
Via akhirnya tiba di hotel yang baru saja di siapkan oleh protokoler kerajaan di Konrad - Tokyo. Semua mata tertuju pada insiden tersebut, dan membuat protokoler memindahkan semua tamu-tamu mereka ke hotel yang lain. Management hotel tidak bisa melarang karena alasan keamanan dan privacy.
"Ini benar-benar memalukan." Teriak GM hotel yang memanggil semua jajaran nya. Tidak terkecuali Vika dan Mike.
"Maaf pak, ini hanya kesalah pahaman yang terjadi." Sanggah seseorang yang dengan beraninya di hadapan atasan tertinggi.
"Brandon, kamu lihat apa yang terjadi? Ulah team kamu, 1 hotel kena semua. Dia bisa baca kan kalau VVIP guest dan incognito? Apa kamu lupa?" Teriak GM yang sudah tersulut emosi ketika mendengar penjelasan Brandon - Hotel manger.
"Pak, biar HRD dan Security yang melakukan investigasi internal. Biar semua jelas jika emang systems kita yang bermasalah, kita akan layangkan gugatan ke vendor." Kata Vika berusaha menenangkan keadaan yang sudah ribut.
Kejadian ini sempat membuat Yudha panik dan ingin menyusul Via. Namun pekerjaan nya di Jakarta tidak sanggup di tinggalkan. Dewin melihat berita tersebut langsung terbang dari Korea Selatan ke Jepang dan menemui Via.
"Tidak ada nama Novia Heidy disini pak." Jawab petugas hotel Konrad saat Dewin menanyakan keberadaan Via.
"Saya di infokan oleh team medis bahwa nona Novia Heidy sedang menginap disini." Ujar Dewin menjelaskan
Petugas hotel pun menegaskan bahwa Novia Heidy tidak menginap di hotel mereka.
Drrrrttttt.... nama Dewin keluar dari layar telephone seluler Via. Membuat Via malas mengangkatnya, terus Dewin menghubungi Via hingga akhirnya...
"Kamu dimana? Cepat turun atau aku.." Kata Dewin saat Via menjawab telephone Dewin.
Dengan langkah gontai Via turun ke lobby dan mendapati Dewin panik.
"Terima kasih atas ke khawatiran mu. Bukan kah kamu sudah tahu bahwa pengadilan memutuskan kita tidak usah bertemu?" Kata Via dengan tenang dan menghujam jantung.
"Bisa kah kita melupakan sejenak masalah itu?" Balas Dewin dengan menatap penuh amarah mengingat hal tersebut.
"Aku mau balik ke kamar, dan sudah lah kita tidak perlu membuang - buang waktu untuk hal yang tidak pasti. Masalah kita sudah berakhir ketika kamu memilih berbohong." Jawab Via dengan mata yang mengarah keluar jendela di lobby.
"Jika aku diberi kesempatan untuk menjelaskan semua. Apakah kamu akan..." Dewin berusaha menjelaskan semua yang terjadi.
"Aku sudah cukup dapat penjelasan mu dari tingkah mu. Kembali lah kepada pemilik hati mu dan lupakan semua kebersamaan kita, kita sudah berakhir. Ini adalah akhir dari kisah kita berdua dan mulai lah kamu dengan yang baru." Kata Via yang akhirnya pergi dan meninggalkan Dewin kesekian kali, namun mata Dewin yang masih menatap kepergian Via. Disisi lain Dewin tidak bisa berbuat apa-apa.
Hati Dewin sakit melihat Via benar-benar berubah. Tidak seperti Via yang Dewin kenal dahulu, Via yang dilihat Dewin adalah Via yang tidak menampilkan kesedihan. Namun sebuah kebencian tidak terbantahkan, ketika berbicara dengan Dewin.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Gerry dan Widia kaget melihat pemberitaan yang ada. Lalu menghubungi Via melalui sambungan Video call. Dengan gayanya dan ketenangan Via menjawab pertanyaan-pertanyaan Gerry dan Widia membuat 2 orang tersebut akhirnya percaya semua akan baik-baik saja.
"Tenang ajah bebih, ayang. Via kan dinas, tidak mungkin di lepas sendirian." Jawab Via saat mereka melakukan Video Call bersama.
"Bagus lah kalau begitu. Kalau gitu jaga diri baik-baik yah." Kata Widia yang mengkhawatirkan Via berada di Jepang.
Dilain pihak Mike Kubota berusaha menghubungi Erick dan di dampingi oleh Vika sebagai perwakilan dari atasan nya. Dering telephone seluler Erick yang terus menerus bahkan ketika keluar nama Mike Kubota membuat Erick malas menjawab. Namun saat Navika Geralidine yang menelepon, akhirnya Erick mengangkatnya.
Vika membuat saluran telephone dengan mode pemakaian speaker luar.
"Yah Vik. Ada apa?" Tanya Erick yang kesal Vika dan team nya menelpon Erick.
