
Hati Erick kalut karena pernyataan Via kali ini, dan Dickson sudah di tangkap saat berada di luar apartment yang di sewanya. Polisi segera membawa nya tidak ada perlawanan.
"Saya mau pengacara saya hadir, saya tidak akan memberikan keterangan apapun tanpa kuasa hukum saya." Teriak Dickson saat diminta pertanggung jawaban.
"Sebentar lagi akan diberikan." Kata Polisi yang mengintrogasi Dickson.
Dickson menunggu 2 jam hingga kuasa hukum nya datang. Kali ini Dickson meminta bantuan kakak ipar nya untuk membebaskan Dickson.
Namun sang kakak ipar bilang, kali ini tidak bisa membebaskan Dickson dengan uang jaminan.
Semua bukti sudah lengkap dan sudah masuk proses hukum. Jadi bukan sebuah dugaan lain nya, sementara Dickson kaget saat melihat semua bukti-bukti tersebut.
"Arrrrrhhhhkkk...."Jerit Dickson saat berada diruangan pemeriksaan.
Kali ini Dickson tidak bisa lepas dari pertanggung jawaban. Erick mengunjungi Dickson saat pulang kerja. Muka Erick mendadak kusut setelah melihat sahabatnya berada di ruang pemeriksaan.
" Gue bawain elu makanan, ini baju ganti elu."Kata Erick saat menyerahkan sandwich dan baju ganti buat Dickson.
"Elu gak berniat nolongin gue?" Tanya Dickson saat Erick duduk di depan nya.
"Kali ini gue gak bisa nolong elu, team kuasa hukum istri gue sudah melimpahkan ke jaksa penuntut." Kata Erick yang memberitahukan langkah Via ke Dickson.
"Elu bener gak mau bantuin?" Tanya Dickson berpura-pura lemah. Karena ini adalah senjata Dickson agar Erick membantunya.
Hati Erick kali ini tidak bisa membantu Dickson yang sudah kelewatan menurut Erick. Setelah bertemu dengan Dickson di kantor polisi. Erick mampir untuk membelikan makanan. Karena Erick melihat Gerry dan Via masih sibuk membaca berkas.
Erick membawa makanan ke apartment, makanan siap saji yang di beli saat perjalanan pulang. Via dan Gerry masih serious menatap layar laptop masing - masing.
"Vi, ini kasus yang di limpahkan. Pengacaranya Dickson minta penangguhan dan akan membayar jaminan."Kata Gerry yang tidak sadar sudah ada Erick disana.
"Nggak, aku sudah mengajukan penolakan penangguhan. Untuk jaminan tidak akan ku biarkan." Jawab Via dengan manual dan tidak menyangka kalau Erick sudah ada di apartment nya.
Argument Gerry dan Via yang melupakan keberadaan Erick. Saat membahas peluang-peluang yang tidak terduga, membuat Erick terus memperhatikan mereka berdua.
"Sepertinya seru yah, membahas kasus ini." Tanya Erick yang membuat Via dan Gerry menoleh keberadaan Erick.
"Kamu datang kapan?"Tanya balik Via ke Erick.
"Sudah 1 jam aku disini, kamu dan Gerry lebih sibuk dengan berkas." Jawab Erick yang duduk di meja makan.
__ADS_1
"Ayo makan.." Ajak Erick saat melihat Gerry dan Via masih bingung karena mereka tidak tersadar oleh keberadaan Erick yang sudah di apartment.
Kasus Dickson berjalan cepat sekali dikarenakan bukti-bukti yang menjerat pasal percobaan pembunuhan oleh Dickson. Wajah orang tua Dickson kali ini kecewa dengan anak laki-lakinya yang dianggap bisa meneruskan usaha keluarga.
Rasa ke kecewaan itu benar-benar membuat keluarga Dickson harus menelan pil pahit. Dickson menjalani masa penahanan. Selama 1 tahun dari 5 tahun tuntutan jaksa penuntut hukum. Muka Via terlihat bahagia.
Namun saat menemui Dickson di ruang bertemu tahanan. Ingin rasa nya Dickson mencaci maki Via, dengan kata-kata yang keji.
"Puas lu, bikin hidup gue disini?" Teriak Dickson saat melihat Via datang.
