
Erick melihat Ben sedih karena tindakan orang tua Melissa. Walaupun Ben menutupi nya dengan berkata bahwa dirinya sanggup melewati fase ini. Awal - awal kuliah Business Management di Oxford University. Sangat tidak menyenangkan karena Ben harus bertemu dengan Melissa yang 1 kampus dan 1 kelas dengan Ben.
"Ben, pria itu harus bisa tegar dalam segala hal. Jika ibu wanita mu berkata seperti itu wajar. Karena mereka bukan Tuhan. Yang menilai segala sesuatunya dari hati, namun menilai atas segala apa yang mereka lihat saat ini." Kata Erick berkomentar saat Ben mengalami keterpurukan. Setelah kejadian mamanya Melissa saat merendah kan Via di depan muka Ben.
"Menurut ayah bagaimana?" Tanya Ben saat Erick melihat anak lelakinya dengan serius.
"Buat ayah, kamu buat perjanjian dengan diri mu sendiri untuk membuktikan omongan mamanya Melissa salah tentang mu. Apalagi tentang bunda yang sama sekali mereka tidak kenal." Kata Erick yang memberikan saran kepada Ben. Mendengar saran dari ayah nya serta membuat hati Ben terasa damai banget di dalam hati.
Selesai menceritakan permasalahan Ben dan Melissa. Ben menceritakan pertemuan nya dengan Kaori dalam 1 project campus nya, bagaimana seorang perempuan Jepang yang mandiri dan ambisius dalam mengejar karir. Setelah terlibat project akhirnya Ben jatuh cinta terhadap Kaori yang super bisa mengambil hati Via walau hanya sekejap. Shasha semakin penasaran bagaimana Kaori menaklukan sang Ibunda yang sangat susah pertahanan nya di tembus.
"Jujur aku sih dulu seneng ke rumah kalian bukan karena Ben. Tetapi karena Bunda Via yang membuat saya berharga." Jawab Kaori yang sangat sentimental mengingat kejadian tersebut.
"Maksudnya gimana kak? Tanya Shasha yang mulai spesifik dan Kaori pun menjelaskan bahwa papah nya Kaori adalah pekerja keras dan ibu nya hanya wanita rumah tangga yang sangat patuh kepada suaminya.
Sedikit berlinang air mata Kaori menceritakan bahwa sang ayah selalu memaksa Kosuke dan Kaori untuk juara kelas bahkan juara se Tokyo, Japan. Disamping itu juga mamah nya Kaori mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Papahnya Kaori dengan mudah nya memukul dan menendang mamah nya Kaori jika tidak sesuai dengan aturan yang di buat ayah nya Kaori.
Ketika melihat Via yang penuh kasih sayang, Kaori pun jatuh hati sekaligus iri dengan Ben yang mempunyai keluarga harmonis, bahkan Via selalu memperhatikan Kaori, tidak jarang Ben akhirnya sering WhatsApp an dengan Kaori, dan akhirnya hati Kaori memutuskan untuk memilih Ben dan menjalin kisah cinta diantara 2 insan.
Shasha mengelap air mata dan membayangkan betapa berat nya menjadi seorang Kaori Yoshida. Kaori ikutan sedikit mengelap air matanya dan mengeluarkan makanan yang sudah di pesan..
"Kamu hebat kak! Aku salut sama kamu yang bertahan untuk hidup." Kata Shasha yang berdiri dan berjalan menuju lemari pendingin.
Ben melihat kemurungan sang adik yang sedang memilih untuk berkata jujur kepada sang kekasih. Tetapi sang adik masih menanyakan kepada Ben akhir dari cerita nya Ben dan Melissa.
"Jadi setelah itu yah aku menunjukan kepada Kaori sebagai pria yang pantas dia nikahin. Karena ayah tidak membuat bunda sengsara." Kata Ben saat menjelaskan kepada Shasha.
"Iyahlah. Bunda kan primadona, kata om Dewin." Kata Shasha yang membuat Ben kaget mendengar om Dewin.
"Kamu tahu dari mana?" Kata Ben yang menanyakan langsung.
__ADS_1
"Aku di kasih tahu sama om Dewin, tentang ayah dan Bunda. Well, aku tidak menyalahkan siapapun." Kata Shasha yang menanggapi nya wajar.
"Maksudnya, bunda pernah cerita soalnya." Kata Shasha yang membuat Ben penasaran dengan apa yang diceritakan Via ke Shasha.
