Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : Kado Terindah Erickson Hardjanto


__ADS_3

Tahun baru ini moment yang tidak akan pernah terlupakan. Kali ini Via memasak kudapan manis dari Indonesia. Semua bersiap menuju malam tahun baru tetapi Widia malah menghabiskan waktu nya muntah-muntah.


"Hooeeksss... Hoooeeks..." Widia memuntahkan seluruh isi makanan yang tadi dimakan.


"Kenapa bebih?" Tanya Gerry saat ke kamar mandi.


"Kayak nya asam lambung gue naik deh." Keluh Widia.


"Geroooooongggg.... Claudia... Claudia...." Jerit Via saat melihat Claudia yang sudah basah dengan air ketuban.


Gerry yang mendengar jeritan itu lalu mengangkat Claudia dan di bantu sama Jerias ke rumah sakit. Widia, Via dan Erick menyusul dengan taxi di belakang sambil membawa perlengkapan melahirkan Claudia. Di dalam mobil Widia mengalami mabok hebat.


"Duuut. Minta plastic cepet..." Teriak Widia yang meminta Via memberikan nya plastic.


Via memberikan ke Widia plastic dan bingung harus ngapain lagi. Wajah Via panik, beruntung Erick pernah melakukan training first aid. Jadi Via sedikit lega.


Sampai di rumah sakit Claudia dibawa ke ruang emergency. Dokter semua sudah siap lalu memberikan pertolongan pertama. Widia kembali muntah hebat akhirnya Via memutuskan untuk memanggil dokter agar memeriksakan keadaan Widia.


"Bu, Via. Sebaiknya ibu Widia ke dokter kandungan. Biar memastikan dugaan saya kalau ibu Widia hamil." Kata dokter yang memeriksa keadaan Widia tepat malam tahun baru.


Sementara Claudia berjuang buat melahirkan anak nya. Pukul 3.00 am terdengar tangisan anak Gerry dan Claudia. Semua gembira karena mendapat kabar yang luar biasa.


"Genks, tahun ini akan ada bayi kembar deh dari kita bertiga." Kata Widia yang senyum-senyum tidak jelas.


"Apaan sih..."Jawab Gerry sedikit sentimentil.


"Gue hamil genks..." Teriak Widia dan langsung Via juga Gerry berpelukan bersama.


"Aku ikutaaaaannn." Teriak Claudia yang masih nangis karena menggendong anak nya sendiri.


"Jadi ada yang keluar ada yang masuk?"Ledek Gerry dengan setengah menahan tangis.



Haru biru menghiasi ruangan yang di isi oleh Via, Widia, Gerry, Jerias dan Erick. Claudia melahirkan anak perempuan yang di beri nama "Gelaudy Vieriasia Putri Al - Rasyid." Yang berarti adalah : Gerry Claudia Via Erick Jerias Widia yang di gabungin.


Nama tersebut di buat oleh Claudia untuk mengenang persahabatan mereka.


"Gak ada nama lain selain nama kita di gabungin? Kagak kreatip." Omel Widia seperti biasa nya.


"Eh tante. Udah keluar itu ide nya, berisik ajah. Daripada nanti anak tante nama nya London jika lahir nanti." Ejek Gerry yang tidak terima nama anak nya dibilang tidak creative sama Widia.


Via malas mendengar jika Gerry dan Widia sudah bertengkar masalah yang tidak jelas.

__ADS_1


"Eh, bentar lagi kita di usir nih..."Omelan Via mengakhiri Widia dan Gerry yang masih bertengkar karena nama.


"Oh iyah, ada pengantin baru. Lupa gue, jadi nya mau honeymoon kemana?" Tanya Gerry dan di angguki sama Claudia.


"Cepat punya anak, biar aku bisa numpang makan sama kalian semua."Jerit Claudia sambil terkekeh.


"Besok Erick balik ke California, Erick dah mau masuk kerja. Lalu aku ke Geneva kirim barang pindah ke California." Kata Via yang memberitahukan jadwal nya.


Semua langsung mendukung keputusan Via yang akan pindah. Selesai menjenguk Claudia melahirkan dan Widia yang hamil muda. Manchester City pagi ini sangat dingin di bawah -5 derajat.


Erick mengajak Via pulang untuk istirahat karena belum tidur benar. Sepanjang jalan Via terus memeluk Erick seperti anak koala yang menempel pada induknya.


"Kamu kenapa?" Tanya Erick saat ingin menyebrang jalanan.


"Aku nggak usah beresin apartment di Geneva boleh? Langsung ikut kamu." Kata Via sedikit memohon.


"Lakukan yang membuat mu nyaman. Aku tidak mau memberat kan mu." Kata Erick mengelus rambut Via.


Via lagi-lagi menatap erat mata Erick dan berkali-kali Via menanyakan untuk ikut ke California. Erick akhirnya membawa Via untuk sarapan pagi karena kampung tengah minta di isi.



