Journal Of Triplet 07

Journal Of Triplet 07
Season 2 : Dickson Wicaksono


__ADS_3

Selesai pelantikan jabatan Via, saat itu juga Via mengajak Erick untuk balik ke hotel. Disisi lain erick yang masih pengen melihat kota yang tidak pernah tertidur. Via pun menyetujui ide nya Erick karena sesekali dirinya meregangkan otot. Design Disney kolaborasi Via sudah jadi, dimana Via harus mengkoreksinya. Agar tidak dibilang produk asal kolaborasi dan meraup keuntungan saja.



Disney X Novia adalah nama koleksi terbaru daripada hasil kolaborasi yang akan Via luncurkan serentak di seluruh negara.


"Kenapa, Vi? Kok malah bengong begitu." Tanya Erick sedikit kebingungan karena melihat Via bengong dari tadi di layar tablet selulernya.


"Via nggak lagi bengong, Rick. Tapi Via lagi mikir kalau kolaborasi kita enak nya keluar kapan?" Jawab Via yang membuat Erick terkekeh dengan gaya kerja Via yang selalu terdepan langkahnya.


1 jam jalan-jalan akhirnya Erick tiba di hotel dan disambut oleh seorang teman lama.


"Rick..." Panggil pria tersebut dan membuat Via ikut menoleh nya.


"Eh, elu.." Balas Erick dan terpaksa Via mengikuti Erick dari arah belakang.


Via dan Erick menemui orang tersebut yang ternyata baru saja sampai dari Indonesia ke New York City masih keadaan jet lag parah. Perbincangan seru pun dimulai dan beberapa kali Via menguap, karena kelelahan selama seharian di luar dengan jadwal yang padat merayap.


"Via pamit dulu, ganti baju dan nanti kesini lagi." Pamit Via yang membuat orang tersebut sedikit kecewa.


"Vi, selamat yah buat pelantikan jabatan baru." Tiba-tiba orang tersebut memberikan selamat ke Via.


"Thank you, Dickson. Pasti lihat di story gram nya Erick yah?" Jawab Via yang tidak ada basa - basinya.


Dickson tersenyum kearah Via lalu di balas senyum balik oleh Via, dan berjalan ke arah lift untuk menuju ke kamarnya. Erick melihat muka Dickson yang berubah akibat kecewa karena Via tidak dalam kondisi fit. Lalu Erick mengajak Dickson menuju lounge hotel untuk sekedar hang out.


Hempasan tubuh Dickson kearah sofa lounge, dan menyesap minuman alcohol yang di tawarkan Erick saat ini. Adalah pilihan tepat untuk Dickson menghilangkan rasa kecewa nya.


Drrrrrrrrrrrrtttt.... Drrrrrrrttttt..... WhatsApp Erick bergetar dan tertulis nama Novia Heidy.


Novia : Aku capek banget, mau langsung tidur. Say sorry to Dickson yah.


Erick : Alright, sweet dream yah. See you tomorrow.


Novia : Lah besok aku di kantor kali. Dinner ajah temenin Via.


Erick : Well note, ibu HOD.*


Novia : See you soon.


Message dari Via membuat Erick tersenyum sendiri. Dickson yang penasaran dengan Erick yang seperti orang lagi jatuh cinta. Lagi-lagi Dickson meneguk minuman nya hingga habis.


"Cewek elu nanya yah?" Sindir Dickson yang penasaran dengan Erick.


"Iyah, cewek gue." Kata Erick berbohong masalah Via.


"Si Via kok gak turun-turun sih." Jebak Dickson yang penasaran.


Erick hanya mengangkat bahu nya tanda dia tidak tahu. Lalu menulis di WhatsApp bila nanti Erick telephone jangan di angkat.


"Elu nggak hubungi Via, ajah langsung?" Tanya Erick memancing Dickson yang sudah setengah mabuk oleh minuman.

__ADS_1


"Gue dah Direct Message di Pinstagram nya. Belum di bales ajah." Jawab Dickson yang kecewa perjuangan nya seperti ini.


"Mau gue hubungin ke Via?" Tanya Erick yang menawarkan bantuan pendekatan ke Via.