#Throwback
Sore di kota London, England sangat indah dengan hamparan gedung - gedung tua. Entah bagaimana Via berjalan sendiri dan akhirnya Shasha melihat sang ibu duduk manis di taman membawa bunga lili pink ditangan. Shasha menghampiri namun tidak jadi karena sang bunda berdiri dan menaruh bunga lili pink tersebut di bangku taman.
Tidak lama kemudian ada seorang pria yang duduk menatap kosong ke arah taman. Yah, taman tersebut dan bangku yang ada bunga lili pink. Shasha yang saat itu bersama dengan Melvin sudah menahan diri untuk melabrak Via yang di kira Shasha sudah mengkhianati sang ayah. Namun ternyata dugaan Shasha salah.
Shasha menatap ibunda yang tengah menulis buku harian, dan sang pria itu hanya memperhatikan bunda dari jauh. Tidak ada tanda - tanda untuk mendekat ke Via. Akhirnya Shasha memberanikan diri untuk mendekati sang bunda yang sedang menulis buku harian.
"Bun, kok bunda disini?" Tanya Shasha yang mengagetkan Via.
"Iyah, ini sebentar lagi pulang." Kata Via *yang masih menulis buku harian. Sementara mata Shasha masih menjelajahi sekitar. Shasha akhirnya melihat Dewin masih memperhatikan Via tanpa ada keberanian mendekat.
Shasha menjadi penasaran akhirnya menanyakan kepada Via. Rasa penasaran yang sangat tinggi membuat Shasha akhirnya menanyakan kepada Via.
"Pria hebat yang membuat bunda seperti sekarang." Kata Via yang sangat senang dan berbinar - binar.
"Bunda punya mantan gak? " Tanya Shasha semakin penasaran dengan Bunda nya.
"Punya, tetapi mantan bunda akan ketemu kalian suatu saat nanti. Jika bertemu dengan dia, sapalah. Karena dia Bunda bisa hidup." Kata Via yang memberikan penjelasan*.
Setelah memflash back kejadian demi kejadian akhirnya Shahsa menceritakan pertemuan nya dengan Dewin saat Erick meninggal, Dewin lah yang membereskan ke ributan saat Erick tiada. Disaat semua orang masih berduka kehilangan Via dan ditambah Erick.
Akhirnya Ben mengerti dengan semua nya, setelah ngumpul dengan Shasha. Ben dan Kaori menginap di rumah nya Shasha. Di karenakan Ben akan melakukan perjalanan ke Indonesia bersama dengan Dewin.
Jadinya Kaori di tinggal oleh Ben bersama dengan Shasha. Saat di airport menuju gate, Ben berjalan dengan santai dan melihat rombongan ibu - ibu arisan.
__ADS_1
"Aaaaaaahkk, itu mantu online saya." Teriak ibu tersebut dan setengah berlari untuk mengejar Ben juga Dewin. Ibu - ibu lain nya mengikuti si ibu satu nya yang setengah berlari.
Ben pun berhenti dan memberikan senyuman mautnya. Lalu diajak berswa foto dengan ibu - ibu tersebut. Banyak ibu - ibu tersebut yang gemes dengan muka Ben yang putih alami.
Setelah berswafoto dengan Ben yang sudah dipanggil oleh pihak maskapai dan meninggalkan ibu - ibu tersebut yang masih gemash dengan muka Ben.
"Emang dia artis? Sampai segitunya." Tanya seorang wanita yang tidak percaya teman - teman nya mendewakan Ben.
"Itu pengusaha muda, anak nya Erick Hardjanto dan Novia Heidi." Jawab ibu satu ya lalu memasukan foto tersebut kedalam pinstastory.
"Anak nya Novia Heidi, yang kerja di United Nations? " Tanya wanita itu lagi.
"Mangkanya Siani, lihat - lihat social media. Ben itu sedang di gandrungi anak muda. Baru saja menikahi teman kampus nya." Kata wanita lain nya.
"Masak sih Ly. Kan Novia Heidi punya anak perempuan saja." Tanya Siani masih tidak percaya
"Siani, Via punya anak laki - laki ganteng. idola dunia maya saat ini."Kata Lyliana menjelaskan.
Didalam benak Siani, apakah benar si Ben yang pernah pacaran dengan anaknya Melissa. Buru - buru Siani membuka aplikasi WhatsApp dan mencari nama Ben.
Siani : Ben, apa kabar?
Ben : Baik.
Siani : Kira - kira kamu sibuk kah?
Ben : Menunggu peswas
__ADS_1
Ben ya g menunggu di ruang tunggu Bandara hinga pintunya terbuka. Sementara Siani masih tidak percaya akan hal yang dia temui