1


"Yah kan kalau nanti." Jawab Via enteng agar suasana berubah mencair.


Setelah makan pagi, Via kembali ke Hotel dan ketika sedang jalan. Darrell menangkap Via dan langsung mengawal sang ibu negara. Rentetan pertanyaan yang membuat Via kaget dan tidak heran karena Darrell menjalan kan tugas nya sebagai Assistant.


"Pagi ini Ibu dari mana? Kenapa tidak bilang kalau mau keluar?" Tanya Darrell yang menegangkan muka nya.


"Saya hanya berjalan sekitar hotel dan menyendiri seperti biasa. Ga usah panik, saya aman kok" Jawab Via yang menenangkan Darrell.


Setelah Via kembali dari rumah Dewin, ada kelegaan dalam hatinya. Lalu dengan muka tersenyum Via datang ke airport dan kembali ke Los Angeles, California. Perjalanan 20 jam dari South Korea menuju Los Angeles. Via manfaatkan untuk istirahat, hati Erick terasa senang dan sebentar lagi akan bertemu dengan sang istri tercinta.


"Viaaa ... Viaaaaaa..." Teriak beberapa orang perempuan muda saat Via tiba di Los Angeles, California.


Via akhirnya menghentikan jalan nya lalu membalikan mukanya kepada orang - orang yang memanggilnya. Sejenak Via memberikan senyuman dan berswafoto bersama dengan mereka.


Darrell pun memberikan arahan setelah habis berswafoto bersama. Tanpa disengaja Via bertemu dengan Chadala. Wanita tua yang masih gagah berjalan. Via berlari dengan kencang dan memeluk Chadala.


"Viaaaa.." Pekik Chadala saat melihat Via lagi.


"Aku merindukan mu, Chadala. Sekarang aku mengerti kalau aku anak special." Kata Via dalam bahasa Isyarat dan diterjemahkan oleh Darrell.


Chadala duduk manis dan melihat ke arah Darrell. Via akhirnya menyuruh Darrell membawa ke ruangan VIP dan meninggalkan mereka berdua. Setelah meninggalkan mereka berdua, Chadala menuliskan sesuatu di KiPad Via.


"Apa yang terjadi kepada mu, hai El-Diablo." Tanya Chadala dengan tulisan, karena kuping Darrell menempel pada pintu yang sengaja tidak ditutup rapat.


"Aku baik - baik saja, terima kasih semesta telah mengijinkan ku bertemu dengan dirimu. Aku tahu kalau kamu akan menghadiri kepulangan ku kepada semesta." Jawab Via yang sudah dia rasakan ketika bangun dari mati surinya.


"Kenapa kamu berkata seperti itu? Kamu punya banyak ke ajaiban itu sendiri" Balas Chadala yang meneteskan air matanya.


"Chadala, waktu ku tinggal sedikit lagi. Setelah ini aku titip jantung ku Gerry, dan Widia. Aku nitip nafas ku Erick, dan anak - anak ku Ben dan Shasha. Serta seluruh keluarga ku." Kata Via di tulisan tersebut, Chadala yang membaca nya menangis sejadi - jadinya.


Setelah pembicaraan dengan Chadala selesai dan masih tampak tidak percaya bahwa Via akan kembali kepada sang pemilik semesta. Chadala meminta izin untuk membawa jantung asli Via ke South Africa jika Via kembali ke pemilik Semesta.


Via menemui sahabat karib nya ketika menempuh pendidikan S2 di South Korea. Yang saat ini bertugas di Los Angeles, California. Seorang notaris ternama Lee Ji A. Via mulai menuliskan surat wasiat untuk semuanya, bahkan Via menulis surat satu persatu. Teruntuk Erick, Ben, Shasha, Gerry, Widia, Chadala dan Dewin.


Via meminta Ji A merahasiakan Surat untuk Dewin agar tidak terjadi perpecahan. Setelah selesai Via kembali ke rumah. Lalu seperti biasa Via melakukan pekerjaan hari - hari nya tanpa ada yang curiga Via mempersiapkan kepergian nya.


°


°


°

__ADS_1


°


Like, Share, Comments, dan Vote yah teman - teman online. Terima kasih


__ADS_2