
Posting an Via mendapat banyak tanda menyukai dari semua orang. Tidak banyak juga yang menghujat Via sebagai public figure. Apapun perkataan itu, Via hanya diamkan saja dan menurut nya ini akun pribadi. Yudha dan Dewin melihat itu, dalam hati mereka kecewa karena Via menemukan tambatan hati yang baru.
"Entah apa yang kamu pikirkan Vi." Kata Yudha saat melihat posting an di storygramnya akun Via.
Meeting yang memakan waktu 4 jam membuat Gerry dan Widia kelelahan membahas langkah hukum untuk client nya. Tidak sengaja pula Gerry melihat akun Pinstagram Erick yang menampilkan canda tawa nya Via.
"Terima kasih, Rick. Buat nemenin Via kali ini.." Kata Gerry saat melihat video di akun Pinstagram Erick.
"Akhirnya Via bisa mengatasi kekurangan nya dia, yah Ge." Hibur Widia kepada Gerry saat di dalam Lift kepergok melihat akun Pinstagram.
"Iyah, Wid. Tadinya Gue takut kalau Via bakal bikin ulah lagi." Sambung Gerry dan akhirnya mereka berdua sampai di kamar nya Gerry untuk angkat si tuan putri kodok yang tertidur di kursi.
Gerry menggendong Via dengan santai, lalu meletakan Via di kamar nya Widia. Jelas teringat kalau dulu saat masih kuliah, kelakuan Via yang sering tidur di kamar nya Gerry karena ketakutan.
selesai naruh Via di kamar Widia dengan sangat hati-hati. Karena Via kalau bangun bisa cranky seperti anak kecil. Gerry akhirnya merebahkan diri di kasur, Erick yang melihat Gerry yang kelelahan menawarkan sekaleng beer untuk merelax kan tubuh.
"Rick, thank you yah. Gue ternyata gak salah, nitip Via ke elu." Kata Gerry membuka percakapan mereka.
"Ahk, sama-sama. Thanks buat kepercayaan nya menjaga putri kodok." Ledek Erick dan berakhir Gerry menceritakan kejadian 5 tahun lalu. Erick yang tadinya tidak percaya dengan kata Via akhirnya mengerti siapa yang di maksud Via tadi.
"Rick, pesen gue nih. Jaga cewek Lu baik-baik, suka sama sahabat itu nggak dosa. Tapi membiarkan dia sama orang yang salah itu dosa." Pesan Gerry yang membuat Erick semakin yakin bahwa Gerry lah pria yang Via suka dan Via maksud saat tadi di restaurant.
Pantesan Via terlihat lebih bahagia ketika bergandengan tangan bersama Gerry, rona mukanya terlihat berbeda.
"Entah itu adalah yang terbaik atau bukan. Tetapi situasilah yang memilih dan membuat kita menentukan pilihan disaat kita tidak mempunyai pilihan untuk dipilih atas dasar keraguan. Pilihan yang diawal tidak menjadi pilihan utama yang pada akhirnya menjadi pilihan utama yang harus dipilih. Atas dasar kebaikan untuk mentralisir keadaan tidak menjadi buruk, membuang egoisme kita." Kata Gerry saat becerita tentang masa lalu sehingga Erick merasakan kesedihan buat 2 orang ini yang telah menyelesaikan perkara hati nya.
Erick merasa terobati dengan kisah Gerry dan Via yang akhirnya memutuskan untuk hidup masing-masing. Lantaran ini juga mengingatkan bahwa liburan bersama mereka akan segera berakhir. Gerry akan kembali ke German, Widia akan kembali Ke London. Sementara Via akan bertolak ke Jepang untuk menghadiri penurunan Kaisar Jepang Akihito.
Kehilangan 3 orang ini membuat Erick sedih lantaran tidak ada lagi banyolan - banyolan konyol setiap pagi. Bahkan tidak akan melihat ulah Via, Widia dan Gerry dikala mereka lagi bosan karena menunggu.
Perjalanan ke Los Angeles airport terasa kayak pasar. Via yang ribut karena akan ke Jepang, Gerry dan Widia berantem karena masalah makanan tadi di hotel yang tidak sesuai akibat ulah Gerry yang pesan.
"Jadi rasanya ini toh kalau jadi Jerias. Sekarang saya mengerti." Kata Erick dalam hati yang masih melihat mereka bertiga ribut.
"Lidah nya ayang kan dari dulu emang payah bebih." Sindir Via yang membuat Gerry semakin emosi.
"Apa duuuth... Emang elu berdua ajah picky eater." Sanggah Gerry yang tidak mau kalah.