Sampai di sebuah restaurant Erick duduk diluar dan mulai memesan makanan. Via yang asik melihat beberapa brosur memilih untuk menyerahkan pilihan nya kepada Erick. Menu sudah di pesan sesuai dengan kesukaan masing-masing. Erick memperhatikan Via sesekali melihat telephone selulernya.


"Kita berdua ke Geneva malam ini naik pesawat, terus kamu bawa barang yang penting. Lalu kita ke California."Jawab Erick yang entah mengapa selalu bisa menuruti Via.


Pelukan hangat langsung di daratkan ke Erick ketika Via mendengar jawaban Erick. Erick pun memeriksa surat-surat nikah dan kelengkapan nya agar bisa di masuk an ke kantornya. Selasai makan pagi, ada segerombolan wanita mendekat ke Via.


"Hi, Novia Heidy. Saya penggemar mu dari Edinburgh, bisa say hai?" Tanya penggemar nya dengan baik dan sopan.


"Halo, nama mu siapa?" Tanya Via yang menunjukan muka senang nya.


"Nama saya Giselle. Saya berasal dari Edinburgh." Jelas si penggemar Via.


"Halo, Giselle selamat tahun baru. Halo Edinburgh see you next time." Sapa Via langsung pada jerit ketika selesai mendengar Via menyapa.


Tidak lupa juga Via menawarkan makan pagi bersama dengan segerombolan cewe tersebut. Sontak dunia social media langsung ramai dengan pemberitaan Via berada di Manchester. Selesai makan pagi Via membereskan koper nya lalu mengirim pesan ke Gerry.


Via sudah menyiapkan makanan buat Gerry dan Widia di kulkas. Isi pesan Via yang singkat dan tepat sasaran. Erick dan Via melanjutkan menuju bandara Manchester.


"Yuk pulang..." Ledek Erick saat berada di dalam pesawat selama 2 jam.


Via tersenyum dan merasa beruntung untuk hal tersebut. Tidak terasa sudah landing di Geneva, Switzerland dan Via langsung membawa Erick ke apartment nya. Rumah yang Via rindukan selama sebulan ini.

__ADS_1


"Vii, aku mandi duluan yah. Aku ngantuk banget.." Kata Erick saat menaruh koper di kamar tamu.


Via mengangguk dan seperti biasa Via mencuci tanggan nya dan kakinya. Lalu Via ke dapur untuk mencari susu. Selesai Erick mandi dia langsung menuju kamar tamu, Via melihat itu dan menghampiri Erick.


"Kamar nya salah pak. Sebelah loowh.." Ledek Via yang melihat Erick sudah merebahkan badan dengan mata 5 watt.


Erick pun terbangun dan menuruti Via untuk pindah kamar. Via pun mandi dan menyusul Erick tidur. Geneva kali ini begitu dingin, sehingga Via dan Erick malas untuk bangun pagi.


"Vi, bangun." Panggil Erick yang sedikit menggoda.


"Nggak mau." Kata Via yang malah memeluk Erick.


"Kamu sengaja yah?"Goda Erick yang menebak reaksi Via.


"Udah sah ini, kan diapain juga bebas."Kata Via yang tetap menutup mata nya.


Erick melihat bibir tersebut akhirnya runtuh juga benteng pertahanan nya. Dengan lembut Erick mengecup bibir Via tanpa ada perlawanan dari Via, dan dibalas oleh Via. Erick pun semakin menjadi saat memasukan tangan nya kedalam baju Via.


"Kamu cantik, terima kasih buat semuanya" Kata Erick saat menatap matanya Via dan membuka kaos tidurnya Via.


Erick mulai memainkan benda kenyal tersebut dan membuka celana Via dengan lembut. Via sudah masuk dalam permainan Erick, dan tiba saatnya Erick memasukan kejantanan nya kedalam lubang yang akan membuat Via menjerit keenakan.


"Rick, iniii iniii..." Kata Via yang terengah-engah mengikuti irama permainan Erick. Erick melihat wajah Via yang terus mendesah membuat tempo permainan ranjang semakin meningkat hingga kedua manusia merasa kepuasan.


Panas nya permainan Erick benar-benar membuat Via kewalahan dalam melayani Erick. Bahkan rahim nya terasa hangat saat cairan tersebut di lepaskan oleh Erick. Via benar-benar terkapar saat Erick menciumi tubuhnya.


"Aku benar-benar senang banget dapat kado tahun baru." Kata Erick yang tidur di sebelah Via dengan keadaan tidak memakai baju.


"Sama, kamu adalah kado terindah. I love you." Kecup Via dan mengikuti Erik yang tidur sebelah nya.


Malam pelepasan yang benar-benar membuat Via bahagia sebagai wanita. Erick pun melakukan nya tanpa beban dan bebas. Pagi ini Erick memutuskan untuk menghabiskan masa liburan nya dan kembali ke California setelah tanggal 5 January.


°


°


°


°


°


Sepertinya semakin hot hubungan mereka... Yuk di Like cerita nya, comment ceritanya, terus love novel nya dan vote juga novelnya. Terima kasih buat dukungan kalian semua buat author... Kalian semua yang terbaik lowh genks....

__ADS_1


__ADS_2