
Kolom komentar pinstagram @shashardjanto sudah ramai dengan pertanyaan. Shasha pun enggan membuka media social nya lantaran kelakuan abang nya itu. Gerry dan Claudia pamit pulang ke rumah nya setelah menginap 1 malam di rumah Ben dan Kaori. Sementara Shasha sudah pulang ke rumah nya, yang dimana ada barang - barang peninggalan kedua orang tua nya.
"Hmn, punya kakak yang gak punya ahklak begini. Selalu ajah bikin adik nya emosi terus, lama - lama stroke nih." Umpat Shasha saat berada di kamar mandi.
Komen - komen terus bertambah hingga tembus di angka 1 jt komen. Bahkan direct message Shasha sudah penuh dan tidak bisa di refresh akibat serangan fans.
Drrrrrrtttt....
Telephone seluler Shasha bergetar dan dalam layar nya.
"Halo.." Jawab Shasha berusaha biasa saja.
"Hai, kamu pasti lagi stress dengan serbuan fans mu?" Tanya orang di sebelah telephone seluler nya.
"Sedikit sih, emang kenapa?" Tanya balik Shasha saat menjawab orang tersebut.
"Well, aku mau ajak kamu jalan. Ada waktu?" Tanya orang seberang lagi.
"Okay, bisa. Mau jemput jam berapa?" Kata Shasha dan akhirnya Shasha mengiyakan ajakan orang tersebut.
Wow Shasha senang bisa berkenalan dengan pria dari Indonesia. Shasha berdandan sedikit lalu menunggu si pria yang katanya si Crazy Rich Indonesia. Shasha tidak melihat dari kekayaan nya namun usaha si pria itu, waktu sang ibunda meninggal si pria ini sabar menunggu Erick dan menjaga Erick dengan sabar.
Setelah menunggu 30 menit sang pria itu datang dan memberikan senyuman manis untuk Shasha. Pintu pun di bukain oleh pria tersebut dan mobil nya membelah siang kota London, England.
"Kamu masih kepikiran sama yang tadi?" Tanya pria itu yang menggenggam tangan Shasha.
"Enggak Vin, itu sudah biasa Ben lakukan jika aku sedang iseng. Aku hanya takut hubungan kita kusut gara - gara postingan Ben." Jawab Shasha yang menatap penuh pesona si pria tampan tersebut.
"Tenang, aku akan selalu ada di samping mu." Ujar pria tersebut.
Postingan tersebut adalah foto dimana hanya Ben, Bunda, dan Ayah nya saja yang tahu siapa orang tersebut. Shasha jadi teringat ucapan Via saat bertemu dengan orang tersebut.
#Throwback
"Halo, maaf yah menunggu lama. Sini masuk dulu lalu ini sendal rumah nya." Sapa Via yang selalu senang jika ada orang Indonesia datang ke rumah nya.
"Halo tante, tidak apa - apa. Terima kasih loh sudah di undang." Jawab pria tersebut dan membuat Via tersenyum karena logat Jawa Timur yang kental.
"Nama nya siapa? Pasti asli Surabaya yah?" Tanya Via yang menebak asal pria itu.
__ADS_1
"Saya Melvin Tenggara, tante. Iyah, asli Surabaya dan lagi sekolah S2 di Brussels, Belgium." Jawab Melvin yang malu - malu.
Lamunan tersebut membuat Shasha senyum - senyum sendiri dan membuat Melvin sedikit banyak nya kebingungan.
"Kamu lagi mikir apa?" Tanya Melvin saat melihat Shasha senyum - senyum sendiri.
"Well, lucu yah Bunda dan Ayah pasti kaget kalau aku sekarang sama kamu." Jawab Shasha yang melirik manja ke arah Melvin.
"Mosok?" Ledek Melvin menggunakan bahasa Surabaya.
Muka Shasha tampak bingung dengan apa yang dikatakan Melvin. Walaupun ibunda dan ayah nya orang Indonesia, namun Shasha dan Ben tidak pernah ke Indonesia. Apa lagi menggunakan bahasa Indonesia sebagaj bahasa ibu.
"Apa artinya mosok?" Tanya Shasha yang kebingungan.
"Oh, itu artinya "Really" dalam bahasa mu. Memang kalian tidak pernah belajar bahasa Indonesia?" Tanya Melvin penasaran.
"Ayah kan seorang General Manager Resort, bahasa dia sehari - hari yah English. Sementara bunda juga seperti itu. Karena aku lahir di London, England dan besar di Paris, France jadi bahasa ku cuma itu. Sisa nya belajar sendiri." Jawab Shasha yang mengingat masa kecil nya bersama Via dan Erick.
"Terus?" Melvin mulai tertarik dengan kehidupan Shasha yang penuh kasih sayang.
"Jadi aku dan kak Ben, tidak pernah ke Indonesia karena jadwal padat nya kedua orang tua ku. Mereka karena tidak mau aku dan kak Ben ditinggal jadi aku selalu ikut dimana Ayah atau bunda bertugas. Sekolah ku home schooling, bersama dengan beberapa anak - anak expatriate. Berbeda dengan kak Ben." Cerita Shasha yang tersenyum bila mengingat nya.