"Guys, kita sudah sampe di airport. Thank you yah buat semua nya." Kata Erick yang berusaha merelai ke 3 anak bocah yang sedang berantem gak jelas.
3 bocah langsung berhenti dan mengikuti Erick mengeluarkan koper-koper mereka. Setelah itu mereka bertiga saling berpelukan. Pertama Widia dan Gerry, dengan santai nya Widia memeluk Gerry dan gantian memeluk Via. Tidak lupa Widia mencium pipi Via dan jidat Via. Lalu di sambung Gerry yang bergantian memeluk Via dan mencium jidat Via.
"Ikkkh najooong, cium - cium Ia." Kata Via yang mengelap jidat nya dan memonyongkan bibir nya.
"Apa mau di bibir? Biar heboh yang di Indonesia. Ooops..." Kata Gerry nakal saat mendengar ocehan Via mengenai ciuman di jidatnya.
"Yudha? Apa Willi?" Kata Widia yang ketawa mendengar obrolan Gerry dan Via.
__ADS_1
"Ngggaaaakkkkkkk.." Teriak Via dan tangan Gerry langsung menutup mulut Via yang cempreng itu.
Via, Gerry dan Widia masih sibuk dengan mereka yang berantem nggak jelas.
"Ijin dulu nih. Gerry dan Widia bentar lagi masuk gate. Eh iyah, Vi. Boleh dong say goodbye nya di peluk." Kata Erick yang menginformasikan perjalanan sudah berakhir.
"Boleh dong. Via jadi punya sahabat baru yang jagain Via." Kata Via yang tersenyum sama Erick dan memeluk Via dengan erat.
"Dicium juga boleh kok Rick. Tapi di jidat jenong ajah." Kata Gerry yang memberi ijin dan sekalian pamit untuk pergi.
Widia dan Via memberikan lambaian tangan perpisahan. Tinggal Via, Widia dan Erick yang menunggu pesawat.
"Vi, berapa lama di Jepang?" Tanya Erick yang menyeruput kopi pesanan nya.
"5 hari. Eh, Via mau ke Disneyland Tokyo dong." Jawab Via yang menodong Erick.
"Boleh, ini mau Endorsement apa pribadi?" Kata Erick menanyakan hal tersebut.
"Pribadi dong. Ini Via cuma di kasih 1 hari libur, Via nginep di Hotel International Tokyo." Jawab Via yang menunjukan jadwal kepada Erick.
"Biar aku bantu kamu yah.." Kata Erick lalu dipotong oleh Widia yang sudah dipanggil namanya sama maskapai penerbangan.
Lalu tidak lama Via menyusul memberikan salam perpisahan ke Erick. Hati terasa lega dan bahagia akhirnya Erick bisa bernafas lega. Kerja berasa liburan karena ulah Via kepada management.
Pejalanan pulang Erick menghubungi Vika untuk menghandle Via selama di Jepang. Karena Via akan tinggal di hotel dimana Vika bekerja. Banyak sekali info yang Erick sampaikan membuat hati Vika terasa panas.
"Vik, dia bukan selebgram loh. Dia itu orang United Nations yang lagi bertugas." Bela Erick yang nggak mengerti kenapa Vika bisa berubah meremehkan orang lain.
"Siapa namanya? Kok gak ada di daftar nama tamu." Kata Vika yang akhirnya menahan emosi dan benar Vika menemukan nama Novia Heidy di daftar VVIP guest list nya dari protokoler ke kaisaran Jepang dan di tulis incognito* guest.
*incognito\=tamu yang tidak boleh diberitahukan keberadaan nya. Hanya level manager yang boleh mengetahui. Biasanya ini dipakai pejabat/artis/kalangan khusus untuk menghindar dari serbuan media atau fans.
"Vik, please serves yang baik yak. Ini akan pengaruh ke reputasi gue." Kata Erick lagi setengah memohon ke Vika.
"Rick, kenapa sih elu milih cewek seperti ini." Kata Vika yang tiba-tiba dan mengeluarkan unek-unek nya.
"Karena gue suka sama elu, dan elu memilih dengan Mike. Apakah gue nggak boleh bahagia Vik?" Balas Erick yang mengeluarkan kata-katanya membuat Vika kaget.
"Gue nggak suka sama elu, Rick. Harus berapa kali gue bicara sama elu." Jawab Vika dan mengakhiri pembicaraan nya sama Erick.