"Rick, bantu gue untuk ketemu sama Novia Heidy. Seriusan ini." Kata Vika yang memohon kepada Erick.
"Vik, gue kan dah bilang. Via itu unik, dan elu tahu itu gue juga titipan Jerias. Jadi gue percaya sama elu Vik." Erick berusaha menjelaskan keadaan sekarang.
"Maka dari itu, elu bantuin gue sekarang.." Pinta Vika dengan sangat memohon.
__ADS_1
"Vik, jujur gue kecewa sama elu. Kesalahan sudah jelas bukan pada system. Tapi penyampaian anak buah elu yang salah. Masa iyah ke double kunci." Oceh Erick dan akhirnya membuat Mike turut berbicara dengan Erick perihal masalah internal daripada Hotel International - Tokyo saat ini.
"Rick, gue Mike. Please do your magic buat alma mater elu deh disini. Gue nggak akan lupa sama jasa elu. Bahkan Vika akan selamat jika elu bantu" Kata Mike yang berusaha menyampaikan permintaan maaf kepada Via saat ini.
"Mike, elu tanya sama Vika. Apakah gue sudah infokan sebelumnya mengenai do and don't nya ke Vika?" Balas Erick yang mulai emosi sama Mike karena seperti biasa Mike hanya menjadi pahlawan terakhir dan selalu mendapat pujian, dan Vika tahu kebenaran itu.
Obrolan panjang dan lebar akhirnya membuat Erick kesal karena tidak ada solusi yang mutlak di tawarkan oleh Mike sebagai pimpinan tertinggi. Mengingatkan kasus Erick yang bertengkar dengan Mike disaat tamu sekelas Ed Sheeran datang dan ada insiden yang membuat Erick harus menutup media secara cepat.
Kali ini cukup bagi Erick membantu Vika mengenai masalah kerjaan. Namun ketika WhatsApp text masuk dan tertera nama Novia Heidy membuat Erick membuka isi nya dengan cepat.
Novia: Aku akan ke Disneyland, tapi bukan besok.
Erick: Lalu kapan?
Novia: Besok aku akan ke istana lalu besok nya ketemu sama perdana mentri. Baru besok nya aku bisa ke Disneyland. Aku mau ke Disney Sea dong.
Erick: Baik lah tuan putri. Akan ku siapkan yah..
Novia: Aku nggak nginep Rick. Karena aku harus siapin berkas-berkas.
Erick: Baiklah, Disney Sea yah. Bukan Disneyland loh.
Novia: Iyah Erick. By the way thank you.
Erick akhirnya menyelesaikan ticket penerbangan ke Tokyo dengan alasan untuk quality control. Entah mengapa Erick merasa kasihan sama Vika, akibat kesalahan team nya kepada Via.
Perjalanan pertama business Erick ke Jepang lalu di lanjutkan ke Shanghai, China untuk melihat Shanghai Disneyland Resort disana. Via pun sudah tidak sabar menantikan ke Disneyland di seluruh dunia. Pekerjaan telah selesai, waktunya Via menikmati day off. Namun sebelum menikmati day off, Via di panggil oleh Giany. Atasan Via ke lobby.
"Vi, kamu extend sampai 3 hari untuk memberikan keterangan buat kasus kemarin." Kata Giany saat memberikan beberapa berkas.
"Besok kamu tetep off. Hanya saja 3 hari itu gak full kok kamu di kantor polisi. Hanya jika polisi panggil kamu datang." Jelas Giany sembari pergi karena masih harus ada yang di kerjakan.
Kali ini Via kesal dengan perintah boss nya itu yang suka semena-mena terhadap anak buah nya.
Well, Via menerima ticket dari Erick dan informasi jika besok ada yang menjemputnya di hotel menuju Disney Sea.
Via sangat senang dan tidak lupa menyiapkan camera kesayangan nya. Pagi adalah hal yang di tunggu - tunggu sama Via, dan akhirnya datang juga. Via yang sudah siap di depan lobby melihat minivan Disney Sea langsung berbinar - binar.
"Woooow keren" Ucap Via yang terkagum dengan minivan yang dipersiapkan oleh Erick. Via tidak lupa mengabadikan di kameranya. Perjalanan dari hotel Konrad ke Disney Sea Tokyo hanya 35 menit. Via menikmati perjalanan.
Sesampainya di lobby Disney Sea, Erick menyambut Via dengan baju ala pelaut. Via kaget mendapat kejutan dari Erick.
"Yah ampuuun, kamu kok disini. Kok bisa?" Kata Via membredeli Erick dengan pertanyaan karena kaget.
"Bisa dong, buat putri kodok mana yang gak bisa Erick kerjakan." Goda Erick saat Via masuk ke lobby. Erick mengajak Via untuk menikmati breakfast di restaurant Teddy Roosevelt Lounge di Disney Sea Tokyo.
Muka Via berbinar ketika memasuki ruangan dimana Via mengagumi Teddy Roosevelt sebagai pribadi yang menyenangkan. Erick diam-diam mengambil gambar candid dengan berbagai macam ekspresi.