"Kasih nomor telephone nya, biar gue yang hubungi." Desak Dickson yang kali ini tidak mau dibodohi oleh Erick.


"Wah, agresif sekali anda. Ini nomor nya Via." Kata Erick yang memberikan nomor kerja Via.


Bukan nomor jalur pribadinya Via yang biasa Erick pakai saat menghubungi Via. Dickson merasa senang lalu menghubungi Via saat itu juga. Namun sepertinya orang yang dihubungi tidak mengangkat telephone nya.


Berkali-kali Dickson menghubungi namun hasil nya tidak di angkat.


Dickson kecewa dan menghabiskan 1 botol minuman berakholol. Erick merasa kasihan karena Dickson terlalu agresif, sementara Via orang yang unik untuk orang seagresif Dickson. Persis yang Jerias bilang ketika Erick liburan di London bareng sama Vika.


Karena lounge akan tutup Erick membawa Dickson keluar dan menuju kamarnya. Gimana tidak? Mabuk dan berceloteh kemana-mana kalau Dia sangat menyukai Via. Untung disampaikan dalam bahasa Indonesia. Bagaimana kalau bahasa Inggris? Apakah tidak malu.


"Rick, ngaku ajah. Kalau elu suka sama Via kan? Yuk kita duel dapetin Via." Racau Dickson saat di lift menuju kamar nya.


"Suka-suka elu dah." Omel Erick saat menanggapi racauan Dickson yang tidak jelas.


Bahkan sesampainya di kamar Erick, tanpa ada tanda-tanda Dickson memuntahkan seluruh isi perut nya di kamar mandi. Erick shock dan menelpon bantuan housekeeping untuk membersihkan kamar mandi kamarnya. Bau alcohol menyeruak seluruh kamar mandi.


Akhirnya Erick memilih untuk tidur di sofa dari pada 1 tempat tidur dengan orang mabuk. Bisa terjadi tindakan senonoh kalau masih bersama dengan Dickson.


Pagi-pagi Erick sudah bangun dan sarapan sama Via. Kali ini Erick mengakui kalau Via tampil cantik dengan balutan kemeja salem yang di gulung sampai siku, dan memakai celana panjang pencil berwarna khaki.


"Bonjour! Mon ami*" Sapa Erick saat menlihat Via berjalan menuju meja Erick.


*Bonjour \= Selamat pagi, Mon Ami\= Teman saya, Comment Cava\= Apa kabar?


Erick bercerita gimana kejadian semalam dan ternyata ada gelak tawa Via yang mewarnai.


"Jadi kamu sama Dickson semalaman ngapain? Thank you yah buat kasih nomor kantor bukan nomor pribadi." Tanya Via yang makan Croissant dengan butter.


"Nggak ngapa-ngapain ibu HOD*. Masih tidur Dickson. Tapi sejujurnya kamu naksir gak sama Dickson?" Selidik Erick untuk mengetahui.


"Jujur yah, aku belum bisa terima orang baru. Apalagi jual-jual nama sahabat Via."Cerita Via yang masih asik dengan makanan nya


*HOD\= Head Of Department/ Kepala Department.*


Erick mendengar itu, sepertinya sulit banget Via di jodohkan dengan Dickson. Apalagi cara nya Dickson memakai Thata. Tapi Erick percaya masih ada jalan menuju Roma. Via dan Erick berpisah karena melanjutkan pekerjaan masing-masing.


Hubungan Erick dan Via terlihat sangat Lucu seperti sepasang kekasih yang tidak mau mengakui. Berbeda dengan Vika sama Erick yang semua orang tahu kalau Erick lah yang mengejar Vika. Kembali ke kamarnya Erick mendapati Dickson belum bangun tidur. Akhirnya iseng mengerjai Dickson dengan membisikan sesuatu.


"Hi, Dickson. Kamu belum bangun? Via sudah rapih nih." Bisik Erick yang menirukan gaya bicara Via. Dickson hanya menggeliat di kasur dan kembali menarik selimutnya.