Perjalanan panjang 18 jam membuat Via lelah dan langsung menuju hotel. Dengan protokoler kerajaan jepang dan langsung menuju hotel. Vika menyambut Via dengan ramah beserta jajaran management hotel. Karena Via adalah tamu VVIP yang terakhir yang melakukan check-in.
"Ibu Novia Heidy, ada lagi yang bisa saya bantu?" Kata Vika yang melihat Via secara langsung tidak melalui media electronic ataupu media massa.
Drrrrrrttttttt telephone seluler Via berbunyi dan keluar nama Erick Hardjanto membuat Via langsung menjawab nya.
"Hii Rick. Aku sudah sampai di hotel. Ada kok yang jemput. Bentar Via tanya yah..." Jawab Via diujung telephone.
__ADS_1
"Permisi, mbak. Boleh nanya namanya mbak gak?" Tanya Via yang menurut Vika tidak pantes untuk di imut-imutkan.
"Nama saya Navika Geraldine." Jawab Vika dengan sedikit menahan emosi. Karena pertama kali menyambut tamu yang tidak menghiraukan nama Vika yang sudah diperkenalkan pertama kali saat bertemu Via di depan lobby.
"Namanya Navika Geraldine, Rick. Thank you for carrying yah." Jawab Via yang masih mengobrol dengan orang di ujung telephone selulernya.
Vika bertaruh itu pasti Erick yang menanyakan keadaan pacar nya ini. Muka Vika seperti kepiting rebus karena menahan marah akibat Via.
"Terima kasih mba Vika, dapat salam hormat dari Erick. Juga buat semua jajaran management disini." Kata Via kepada Vika dan beberapa orang jajaran tertinggi di hotel International Tokyo.
"Sama-sama bu Novia Heidy. Kami tinggal dahulu supaya ibu bisa beristirahat karena jadwal ibu sangat padat." Kata Vika lalu memberikan senyuman palsu kepada Via.
Acara negara yang padat membuat Via hanya bisa berkomunikasi melalui pesan di WhatsApp. Via pun akhirnya jarang melakukan update di akun Pinstagram nya. Berbeda ketika Via sedang liburan, kembali Via memposting kegiatan kantornya.
"Ini bocah manja pacar nya Erick. Kalau bukan pacarnya Erick, pengen aku gampar ajah setiap dia minta sesuatu yang ajaib." Curhat Vika saat kembali ke Dormitory dan bertemu dengan Mike.
"Erick yang dulu DoSM nya sini?" Tanya Mike yang penasaran dengan Erick.
"Iyah, sohib aku sayang " Jelas Vika yang mengganti bajunya.
"Oh, kirain mantan pacar mu." Balas Mike yang mulai menyulut emosi Vika.
"Bukan, kebetulan ajah dia satu campus sama aku dulu. Kan aku hanya naksir sama EAM pusat di depan ku ini." Kata Vika yang langsung memeluk dan menciumi bibir Mike.
Selesai bersama Mike dan alarm telephone seluler Vika yang berdering kencang membangunkan Vika dari tidur dan tangan Mike masih melingkar di pinggang Vika. Secara cepat Vika mengganti baju nya dan mencuci wajah nya karena membaca pesan dari Management hotel mengatakan kalau Via mau early check out. Akibat masalah dengan kamar nya yang tidak sesuai standard.
Mike pun terbangun dan buru-buru mengganti bajunya dan melihat telephone selulernya yang sudah menerima panggilan tidak terjawab puluhan kali dari General Managernya.
Drrrrrrrrrrrrrrtttttt.... Erick Hardjanto memanggil ketika melihat layar telephone seluler, Mike.
"Gob*lok elu mah Mike. Sekarang lihat di Internet media sedang membahas hotel elu." Maki Erick yang memberikan informasi kepada Mike. Saat itu Mike melihat Vika sudah tidak ada di ruangan.
Mike menutup kasar telephone Erick dan membuka link yang dikasih sama management.
Mike berlari kencang menuju hotel mendapati banyak polisi dan polisi international. Kali ini pihak hotel merasa kecolongan karena masalah system.
Beruntung Via sudah diaman kan pada tempat yang aman. Sejumlah wartawan banyak mencari tahu kenapa bisa terjadi kasus orang luar bisa masuk ke dalam kamar disaat Via sedang mandi. Sehingga mengejutkan Via ketika keluar dari kamar mandi. Management tidak bisa berkata apa-apa saat kejadian ini. Dan membiarkan pihak berwajib melakukan investigasi terlebih dahulu.
•
•
•
•
Like yah buat ceritanya, Love buat novelnya lalu Vote novel nya agar author semakin semangat. Jangan lupa tinggalkan comment.
__ADS_1