Duduk di tengah-tengah agar Via bisa mengexplore lounge, lalu Erick bisa menunggu Via di sini. Namun rusak ketika melihat Vika dan Mike datang menghampiri Erick yang duduk menikmati segelas cocktail.
"Hi Rick, apa kabar?" Sapa Mike yang berusaha berbasa - basi dengan Erick.
"Hi. Ada apa?" Tanya Erick yang langsung to the point pada Mike kali ini.
Via melihat Erick yang tidak nyaman dengan keadaan, akhirnya memutuskan untuk menghampiri Erick yang duduk dibangku tersebut.
__ADS_1
"Rick, Via mau main.." Kata Via setengah manja dengan Erick. Vika yang melihat kelakuan Via berusaha untuk sabar karena nasib pekerjaan nya ini di tangan Via.
"Halo Via, apa kabar?" Sapa Mike yang berusaha dekat dengan Via. Mike terpesona melihat Via secara langsung.
"DON'T CALL ME VIA IF YOU DON'T KNOW ME WELL*." Balas Via yang terlihat dengan jelas kalau Via tidak nyaman dengan orang baru. Erick langsung berdiri ditengah Via dan Mike yang beradu tatapan emosi.
*DON'T CALL ME VIA IF YOU DON'T KNOW ME WELL\= Jangan panggil saya Via, kalau kamu nggak kenal saya.
Erick yang berdiri di tengah mereka berdua, sengaja menggandeng tangan Via yang membuat Vika semakin panas.
"Berhentiii Rick. Elu jalan berakhir persahabatan kita." Teriak Vika membuat semua mata tertuju kepada Vika dan Erick.
"Rick, tuh di panggil." Bisik Via dan membuat Vika semakin panas karena ulah Via.
Erick semakin bingung karena Vika sudah mulai tidak terkendali. Akhirnya Erick membawa mereka ber empat keruangan private. Via mengamati Vika dan Mike juga Erick dengan tatapan bingung.
"Gue gak perduli masalah kantor saat ini. Elu tuh egois Rick. Jahat elu sama gue kali ini." Cecar Vika yang membuat Erick sadar ternyata Vika hanya memanfaatkan nya.
"Terus elu maunya apa? Marah? Atau elu cemburu gue punya gebetan?" Sentak Erick membuat Vika akhirnya menangis emosi.
"Rick, kan gak harus sama perempuan ini Rick." Balas Vika yang memelas dan Mike melihat drama cinta yang belum kelar langsung memotong pembicaraan mereka berdua.
Mike tidak habis pikir dengan Vika yang menangis didepan Erick. Sementara Erick malah membuat bola liar lain menggelinding.
"Via keluar yah Rick. Gerah melihat keadaan disini." Kata Via berusaha untuk tidak ikut campur urusan Vika dan Erick.
Praaaaakkkk tamparan Vika ke pipi tembam Via membuat Via sedikit terhuyung akibat pukulan tersebut. Jangan panggil Novia Heidy jika tersakiti dia akan bermain - main dengan pelaku.
"Vik, apaan sih." Bentak Erick yang membuat Vika semakin hilang control. Lalu memeriksa Via yang berpura- pura nangis karena di tampar oleh Vika yang hobby boxing.
"Rick, sakit ama perih." Kata Via yang memainkan kata-katanya agar terlihat menyedihkan.
Erick bingung dan membawa keluar Via lalu meminta dibawa ke klinik untuk diperiksa dokter. Erick tidak perduli dengan Vika, karena karir Erick akan hancur jika Via mengadu sama head quarter di California.
"Sudah di kompres, ini obat salepnya yah." Kata dokter jaga klinik kantor Erick.
"Via, ijin lapor dulu yah." Kata Via yang sedang melaporkan tindakan Vika kepada polisi international yang menangani kasus Via sebelumnya dan mendapat kasus tambahan pemukulan di tempat umum yang pelakunya adala Navika Geraldine - Secretary GM.
Vika yang melihat Erick dan Via keluar dari ruang klinik, membuat Vika harus menenangkan diri.
"Bu Novia, saya minta maaf atas ketidak nyamanan ibu. Apakah kita bisa berbicara baik-baik dengan ibu?" Kata Mike berusaha mengambil hati Via.
"Kita akan bicara di kantor polisi. Saya tidak nyaman berbicara dengan kalian. Keamanan saya terusik jika kalian berada di dekat saya." Kata Via dan tangan nya yang lain memegang erat baju Erick. Mike berusaha membiasakan emosi dan menurunkan nada intonasi menghadapi Via.
"Pak Mike dan Bu Vika. Sepertinya sudah jelas jika ibu Novia tidak nyaman dengan kalian ada disini. Jadi mohon maaf jika kami berdua pamit." Kata Erick yang membawa Via pergi dari Vika dan Mike agar tidak ada drama sinetron selanjutnya.
°
°
°
°
Like, Love, Vote and Comment untuk mendukung author.
__ADS_1