Beruntung tadi saat makan pagi Via mau diajak kerjasama mengerjai Dickson. Erick akhirnya memberikan pesan ke Via lewat aplikasi WhatsApp.


Drrrrrrrttt Drrrrrrrttt telephone Dickson bergetar dan keluar nama "My Love 😍".


Sontak membuat Erick terkekeh dan dokumetasikan lewat memvideo kan layar telephone seluler Dickson lalu ke muka Dickson yang masih tidur. Dering telephone terus menerus akhirnya membangunkan Dickson yang sedang tertidur menjadi full nyawa terkumpul setelah melihat Via yang telephone.

__ADS_1


"Halo, sorry for the very slow response. Who am I speaking with?" Tanya Via dengan suara nya yang lembut membuat Dickson kaget.


"Sorry Vi, Aku Dickson Wicaksono." Jawab Dickson yang mengumpulkan sekuat tenaga untuk tetap sadar.


"Oh, Dickson. Ada apa yah?" Tanya Via kembali dengan suara datarnya.


"Malam ini dinner yuk?" Tanya Dickson basa basi karena bingung mau bicara apa lagi.


"Aku dinner sama temen ku, sorry yah." Tolak halus Via, karena Dinner kali ini akan bersama Erick.


"Baiklah. Next time deh kalau gitu." Kata Dickson yang sudah melemah.


"Aku biasa breakfast free sih. Kayak pagi ini sendirian." Kata Via yang tertawa, langsung Dickson bilang besok breakfast akan ditemani oleh Dickson.


Mendengar jawaban Via yang mengiyah kan tangan Dickson langsung menunjukan sikap ceria dengan menonjok ke udara. Sehabis itu Erick mematikan camera telephone selulernya dan kirim ke Via.


Dickson melihat ini bukan kamar hotel nya lalu melihat Erick yang duduk santai di sofa, langsung meremas-remas muka Erick akibat kegirangan.


"Via mau breakfast sama gue, Rick." Cerita Dickson yang gembira sekali.


"Besok, gue check out. Malam kemarin sama hari ini elu yang bayar hotel gue. Akibat ulah elu nih!" Oceh Erick yang langsung ke kamar mandi karena persiapan makan malam sama Via.


"Gak masalah. Untung semalem gue mabuk disini, ahk Rick. Gue bahagia banget. " Kata Dickson yang ngalor ngidul bicaranya dan membayangkan besok akan breakfast bersama Via.


Persiapan dinner kali ini agak special, karena mau ngajak Via dinner di The River Cafe, New York. Sebelum besok Erick check out dan kembali ke California, dandanan Erick kali ini casual formal. Erick memakai kemeja berwarna biru muda dengan celana panjang hitam lalu tidak lupa dengan jam tangan dari Via.


Begitu juga Via yang memadukan gaun putih dengan sepatu balet berwana merah dengan riasan natural. Rambut Via yang dibiarkan tergerai membuat dandanan Via semakin sempurna.



Tak lupa juga Via mengenakan parfum kesukaan nya, wangi bunga-bunga koleksi Ninna Richie. Wangi kesegaran dimana-mana, setelah selesai berdandan Via turun dari lift menuju lobby dimana Erick telah menunggu Via.


Limousine yang membawa ke pinggiran kota Manhattan, New York. Lalu dibarengin dengan angin yang semilir di musim panas membuat suasana menjadi romantis.


Via merasa kaget Erick membawa nya makan disini. Tempat nya sangat elegant dan classy membuat Via merasa nyaman. Erick memperlakukan bak seorang putri dengan membantu mengangkat kursi dan menaruh napkin di baju Via.


"Wow, gentlemen banget yah." Kata Via setengah menggoda Erick.


"Pria sejati harus begitu." Jawab Erick yang duduk dan menaruh napkin di pahanya.


Suasana malam itu rasanya benar-benar seru. Via dengan steak salmon nya, sementara Erick dengan aged rib eye meat nya.Tidak juga lupa dengan segelas wine ditemani oleh dentingan suara alunan piano.



°


°


°


°

__ADS_1


Like ceritanya, lalu comment juga ceritanya, dan love novel ya terus vote yah.


__ADS_2