
Via memperhatikan Erick, sementara tidak semua vending machine menggunakan SUICA. Ada beberapa vending machine menggunakan uang koin. Menikmati wisata vending machine semakin Via penasaran mendapatkan apa yang Via inginkan.
Erick menggandeng Via untuk diajak jalan - jalan menuju tempat lainnya yaitu ke Maid Cafe yang terkenal, selain itu Erick juga ingin berbelanja di Yodobashi-Akiba. Pusat elektronik berkualitas dengan harga yang sangat miring.
Tentu saja tidak disia - siakan oleh Via yang mengoleksi kamera dan perlengkapan nya, selain elektronik Erick pun mengoleksi Gundam. Film robot yang terkenal pada tahun 90 an dan membuat Erick bermimpi menjadi pengemudi robot dan berakhir bercita - cita sebagai pengusaha hotel bintang 6.
"Kamu jadi beli apa ajah?"Tanya Erick sambil
membawakan kamera bekas nan bagus namun koleksi tua....
"Aku mau cari kamera analog."Jawab Via yang
memelas akibat tidak menemukan tempat yang menjual kamera bekas dan antik.
Muka Erick tersenyum lebar saat memberitahukan kepada Via mengenai apa yang Via mau. Jelas Via sangat menyukai dan hampir saja berteriak kegirangan mendapatkan apa yang di inginkan. Selesai berbelanja, Via dan Erick menikmati museum Gundam. Entah mengapa Erick memutuskan untuk bermalam di hotel tersebut.
Namun saat Erick asik memesan online kamar dan berjalan menuju hotel tersebut. Disaat itu juga Erick bertemu dengan Vika bersama dengan Mike yang sedang menikmati hari liburnya. Tidak ketinggalan juga dengan Margaret yang ikut nimbrung liburan juga dengan Vika.
“Sayang, ada Vikaa…” Panggil Erick yang ketika menyadari Via tidak ada di sebelah Erick.
“Kenapa Rick?” Tanya Vika yang merasa aneh karena Erick mencari keberadaan Via.
Erick menghubungi Via dan ternyata telephone seluler nya berada sama Erick, muka Erick bertambah panik ketika sekeliling perjalanan yang di lewati tidak menemukan Via.
“Vik, bantu cari Via dong. Via ilang, aduh gawaaat ini…”Kata Erick yang panik sekali dan hampir kehilangan akal.
“Hi, pak Erick…” Sapa Margaret saat bertemu dengan Erick yang lagi panik di sekitar hotel Gundam.
“Mar, bantu pak Erick dulu. Ibu Novia nyasar.”Perintah Vika yang mengerti sekali jika Erick sudah panik akan kehilangan akal sehat nya.
Sementara Via duduk di tempat duduk yang berada tepat di depan toko kamera ketika Erick meninggalkan Via. Wajah Via sedikit memerah
__ADS_1
karena terpaan angin, Via beberapa kali melihat orang yang berjalan dan berharap Erick akan menjemputnya.
“Duh, bodoh banget sih. Kenapa juga tangan Via pakai dilepas…”Maki Erick saat mencari Via.
“Jadi alasan nya ini kenapa ibu Via harus di gandeng terus?” Tanya Margaret dan berasa sepertinya ini peluang mendapatkan Erick.
“Tidak juga sih, udah cari dulu istri saya.”Oceh Erick yang sudah mulai kasar terhadap orang – orang di sekitar.
Vika berkeliling mencari Via, tidak lupa juga minta bantuan terhadap kepolisian jika menemukan Via. Sudah 4 jam Via menunggu di depan toko kamera dimana Erick melepaskan tangan Via disaat kerumunan orang -orang, dan langkah kaki Vika berjalan melewati toko tersebut.
Muka Via sekarang tertunduk lesu karena Erick tidak datang menjemputnya, Via sudah meneteskan air mata. Vika melihat wanita berbaju kuning dan mendekati nya, seperti merasa mengenali orang tersebut. Dan benar saja Vika menjerit lalu memeluk Via yang ada di depan nya, Via langsung menangis ketika ditemukan sama Vika.
Telephone seluler Erick berdering dan nama Navika Geraldine ada di depan layar tersebut…
“Yah, Vik. Bagaimana?”Jawab Erick dan Vika memberitahukan kalau Via sudah ditemukan.
Erick dan Margaret bergegas menuju toko kamera yang dimaksud oleh Vika, mata Via mengalami pembengkakan akibat menangis. Erick saat bertemu dengan Via langsung memeluk Via dengan erat.