"Belum, karena sebentar lagi hidup kamu akan sama hancur nya seperti kamu buat Dyandra hancur." Kata Via yang menunjukan wajah Dyandra dan anak nya.
"Nggak, itu bukan Dyandra. Dyandra itu sudah mati saat gue sama dia ke Jakarta buat ngegugurin kandungan." Teriak Dickson ke Via lebih detail.
"Aku sudah lakukan test, dan mungkin saja hasil test itu salah kayak feeling ku."Jawab Via dan membuat Dickson semakin berteriak.
"Nggak, jelas-jelas gue lihat dia jatoh ke hutan. Dan gak mungkin selamat juga dari tebing itu " Teriak Dickson yang berujung sebuah pengakuan dosa 17 tahun lalu.
Rekaman pengakuan tersebut Via serahkan ke keluarga Dickson. Ibunda Dickson menjerit histeris karena kelakuan sang anak, pembawaan yang tenang. Sang ayah meminta bantuan Via untuk tidak menyusahkan Dickson.
"Saya mengerti dengan apa yang kamu maksud. Saya akan membantu Dyandra kembali ke orang tuanya." Kata papah nya Dickson saat di hotel bertemu dengan Via dan Erick.
"Maaf, pak. Mungkin itu tidak usah, saya hanya ingin kebenaran saja. Mengenai urusan dengan Dyandra saya hanya mengikuti mimpi saya. Saya menyerahkan keputusan itu ke Dickson dan Dyandra." Balas Via saat memberitahukan senua kejadian.
Dalam video call tersebut tidak di beritahu ke anak Dyandra kalau itu kakek dan nenek nya dari pihak papahnya. Dyandra selalu bilang jika Dickson telah meninggal dalam kecelakaan saat liburan bersama mama nya. Tanpa menjelekan dari sisi Dickson.
Erick sedikit kaget Via bisa menemukan mereka semua. Kasus Dickson pun akhirnya di tutup, Gerry kembali ke Manchester dengan membawa makanan yang sudah di siapkan Via.
"Sampai ke Manchester, info ke aku yah Ger. Salam buat Claudia dan keponakan ku Cia."Kata Via yang menyingkat nama anak Gerry.
"Beres, elu jaga kesehatan yah." Balas Gerry yang memeluk Via dan menoyor kepala Via seperti biasa.
"Tenang Ger, gue jagain bayi gede ini." Kata Erick yang menimbrung diantara Via dan Gerry.
Suara call center memanggil nama Gerry untuk segera masuk ke pesawat. Via dan Erick jalan pulang ke Apartments mereka. Kali ini Erick melihat dengan dalam wajah Via yang kelihatan lelah.
"Kamu mau staycation di Disneyland gak?" Tanya Erick dengan muka nakal.
"Emang boleh?" Tanya Via balik lagi dengan muka heran nya.
__ADS_1
"Boleh, tapi barter sama promo yah." Ledek Erick yang membuat Via melempar bantal ke arah Erick.
Pekerjaaan Erick dan Via sudah menanti setelah ada drama kecelakaan. Namun disisi lain entah mengapa Via begitu bahagia. Via membuka halaman akun Pinstagram nya dan melihat keadaan teman - teman nya.
Pada akun Willy, sedikit membuat Via terhenyak dengan permainan piano dan suara Willy.
...Sebelum kita sejauh matahari...
...Kita pernah sedekat nadi...
...Maaf bila ku tak pernah bisa...
...Jadi sesuatu yang kamu inginkan...
...Tak kusangka dengan mudahnya...
...Kau abaikan segalanya...
...Berbulan ku harapkan cinta...
...Datang kembali untuk satukan kita...
...Maaf bila tutur kata ini...
...Membuatmu benci dan tak ingin kembali lagi...
...Setidaknya tak secepat ini...
...Kau bersama dengan dirinya...
...-Walag, Maaf-...
Di dalam akun tersebut menjelaskan bahwa, ketika elu punya pasangan. Jagalah dengan baik bahkan tutur katapun harus dibuat baik.
°
°
°
__ADS_1
°
Like yah teman-teman, Love novel nya, di vote juga jangan lupa.