Jelas tersebut itu bukan tangan nya Seon Ho dan baju tersebut juga menunjukan itu orang lain. Seon Ho mencoba melihat profile nya Shasha, dan story nya. Tidak ada menunjukan apapun, rasa penasaran tersebut membuat Seon Ho akhirnya menanyakan ke Shasha melalui WhatsApp.
Drrrrrttt.....
Seon Ho : Kamu sedang sibuk kah?
Shasha : Tidak. Cuma lagi jalan saja.
Seon Ho : Aku mau tanya, boleh?
Shasha : Masalah foto yah?
Seon Ho : Kok tahu? Apakah kamu cenayang?
Shasha : Itu si Ben jahil, itu tangan nya dia. Bukan tangan orang lain.
Kebohongan pertama yang Shasha lakukan untuk menghindari pertanyaan Seon Ho. Melvin yang menikmati jalan sore bersama Shasha akhirnya membawa Shasha pulang ke rumah. Se sampainya Shasha di rumah, kembali Shasha membuka WhatsApp nya dari Seon Ho.
"Aku tidak sanggup berbohong lagi, harus ku akhiri kisah ku bersama Seon Ho." Kata Shasha dalam hati dan memulai merangkai kata untuk mengutarakan perasaan nya terhadap Seon Ho.
__ADS_1
Ben mampir ke rumah Shasha dan membawa makanan untuk nya. Shasha yang melihat Ben dan Kaori langsung membuka pintu rumah nya dan memberikan senyuman indah namun mengandung pertengkaran sengit.
"Tumben ada di rumah?" Tanya Ben yang memberikan makanan yang tadi di Beli Ben untuk shasha saat dalam perjalanan.
"Yah, lagi males ajah. Gara - gara kakak posting pria itu. Pinstagram ku ramai nggak karuan, dan berakibat Seon Ho menanyakan tersebut, aku terpaksa berbohong." Cerita Shasha kepada Ben yang asik menikmati cemilan kue.
"Jika hubungan di awali kebohongan itu gak bagus dek. Hubungan itu adalah komunikasi 2 arah." Kata Ben memberi nasihat yang tidak menggurui Shasha.
Shasha pun akhirnya memberikan pertanyaan - pertanyaan yang menanyakan Ben mengenai hubungan nya dengan Kaori. Tangan Ben memegang Kaori, lalu memulai menceritakan kenapa Ben memilih Kaori ketimbang Melissa.
Yah, Melissa orang Indonesia yang tinggal di Melbourne, Australia. Melissa adalah teman 1 sekolah dengan Ben. Namun pisah karena pemahaman orang tua Melissa yang membuat Ben angkat suara.
#Throwback
"Kamu kumpulin duit Ben, kamu kan dari keluarga biasa - biasa saja. Nanti anak tante mau tinggal dimana?" Kata Mamanya Melissa saat bertemu dengan Ben.
"Iyah tante. Pasti saya akan kerja keras untuk mewujudkan nya." Jawab Ben penuh antusias belum mengerti makna sindiran.
"Iyah dong. Nanti anak tante makan apa kalau kamu gak kumpulin duit. Gaji kamu sekarang ajah belum tentu bisa bayar uang parkir mobil anak tante." Kata mamanya Melissa semakin mempertegas.
"Saya berusaha se maksimal mungkin untuk Melissa bisa mendapat yang terbaik." Jawab Ben yang masih biasa saja namun....
"Iyah lah Ben. Kamu tuh bersyukur anak orang biasa - biasa saja punya otak cemerlang sama ganteng. Makanya bilang ibu mu untuk ajarin tata cara berdandan. Baju compang camping, pakai anting persis kek anak jalanan." Ucap mamanya Melissa yang sudah melukai Ben.
"Ben, emang orang tua mu tidak pernah menganjarkan? Pasti ibu mu tidak sekolah tinggi yah." Sambung mamahnya Melissa yang membuat Ben melotot dan menatap tajam kearah mamanya Melissa.
Semua anggota keluarga Melissa menatap Ben yang sudah menahan amarah karena mamanya Melissa menghina Via. Dengan bersikap tenang akhirnya Ben pamit pulang dan langsung memutuskan hubungan percintaan Ben dengan Melissa. Raut kecewa Ben kepada mamanya Melissa membuat nya bercerita kepada ayah nya.
Erick tersenyum mendengar cerita anakanya dan memberikan nasihat mengenai tanggapan untuk mamanya Melissa. Ben pun merasa ayah nya sangat luar biasa dan di andalkan dalam segala hal.
°
°
°
°
Yuk, selain di baca ceritanya. Lalu like dong ceritanya. Terus share juga cerita ini, dan comment di cerita ini terus vote juga cerita ini.
Terima kasih teman - teman online seluruh tanah air.
__ADS_1