“Maaafiiin aku, tadi aku lepasin kamu karena sibuk dengan telephone seluler ku.”Kata Erick yang meminta maaf kepada Via.
“Via takut banget, Rick. Kenapa sih nggak sadar cepet kalau Via terlepas?”Kata Via yang sesegukan menjawab Erick.
Sesampai di hotel Erick dan Via berpamitan kepada Vika, Mike dan Margaret untuk beristirahat di kamar. Wajah Via yang masih ketakutan dan kelelahan juga membuat Erick semakin bersalah,
“Sayang, aku benar – benar minta maaf.”Ujar Erick saat melihat Via memakai krim wajah.
“Sudahlah, ini juga sudah subuh. Kita butuh istirahat juga kan?” Balas Via yang mengusap dan memijit wajah nya.
“Tadi benar- benar aku yang salah, sayang.”Kata Erick lagi dan kini memeluk Via dengan erat.
“Aku tidak bisa menghakimi mu. Lagi pula bukan nya mau mu kan melepaskan tangan Via?” Tanya Via yang penuh selidik ke Erick.
“Aku sibuk memesan hotel Gundam, karena ada flash sale jadi aku tidak sengaja melepas mu di kerumunan dekat toko kamera itu.”Balas Erick
yang menyanyangkan kebodohan yang diperbuat nya tadi.
Via akhirnya memeluk Erick dan memberikan senyuman khas Via, sambil mebisikan ini sudah berakhir. Liburan akhir pekan yang Erick rencanakan menjadi kegagalan akibat ulah dari Erick sendiri. Namun gara – gara kehilangan
__ADS_1
Via akhirnya Erick membelikan jam pintar besutan dari Samsung dimana bisa melacak Via melalui aplikasi telephone selulernya yang baru saja Erick beli di pusat Elektronik Akihabara.
Dengan begini akan memudah kan Erick jika Via terlepas dari Erick. Atau menghilang akibat pergi sendiri, dikarenakan Via tidak mengerti sekali kegunaan barang – barang berteknologi. Membuat Erick terpaksa membohongi Via untuk memakai jam ini kemana pun Via berada.
“Pagi sayang, senin kita sudah harus balik ke Californiayah?” Tanya Erick yang berada di kasur menikmati sinar matahari yang malu – malu masuk melalui jendela kamar hotel.
“Via menuntut liburan dirumah…”Rengek Via ke Erick yang membuat hati Erick merasa hangat.
“Kamu jadi nggak beli game?”Tanya Via tiba – tiba mengingatkan Erick.
“Tidak jadi karena kemarin kamu hilang.”Jawab Erick menarik badan Via untuk mendekat ke dada Erick.
“Kalau begitu hari ini saja kita beli, nanti sayang loh.”Bujuk Via membuat Erick keheranan.
“Kamu nggak marah?”Tanya Erick yang sedikit kaget mendengar Via mengizinkan Erick.
“Aku tidak suka kamu diam – diam beli lalu aku menjadi kesel. Mending aku tahu dari pada aku bad mood.” Jawab Via dan langsung Erick
bangkit berdiri lalu mengganti bajunya.
Seperti anak kecil yang senang mendapatkan keinginan nya, begitu juga Erick yang mendapatkan Nitendo Switch dan Play Station 5. Konon katanya di Indonesia sedang terjadi pertikaian suami dan istri karena masalah approval alias ijin istri. Yah bisa di bilang ISO (Istri Sudah Oke) atau SNI (Sudah Nanya Istri) yang sedang trending di dunia maya.
Begitu mendapatkan maianan nya Erick mengunggah foto mainan tersebut dengan caption;”Terima kasih buat istri ku yang tercinta…” Dunia maya pun menjadi heboh ketika para akun – akun gossip membuat berita dengan cerita
daripada Erick. Sejatinya Erick merasa Bahagia ketika Via mendukung hobby Erick dan kegemaran nya. Tanpa harus tarik urat untuk masalah perijinan.
*
*
*
Terima kasih teman – teman online yang terus mendukung author. Yuk, vote author di ajang You are writer volume 4. Biar bisa semakin banyak
__ADS_1
yang membaca cerita ini, jangan lupa untuk tetap Like, terus komen juga, terus love novel nya jika kalian belum berlangganan agar bisa menikmati cerita baru di setiap episodenya. Lalu baca juga cerita yang lain karya author… Terima
kasih…